Lompat ke isi

Dick Schoof

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dick Schoof
Schoof pada tahun 2025
Perdana Menteri Belanda
Mulai menjabat
demisi sejak 5 Juni 2025
2 Juli 2024
Penguasa monarkiWillem-Alexander
WakilFleur Agema
Sophie Hermans
Eddy van Hijum
Mona Keijzer
Sebelum
Pendahulu
Mark Rutte
Pengganti
Petahana
Sebelum
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehakiman dan Keamanan
Masa jabatan
1 Maret 2020  28 Mei 2024
Sebelum
Pendahulu
Siebe Riedstra
Pengganti
Ric de Rooij (pj)
Sebelum
Direktur Jenderal Dinas Intelijen dan Keamanan Umum
Masa jabatan
16 November 2018  1 Maret 2020
Sebelum
Pendahulu
Rob Bertholee
Pengganti
Erik Akerboom
Sebelum
Koordinator Nasional Keamanan dan Kontraterorisme
Masa jabatan
1 Maret 2013  16 November 2018
Sebelum
Pendahulu
Erik Akerboom
Pengganti
Pieter-Jaap Aalbersberg
Sebelum
Direktur Utama Dinas Imigrasi dan Naturalisasi
Masa jabatan
1 Desember 1999  1 Maret 2003
Sebelum
Pendahulu
J. G. Bos
Pengganti
P. W. A. Veld
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir
Hendrikus Wilhelmus Maria Schoof

08 Maret 1957 (umur 68)
Santpoort, Belanda
Partai politikIndependen (2021–sekarang)
Afiliasi politik
lainnya
Partai Buruh (sampai 2021)
Suami/istri
Yolanda Senf
(cer.)
Anak2
KerabatNico Schoof [nl] (saudara)
Tempat tinggalZoetermeer, Belanda
AlmamaterUniversitas Radboud (MSc)
Tanda tangan
IMDB: nm8096606 X: DickSchoof Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Hendrikus Wilhelmus Maria "Dick" Schoof (Belanda: [ɦɛnˈdrikʏs ʋɪlˈɦɛlmʏs maˈrijaː dɪk sxoːf]; lahir 8 Maret 1957) adalah seorang politikus dan pegawai negeri Belanda yang menjabat sebagai Perdana Menteri Belanda dalam Kabinet Schoof sejak 2 Juli 2024.[1]

Lulusan Universitas Radboud, Schoof menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Kehakiman dan Keamanan dari 2020 hingga 2024. Sebelumnya, ia pernah menjadi Direktur Jenderal Dinas Intelijen dan Keamanan Umum (AIVD) pada 2018–2020, serta Koordinator Nasional untuk Keamanan dan Kontraterorisme (NCTV) pada 2013–2018. Dari 2010 hingga 2013, ia juga pernah menjadi direktur jenderal di Kementerian Kehakiman dan Keamanan, serta direktur jenderal untuk ketertiban umum dan keselamatan di Kementerian Dalam Negeri dan Hubungan Kerajaan pada 2003–2010.

Schoof, yang tidak berafiliasi dengan partai politik manapun, memimpin pemerintahan koalisi yang terdiri dari partai PVV, VVD, NSC, dan BBB—dikenal sebagai pemerintahan paling sayap kanan dalam sejarah modern Belanda. Masa jabatannya sebagai perdana menteri ditandai dengan kepemimpinannya yang pragmatis dan non-partisan, meskipun menghadapi tantangan dalam mengelola koalisi yang rapuh.

Kepemimpinan Schoof berakhir setelah runtuhnya koalisi pada Juni 2025, setelah itu ia tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara atas permintaan Raja Willem-Alexander hingga pemilu kilat diselenggarakan.[2][3] Perannya dalam KTT NATO menyoroti keahliannya dalam bidang keamanan dan diplomasi, meskipun di dalam negeri kepemimpinannya sering dipertanyakan karena kurangnya pengalaman politik dan rapuhnya basis koalisi.

