Detasemen Zeni Tempur 2

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Detasemen Zeni Tempur 2/Prasada Sakti
LOGO DENZIPUR 2 PS BARU.jpg
Dibentuk1 Agustus 1966
NegaraIndonesia
CabangZeni
Tipe unitSatuan Bantuan Tempur
Bagian dariKodam I/Bukit Barisan
MarkasPadang Mengatas, Kabupaten Lima Puluh Kota
JulukanDenzipur 2/PS
MotoPrasada Sakti
Tokoh
Komandan DetasemenMayor Czi Ridwan Sri Hananto, S.E.,M.M.[1]

Detasemen Zeni Tempur 2/Prasada Sakti disingkat Denzipur 2/PS merupakan detasemen Zeni organik Kodam I/Bukit Barisan. Markas satuan bantuan tempur ini terletak di Padang Mengatas, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

Detasemen ini diresmikan pendiriannya menjadi detasemen organik pada tanggal 1 Agustus 1966[skep 1][skep 2] dalam sebuah upacara militer di Depo Padang dengan Inspektur Upacara yaitu Pangdam III/17 Agustus. Sehingga tanggal 1 Agustus tersebut ditetapkan menjadi hari jadi satuan Denzipur 2/PS.

Pada bulan Januari tahun 2020, Detasemen Zeni Tempur 2/PS mendapatkan penugasan menjadi pasukan utama (main body) Satgas Kompi Zeni TNI untuk melaksanakan tugas misi perdamaian PBB di Kongo yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-Q.[2]

Sejarah pembentukan[sunting | sunting sumber]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Kesatrian Denzipur 2/PS

Pembentukan Satuan Denzipur 2/PS seiring dengan pembentukan dari Kodam III/17 Agustus pada tahun 1959 yang meliputi daerah tugas Sumatra Barat dan Riau. Satuan Zeni Tempur pada saat itu belum terbentuk sehingga untuk melaksanakan tugas-tugas Zeni harus mendatangkan Pasukan Zeni dari pulau Jawa. Di awal pendiriannya, Kodam III/17 Agustus baru memiliki 4 satuan infanteri dan 1 satuan artileri. Satuan tempur dan satuan bantuan tempur tersebut, antara lain: Yonif 131/Braja Sakti di Payakumbuh, Yonif 132/Bima Sakti di Bukit Tinggi, Yonif 133/Yuda Sakti di Padang Panjang, Rai Arsu/BS di Padang, dan Kompi Raider Yonif III di Batu Sangkar.

Atas dasar pertimbangan situasi dan kondisi yang terjadi di daerah Sumatra Barat dan Riau serta perkembangan organisasi Kodam III/17 Agustus tersebut, maka dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas operasi penindasan pemberontakan PRRI dan tugas pokok Kodam III/17 Agustus, mutlak diperlakukan adanya satuan Zeni Tempur di wilayah Sumatra Barat dan Riau. Atas pertimbangan itu, kemudian Kasad memerintahkan pada Direktur Zeni TNI AD untuk menyusun rencana pembentukan satuan Zeni Tempur di wilayah Kodam III/17 Agustus. Dalam merealisasikan pembentukan Satuan Zeni di wilayah Kodam III/17 Agustus tersebut maka Direktur Zeni TNI AD memerintahkan kepada Kapten CZI Tompodung Nrp 18338 (Pasi 4/Log Yon Zikon 13 Ditziad) sebagai formatur pembentukan Satuan Denzipur di jajaran Kodam III/17 Agustus.[skep 3]

Awal pembentukan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Surat Keputusan Ditziad tersebut kemudian formatur menyusun rencana, pada tahap awal menghadap kepada Pangdam III/17 Agustus untuk melaporkan rencana pembentukan Satuan Denzipur 2/PS tersebut dan sekaligus untuk memohon petunjuk. Atas restu dan petunjuk dari Pangdam III/17 Agustus (Brigjen TNI Panuju) dan petunjuk teknis dari Kasdam III/17 Agustus (Kolonel Inf Poniman) dan saran dari Kazidam III/17 Agustus (Letkol Czi Pramu Sutomo), kemudian formatur melaksanakan koordinasi dengan Danyonzipur 2 Palembang (Letkol Czi Suhadi) dan Danyonzipur 4 Magelang (Letkol Czi Sutarto) untuk mendapatkan dukungan personel awal guna mengisi kerangka organisasi Satuan Denzipur 2/PS yang akan dibentuk. Atas saran dari Danyonzipur 2 maka Pangdam IV/Sriwijaya menyetujui pemutasian personel Yonzipur 2 ke Satuan Denzipur 2/PS.

