Dara-laut arktik
| Dara-laut arktik | |
|---|---|
| Pulau Flatey, Islandia Barat | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Charadriiformes |
| Famili: | Laridae |
| Genus: | Sterna |
| Spesies: | S. paradisaea |
| Nama binomial | |
| Sterna paradisaea Pontoppidan, 1763[2] | |
| Persebaran habitat S. paradisaea Wilayah pembiakan Wilayah musim dingin Rute migrasi | |
| Sinonim | |
|
Sterna portlandica | |
Dara-laut arktik[3] (Sterna paradisaea) merupakan sejenis burung dara-laut dalam famili Laridae. Burung ini memiliki persebaran pembiakan sirkumpolar yang mencakup wilayah Arktik dan sub-Arktik di Eropa (sejauh selatan Brittany), Asia, serta Amerika Utara (sejauh selatan Massachusetts). Spesies ini bersifat sangat migratori, mengalami dua musim panas setiap tahunnya saat bermigrasi menyusuri rute yang berliku dari tempat pembiakan utara menuju pesisir Antarktika untuk menyambut musim panas selatan, dan kembali lagi sekitar enam bulan kemudian. Penelitian terbaru menunjukkan rata-rata jarak perjalanan pulang-pergi tahunan yaitu sekitar 70,900 km (38,283 nmi) bagi burung yang bersarang di Islandia dan Greenland, serta sekitar 48,700 km (26,296 nmi) bagi koloni di Belanda. Bahkan, seekor individu dari Kepulauan Farne di Northumberland yang dipasangi alat geolokator tercatat menempuh jarak luar biasa sejauh 96,000 km (52 nmi) dalam sepuluh bulan, terhitung sejak akhir musim biak hingga awal musim berikutnya. Fenomena ini merupakan rekor migrasi terjauh yang diketahui dalam kerajaan hewan.
Dara-laut arktik adalah burung berukuran sedang dengan panjang tubuh antara 28–39 cm (11–15 in), bentang sayap 65–77 cm (26–30 in),[4][5] serta bobot sekitar 100 g.[6] Pada musim berbiak, bulu dominan mereka berwarna abu-abu dan putih, dengan paruh serta kaki berwarna merah darah, mahkota dan tengkuk berwarna hitam, serta pipi putih. Bagian mantel dan skapular berwarna abu-abu dengan ujung putih. Sayap atasnya berwarna abu-abu dengan tepi depan putih dan tepi belakang kehitaman yang sempit pada bulu primer; bagian leher serta tunggir sepenuhnya putih. Ekornya yang bercabang dalam berwarna keputihan dengan jaring luar berwarna abu-abu. Saat musim dingin, bagian dahi berubah menjadi putih sebagian, sementara paruh dan kaki berubah menjadi hitam.[4] Individu muda juga memiliki dahi yang putih sebagian, dengan pinggiran cokelat-jingga pucat yang sempit pada bulu mantel abu-abu (berbeda dengan dara-laut biasa, yang bulu mantelnya cenderung berwarna cokelat jahe merata).[4]
Dara-laut arktik termasuk burung yang berumur panjang. Banyak individu mencapai usia lima belas hingga tiga puluh tahun, bahkan tercatat mencapai rekor 31 tahun.[6] Makanan utama mereka adalah ikan dan invertebrata laut kecil. Spesies ini melimpah dengan estimasi populasi mencapai dua juta individu. Meskipun tren populasi spesies ini secara keseluruhan belum diketahui secara pasti, eksploitasi pada masa lampau telah mengurangi jumlah populasi burung ini di bagian selatan persebarannya.