Kehidupan awal

[sunting | sunting sumber]

Hendrikus Wilhelmus Maria Schoof lahir pada tanggal 8 Maret 1957 di Santpoort, dalam keluarga Katolik Roma sebagai anak bungsu kedua dari tujuh bersaudara.[1][4][5][6] Ia memiliki satu saudara perempuan, dan ayahnya adalah seorang pegawai negeri sipil, termasuk untuk pelayanan sosial.[6][7] Pada usia delapan tahun, dia pindah bersama keluarganya ke Hengelo, di mana dia bersekolah di Lyceum De Grundel.[8] Dari tahun 1975 hingga 1982, ia mempelajari perencanaan kota dan wilayah di Universitas Radboud.[4] Dia adalah anggota asosiasi mahasiswa Phocas dan menjabat sebagai ketuanya.[9]

Karir awal

[sunting | sunting sumber]

Schoof memulai kariernya sebagai penasihat kebijakan pendidikan di Asosiasi Munisipalitas Belanda,[9] lalu menjadi pegawai negeri di Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan pada tahun 1988.[4] Ia memimpin pembubaran departemen pembangunan sekolah dasar di bawah Sekretaris Negara Jacques Wallage[10] dan menengahi kompromi antara Partai Seruan Demokrat Kristen (CDA) dan Partai Buruh (PvdA) terkait tanggung jawab pemeliharaan gedung sekolah, apakah menjadi kewenangan sekolah atau pemerintah daerah.[6]

Sejak tahun 1996, Schoof menjabat berbagai posisi senior di bidang keamanan,[11] termasuk sebagai wakil sekretaris jenderal di Kementerian Kehakiman dan Keamanan.[4]

Pada tahun 1999, ia diangkat menjadi direktur utama Dinas Imigrasi dan Naturalisasi (IND).[4][12] Saat itu Belanda menghadapi lonjakan pencari suaka akibat Perang Kosovo, dan IND menumpuk banyak permohonan. Schoof melaksanakan reformasi Undang-Undang Keimigrasian yang disusun oleh Sekretaris Negara Job Cohen pada tahun 2001 untuk menyederhanakan proses suaka serta mempercepat deportasi bagi pemohon yang tidak memenuhi syarat. Jumlah permohonan suaka kemudian menurun, yang oleh Schoof dikaitkan dengan kebijakan migrasi lebih ketat. Namun evaluasi pemerintah kemudian menilai penurunan itu lebih disebabkan oleh faktor eksternal.[13]

Schoof meninggalkan IND pada tahun 2003 untuk menjadi direktur jenderal ketertiban umum dan keamanan di Kementerian Dalam Negeri dan Hubungan Kerajaan. Dalam jabatan itu, ia memimpin restrukturisasi kepolisian dari sejumlah unit regional menjadi satu Korps Kepolisian Nasional.[14]

Badan keamanan nasional

[sunting | sunting sumber]
Schoof memimpin upacara persiapan Keamanan Risiko Tinggi (Hoog Risico Beveiliging, HRB) pada tahun 2016

Schoof menjabat sebagai direktur jenderal di Kementerian Kehakiman dan Keamanan dari 2010 hingga 2013.[6]

Pada 2013, ia diangkat menjadi Koordinator Nasional untuk Keamanan dan Kontraterorisme (NCTV).[11] Ia mengizinkan bawahannya memantau calon teroris di media sosial menggunakan akun palsu, meski sudah diperingatkan oleh penasihat hukumnya.[6] Setelah jatuhnya pesawat Malaysia Airlines Penerbangan 17 pada tahun 2014 usai lepas landas dari Bandara Schiphol, Schoof memimpin respons krisis Belanda dan memperkuat hubungannya dengan Perdana Menteri Mark Rutte. Pada tahun 2022, pengadilan Belanda memvonis tiga pria yang terkait militer Rusia atas pembunuhan dalam kasus tersebut, yang menewaskan semua penumpang, termasuk 196 warga negara Belanda.[15] Ketika Schoof meminta Universitas Twente menyelidiki kinerja kantornya, ia dan stafnya ikut campur dalam penyusunan pertanyaan, pemilihan tim, serta waktu publikasi. Ia juga menekan agar kesimpulan laporan dilunakkan, misalnya mengubah kata "buruk" menjadi "tidak baik".[7][10][16][17] Ia juga menangani isu keamanan dalam negeri, termasuk radikalisasi Islam dan perekrutan anggota ISIS di Belanda.[15]

Schoof saat bertemu dengan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas pada tahun 2022

Di bawah kepemimpinannya, NCTV dituduh oleh kelompok hak sipil Bits of Freedom melakukan pengawasan ilegal terhadap warga Belanda, terutama Muslim, di internet.[18] Sejak 2017, lembaga itu menggunakan penyelidik swasta untuk menyusup dan memata-matai masjid.[18] Pada 2019, investigasi GeenStijl mengungkap bahwa Schoof memerintahkan pembuatan akun palsu untuk memantau "calon teroris". Ia juga memperingatkan Kementerian Pendidikan dan Pemerintah Kota Amsterdam tentang pengaruh gerakan Salafi di sebuah sekolah Islam, serta diketahui menekan agar hasil penyelidikan dilunakkan.[6][19]