Pada tanggal 16 Juli 1966, sebanyak 75 orang personel Yonzipur 2 dimutasikan dan dipimpin oleh Sertu Heldi Nbi 61418563 mereka beserta keluarganya berangkat menuju Padang dengan menggunakan kapal laut dan pada rombongan tiba di Teluk Bayur Padang.[skep 4] Mengingat saat itu belum ada perumahan maka untuk sementara personel Yonzipur 2 beserta keluarga tinggal di komplek sekolah Cina Hembeng. Sementara itu mutasi personel dari Yonzipur 4 Dam VII/Diponegoro sebanyak 38 orang beserta keluarga tiba di Teluk Bayur dipimpin oleh Peltu Parno S pada tanggal 27 Juli 1966.

Dengan jumlah personel tersebut dan ditambah beberapa personel dari Zidam III/17 Agustus, dalam sebuah upacara militer di Depo Padang dengan Inspektur Upacara Pangdam III/17 Agustus diresmikan berdirinya Denzipur 2/PS yang organik pada Kodam III/17 Agustus, terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1966, sehingga tanggal 1 Agustus tersebut ditetapkan menjadi hari jadi satuan Denzipur 2/PS.

Mengingat persiapan perumahan maupun perkantoran di Padang pada saat itu belum ada maka Personel Denzipur 2/PS ditampung di rumah penduduk yang berada di sekitar Kp. Labuh Basilang, Kp. Taram, Kp. Batang Tabit dan Kp. Sawah Padang sedangkan untuk kantor Denzipur 2/PS digunakan rumah Novian Kamal di Koto Nan Gadang Payakumbuh. Secara bertahap asrama dibangun, dan Pada tanggal 25 Juni 1967, Pangdam III/17 Agustus Brigjen Panuju meresmikan penggunaan bangunan Asrama Denzipur 2/PS Padang Mengatas.

Kondisi awal[sunting | sunting sumber]

Kunjungan kerja Menhankam Pangab Jenderal TNI M. Yusuf

Kondisi awal struktur organisasi satuan Denzipur 2/PS pada saat pembentukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat itu. Susunan organisasi pada masa awal itu adalah :

  1. Komandan: Kapten Czi Tompodung Jeb
  2. Wakil Komandan: Lettu Czi Pringgo Soehardjo
  3. Danton Bantuan: Letda Czi UM. Djunaidi
  4. Danton I: Lettu Czi Soegondo
  5. Danton II: Letda Czi Capa Hardelis Wahab
  6. Danton III: Peltu Parno S

Pada saat awal jumlah personel yang ada saat itu terdiri dari : 75 orang dari Yonzipur 2, 38 dari orang Yonzipur 4, 3 orang dari Kizi Alber, 1 orang dari Yonzipur 5 dan 16 orang dari Zidam.

Dengan situasi kondisi perumahan, kantor dan alat peralatan yang belum memadai satuan Denzipur 2/PS diawal pembentukannya telah mendapat tugas dari Pangdam III/17 Agustus untuk memberangkatkan 1 Tonzipur di bawah pimpinan Lettu Czi Sugondo untuk menempati pos di Danau Bingkung/Rantau Berangin.[skep 5] Tugas tersebut untuk melaksanakan serah terima tugas dan tanggung jawab pengawasan jembatan Ponton dan pekerjaan pembuatan Lapangan Terbang Simpang Tiga Pekan Baru dari Satgas Yonzikon 7 yang akan kembali ke Jawa untuk persiapan tugas operasi Dwikora.

Dalam serah terima tersebut diserahkan pula beberapa alat berat zeni yang antara lain :

  1. Jembatan penyeberangan ponton serta material jembatan bailey yang saat itu terpasang di daerah Sumatra Barat dan Riau.
  2. Buldoser sebanyak 2 unit dalam kondisi baik.
  3. Shovel merk Ahlam 1 unit dalam kondisi rusak berat.
  4. Dump truck Shell 2 unit dalam kondisi baik.
  5. Crane Wargen Shell 1 unit dalam kondisi rusak ringan.

Material tersebut merupakan alat peralatan modal dasar bagi satuan Denzipur 2/PS dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai Satuan Bantuan Tempur di jajaran Kodam III/17 Agustus.

Sementara itu kondisi awal pangkalan pada saat itu, mengingat persiapan perumahan maupun perkantoran di Padang pada saat itu belum ada  maka berdasarkan perintah Pangdam III/17 Agustus, ditentukan lokasi satuan Denzipur 2/PS di Payakumbuh. Situasi dan kondisi di kota Payakumbuh pada saat itu belum siap untuk menampung personel satuan Denzipur 2/PS tersebut. Atas bantuan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dan usaha dari Kasdim 0306/50 Kota (Mayor Czi Gunadi), personel Denzipur 2/PS ditampung di rumah penduduk yang berada di sekitar Kp. Labuh Basilang, Kp. Taram, Kp. Batang Tabit dan Kp. Sawah Padang. Sedangkan untuk kantor Denzipur 2/PS digunakan rumah Bapak Novian Kamal di Koto Nan Gadang Payakumbuh dan untuk rumah dinas Komandan Denzipur 2/PS menempati rumah komplek pertanian di Payakumbuh.