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Nama genus Sterna berasal dari bahasa Inggris Kuno "stearn", yang berarti "dara-laut".[7] Nama spesifik paradisaea berasal dari bahasa Latin Akhir paradisus, yang berarti "surga" atau "firdaus".[8] Nama-nama dalam bahasa Skotlandia seperti pictarnie,[9] tarrock,[10] beserta varian lainnya, diyakini bersifat onomatopreik, karena meniru bunyinya yang khas.[11] Karena sulitnya membedakan kedua spesies tersebut, seluruh nama umum informal burung ini digunakan bersamaan dengan dara-laut biasa.[12]
Distribusi dan migrasi
[sunting | sunting sumber]Dara-laut arktik memiliki distribusi pembiakan sirkumpolar yang berkesinambungan di seluruh dunia; tidak ada subspesies yang kini diakui. Burung ini dapat dijumpai di wilayah pesisir pada bagian beriklim sejuk di Amerika Utara dan Eurasia selama musim panas di belahan bumi utara. Selama musim panas di belahan Bumi selatan, burung ini dapat ditemukan di laut terbuka, mencapai tepi utara es Antarktika.[13]
Dara-laut arktik termasyhur karena kemampuannya dalam bermigrasi; mereka terbang dari wilayah kawinnya di Arktik menuju Antarktika dan kembali lagi setiap tahunnya. Jarak terpendek antara kedua wilayah tersebut adalah 19,000 km (11,806 mi). Perjalanan panjang ini menjamin burung tersebut mendapatkan dua musim panas per tahun serta paparan cahaya matahari yang lebih lama dibandingkan makhluk hidup lainnya di planet ini.[14] Salah satu contoh kemampuan terbang jarak jauh yang luar biasa ini melibatkan seekor dara-laut arktik yang ditandai saat masih berupa anakan yang belum bisa terbang di Kepulauan Farne, Northumberland, Inggris, pada musim panas utara tahun 1982. Individu tersebut mencapai Melbourne, Australia pada bulan Oktober, hanya tiga bulan setelah mulai terbang mandiri, sebuah perjalanan melintasi jarak lebih dari 22,000 km (13,670 mi).[15] Contoh lainnya adalah seekor anakan yang ditandai di Labrador, Kanada, pada 23 Juli 1928, yang kemudian ditemukan di Afrika Selatan empat bulan kemudian.[16]
Sebuah studi tahun 2010 yang menggunakan perangkat pelacak menunjukkan bahwa contoh-contoh di atas bukanlah hal yang luar biasa bagi spesies ini. Bahkan, studi tersebut mengungkapkan bahwa penelitian sebelumnya telah meremehkan jarak tahunan yang ditempuh oleh dara-laut arktik secara signifikan. Sebelas burung yang berbiak di Greenland atau Islandia menempuh rata-rata 70,900 km (38,283 nmi) dalam setahun, dengan jarak maksimum mencapai 81,600 km (44,060 nmi).[17] Perbedaan dari estimasi sebelumnya terjadi karena burung-burung tersebut menempuh jalur yang berliku ketimbang mengikuti rute lurus sebagaimana yang diasumsikan sebelumnya. Mereka mengambil rute yang memutar guna memanfaatkan angin yang berembus.[18] Dara-laut arktik rata-rata hidup sekitar 30 tahun dan, berdasarkan penelitian di atas, akan menempuh sekitar 2,4 juta km (1,5 juta mi) sepanjang hidupnya, setara dengan perjalanan pulang-pergi dari Bumi ke Bulan lebih dari tiga kali.[19]
Studi pelacakan tahun 2013 terhadap setengah lusin dara-laut arktik yang berbiak di Belanda[20] menunjukkan rata-rata migrasi tahunan sekitar 48,700 km (26,296 nmi). Dalam perjalanan menuju selatan, burung-burung ini secara garis besar menyusuri garis pantai Eropa dan Afrika.[21]
