Lompat ke isi

Dictablanda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dictablanda adalah sebuah sistem diktator dimana sistem otoriter dan demokrasi digabungkan. Kata dictablanda itu sendiri merupakan plesetan kata bahasa spanyol dictadura (diktator), menggantikan dura, yang artinya “keras”, dengan blanda, yang berarti “lembut”. Secara harfiah, ini dapat diartikan sebagai “diktator lembut” atau sebuah resim otoriter yang berusaha menyamarkan dirinya sebagai resim yang lebih ramah dan menghindari kekerasan secara terang-terangan. [1]

Istilah ini pertama kali digunakan di Spanyol pada tahun 1930 ketika Dámaso Berenguer menggantikan Miguel Primo de Rivera y Orbaneja sebagai kepala pemerintahan diktator yang berkuasa, dan berusaha meredakan ketegangan di negara tersebut dengan mencabut beberapa kebijakan keras yang diperkenalkan oleh Primo de Rivera.

Seperti yang sebelumnya sudah disebutkan, dictablanda menggabungkan sistem-sistem otoriter dengan elemen demokrasi yang dianggap masih perlu dipertahankan. Pemerintahan yang mengizinkan kebebasan pers yang terbatas, kebebasan sipil yang sedikit dilonggarkan, dan bahkan mengadakan pemilihan umum. Namun, pemilihannya seringkali diatur sedemikian rupa agar partai dan/atau struktur pemerintahan yang ada tetap bertahan.

Berbeda dengan diktator pada umumnya, pemerintah dalam dictablanda tidak mengandalkan teror atau penindasan secara terbuka sebagai alat kontrol utama. Melainkan mereka mereka menggunakan manipulasi media, negosiasi, dan juga kontrol yang terselubung untuk menjaga kestabilan dan kepatuhan dari rakyat mereka.

Contoh yang paling menonjol dari dictablanda adalah zaman pemerintahan Partai Revolusioner Institusional di Meksiko dari tahun 1940-an hingga 1970-an. Di bawah kekuasaan PRI, pemilu diadakan secara teratur, memberikan penampilan demokrasi yang berjalan dengan lancar. Namun, pada kenyataannya partai tersebut mempertahankan kontrol hegemonik melalui jaringan yang luas, korupsi, dan, ketika diperlukan, melalui represi selektif yang tersembunyi, sehingga menciptakan sebuah sistem yang tampak fungsional dan stabil, tetapi secara fundamental tidak kompetitif.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Gillingham, Paul; Smith, Benjamin T., ed. (2014-04-02). Dictablanda: Politics, Work, and Culture in Mexico, 1938–1968. Duke University Press. doi:10.2307/j.ctv125jpjh. ISBN 978-0-8223-7683-5.