Schoof kemudian memimpin Dinas Intelijen dan Keamanan Umum (AIVD) sebagai direktur jenderal dari 2018 hingga 2020.[11] De Volkskrant menulis bahwa masa jabatannya yang singkat ditandai benturan budaya; upayanya menjadikan lembaga itu lebih terbuka melalui kerja sama dengan universitas dan institusi lain tidak berhasil.[19]

Pada 1 Maret 2020, Schoof menggantikan Siebe Riedstra sebagai sekretaris jenderal Kementerian Kehakiman dan Keamanan, jabatan tertinggi nonpolitik di kementerian tersebut.[10][20][21][22] Dalam perannya, ia terlibat dalam negosiasi reformasi suaka yang memicu jatuhnya kabinet Rutte IV pada Juli 2023. Setelah mencapai usia pensiun pada Maret 2024, Schoof memilih tetap bekerja dan mendapat izin perpanjangan selama tiga tahun.[9]

Perdana Menteri Belanda (sejak 2024)

[sunting | sunting sumber]
Schoof dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada tahun 2024.

Partai untuk Kebebasan (PVV) pimpinan Geert Wilders memenangkan suara terbanyak pada pemilu November 2023.[10] Pada 16 Mei 2024, PVV mengumumkan kesepakatan koalisi sayap kanan dengan Partai Kebebasan dan Demokrasi Rakyat (VVD), Kontrak Sosial Baru (NSC), dan Gerakan Petani–Sipil (BBB).[23] Dalam negosiasi itu, keempat pemimpin partai sepakat tidak ada dari mereka yang akan menjadi perdana menteri.[24] PVV awalnya mengusulkan Ronald Plasterk, tetapi ia mundur karena tuduhan penipuan.[25][26] Schoof kemudian dinominasikan sebagai perdana menteri pada 28 Mei 2024 oleh partai-partai koalisi di bawah formator Richard van Zwol.[25][27] Ia dilantik pada 2 Juli oleh Raja Willem-Alexander sebagai bagian dari kabinet Schoof, menjadi politisi independen pertama yang menjabat sejak Cort van der Linden (1913–1918).[28][29] Majalah Elsevier Weekblad menilai Schoof sebagai "pejabat yang memahami seluk-beluk Den Haag dan ahli dalam bidang imigrasi serta keamanan," serta menjunjung tinggi hubungan sehat antara birokrasi dan politik, sambil tetap menghormati keputusan akhir politisi.[30]

Dua hari kemudian, debat di DPR mengenai pernyataan kebijakan pemerintah digambarkan media sebagai kacau. Pembelaan Schoof terhadap tuduhan rasisme pada anggota kabinet dianggap "lemah" oleh Wilders, dan debat ditunda setelah Schoof menegur menteri kesehatan Fleur Agema (PVV) karena mengganggu jalannya sidang lewat live-tweet.[31]

Schoof dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada tahun 2024.

Schoof mempresentasikan perjanjian pemerintahan kabinet pada 13 September 2024, menegaskan niat untuk menyatakan krisis suaka tanpa persetujuan parlemen awal.[32] Ia menyatakan publik memang mengalami krisis suaka, tetapi tidak dapat memastikan syarat atau waktu penyelesaiannya.[33] Ketika dokumen pegawai negeri menyebut penggunaan kewenangan darurat tidak memiliki dasar hukum, Nicolien van Vroonhoven (NSC) menyuarakan kekhawatiran, sementara Wilders memperingatkan kabinet bisa bermasalah jika tidak ada undang-undang darurat.[34][35] Schoof kemudian memediasi negosiasi antarkoalisi dan tercapai kesepakatan baru soal suaka pada Oktober 2024 tanpa menggunakan kewenangan darurat.[36][37]

