Demam karet Amazon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Peta yang menunjukkan kawasan Amazon yang mengalami demam karet. Kawasan tersebut mencakup sebagian wilayah Brasil dan Bolivia di sepanjang sungai Madeira, Mamoré, dan Guaporé, di dekat Jalur Kereta Api Madeira-Mamoré.

Demam karet Amazon (bahasa Portugis: Ciclo da borracha [ˈsiklu dɐ buˈʁaʃɐ]) adalah periode yang berlangsung dari tahun 1879 hingga 1912 ketika produksi karet mengalami pertumbuhan pesat di kawasan Lembah Amazon. Periode ini merupakan masa yang penting dalam sejarah ekonomi dan sosial Brasil dan negara-negara lain di kawasan Sungai Amazon, karena demam karet mengakibatkan ekspansi besar-besaran kolonisasi Eropa di Lembah Amazon dan menarik pekerja asing, menghasilkan kekayaan, memicu transformasi budaya dan sosial, serta mengakibatkan kehancuran masyarakat penduduk asli. Demam karet Amazon mendorong pertumbuhan kota-kota seperti Manaus, ibu kota negara bagian Amazonas, dan Belém, ibu kota negara bagian Pará di Brasil, serta kota-kota lainnya di Lembah Amazon seperti Itacoatiara, Rio Branco, Eirunepé, Marabá, Cruzeiro do Sul, dan Altamira di Brasil; Iquitos di Peru; dan Cobija di Bolivia.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Selama empat setengah abad setelah penemuan benua Amerika, penduduk asli Lembah Amazon hidup terisolasi. Kawasan tersebut sangat luas dan tidak dapat ditembus, tidak ada emas atau batu mulia yang ditemukan di sana, dan penjajah Portugal dan Kekaisaran Brasil juga tidak dapat menciptakan insentif untuk mendorong pembangunan di wilayah tersebut. Perekonomian daerah Amazon bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam yang beragam, tetapi pembangunan terkonsentrasi di wilayah pesisir. Revolusi Industri di Eropa kemudian meningkatkan permintaan akan karet. Pada masa itu, karet hanya dapat ditemui di Lembah Amazon. Akibatnya, karet menjadi komoditas yang mahal dan dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi pedagangnya.

Akhir[sunting | sunting sumber]

Demam karet Amazon berakhir setelah Inggris mulai menanam pohon karet di koloninya di Malaysia, Sri Lanka, dan Afrika. Pohon karet ini ditanam dari benih yang diselundupkan oleh penjelajah Inggris Henry Wickham dari Brasil pada tahun 1876.[1] Perkebunan karet Inggris mampu menghasilkan karet dengan efisiensi dan produktivitas yang lebih besar. Akibatnya, dengan biaya yang lebih rendah dan harga jual yang juga lebih rendah, Inggris berhasil menguasai pasar karet dunia.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "1876." The People's Chronology. Ed. Jason M. Everett. Thomson Gale, 2006.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Barham, Bradford L., and Oliver T. Coomes. "Reinterpreting the Amazon rubber boom: investment, the state, and Dutch disease." Latin American Research Review 29.2 (1994): 73-109.
  • Barham, Bradford, and Oliver Coomes. "Wild rubber: Industrial organisation and the microeconomics of extraction during the Amazon rubber boom (1860–1920)." Journal of Latin American Studies 26.1 (1994): 37-72.
  • Bunker, Stephen G. "Modes of extraction, unequal exchange, and the progressive underdevelopment of an extreme periphery: the Brazilian Amazon, 1600-1980." American Journal of Sociology 89.5 (1984): 1017-1064.
  • Burns, E. Bradford. "Manaus, 1910: portrait of a boom town." Journal of Inter-American Studies 7.3 (1965): 400-421.
  • Coomes, Oliver T., and Bradford L. Barham. "The Amazon rubber boom: labor control, resistance, and failed plantation development revisited." The Hispanic American Historical Review 74.2 (1994): 231-257.
  • Casement, Roger. The Putumayo: the devil's paradise; travels in the Peruvian Amazon region and an account of the atrocities committed upon the Indians therein. T. F. Unwin 1913.
  • Casement, Roger. The Amazon journal of Roger Casement. Angus Mitchell 1997. ISBN 1-901990-00-1
  • Fifer, J. Valerie. "The empire builders: a history of the Bolivian rubber boom and the rise of the house of Suarez." Journal of Latin American Studies 2.2 (1970): 113-146.
  • Frank, Zephyr, and Aldo Musacchio. "Brazil in the international rubber trade, 1870–1930." From Silver to Cocaine (2006): 271-99.
  • Melby, John. "Rubber river: an account of the rise and collapse of the Amazon boom." The Hispanic American Historical Review 22.3 (1942): 452-469.
  • Resor, Randolph R. "Rubber in Brazil: Dominance and collapse, 1876-1945." Business History Review 51.3 (1977): 341-366.
  • Romanoff, Steven. "Food and debt among rubber tappers in the Bolivian Amazon." Human Organization 51.2 (1992): 122-135.
  • Simonian, Ligia TL. "Women Rubber‐Tappers in the Brazilian Amazon: A Life of Work Silenced." Anthropology of Work Review 12.4 (1991): 11-16.
  • Stanfield, Michael Edward. Red Rubber, Bleeding Trees: Violence, Slavery, and Empire in Northwest Amazonia, 1850-1933
  • Vadjunec, Jacqueline M., Marianne Schmink, and Carlos Valerio A. Gomes. "Rubber tapper citizens: emerging places, policies, and shifting rural-urban identities in Acre, Brazil." Journal of Cultural Geography 28.1 (2011): 73-98.
  • Vallvé, Frederic. The impact of the rubber boom on the indigenous peoples of the Bolivian lowlands (1850-1920). Georgetown University, 2010.
  • Weinstein, Barbara. The Amazon rubber boom, 1850-1920. Stanford University Press, 1983.