Untuk meningkatkan pembinaan satuan agar dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya, maka sesuai dengan perintah Pangdam III/17 Agustus, memerintahkan kepada Dandenzipur 2/PS mengadakan survey guna menentukan lokasi bagi satuan Denzipur 2/PS.[skep 6] Dari koordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Agam dan Kabupaten Lima Puluh Kota didapatkan 2 alternatif lokasi satuan Denzipur 2/PS yaitu :

  1. Pemkab Kabupaten Agam menyediakan tanah di daerah Baso yang berdekatan dengan rencana pembuatan Komplek IPDN.
  2. Pemkab Kabupaten Lima Puluh Kota menyediakan tanah bekas lahan kebun sayur di daerah Padang Mengatas Kecamatan Luak Payakumbuh.

Setelah diadakan peninjauan lokasi dan berdasarkan pertimbangan teknis dan aspek taktis maka dipilihlah daerah bekas kebun sayur di Padang Mengatas sebagai lokasi dari satuan Denzipur 2/PS. Untuk ketertiban administrasi dan kekuatan hukum atas persetujuan dari Gubernur Sumatra Barat maka Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota menyerahkan tanah bekas kebun sayur seluas 16,8 Ha di Padang Mengatas untuk digunakan sebagai lokasi satuan Denzipur 2/PS dengan status hak pakai.[skep 7]

Sejak ditentukan lokasi Satuan Denzipur 2/PS di Padang Mengatas, warga Denzipur 2/PS mulai merintis tanah kosong yang penuh padang ilalang menjadi lokasi satuan. Perhatian dari Komando Atas cukup besar untuk dapat mewujudkan lokasi satuan tersebut, hal ini terbukti dengan adanya dukungan dana dari Pangdam III/17 Agustus sebesar Rp. 1.200.000,- (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah). Dari dana tersebut dengan sistem swakarya dapat dibangun 4 (empat) unit barak type K yang dapat menampung anggota sebanyak 32 KK dan 3 (tiga) unit rumah type H untuk perumahan Perwira dan pembangunan tersebut dapat diselesaikan pada tanggal 5 Juni 1967. Dengan selesainya bangunan tersebut secara bertahap warga Denzipur 2/PS pindah dari Payakumbuh ke Padang Mengatas.

Pada tanggal 25 Juni 1967, Pangdam III/17 Agustus Brigjen TNI Panuju meresmikan penggunaan bangunan Asrama Denzipur 2/PS Padang Mengatas. Selanjutnya satuan Denzipur 2/PS mengadakan koordinasi dan menetapkan untuk peleton-peleton berada di Pandang Mengatas sedangkan Markas Komando sementara berada di Kota Payakumbuh.

Perkembangan organisasi[sunting | sunting sumber]

Struktur organisasi[sunting | sunting sumber]

Pada saat pembentukan satuan, organisasi berjumlah 212 orang personel yang terdiri dari: Pokko 17 orang, Ton Harpal 42 orang, Ton Perbekalan 33 orang, Ton Zipur (3) 120 orang.[skep 8] Jumlah personel kemudian diralat menjadi 218 orang pada tahun 1978.[skep 9]

Pada tahun 1986 struktur organisasi kembali berkembang lagi dengan penetapan berlakunya TOP Satuan Denzipur 2/PS yang mempunyai jumlah personel 244 orang yang terdiri dari: Maden 4 orang, Ton Markas 45 orang, Ton Harpal 42 orang, Ton Bantuan 33 orang dan Ton Zipur (3) 120 orang.[skep 10]

Pada tahun 2003 struktur organisasi kembali berkembang dengan ditetapkannya Organisasi dan Tugas Detasemen Zeni Tempur (Orgas Denzipur), dengan jumlah personel 255 orang yang terdiri dari: Maden 4 orang, Ton Markas 51 orang, Ton Harpal 36 orang, Ton Bantuan 33 orang, Ton Jihandak 29 orang dan Ton Zipur (3) 102 orang.[skep 11]

Pada tahun 2005 Organisasi dan Tugas Detasemen Zeni Tempur (Orgas Denzipur) berjumlah 255 orang personel yang terdiri dari: Maden 4 orang, Ton Markas 52 orang, Ton Harpal 37 orang, Ton Bantuan 31 orang, Ton Jihandak 29 orang, Ton Zipur (3) 102 orang.[skep 12]

Pada tahun 2018 struktur organisasi berkembang kembali dengan ditetapkannya keputusan baru tentang Organisasi dan Tugas Detasemen Zeni Tempur (Orgas Denzipur) Uji Coba, dengan jumlah personel 284 orang yang terdiri dari: Maden 5 orang, Ton Markas 55 orang, Ki Zipur 106 orang, Ki Bantuan 118 orang.[skep 13]

Penambahan dan pengembangan personel[sunting | sunting sumber]

Daftar di bawah ini adalah jumlah penambahan personal sejak berdirinya Denzipur 2/PS secara bertahap. Personel pada tabel ini sebagian besar adalah para tamtama lulusan Sekolah Calon Tamtama Wajib Militer (Secata Wamil) yang belum mendapatkan pengetahuan dasar kecabangan zeni.