Pasca kerusuhan Amsterdam November 2024, Schoof mengaku "malu" dan "terkejut" atas serangan antisemit terhadap warga Israel, menyebutnya "benar-benar tidak dapat diterima" dan berjanji pelaku akan diusut.[38][39] Ia menyalahkan sekelompok pemuda berlatar migran dan menilai peristiwa itu mencerminkan masalah integrasi yang lebih luas.[40] Schoof membatalkan kehadirannya di Konferensi Iklim PBB 2024 untuk memantau respons pemerintah.[41] Pada 15 November, Sekretaris Negara Nora Achahbar mengundurkan diri karena "interaksi yang memecah belah dalam beberapa minggu terakhir."[42] Media melaporkan adanya komentar ofensif dan berbau rasis dalam rapat kabinet. Schoof memanggil pemimpin empat partai koalisi untuk rapat darurat mencegah keruntuhan kabinet, dan disepakati anggota NSC tetap bertahan. Schoof membantah adanya rasisme dalam kabinet atau partai koalisi.[43][44][45]

Menteri Pertanian Femke Wiersma ditugaskan menyusun langkah perlindungan kawasan alam sensitif terkait krisis nitrogen, setelah Dewan Nasional pada Desember 2024 memutuskan hak emisi nitrogen tak terpakai tidak boleh dialihkan ke proyek baru tanpa izin baru. Schoof lalu membentuk komite antarmenteri guna mencegah keterlambatan proyek besar-besaran.[46][47]

Pada 3 Juni 2025, PVV keluar dari kabinet Schoof setelah gagal mencapai kesepakatan perubahan aturan suaka, mendorong Schoof mengundurkan diri sebagai perdana menteri.[48] Ia berjanji tetap melanjutkan kebijakan pengurangan biaya hidup, penanganan krisis perumahan, peningkatan pertahanan, dan bantuan militer untuk Ukraina.[49]

Peran dalam KTT NATO 2025

[sunting | sunting sumber]
Schoof dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Presiden AS Donald Trump, dan Perdana Menteri Britania Keir Starmer di KTT NATO Den Haag 2025

Sebagai Perdana Menteri demisioner Belanda, Schoof menjadi tuan rumah KTT NATO Den Haag 2025 pada 24–25 Juni, yang ia sebut sebagai "bersejarah" dan "hari-hari olahraga tingkat tinggi".[50] Ia berperan penting menjaga kesatuan NATO, terutama melalui pendekatan diplomatis dengan Presiden AS Donald Trump yang memuji penyelenggaraan tersebut.[50] Schoof menghadiri pertemuan penting, termasuk dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dan mengumumkan persiapan pernyataan NATO mengenai dukungan drone dan pertahanan udara untuk Ukraina.[54] Ia menyatakan puas dengan hasil KTT, termasuk target pengeluaran pertahanan sebesar 5% dari PDB pada 2035, serta mencatat suasana "santai" di antara para pemimpin.[50]

Pandangan politik

[sunting | sunting sumber]

Sebagai pegawai negeri

[sunting | sunting sumber]

Dalam wawancara tahun 2017 dengan WNL, Schoof menyatakan bahwa organisasi Kick Out Zwarte Piet (KOZP) "berpotensi menjadi ekstremis dan melakukan kekerasan", menjelaskan alasan KOZP dimasukkan dalam laporan tahunan Penilaian Ancaman Teroris Belanda. Namun, ia menegaskan KOZP belum menggunakan kekerasan dan perlakuan serupa juga diterapkan pada organisasi kiri maupun kanan. Setelah KOZP mengajukan keluhan, statusnya diturunkan menjadi organisasi aktivis pada 2019, meski tetap dikategorikan sebagai kelompok Polarisatie (pemecah belah) karena metode yang digunakan.[51][52]

Pada 2019, Schoof menyebut gerakan Salafi berupaya memengaruhi sekolah Islam di Amsterdam.[6][19] Pada Februari 2020, ia mengatakan kepada komisi parlemen bahwa generasi baru Muslim Salafi di Belanda menjadi ancaman jangka panjang bagi supremasi hukum, karena "mereka berupaya membangun masyarakat paralel di luar sistem hukum Belanda."[53] Ia menambahkan bahwa motif mereka sulit dideteksi karena organisasi Salafi memakai “politik fasad”: tampak moderat di depan umum, tetapi menyebarkan ajaran ekstrem secara tertutup.[53]

Sebagai politikus

[sunting | sunting sumber]

Schoof menjadi anggota biasa Partai Buruh (PvdA) selama lebih dari 30 tahun sebelum keluar pada awal 2021 karena merasa pandangannya sudah tidak sejalan lagi dengan partai tersebut.[7][54] Setelah kemenangan besar PVV dalam pemilu November 2023, Schoof menyebut hasil itu sebagai sinyal ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah, dengan mengatakan bahwa kekhawatiran pemilih "tidak mungkin sepenuhnya salah" jika mereka memilih PVV sebanyak itu.[10]

