Delta Pawan, Ketapang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Delta Pawan
Tugu Ale-Ale, Ketapang
Tugu Ale-Ale, Ketapang
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Barat
KabupatenKetapang
Pemerintahan
 • CamatPitriyadi, S.Hut., M.Si
Populasi
 • Total91.513 jiwa
 • Kepadatan1.237/km2 (3,200/sq mi)
Kode pos
78811; 78812; 78813
Kode Kemendagri61.04.16 Edit the value on Wikidata
Luas74,00 km²
Desa/kelurahan5 kelurahan
4 desa
Tugu Tolak Bala

Delta Pawan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia. Delta Pawan juga dikenal sebagai Kota Ketapang karena merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Kabupaten Ketapang, serta memiliki kepadatan penduduk tertinggi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang, yakni 1.237 jiwa/km². Kecamatan ini terletak di sekitar Sungai Pawan.[1]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Keraton Saunan di tepi Sungai Pawan

Kecamatan ini dahulu bernama Kecamatan Matan Hilir Utara yang mana terbentuk pada tahun 1988 dan berubah nama menjadi Kecamatan Delta Pawan pada tahun 2003, namun pasti terbentuk sesuai peraturan Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah tidak ditemukan pendefinisan istilah kecamatan secara langsung, namun pada Pasal 72 diatur hal sebagai berikut:

(1) Dalam rangka pelaksanaan asas dekonsentrasi, Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi dalam Wilayah-wilayah Propinsi dan Ibu kota Negara.

(2) Wilayah Propinsi dibagi dalam Wilayah-wilayah Kabupaten dan Kotamadya.

(3) Wilayah Kabupaten dan Kotamadya dibagi dalam Wilayah-wilayah Kecamatan.

(4) Apabila dipandang perlu sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya, dalam Wilayah Kabupaten dapat dibentuk Kota Administratif yang pengaturannya ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka secara bebas definisi kecamatan adalah suatu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka pelaksanaan asas dekonsentrasi merupakan bagian dari wilayah kabupaten atau kotamadya.

Berikut daftar nama-nama camat Delta Pawan yang dahulu bernama Kecamatan Matan Hilir Utara, adalah sebagai berikut;

  1. Drs. Iskandar Zulkarnaen (1988 – 1988 Camat Matan Hilir Utara)
  2. Kasdani, BA (1988 – 1989 Camat Matan Hilir Utara)
  3. Andi Gusmani, BA (1989 – 1990 Camat Matan Hilir Utara)
  4. Drs. Andi Djamiruddin (1990 – 1997 Camat Matan Hilir Utara)
  5. Drs. H. Syaiful H. Iskandar (1997 – 1998 Camat Matan Hilir Utara)
  6. Hamimzar Yahya, BA (1998 – 2001 Camat Matan Hilir Utara)
  7. Dra. Hilaria Yusnani (2001 – 2003 Camat Matan Hilir Utara)
  8. Suryanto, AR,BA (2003 – 2006 Camat Delta Pawan)
  9. Utin Syamsiah, BA,SH (2006 – 2009 Camat Delta Pawan)
  10. Amrullah, S.Sos (2009 – 2017 Camat Delta Pawan)
  11. Ismadaniar, SE (2017 – 2019 Camat Delta Pawan)
  12. Pitriyadi , S.Hut, M.Si (2019 – Sekarang Camat Delta Pawan)

Demografis[sunting | sunting sumber]

Klenteng Tua Pek Kong Ketapang

Berdasarkan Data Agregat Kependudukan (DAK), jumlah penduduk kecamatan Delta Pawan berjumlah 525.954 yang menjadikan Delta Pawan kecamatan yang terpadat penduduknya. Delta Pawan adalah kecamatan yang penduduknya multi suku dan etnis. Mayoritas adalah suku Melayu, Dayak, dan Tionghoa yang merupakan tiga suku terbesar di kota ini. Selain itu juga ada suku Jawa dan Madura.

Bahasa Melayu yang digunakan di Delta Pawan dan juga seluruh Kabupaten Ketapang adalah dialek Melayu Pontianak yang pengucapannya seperti bahasa Melayu Malaysia. Bahasa Dayak yang digunakan di kota ini seperti dialek Ahe, Iban, dan lain-lain. Orang Tionghoa di kota ini menggunakan bahasa Tiochiu sebagai bahasa pengantar sesama orang Tionghoa. Dan juga terdapat sebagian kecil orang Tionghoa yang menggunakan bahasa Hakka. Sementara agama yang dianut, yakni Islam 82,93%, Kristen 11,38% di mana Katolik 8,06% dan Protestan 3,32%. Kemudian pemeluk agama Buddha 5,39%, Konghucu 0,24% dan Hindu 0,06%.[2]


Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa sekolah dan perguruan tinggi, yaitu:

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Terdapat 3 rumah sakit di kecamatan ini, yaitu:

  • RSUD dokter Agoesdjam
  • RS Fatima
  • RS Ibu dan Anak Permata Bunda

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Penas Air mendarat di Bandar Udara Rahadi Oesman

Delta Pawan atau Kota Ketapang dapat dijangkau dari kota lain melalui Bandar Udara Rahadi Oesman dan Pelabuhan Sukabangun Ketapang. Terdapat penerbangan dan ke Pontianak dan Semarang via Pangkalan Bun, juga dari Surabaya - Pangkalan Bun - Ketapang. Sejak April 2011, telah ada penerbangan langsung ke Jakarta oleh armada Aviastar dengan waktu tempuh hanya 1 jam.

Transportasi antar desa di Ketapang menggunakan bus, kapal cepat (speedboat) ke beberapa Kecamatan, Seperti Kecamatan Sandai, dan Kecamatan Tayap. Terdapat bus dari Ketapang ke Sukadana (ibu kota Kabupaten Kayong Utara dengan jarak tempuh 80 km, sekitar 2 jam perjalanan. Transportasi di tengah kota dapat menggunakan angkot, yang dalam bahasa setempat disebut oplet (mobil jenis minibus atau van); juga terdapat ojek.

Hotel[sunting | sunting sumber]

Aston Ketapang City Hotel dan Lotus Mebel

Terdapat beberapa hotel di kecamatan ini, yakni:

  • Aston City Hotel
  • Hotel Perdana
  • Hotel Murni
  • Hotel Putra
  • Hotel Aorta
  • Wisma Patra
  • Wisma Patra II
  • Hotel Agusta
  • Hotel Patria
  • Hotel Grand Zuri Ketapang

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kecamatan Delta Pawan Dalam Angka 2021". www.ketapangkab.bps.go.id. hlm. 7, 36. Diakses tanggal 2 September 2021. 
  2. ^ "Visualisasi Data Kependudukan Kementerian Dalam Negeri - Dukcapil 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2 Oktober 2021.