Daya rusak air
Tampilan

Daya rusak air adalah daya air yang dapat menimbulkan kerusakan dan atau bencana terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya, yang antara lain berupa kejadian banjir, erosi tanah dan sedimentasi, tanah longsor, banjir lahar dingin, tanah amblas, perubahan sifat dan kandungan kimia, biologi dan fisik dalam air, instrusi air laut, dan perembesan pada tempat yang tidak diinginkan.[1]
Penyebab Utama
[sunting | sunting sumber]Faktor alam
[sunting | sunting sumber]- Erosi: Proses pengikisan tanah oleh air, angin, dan gravitasi. Paling dominan di Indonesia adalah erosi oleh air.
- Sedimentasi: Akumulasi material batuan dan organik akibat erosi, terbawa arus dan menumpuk di dasar sungai, menyebabkan pendangkalan.
Faktor manusia
[sunting | sunting sumber]- Perilaku membuang sampah ke sungai menghambat aliran air.
- Pendangkalan sungai akibat sedimen dan penyempitan kapasitas tampung air memicu banjir saat debit meningkat di musim hujan.

Dampak
[sunting | sunting sumber]- Penurunan kualitas lingkungan
- Risiko banjir akibat meluapnya air sungai
- Berkurangnya kapasitas tampung sungai dan waduk
Upaya Pengendalian
[sunting | sunting sumber]Dilakukan pada berbagai sumber air seperti sungai, danau, rawa, waduk, cekungan air tanah, sistem irigasi dan air hujan dengan berfokus pada pencegahan melalui:
- Perencanaan terpadu
- Penanggulangan kerusakan
- Pemulihan kualitas lingkungan
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ MODUL 5: PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR - PELATIHAN ORIENTASI TERPADU (PDF). Bandung: Kementrian PUPR. 2017.
{{cite book}}:|first=tidak memiliki|last=Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)