Saat dinominasikan sebagai perdana menteri pada Mei 2024, Schoof berjanji akan menjalankan kesepakatan koalisi.[55] Ia menegaskan akan tetap non-partisan dan tidak bergabung dengan PVV, meski mengaku memiliki keprihatinan serupa dengan partai-partai koalisi terkait imigrasi, suaka, jaminan sosial, petani, dan keamanan internasional.[56][57] Dalam wawancara lain, ia menyebut perjanjian koalisi itu "bukan sesuatu yang menarik hati", melainkan "kesepakatan normal tanpa poin ekstrem yang bisa saya terima secara wajar."[58]

Schoof berkomitmen untuk memperketat kebijakan imigrasi, menilai tingkat migrasi dan suaka saat ini memberi tekanan pada layanan publik dan kohesi sosial.[59] Ia berpendapat Belanda perlu lebih selektif dalam menerima migran demi menjaga keseimbangan demografis yang berkelanjutan. Ia juga menyarankan agar tingkat migrasi tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi dan permohonan suaka dinilai berdasarkan kondisi individu, bukan asal negara secara umum.[58]

Kehidupan pribadi

[sunting | sunting sumber]

Schoof tinggal di Zoetermeer bersama rekannya.[60] Dengan mantan istrinya, Yolanda Senf, ia memiliki dua anak perempuan, Yasmin dan Celine, yang diadopsi dari Tiongkok.[7][61] Ia suka berlari, setelah menyelesaikan maraton pertamanya pada tahun 1987 dan maratonnya yang ke-18 pada tahun 2024.[9][62] Kakak laki-laki Schoof, Nico Schoof adalah mantan wali kota kota Akersloot, Limmen, Heiloo, dan Alphen aan den Rijn untuk partai Demokrat 66.[5][6][63] Schoof adalah seorang Katolik.[7]