No Tahun Jumlah penambahan
1
1975 25 orang
2
1976 25 orang
3
1977 22 orang
4
1978 20 orang
5
1979 12 orang
6
1980 65 orang
7
1981 36 orang
8
1982 5 orang

Daftar di bawah ini adalah jumlah alokasi perwira, bintara dan tamtama yang mendapatkan pendidikan kecabangan zeni pada periode tahun berikutnya.

  • No Tahun Jumlah alokasi
    1
    1988 20 orang
    2
    1989 15 orang
    3
    1990 18 orang
    4
    1991 40 orang
    5
    1993 23 orang
    6
    1994 30 orang
    7
    1995 13 orang
    8
    1996 10 orang
    9
    1997 20 orang
    10
    1998 15 orang
    11
    1999 16 orang
    12
    2000 10 orang
    13
    2001 11 orang
    14
    2002 10 orang
    15
    2003 18 orang
    16
    2004 21 orang
  • No Tahun Jumlah alokasi
    17
    2005 22 orang
    18
    2006 29 orang
    19
    2007 21 orang
    20
    2008 8 orang
    21
    2009 17 orang
    22
    2010 25 orang
    23
    2011 15 orang
    24
    2012 14 orang
    25
    2013 7 orang
    26
    2014 10 orang
    27
    2015 13 orang
    28
    2016 30 orang
    29
    2017 10 orang
    30
    2018 23 orang
    31
    2019 27 orang

Perkembangan material[sunting | sunting sumber]

Pengembangan material secara bertahap juga dialami oleh organisasi dengan mendapatkan tambahan dukungan dari Komando Atas antara lain :      