Dalam studi tahun 2015–2017 terhadap dara-laut arktik di Kepulauan Farne, Northumberland, satu individu dengan penanda geolokator 'G82' menempuh jarak yang menakjubkan sejauh 96,000 km (52 nmi) hanya dalam waktu 10 bulan, terhitung dari akhir musim berbiak hingga awal musim berikutnya. Hal ini menetapkan rekor migrasi global baru dengan menempuh tidak hanya panjang Samudra Atlantik dan lebar Samudra Hindia, tetapi juga separuh perjalanan melintasi Pasifik Selatan hingga perbatasan antara Laut Ross dan Amundsen, sebelum akhirnya kembali ke barat menyusuri pantai Antarktika dan kembali ke Atlantik.[22][23][24]
Dara-laut arktik biasanya bermigrasi cukup jauh di lepas pantai sehingga jarang terlihat dari daratan di luar musim pembiakan.[25]
Deskripsi dan taksonomi
[sunting | sunting sumber]Dara-laut arktik adalah burung berukuran sedang dengan panjang sekitar 33–36 cm (13–14 in) dari ujung paruh hingga ujung ekor. Rentang sayapnya mencapai 76–85 cm (30–33 in).[25] Bobot tubuhnya berkisar antara 86–127 g (3,0–4,5 oz). Paruh burung ini berwarna merah tua, serupa dengan kaki pendeknya yang berselaput. Sebagaimana kebanyakan dara-laut, dara-laut arktik memiliki sayap dengan rasio aspek tinggi dan ekor yang bercabang dalam.[25]
Plumase dewasa berwarna abu-abu pada bagian atas, dengan tengkuk dan mahkota hitam serta pipi putih. Bagian atas sayap berwarna abu-abu pucat, dengan area di dekat ujung sayap yang tampak translusen. Ekornya berwarna putih, dan bagian bawah tubuh berwarna abu-abu pucat. Kedua jenis kelamin memiliki penampilan yang serupa. Plumase musim dingin mirip dengan dewasa berbiak, tetapi bagian mahkota lebih putih dan paruh berwarna lebih gelap.[25]
Individu muda (juvenil) berbeda dari dewasa karena memiliki paruh dan kaki berwarna hitam, sayap yang tampak "bersisik", mantel dengan ujung bulu gelap, garis sayap karpal yang gelap, serta helaian ekor yang pendek.[25] Selama musim panas pertama mereka, juvenil juga memiliki bagian dahi yang lebih putih.[26]
Spesies ini memiliki berbagai variasi panggilan; Dua yang paling umum adalah panggilan peringatan (alarm call), yang dihasilkan ketika koloni kemungkinan dimasuki oleh pemangsa, dan panggilan pameran (advertising call).[27]
Meskipun dara-laut arktik serupa dengan dara-laut biasa dan merah, pewarnaan, profil, serta panggilannya sedikit berbeda. Dibandingkan dengan dara-laut biasa, mereka memiliki ekor yang lebih panjang dan paruh berwarna tunggal, sementara perbedaan utamanya dengan dara-laut merah adalah warnanya yang sedikit lebih gelap dan sayap yang lebih panjang. Suara dara-laut arktik lebih sengau dan serak dibandingkan dara-laut biasa, dan mudah dibedakan dari suara dara-laut merah.[28]
Kerabat terdekat burung ini adalah kelompok spesies dari Kutub Selatan, yakni dara-laut amerika selatan (Sterna hirundinacea), kerguelen (S. virgata), dan antarktika (S. vittata).[29]
Plumase dara-laut arktik yang belum dewasa pada awalnya sempat dideskripsikan sebagai spesies yang terpisah, yakni Sterna portlandica dan Sterna pikei.[30]
Reproduksi
[sunting | sunting sumber]Proses pembiakan dimulai sekitar tahun ketiga atau keempat dari usia mereka.[31] Dara-laut arktik bersifat monogami dengan pasangan yang bertahan seumur hidup dan, dalam banyak kasus, akan kembali ke koloni yang sama setiap tahunnya.[32] Peragaan percumbuan berlangsung secara rumit, terutama bagi individu yang baru pertama kali bersarang.[33] Proses ini diawali dengan apa yang disebut "penerbangan tinggi", di mana betina akan mengejar pejantan hingga ketinggian tertentu lalu terbang turun perlahan. Pertunjukan ini diikuti dengan "penerbangan ikan", di mana pejantan akan mempersembahkan ikan kepada betina. Cumbu rayu di daratan melibatkan gerakan berderap dengan ekor yang terangkat serta sayap yang merendah, yang biasanya disusul dengan kedua burung terbang melingkar satu sama lain.[33]