Ia gemar berlari dan menyelesaikan maraton pertamanya pada tahun 1987 dan maraton ke-18 pada tahun 2024.[9][62] Sebagai perdana menteri, Schoof menyelesaikan setengah maraton di Amsterdam dalam waktu 1 jam 53 menit dengan nama samaran "Peter Jansen".[64]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Blacquière, Jan; Bovenkamp, Niels van den (28 May 2024). "Geboren katholiek, die door de jaren heen krasjes opliep. Wie is Dick Schoof, de beoogd premier?". Nederlands Dagblad (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 May 2024. Diakses tanggal 28 May 2024.
  2. Prime Minister Schoof tenders government’s resignation
  3. "Dutch government collapses as far-right leader pulls party out of coalition". The Guardian. 3 June 2025.
  4. 1 2 3 4 5 Harreveld, Mark van; Verbeek, Julian (2024-05-28). "Dit weten we over Dick Schoof, de premierskandidaat van PVV, VVD, NSC & BBB". BNR Nieuwsradio (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 May 2024. Diakses tanggal 2024-05-28.
  5. 1 2 "Drs. H.W.M. (Dick) Schoof". Parlement.com (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 May 2024. Diakses tanggal 2024-05-28.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 Hofs, Yvonne (2024-05-28). "Dick Schoof: topambtenaar met rijke ervaring die steun en toeverlaat was van ministers en premier Rutte" [Dick Schoof: High-ranking official with extensive experience who was the support of ministers and Prime Minister Rutte]. de Volkskrant (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 June 2024. Diakses tanggal 2024-06-01.
  7. 1 2 3 4 5 Hartog, Tobias den; Keultjes, Hanneke; Verweij, Elodie (2024-05-28). "'Dick Donder' en 'Lachende moordenaar': met Dick Schoof krijgt Nederland premier die stiekem best op Rutte lijkt". Het Parool (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 May 2024. Diakses tanggal 2024-05-29.
  8. "De Hengelose roots van beoogd premier Dick Schoof: 'Bij thuiskomst zag ik allemaal gemiste oproepen en appjes'". 1Twente (dalam bahasa Belanda). 2024-05-28. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 May 2024. Diakses tanggal 2024-05-30.
  9. 1 2 3 4 5 "Dick Schoof zeer ervaren op gebied van justitie en asiel" [Dick Schoof particularly experienced on matters of justice and asylum]. NOS (dalam bahasa Belanda). 2024-05-28. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 May 2024. Diakses tanggal 2024-05-29.
  10. 1 2 3 4 5 Kabel, David (28 May 2024). "IJdele technocraat met enorm netwerk kan rekenen op vertrouwen van Wilders" [Vain technocrat with an enormous network is trusted by Wilders]. Het Financieele Dagblad (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 June 2024. Diakses tanggal 1 June 2024.
  11. 1 2 3 "Dick Schoof". Follow the Money (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 July 2019. Diakses tanggal 25 December 2019.
  12. Adriaanse, Mark Lievisse (19 December 2019). "AIVD-baas Schoof gaat Justitie leiden". NRC (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 January 2020. Diakses tanggal 25 December 2019.
  13. Van den Berg, Jurre (4 June 2024). "Premier Schoof krijgt met asiel een vrijwel onmogelijke klus, weet oud-IND-directeur Schoof" [Prime Minister Schoof will be asked to do the impossible for asylum, according to IND director Schoof]. de Volkskrant (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 June 2024. Diakses tanggal 4 June 2024.
  14. van Keken, Kim (11 October 2017). "Reconstructie: hoe bij de schepping van de nationale politie alle waarschuwingen werden genegeerd". De Groene Amsterdammer (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 December 2019. Diakses tanggal 25 December 2019.
  15. 1 2 "Former spy chief to become Dutch prime minister," Financial Times.
  16. "Insider Schoof moet rust brengen op Justitie en Veiligheid". de Volkskrant (dalam bahasa Belanda). 20 December 2019. Diakses tanggal 25 December 2019.
  17. "Kamer eist opheldering na bemoeienis Schoof bij MH17-onderzoek: 'Absolute no go'". RTL Nieuws (dalam bahasa Belanda). 8 February 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 December 2019. Diakses tanggal 25 December 2019.
  18. 1 2 "Schoof thinks he is above the law, says civil rights group; Muslim organization unnerved | NL Times". nltimes.nl (dalam bahasa Inggris). 28 May 2024. Diakses tanggal 9 November 2024.
  19. 1 2 3 Hendrickx, Frank; Modderkolk, Huib (1 June 2024). "Ingewijden over de beoogde premier Dick Schoof: 'Er komt wel een mannetje binnen, met een bepaalde energie'" [Insiders about prime minister-designate Dick Schoof: 'A particular guy is entering, with a particular vibe']. de Volkskrant (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 June 2024. Diakses tanggal 1 June 2024.
  20. Adriaanse, Mark Lievisse (19 December 2019). "AIVD-baas Schoof gaat Justitie leiden". NRC (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 January 2020. Diakses tanggal 28 May 2024.