  1. Pada tahun 1975 mendapat dukungan kendaraan bermotor antara lain :
    1. Jeep Toyota ½ Ton, 1 unit (telah di disposal tahun 1983)
    2. 2 unit Truck 2 ½ Ton (telah di disposal tahun 1983)
  2. Pada tahun 1980 mendapat dukungan Matzi antara lain :
    1. Scope Loader merk Komatsu, 1 unit
    2. Bulldozer merk Komatsu D.53, 1 unit
    3. Vibrator Roller 8 Ton merk Bomag, 1 unit
    4. Perahu Karet (Perahu Intai), 3 unit
    5. Genset Caterpillar 75 KVA, 1 unit
    6. Waterfurication E-6 1500 GPM, 1 unit
    7. Tolkit dan Alzi Kecil, 3 unit
  3. Pada tahun 1981 mendapat dukungan kendaraan bermotor antara lain :
    1. Jeep Toyota ¼ Ton aset lama hibah dari Yonif 133/YS, 1 unit
    2. Jeep AMC  CJ – 7 (kondisi baru), 2 unit
  4. Pada tahun 1992 mendapat tambahan beberapa Matzi antara lain :
    1. Bulldozer merk Komatsu D. 53, 1 unit
    2. Greader merk Komatsu, 1 unit
    3. Scope Loader merk Komatsu, 1 unit
    4. Whell Loader Zeattlemayer, 1 unit
    5. Compresor merk Demag, 1 unit
    6. Motor Tempel / Mercury, 1 unit
  5. Pada tahun 1984 mendapat tambahan beberapa Matzi antara lain :
    1. Mobil Crane merk Demag, 1 unit
    2. Road Roller Vibro 6 Ton, 1 unit
    3. Mobil Work Shop, 1 unit
    4. Genset 100 KVA, 1 unit
    5. Jembatan Acrow Panel Type 1-1 10 Petak, 1 unit
    6. Life Jaket/Pelampung, 40 buah
  6. Pada tahun 2002 mendapat dukungan Matzi dari Komando Atas antara lain :
    1. Excavator merek Daewoo, 1 unit
    2. Truck 2 ½  Ton merk Daewoo, 1 unit
    3. Scope Loader merk Daewoo, 1 unit
  7. Pada tahun 2003 mendapatkan dukungan Alat Deteksi Evakuasi 4 Unit Mine Detector.
  8. Pada tahun 2004 mendapat dukungan Alzi dari Komando Atas antara lain :
    1. Water Pump 50 Gpm Merek Yanmar, 1 unit
    2. Chain Saw Merk Stell 070, 4 unit
  9. Pada tahun 2006 mendapat  dukungan Matzi dari Komando ialah 1 unit Truck 2 ½  Ton Merk Nissan
  10. Pada tahun 2007 mendapat  dukungan Alberzi,  Alsus Jihandak, Nubika dan Alzi dari Komando antara lain :
    1. Bulldozer D6G merek Caterpilar, 1 unit
    2. Truck ¾ Ton merk Isuzu OZ, 1 unit
    3. Handheld Metal Detector Merk Mattec, 4 unit
    4. Alat Nubika Proteksi perorangan masker gas dan botol minuman, 9 buah
    5. Chain Saw, 1 Unit
  11. Pada tahun 2008 mendapat dukungan Genset 5 KVA.
  12. Pada tahun 2009 mendapatkan dukungan Alzi dari Komando Atas antara lain:
    1. Toolkit tukang kayu, 9 unit
    2. Toolkit tukang batu, 5 unit
    3. Toolkit tukang listrik, 2 unit
    4. Jaring Samaran, 10 buah
    5. Rol Harmonika, 20 buah
  13. Pada tahun 2010 mendapatkan 2 Unit Honda CS One.
  14. Pada Tahun 2012 mendapatkan 1 Unit NPS.
  15. Pada tahun 2013 mendapatkan 1 Unit Survey Set (Theodolite Digital).
  16. Pada tahun 2014 mendapatkan Alzi 4 Unit Water Pump 11,5 Dk Merk Honda.
  17. Pada tahun 2015 dukungan Alberzi dan Alzi dari Komando Atas antara lain :
    1. Backhoe Loader Merek Carterpillar/428 F Crawler Exavator Merk Carterpillar PH 2 MA1/CAB, 1 unit
    2. Mobil Ransus Jihandak EOD Merek Ivander NSR 2-160 dengan Bomb Trealer dan dilengkapi Full Set Alsus Jihandak, 1 unit
    3. Alat potong serba guna Merk Husqvarna, 1 buah
    4. Komponen Jembatan Bailley, 1 set
  18. Pada tahun 2016 mendapatkan 1 unit kendaraan Hiace.
  19. Pada tahun 2017 mendapatkan 1 unit Self Loader dan 7 Buah Alat Penjernih Air Portable.
  20. Pada Tahun 2018 mendapatkan 2 unit sepeda motor KLX 150 BF,1 unit Rantis Hino Dutro dan 1 Buah Alat Deteksi Air Geo Listrik.
  21. Pada Tahun 2019 mendapatkan  2 unit Kendaraan Dump Truck Hino Dutro dan 1 unit KLX dan pergantian senjata dari M 16 A1 ke SS1 V1 sebanyak 273 Pucuk.

Pangkalan[sunting | sunting sumber]

Perkembangan pangkalan secara bertahap juga mendapatkan perhatian dari Komando Atas antara lain :

