Demografi Malta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Artikel demografi Malta ini adalah tentang fitur demografi dari penduduk negara Malta, termasuk kepadatan penduduk, etnis, afiliasi keagamaan dan aspek lain dari kependudukan.

Sensus Penduduk dan Rata-rata Pertumbuhan Tahunan
Tahun Jumlah
Pend.
  
±%  
1842 114.499—    
1851 123.496+7.9%
1861 134.055+8.6%
1871 141.775+5.8%
1881 149.782+5.6%
1891 165.037+10.2%
1901 184.742+11.9%
1911 211.564+14.5%
1921 212.258+0.3%
1931 241.621+13.8%
1948 305.991+26.6%
1957 319.620+4.5%
1967 314.216−1.7%
1985 345.418+9.9%
1995 378.132+9.5%
2005 404.962+7.1%
2010 417.432+3.1%
Sumber:[1]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Demografi Malta, Data FAO, tahun 2005; Jumlah penduduk dalam ribuan.

Malta adalah negara terpadat di Uni Eropa dan salah satu negara berpenduduk padat di dunia, dengan sekitar 1.265 jiwa per kilometer persegi (3.000 per mil persegi). Ini dibandingkan dengan sekitar 32 per kilometer persegi (85 per mil persegi) untuk Amerika Serikat. Sensus (diadakan setiap 10 tahun) terakhir diadakan pada bulan November 2005.

Malta dihuni sejak zaman prasejarah, yang pertama kali dijajah oleh Sisilia. Selanjutnya, Phoenicia, Romawi, Byzantium, Arab pada tahun 870 SM[2] who may have completely depopulated the islands[3] but in 1224 were themselves expelled from Malta,[4] Normandia, Sisilia, Spanyol, Prancis dan Inggris telah memengaruhi kehidupan dan budaya Malta dengan berbagai aspek.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Il-Kantilena karya Pietru Caxaro teks tertua bahasa Malta, abad ke-15

Bahasa Malta (bahasa Malta: Malti) adalah bahasa resmi bahasa nasional Malta, yang baru resmi tahun 1934. Sebelumnya, bahasa Italia adalah bahasa resmi dan budaya Malta, dalam varian bahasa Sisilia dari abad ke-12, dan varian bahasa Tuscan dari abad ke-16. Di samping bahasa Malta, bahasa Inggris juga merupakan bahasa resmi negara dan karenanya hukum tanah diundangkan baik dalam bahasa Malta dan Inggris. Namun, Konstitusi menyatakan bahwa jika ada konflik antara teks bahasa Malta dan Inggris tentang hukum apapun, teks Malta akan berlaku. Konstitusi (pasal 5 -2) juga mengatur pengenalan bahasa resmi lain; ini awalnya ditujukan untuk kemungkinan reintroduksi orang Italia sebagai mitra tradisional orang Malta pada waktu yang tepat.

Malta adalah sebuah bahasa Semit yang diturunkan dari dialek Sisilia-Arab yang sekarang tidak berfungsi (Siculo-Arab) (dari Italia selatan).[5] Alfabet bahasa Malta terdiri dari 30 huruf berdasarkan alfabet Latin, termasuk huruf diakritik yang diubah hurufnya. ż, ċ dan ġ, serta tulisannya , ħ, dan ie.

Bahasa Malta memiliki basis Semit dengan mengadopsi sebagian besar dari bahasa Sisilia, Italia, sedikit Prancis, dan baru-baru ini dan semakin banyak, bahasa Inggris.[6] Karakter hibrida Maltese didirikan oleh periode panjang bilingualisme perkotaan Maltese-Sisilia yang secara bertahap mengubah pidato pedesaan dan yang berakhir pada awal abad 19 dengan orang-orang Malta muncul sebagai bahasa asli seluruh penduduk asli. Bahasa tersebut mencakup dialek yang berbeda yang dapat sangat bervariasi dari satu kota ke kota lain atau dari satu pulau ke pulau lain.

Eurobarometer menyatakan bahwa 100 persen penduduk Malta berbicara bahasa Maltese. Juga, 88 persen penduduk berbahasa Inggris, 66 persen berbicara bahasa Italia, dan 17 persen berbicara bahasa Prancis.[7] Pengetahuan luas tentang bahasa kedua, membuat Malta menjadi salah satu negara paling multibahasa di Uni Eropa. Sebuah studi yang mengumpulkan opini publik tentang bahasa apa yang "disukai" menemukan bahwa 86 persen populasi mengekspresikan preferensi untuk bahasa Malta, 12 persen untuk bahasa Inggris, dan 2 persen untuk bahasa Italia.[8] Namun, saluran televisi Italia dari penyiar berbasis Italia, seperti Mediaset dan RAI, dapat mencapai Malta dan tetap populer di Malta.[8][9][10]

Agama[sunting | sunting sumber]

Rotunda Mosta, juga dikenal dengan sebutan "Ir-Rotunda"

Agama di Malta (2022)[11]

  Katolik Roma (100%)