  21. "Dick Schoof vertrekt als directeur van de AIVD". BeveiligingNieuws (dalam bahasa Belanda). 20 December 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 July 2024. Diakses tanggal 25 December 2019.
  22. "Dick Schoof benoemd tot secretaris-generaal JenV". Rijksoverheid (dalam bahasa Belanda). 20 December 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 10 May 2021. Diakses tanggal 25 December 2019.
  23. "Coalitieakkoord bekend: partijen willen met 'hoop, lef en trots' problemen aanpakken" [Coalition agreement released: Parties want to tackle issues with 'hope, courage, and pride']. NOS (dalam bahasa Belanda). 16 May 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 May 2024. Diakses tanggal 1 June 2024.
  24. van der Goot, Edo (13 March 2024). "Wilders geeft premierschap op, leiders PVV, VVD, NSC en BBB niet in kabinet" [Wilders surrenders position of prime minister, leaders of PVV, VVD, NSC, and BBB not in cabinet]. NU.nl (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 May 2024. Diakses tanggal 18 May 2024.
  25. 1 2 "Topambtenaar Dick Schoof (ex-AIVD, ex-NCTV) kandidaat-premier" [High-ranking official Dick Schoof (former AIVD and NCTV) nominated as prime minister]. NOS (dalam bahasa Belanda). 28 May 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 May 2024. Diakses tanggal 29 May 2024.
  26. "Partijleiders nu definitief akkoord • Presentatie verschoven naar vanochtend" [Party leaders definitively in agreement • Presentation postponed to this morning]. NOS (dalam bahasa Belanda). 16 May 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 May 2024. Diakses tanggal 16 May 2024.
  27. Kroet, Cynthia (29 May 2024). "Who is Dick Schoof and why did Geert Wilders choose him as new PM?". euronews (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 May 2024. Diakses tanggal 30 May 2024.
  28. "New Dutch Cabinet sworn in today 7 months after election". NL Times. 2 July 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 July 2024. Diakses tanggal 2 July 2024.
  29. Aharouay, Lamyae; De Koning, Petra (20 December 2024). "Dick Schoof: de premier die al blij zou zijn met maar één crisis per week" [Dick Schoof: The prime minister who would be happy to have only one crisis per week]. NRC (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 23 December 2024.
  30. ""Dick Schoof: Ex-security boss tapped for Dutch PM,"". RFI. 29 May 2024. Diakses tanggal 29 May 2024.
  31. "Zware klappen voor Schoof in chaotisch debat waarin hij vrijwel alleen komt te staan" [Heavy hits for Schoof in chaotic debate in which he became isolated]. NOS (dalam bahasa Belanda). 4 July 2024. Diakses tanggal 27 October 2024.
  32. "Kabinet ambitieus over asiel en bouwen, maar stuit bij mest op grenzen" [Cabinet ambitious on asylum and construction, but is constrained on manure]. NOS (dalam bahasa Belanda). 13 September 2024. Diakses tanggal 21 September 2024.
  33. Oost, Georgia (13 September 2024). "Mensen ervaren een asielcrisis, zegt Schoof, maar wanneer die crisis voorbij is? Dat kan hij niet zeggen" [People are experiencing an asylum crisis, according to Schoof, but when will this crisis be over? He could not say]. NRC (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 27 October 2024.
  34. "Kamer in de ban van ambtelijk advies over noodwet voor asiel" [House gripped by official advise about emergency asylum law]. NOS (dalam bahasa Belanda). 19 September 2024. Diakses tanggal 10 October 2024.
  35. "Wilders voert druk over asielnoodwet op" [Wilders increases pressure over asylum emergency act]. Het Financieele Dagblad (dalam bahasa Belanda). 1 October 2024. Diakses tanggal 1 October 2024.
  36. "Akkoord PVV, VVD, NSC en BBB over 'asieldeal', vandaag presentatie" [Agreement PVV, VVD, NSC, and BBB on 'asylum deal', presentation today]. NOS (dalam bahasa Belanda). 25 October 2024. Diakses tanggal 27 October 2024.
  37. Valk, Guus; Van de Veen, Liam (23 October 2024). "PVV en NSC bereiken alsnog een compromis over asielbeleid, noodwet van tafel" [PVV and NSC compromise on asylum policy after all, no emergency law]. NRC (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 27 October 2024.
  38. "Dutch PM 'ashamed' by Amsterdam attacks on Israeli soccer fans," CBC, 9 November 2024/
  39. Eugenia Yosef; Edward Szekeres; Lauren Kent (8 November 2024). "Israeli soccer fans attacked in Amsterdam, in what Dutch authorities call antisemitic incidents". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 8 November 2024.
  40. Du Pré, Raoul (11 November 2024). "Premier Schoof ziet groot probleem met de integratie: 'Hun gedrag is schokkend, moreel volstrekt ontaard'" [Prime Minister Schoof observes major issue with integration: 'Their behavior is shocking, completely morally corrupt']. de Volkskrant (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 11 November 2024.