  1. Pada tahun 1974 mendapat tambahan 5 unit perumahan, sebagai berikut :[skep 14]
    1. Rumah tipe H. 60, 4 unit
    2. Ruang jaga/piket, 1 unit
  2. Pada tahun 1977 sebagai realisasi perintah Menhankam Pangab Jenderal TNI M. Yusuf pada saat mengadakan kunjungan kerja ke Satuan Denzipur 2/PS dilaksanakan pembangunan 1 unit Kompi dan pengembangan selanjutnya bangunan tersebut digunakan sebagai kantor Makoden adapun peresmian penggunaannya dilaksanakan oleh Kasdam III/17 Agustus (Kolonel Inf H. Slamet) pada tanggal 3 Juni 1978.
  3. Pada tahun 1980/1981 mendapatkan tambahan alokasi bangunan baru berupa :
    1. Garase Ranmor (untuk 10 unit ranmor), 1 unit
    2. Gudang Alzi, 1 unit
    3. Rumah tipe H - 60, 5 unit
    4. Rumah tipe K - 38, 26 unit
    5. Rumah tipe K - 45, 9 unit
    6. Rumah untuk Genset Carterpillar, 1 unit
  4. Pada tahun 1983 Denzipur 2/PS mendapatkan program pemantapan satuan sehingga mendapatkan tambahan bangunan baru berupa :
    1. Garase Alberzi, 1 unit
    2. Rumah tipe K-38, 29 unit
    3. Rumah tipe G-90, 1 unit
    4. Rumah tipe H-70, 3 unit
  5. Untuk memenuhi TOP dan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas mendapatkan tambahan bangunan baru berupa :
    1. Gudang munisi, 1 unit
    2. Pemasangan jaringan listrik 220 V dari PLN
    3. Pengaspalan jalan di dalam pangkalan
    4. Pemasangan pipa air bersih dari 1 inci menjadi 2 inci
  6. Pada tahun 1985 secara swadaya telah dibangun 3 unit perumahan bintara untuk 9 KK dan pemasangan sarana air bersih berupa pembuatan bak penampungan dan pemasangan pipa penyalur sepanjang 3,2 Km dengan 4” untuk mencukupi kebutuhan air bersih.
  7. Pada tahun 1985 dalam rangka untuk melengkapi sarana perkantoran mendapatkan tambahan bangunan Mako Denzipur 2/PS yang lengkap dengan Alsintor dan Alsatri.
  8. Disamping dukungan pembangunan dari satuan atas juga dilaksanakan pembangunan secara swadaya dari satuan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang telah ada antara lain :
    1. Pembangunan rumah jaga.
    2. Pembangunan sarana olah raga berupa 3 buah lapangan tenis dan 2 buah lapangan basket.
    3. Pembuatan lapangan tembak senapan dan tembak pistol.
  9. Pada tahun 1999 diadakan perbaikan barak Type K-21 dan Type K-38 serta pembuatan pagar asrama.
  10. Pada tahun 2005 telah dibangun 1 unit Gudang Munisi dan Perumahan Type K-21 sejumlah 8 unit.
  11. Pada tahun 2010 telah dibangun rumah 1 unit Type 2-1 10 Petak.
  12. Pada tahun 2011 telah dibangun rumah Type 36 sebanyak 6 Petak dan rumah Type 45 sebanyak 2 Petak.
  13. Pada tahun 2012 telah direhap gudang minyak, rehap garasi angkutan dan rehap gudang Ki Bantuan.
  14. Pada tahun 2013 telah direhap rumah Type 36 10 Petak 2 unit rumah over prestasi.
  15. Pada tahun 2014 telah dibangun Gapura Pos 1.
  16. Pada tahun 2015 telah dibangun 3 unit rumah Type 36.
  17. Pada tahun 2016 telah dibangun Hanggar Beally, Gudang Alsatri/Alsintor dan 3 Unit rumah Type 45.
  18. Pada tahun 2017 telah dibangun Lapangan Tembak Pistol.
  19. Pada tahun 2019 telah dibangun Gapura Ksatrian Prasada Sakti.

Daftar komandan[sunting | sunting sumber]

Daftar di bawah ini adalah daftar komandan detasemen sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1966.

No Pangkat Nama komandan Mulai jabatan Akhir jabatan Lama menjabat
1
Kapten Czi Tompudung Jeb
1 Juni 1966
25 Mei 1968
1 tahun, 359 hari
2
Mayor Czi Noto Subroto
26 Mei 1968
26 September 1969
1 tahun, 123 hari
3
Mayor Czi Ali Geno
27 September 1969
26 Januari 1972
2 tahun, 121 hari
4
Mayor Czi B. Hartadi
27 Januari 1972
7 Juni 1975
3 tahun, 131 hari
5
Mayor Czi Sumarno
8 Juni 1975
10 Maret 1976
276 hari
6
Mayor Czi Sudibyo
11 Maret 1976
3 Mei 1978
2 tahun, 53 hari
7
Kapten Czi Sumaryono
13 November 1978
5 Juni 1980
1 tahun, 205 hari
8
Mayor Czi Tatang Taspian
5 Juni 1980
18 Mei 1983
2 tahun, 347 hari
9
Mayor Czi Guntoro
18 Mei 1983
14 April 1988
4 tahun, 332 hari
10
Mayor Czi Mujito
14 April 1988
7 September 1990
2 tahun, 146 hari
11
Mayor Czi Soeparto
8 September 1990
18 Juni 1992
1 tahun, 284 hari
12
Mayor Czi Ruslian Haryadi
19 September 1992
30 September 1994
2 tahun, 11 hari
13
Mayor Czi Daniel Efendi
1 Oktober 1994
5 Desember 1996
2 tahun, 65 hari
14
Mayor Czi Agus Dedy Riadi
6 Juli 1996
9 September 1998
2 tahun, 65 hari
15
Mayor Czi Ali Asgori
9 September 1998
2 Oktober 2000
2 tahun, 23 hari
16
Mayor Czi Hastono D.S
2 Oktober 2000
28 Agustus 2001
330 hari
17
Mayor Czi Y.D Prasetyo
28 Agustus 2001
17 Mei 2002
262 hari
18
Mayor Czi Zainal Muktar
17 Mei 2002
1 Desember 2003
1 tahun, 198 hari
19
Mayor Czi Haryono
1 Desember 2003
28 September 2005
1 tahun, 301 hari
20
Mayor Czi Galih Suhendro
28 September 2005
30 April 2008
2 tahun, 215 hari
21
Mayor Czi Adi Suryanto
30 April 2008
1 November 2010
2 tahun, 185 hari
22
Mayor Czi Priyo Sambodo
1 November 2010
30 Maret 2012
1 tahun, 150 hari
23
Mayor Czi Fachrudi Hidayat, S.T.
30 Maret 2012
30 Agustus 2013
1 tahun, 153 hari
24
Mayor Czi Alpi Fahrudin Nur
7 Juni 2013
13 April 2015
1 tahun, 310 hari
25
Mayor Czi Rinaldo Rusdy
13 April 2015
19 Februari 2016
312 hari
26
Mayor Czi Damai Adi Setiawan, S.I.P.
19 Februari 2016
2 Februari 2018
1 tahun, 348 hari
27
Mayor Czi Ridwan Sri Hananto, S.E., M.M.
2 Februari 2018
Sekarang
2 tahun, 349 hari

