Lompat ke isi

Diamantina, Minas Gerais

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Diamantina adalah kota di Minas Gerais, Brasil, yang berada di Pegunungan Espinhaço pada ketinggian sekitar 1.262 meter di atas permukaan laut. Kota ini sebelumnya bernama Tejuco, yang dikenal karena warisan kolonial dan sejarah pertambangan berlian-nya, serta memiliki pusat kota bersejarah yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1999.[1]

Pusat Sejarah Kota Diamantina
Situs Warisan Dunia UNESCO
Nama resmiPusat Sejarah Kota Diamantina
LokasiBrasil, Minas Gerais
KriteriaBudaya: (ii); (iv): 
Pengukuhan1999 (Sesi ke-23)
Situs webhttps://www.diamantina.mg.gov.br/

Pada akhir abad ke-17, para penjelajah termasuk bandeirantes dari São Paulo, dan Portugis menyusuri Sungai Jequitinhonha untuk mencari emas. Setelah beberapa kali gagal, mereka mencapai pertemuan Sungai Pururuca dan Sungai Grande, lalu menemukan sebuah sungai kecil yang mereka anggap kaya emas dan menamainya Tijuco, yang menjadi cikal bakal permukiman awal kota Diamantina. Harapan akan melimpahnya emas tidak terwujud, hingga penemuan berlian pada tahun 1729 oleh Bernardo da Fonseca Lobo mengubah arah perkembangan wilayah tersebut. Berita penemuan ini menarik banyak pendatang dan memicu pesatnya pertumbuhan Arraial do Tijuco pada awal 1730-an, dengan permukiman berkembang sepanjang aliran sungai. Pada 1731, Pemerintah Portugis memerintahkan penutupan aktivitas penambangan, tetapi 1732 penambangan dibuka kembali dengan pembatasan. Kemudian, Real Intendência dibentuk pada 1734 untuk mengawasi eksploitasi berlian, dan pada 1738, sistem kontrak pertambangan diberlakukan, menandai periode kemakmuran sekaligus tekanan berat bagi para penambang. Pada 1821, penduduk Tijuco berhasil mereformasi "Livro da Capa Verde", sebuah aturan yang mengatur kehidupan masyarakat pada masa kolonial. Pada 1938, pusat bersejarah Diamantina ditetapkan sebagai situs yang dilindungi oleh lembaga nasional. Akhirnya, pada akhir 1990-an, UNESCO menetapkan Diamantina sebagai Warisan Budaya Dunia.[2]

Arsitektur dan tata ruang

[sunting | sunting sumber]

Permukiman pertama di wilayah Diamantina muncul di kawasan yang dikenal sebagai Burgalhau, yang mencakup Rua do Burgalhau, Rua do Espírito Santo, dan Beco das Beatas. Namun, perkembangan kota mulai berlangsung pesat setelah tahun 1720, ketika keberadaan berlian ditemukan di daerah tersebut. Pada masa pembentukan sejarah yang dipengaruhi oleh kegiatan pertambangan, Diamantina berhasil mempertahankan berbagai unsur budaya dari periode kolonial. Kota ini juga menyimpan warisan arsitektur dan tata kota yang sangat berharga. Pusat kota bersejarah Diamantina memiliki ciri khas permukiman kolonial, dengan pola tata ruang yang tidak beraturan. Jalan-jalannya melintang mengikuti lereng bukit, sebagian besar tersusun sejajar namun dengan variasi kecil pada kemiringan atau belokan di gang-gang sempit. Kompleks arsitektur kota mencakup bangunan-bangunan bersejarah penting dalam seni dan arsitektur Brasil dari abad ke-18 hingga abad ke-20. Di antaranya adalah gereja-gereja Mercês, Amparo, Carmo, Rosário, São Francisco de Assis, dan Senhor do Bonfim. Selain itu, terdapat pula bangunan bersejarah seperti Casa do Forro Pintado, Gedung Forum, Pasar Kota, Museum Berlian, Perpustakaan Antônio Torres, serta rumah Chica da Silva. Kota ini juga memiliki bangunan rancangan arsitek Oscar Niemeyer, seperti Hotel Tijuco, Fakultas Kedokteran Gigi Federal Diamantina, Escola Estadual Professora Júlia Kubitschek, dan Diamantina Tênis Clube.[3]

Perlindungan dan pengelolaan

[sunting | sunting sumber]

Perlindungan terhadap Pusat Sejarah Diamantina dimulai pada 1938, ketika kawasan ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Brasil melalui Proses 64-T-38 dan dilindungi berdasarkan Dekrit Undang-Undang No. 25/1937. Sejak 1950-an, Instituto do Patrimônio Histórico e Artístico Nacional (IPHAN) bekerja bersama pemerintah kota dalam pemeliharaan kawasan, termasuk melalui tim tanggap darurat. Pada 1982 dan 1986, lembaga warisan nasional yaitu Serviço do Patrimônio Histórico e Artístico Nacional (SPHAN) menerbitkan Pedoman Teknis 01/82 dan Pedoman Teknis 01/86 untuk mengatur pembangunan baru di Vila Santa Isabel agar tetap selaras dengan kawasan bersejarah. Pada 2002, pengawas Instituto do Patrimônio Histórico e Artístico Nacional – Minas Gera (IPHAN-MG) mengeluarkan Arahan 12/2002, yang mengatur batasan intervensi arsitektur dan penataan kota di kawasan bersejarah serta memperkuat ketentuan pemanfaatan lahan di zona penyangga. Perlindungan bentang alam diperluas ketika Instituto Estadual do Patrimônio Histórico e Artístico (IEPHA) menetapkan Pegunungan Cristais sebagai Warisan Alam melalui penunjukan sementara pada tahun 2000, dan penunjukan permanen tahun 2010, memastikan status hukum bagi kawasan pegunungan yang menjadi bagian penting dalam bentang alam bersejarah Diamantina.[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Diamantina | Historic Town, Minas Gerais | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-16.
  2. cidades.ibge.gov.br https://cidades.ibge.gov.br/brasil/mg/diamantina/historico. Diakses tanggal 2025-11-16.
  3. Willy (2023-09-27). "Diamantina – Tourist Attractions, History and Architecture". Tourist Guide to Salvador, Bahia, Northeastern Brazil and Brazil (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-16.
  4. Centre, UNESCO World Heritage. "Historic Centre of the Town of Diamantina". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-16.