  41. "Attacks on Israeli soccer fans in the Netherlands prompts prime minister to cancel climate trip". Associated Press (dalam bahasa Inggris). 9 November 2024. Diakses tanggal 9 November 2024.
  42. "Kabinet-Schoof bleef na crisisberaad overeind, maar 'schade is behoorlijk groot'" [Schoof cabinet did not collapse due to crisis talks, but 'damage is significant']. RTL Nieuws (dalam bahasa Belanda). 16 November 2024. Diakses tanggal 20 November 2024.
  43. "Val kabinet afgewend: Achahbar vertrekt, andere NSC'ers blijven in kabinet" [Cabinet collapse prevented: Achahbar will depart, other NSC members will remain in the cabinet]. NOS (dalam bahasa Belanda). 15 November 2024. Diakses tanggal 15 November 2024.
  44. "Kabinet-Schoof na nieuwe crisis verder, stabiliteit blijft een vraagteken" [Schoof cabinet will continue after new crisis, stability remains questionable]. NOS (dalam bahasa Belanda). 16 November 2024. Diakses tanggal 16 November 2024.
  45. Hendrickx, Frank; Du Pré, Raoul (15 November 2024). "Integratiedebat brengt verdeeld kabinet-Schoof aan het wankelen" [Integration debate causes divided Schoof cabinet to shake]. de Volkskrant (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 16 November 2024.
  46. Verweij, Elodie (17 January 2025). "PVV en BBB halen uit naar stikstofdoelen: 'Waar zijn we in hemelsnaam mee bezig'" [PVV and BBB again stab at nitrogen goals: 'What are we doing for God's sake']. Algemeen Dagblad (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 21 January 2025.
  47. "Premier Schoof neemt voortouw bij stikstofprobleem: 'Nederland mag niet op slot'" [Prime Minister Schoof takes the lead in nitrogen issues: 'The Netherlands cannot be locked']. NOS (dalam bahasa Belanda). 17 January 2025. Diakses tanggal 21 January 2025.
  48. "Dutch Prime Minister Dick Schoof quits after far-right leader Geert Wilders leaves coalition". ABC Australia. 3 June 2025.
  49. "Netherlands' Schoof seeks parliament support on defense after government collapse". Global Banking and Finance Review. 4 June 2025. Diakses tanggal 10 June 2025.
  50. 1 2 3 "Demissionair premier Schoof blikt terug op NAVO-top: 'Dagen van topsport'" (dalam bahasa Belanda). NOS. 25 June 2025. Diakses tanggal 25 June 2025.
  51. "Terreurbestrijder: 'We maken ons zorgen om Kick Out Zwarte Piet'". 3 December 2017. Diakses tanggal 1 October 2024.
  52. Laarhoven, Kasper van (23 May 2019). "NCTV: Kick Out Zwarte Piet geen extremistische organisatie". NRC. Diakses tanggal 1 October 2024.
  53. 1 2 "Islamist extremism in the Netherlands," European Academy on Religion and Society, 24 August 2020.
  54. "Schoof: ik ben niet de PVV-premier, ik ben gevraagd door vier partijen". NOS.nl (dalam bahasa Belanda). 27 May 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 May 2024. Diakses tanggal 30 May 2024.
  55. "Beoogd premier Dick Schoof: 'Deze stap is onverwacht, maar niet onlogisch'" [Intended prime minister Dick Schoof: 'This step is unexpected, but not illogical']. Noordhollands Dagblad (dalam bahasa Belanda). 28 May 2024. Diakses tanggal 28 December 2024.
  56. "Who is Dick Schoof and why did Geert Wilders choose him as new PM?". 29 May 2024. Diakses tanggal 1 October 2024.
  57. "Who is Dick Schoof? 8 things to know about the new Dutch PM". June 2024. Diakses tanggal 1 October 2024.
  58. 1 2 Schoof, Dick (24 December 2024). "Premier Dick Schoof: 'Ze weten allemaal dat die kaart in mijn binnenzak zit: ik kan op elk moment stoppen'" [Prime Minister Dick Schoof: 'They all know that I have that card in my pocket: I can quit anytime']. de Volkskrant (Interview) (dalam bahasa Belanda). Diwawancarai oleh Frank Hendrickx and Remco Meijer. Diakses tanggal 28 December 2024.
  59. "New Dutch leader pledges to cut immigration as the opposition vows to root out racists in cabinet". Associated Press News. 3 July 2024. Diakses tanggal 1 October 2024.
  60. Kleijwegt, Francis (2024-05-29). "Dick Schoof op hardloopschoenen, Zoetermeer kijkt er niet van op". Omroep West (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2024-05-29.
  61. Schoof, Dick (2000-10-28). "Hollands Dagboek: Dick Schoof" [Dutch diary: Dick Schoof]. NRC (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 June 2024. Diakses tanggal 2024-06-05.
  62. 1 2 Baxmeier, Fleur (2024-05-29). "Beoogd minister-president Dick Schoof liep al 18 marathons" [Prime minister-designate Dick Schoof has walked 18 marathons]. Runner's World (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 June 2024. Diakses tanggal 2024-06-02.
  63. Kouwenhoven, Andreas; Versteegh, Kees (2015-02-14). "Mister Veiligheid neemt alle ruimte". NRC (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 May 2024. Diakses tanggal 2024-05-29.
  64. Markus, Niels (21 October 2024). "'Hee Schoofie!' riepen toeschouwers naar marathondeelnemer Peter Jansen" [Spectators were shouting 'Hi Schoof!' at marathon participant Peter Jansen]. Trouw (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 22 October 2024.