Prajurit yang gugur[sunting | sunting sumber]

Daftar di bawah ini adalah prajurit yang gugur dalam tugas.

No Pangkat Nama prajurit Peristiwa Tahun
1
Letnan Satu Czi F. Sitorus Gugur pada saat tugas Operasi Timor Timur
1979
2
Sersan Dua Priadi Gugur pada saat tugas Operasi Timor Timur
1985
3
Prajurit Dua A. Simanjuntak Gugur pada saat tugas Operasi Timor Timur
1985
4
Prajurit Kepala (Anumerta) Filza Govinda Gugur pada saat tugas operasi misi perdamaian PBB satgas Kizi Konga XX-Q/Monusco[3]
2020

Penugasan[sunting | sunting sumber]

Tugas internasional[sunting | sunting sumber]

No Nama Tugas Tahun
1
1 Orang Tamtama Denzipur 2 melaksanakan Satgas Kizi Minusca XXXVII/B BP Yonzipur 1/DD. 2015
2
1 Orang personel Pama Denzipur 2/PS melaksanakan Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-J1 2017
3
1 Orang personel Pama dan 1 orang Tamtama melaksanakan Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-O/Monusco Konga TA 2017 2018
4
Satuan Denzipur 2/PS melaksanakan tugas misi perdamaian PBB sebagai mainbody Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco[4] 2020

Tugas pengamanan[sunting | sunting sumber]

No Nama Tugas Berdasarkan Tahun
1
Pemberangkatan 1 SST Zipur BP Yonif 132/Bima Sakti ke daerah Timor Timur Surat Perintah Pangdam III/17 Agustus Nomor: Sprin/786/VII/1978 tanggal 15 Mei 1978
1978
2
Pemberangkatan 1 SST Zipur BP Yonif 133/Yudha Sakti ke daerah Timor Timur Surat Perintah Pangdam I/Bukit Barisan Nomor: Sprin/17/I/1981 tanggal 2 Januari 1981
1981
3
Pemberangkatan 1 SSK Zipur BP Yonzipur 1/Dhira Dharma ke daerah Timor Timur Surat Perintah Pangdam I/BB Nomor: Sprin/8/VIII/1985 tanggal 5 Agustus 1985
1985
4
Beberapa anggota Denzipur 2/PS melengkapi Ton Pimu Yonif 132/Bima Sakti guna melaksanakan tugas operasi ke daerah Timor Timur
1985
5
Beberapa anggota Denzipur 2/PS BP Yonzipur 1/Dhira Dharma guna melaksanakan tugas Operasi Jaring Merah ke daerah Aceh
1990
6
Pemberangkatan 1 SST Zipur BP Yonif 133/Yudha Sakti guna melaksanakan tugas Operasi Jaring Merah ke daerah Aceh. Surat Telegram Pangdam I/BB Nomor: ST/22/1991 tanggal 11 Januari 1991
1991
7
Pemberangkatan 2 SST Zipur guna melaksanakan tugas Operasi Jaring Merah ke daerah Aceh.   Surat Telegram Pangdam I/BB Nomor: ST/241/1991 tanggal 6 Mei 1991
1991
8
Pemberangkatan 1 SST Zipur BP Yonzipur 1/Dhira Dharma guna melaksanakan tugas Operasi Jaring Merah ke daerah Aceh.  
1993
9
Pemberangkatan Satgas Denzipur 2/PS guna melaksanakan tugas Operasi Pengamanan ke daerah rawan Timor Timur. Surat Perintah Pangdam I/BB Nomor: Sprin/580/III/1999 tanggal 24 Maret 1999
1999
10
Pemberangkatan 1 SST Zipur BP Yonif 131/Braja Sakti guna melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan NTT Atambua.
2001

Tugas karya bakti[sunting | sunting sumber]