Agama yang dianut oleh semua penduduk di Malta adalah Katolik Roma. Konstitusi Malta menetapkan agama Katolik sebagai agama negara dan juga tercermin dalam berbagai elemen budaya di Malta, hal tersebut telah mengakar di Malta, oleh sebab itu, rakyat Malta harus semuanya beragama Katolik, karna Malta adalah Negara Ekklesia/Theokratis/Negara Gereja/Negara Agama. Penduduk Malta Sudah 100% Kristen Katolik Sejak 60 Masehi, Ketika "Publius", Gubernur Pertama Malta, Masuk Kristen Dan Di Baptis Oleh "Paulus", Lalu Ketika Paulus Melanjutkan Perjalanan Ke Roma, Disaat Itulah Perlahan-lahan Penduduk Malta Masuk Ke Kristen, yang tadinya Dari 1% Kristen, Menjadi 100% Kristen Di Tahun Yang Sama, Yaitu Pada Tahun 60 Masehi, karna pada Tahun 60 Masehi, Gubernur Malta Jabatannya Setara Dengan Presiden Malta Pada Sekarang Ini. Malta juga memiliki "Sovereign Military Order of Malta/Knight Of Malta" atau dalam bahasa Indonesia juga disebut sebagai "Ordo Katolik Militer Berdaulat Malta/Tentara Salib Malta", yaitu, Crusader yang ditugaskan oleh Negara Malta untuk mempertahankan Katolik di Malta agar tetap 100%. Ada lebih dari 400 gereja di Pulau Malta, Pulau Gozo dan Pulau Comino, atau satu gereja untuk setiap 1.000 penduduk, dan pasti di setiap 1 KM ada 3 Gereja di Malta, Gereja paroki (Maltese: "il-parroċċa", atau "il-knisja parrokkjali") adalah titik fokus arsitektur dan geografis setiap kota dan desa di Malta, dan ini menjadi sumber kebanggaan utama masyarakat disana. Kebanggaan kewarganegaraan ini memanifestasikan dirinya dalam berbagai 'festival' spektakuler di setiap desa setempat, yang ditandai adanya hari santo pelindung setiap paroki. Hal ini akan dikemas dengan pertunjukan marching band, prosesi keagamaan Katolik, Misa khusus, pesta kembang api St. Publius dan juga perayaan agama Katolik Roma yang lainnya. Sensus 2022 mengungkapkan bahwa 100% dari populasi Katolik menghadiri Misa pada setiap hari, sensusnya berlangsung selama akhir pekan di bulan Januari 2022 yang hasil surveinya diumumkan langsung pada Maret 2022 oleh Pemerintah Malta. Di sekolah swasta, Para Siswa dan Siswi Harus Mengikuti Pelajaran Agama Katolik Roma, sedangkan di sekolah umum pengajaran agama Katolik Roma adalah bagian dari kurikulum tetapi para siswa dan siswi dapat memilih untuk menolak partisipasi dalam pelajaran agama jika sedang sibuk atau malas atau ingin cepat pulang sekolah. Subsidi diberikan kepada murid sekolah swasta dan juga murid sekolah umum sebesar 200 Euro (Lebih Dari 3 Juta Rupiah), Yang Penting Harus Mengikuti Pelajaran Katolik. Sedangkan di universitas swasta, Para Mahasiswa dan Mahasiswi Juga Harus Mengikuti Pelajaran Agama Katolik Roma, sedangkan di universitas umum pengajaran agama Katolik Roma adalah pelajaran utama, jadi, Para Mahasiswa dan Mahasiswi tidak dapat memilih untuk menolak partisipasi dalam pelajaran agama jika sedang sibuk atau malas atau ingin cepat pulang sekolah. Subsidinya diberikan kepada Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Swasta Dan Juga Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Umum Sebesar 320 Euro (Lebih Dari 5 Juta Rupiah), Malta Juga Negara Yang Menggaji Rakyatnya Tanpa Harus Bekerja, Sebesar 20 Euro Setiap Hari (Lebih Dari 300 Ribu Rupiah), Dan Rakyat Malta Semuanya Harus Beragama Katolik. Oleh Sebab Itu, Negara Malta Adalah Negara Yang Dianggap Sebagai "Negara Yang Paling Katolik" Di Seluruh Dunia Selain Negara Vatikan, Dan Rakyat Malta Adalah Rakyat Yang Dianggap Sebagai "Rakyat Yang Paling Katolik" Di Seluruh Dunia Selain Rakyat Vatikan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Census in Malta". 
  2. ^ The Arabs in Malta / G. Wettinger. In: Malta: Studies of its Heritage and History / ed. Mid-Med Bank (Malta, 1986), pp. 87-104. "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 February 2005. Diakses tanggal 8 February 2008. 
  3. ^ Ibn Hauqal and Tenth-century Malta / A. Luttrell. In: Hyphen: A Journal of Melitensia and the Humanities. / (Malta 1987), pp 157–160 [1]
  4. ^ "AccountSupport". www.aboutmalta.com. 
  5. ^ Joseph M. Brincat Maltese – an unusual formula, MED Magazine (February 2005)
  6. ^ "Evolution of the Maltese Language". 
  7. ^ Europeans and their Languages, 2006
  8. ^ a b Ignasi Badia i Capdevila (2004) A view of the linguistic situation in Malta. NovesSl. Retrieved 24 February 2008
  9. ^ Country profile: Malta. BBC News
  10. ^ "Europeans and languages" (PDF). European Commission. September 2005. hlm. 4. Diakses tanggal 29 January 2007. 
  11. ^ "MaltaToday Easter survey". MaltaToday. 2021. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-01-01. Diakses tanggal 1 January 2021.