No Nama Tugas Tempat Tahun
1
Melaksanakan pemasangan dan pembongkaran Jembatan Bailley untuk membantu program transmigrasi dan menembus daerah terisolir. Sumbar, Riau 1967–1974
2
Melaksanakan pemasangan jembatan gantung Sumbar, Riau 1974–1980
3
Melaksanakan pekerjaan destruksi berupa peledakan batu dalam rangka pelebaran jalan dan sungai Sumbar, Riau 1970, 1971, 1991
4
Melaksanakan pekerjaan pembuatan jembatan beton maupun kayu Sumbar 1972, 1975, 1977, 1979, 1982
5
Melaksanakan pekerjaan pembuatan jalan di beberapa daerah Sumbar 1972, 1976, 1981, 1988
6
Melaksanakan pekerjaan pemasangan Jembatan Bailley untuk membantu program transmigrasi dan mengantisipasi bahaya banjir Sumbar, Riau 1967–1984, 1992
7
ABRI Manunggal Hutan Cadangan Pangan (AMHCP) Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Sumbar 1997
8
Operasi Bhakti TNI Tanggap Darurat di daerah Aceh Nangroe Aceh 2005
9
Operasi penanganan pasca gempa Kabupaten Padang Pariaman 2009
10
Operasi penanganan pasca gempa dan tsunami Kabupaten Kepulauan Mentawai 2010
11
Pembangunan pengembangan kekuatan TNI di Natuna Kabupaten Natuna 2016
12
1 orang personel Bintara Denzipur 2/PS melaksanakan Satgas Apter di Wilayah Kodam XVII/Cendrawasih Jayapura 2019
13
1 orang personel Perwira, 1 orang personel Bintara dan 2 orang personel Tamtama Denzipur 2/PS melaksanakan Satgas Apter di Wilayah Kodam XVII/Cendrawasih Jayapura 2020

Galeri gambar[sunting | sunting sumber]

Kunjungan kerja[sunting | sunting sumber]

Misi Pasukan Pemelihara Perdamaian[sunting | sunting sumber]

Latihan[sunting | sunting sumber]

Kegiatan satuan[sunting | sunting sumber]

Kegiatan PERSIT[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "31 Pamen Kodam I/BB Naik Pangkat". analisadaily.com. Medan: Harian Analisa. 3 April 2018. Diakses tanggal 25 Mei 2020. 
  2. ^ Berutu, Sachril Agustin (30 Januari 2020). "TNI Berangkatkan 175 Prajurit untuk Misi Perdamaian PBB ke Kongo". news.detik.com. Jakarta: Trans Digital Media. Diakses tanggal 27 Mei 2020. 
  3. ^ Conet, Fir (2 April 2020). "Kerinci Berduka. Pratu Firza Govinda Gugur Dalam Tugas Pasukan PBB Dikongo Afrika". portalbuana.com. Pekanbaru: Media Cahaya Prima. Diakses tanggal 26 Mei 2020. 
  4. ^ Halik, Aichi (30 Januari 2020). "TNI Kirim 175 Prajurit untuk Misi Perdamaian PBB ke Kongo". beritasatu.com. Jakarta: BeritaSatu Media Holdings. Diakses tanggal 26 Mei 2020. 

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Surat Keputusan Dirziad Nomor: Skep/74/V/1966 tanggal 17 Mei 1966
  2. ^ Surat Keputusan Pangdam III/17 Agustus Nomor: Skep/167/VIII/1966 tanggal 15 Agustus 1966
  3. ^ Surat Keputusan Dirziad Nomor: Skep/580/X/1965 tanggal 28 Oktober 1965
  4. ^ Surat Perintah Danyonzipur 2 Dam IV/Sriwijaya Nomor: Sprin/476/VI/1966 tanggal 28 Juni 1966
  5. ^ Radiogram Pangdam III/17 Agustus Nomor: T/519/1966 tanggal 17 Oktober 1966
  6. ^ Radiogram Pangdam III/17 Agustus Nomor: TR/661/1966 tanggal 11 Oktober 1966
  7. ^ Surat Keterangan Nomor: 704/SK/BLK/178-66 tanggal 28 November 1966
  8. ^ Skep Kasad Nomor: Skep/60/I/1974 tanggal 23 Januari 1974
  9. ^ Skep Kasad Nomor: Skep/471/VII/1978 tanggal 17 Juli 1978
  10. ^ Skep Kasad Nomor: Skep/59/V/1986 tanggal 15 Mei 1986
  11. ^ Skep Kasad Nomor: Skep/4/II/2003 tanggal 4 Februari 2003
  12. ^ Skep Kasad Nomor: Skep/65/XII/2005 tanggal 26 Desember 2005
  13. ^ Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 62 Tahun 2017
  14. ^ Surat Perintah Pangdam III/17 Agustus Nomor: Sprin/218/VIII/1974 tanggal 28 Agustus 1974

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs web resmi Pusat Zeni Angkatan Darat