Kedua induk menyepakati lokasi sarang dan bersama-sama mempertahankannya. Selama periode ini, pejantan terus memberi makan betina, dan kopulasi terjadi sesaat setelahnya.[33] Pembiakan berlangsung dalam koloni-koloni di pesisir, pulau-pulau, dan sesekali di daratan dalam wilayah tundra dekat perairan. Spesies ini sering kali membentuk kelompok campuran dengan dara-laut biasa. Betina menghasilkan satu hingga tiga butir telur dalam setiap periode peneluran, dengan jumlah paling umum sebanyak dua butir.[25]
Spesies ini merupakan salah satu jenis dara-laut yang paling agresif dan sangat protektif terhadap sarang serta anaknya. Mereka tidak segan menyerang manusia maupun predator besar, biasanya dengan mematuk bagian atas atau belakang kepala. Meski ukurannya terlalu kecil untuk menimbulkan luka serius pada mamalia seukuran manusia, serangan mereka sanggup mengucurkan darah dan efektif untuk mengusir berbagai burung pemangsa, beruang kutub[34] serta predator mamalia yang lebih kecil seperti rubah dan kucing.[14]
Sarangnya biasanya berupa cekungan dangkal di tanah, yang terkadang dilapisi dengan potongan rumput atau material serupa. Telur-telurnya berbercak sebagai bentuk penyamaran.[25] Kedua induk berbagi tugas pengeraman. Anak burung akan menetas setelah 22–27 hari dan mulai belajar terbang (fledge) setelah 21–24 hari.[25] Jika induk sering terganggu dan terpaksa meninggalkan sarang, masa inkubasi dapat memanjang hingga 34 hari.[27]
Saat menetas, anak burung tertutup oleh bulu kapas. Sebagai hewan prekosial, anak-anak tersebut mulai bergerak dan menjelajahi lingkungan sekitarnya dalam satu hingga tiga hari setelah menetas.[35] Umumnya mereka tidak berkelana jauh dari sarang. Anak burung akan dierami oleh induk dewasa selama sepuluh hari pertama pasca-menetas.[36] Kedua induk terlibat dalam pengasuhan anakan.[25] Makanan anak burung selalu mencakup ikan, dan induk secara selektif membawakan mangsa yang berukuran lebih besar daripada yang mereka konsumsi sendiri.[27] Pejantan membawa makanan lebih banyak dibandingkan betina. Pemberian makan oleh induk berlangsung selama kurang lebih satu bulan sebelum disapih secara bertahap.[25] Setelah mampu terbang mandiri, individu muda belajar mencari makan sendiri, termasuk menguasai teknik menyelam-pikat (plunge-diving) yang sulit.[37] Mereka akan bermigrasi ke selatan untuk menghabiskan musim dingin dengan bantuan bimbingan induk mereka.[38]
Dara-laut arktik adalah burung berumur panjang yang mencurahkan waktu signifikan untuk membesarkan hanya sedikit keturunan, sehingga dikategorikan sebagai seleksi-K.[39] Sebuah studi tahun 1957 di Kepulauan Farne mengestimasi tingkat kelangsungan hidup tahunan sebesar 82%.[40]
- Induk sedang mengerami telur
- Anak burung
- Induk dewasa bersama anakan
- Induk anakan
Ekologi dan perilaku
[sunting | sunting sumber]Makanan dara-laut arktik bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu, tetapi umumnya bersifat karnivor. Dalam banyak kasus, mereka mengonsumsi ikan kecil atau krustasea laut.[13][25] Spesies ikan merupakan komponen terpenting dalam diet mereka, menyumbang lebih banyak biomassa yang dikonsumsi dibandingkan jenis makanan lainnya. Mangsa utama terdiri dari spesies ikan gerombol yang masih muda (berusia 1–2 tahun) seperti ikan haring, ikan kod, ikan pasir, dan ikan kapelin.[14] Di antara krustasea laut yang dimangsa meliputi amfipoda, kepiting, dan krill. Terkadang, burung-burung ini juga memakan moluska, cacing laut, atau buah beri. Mereka juga memangsa serangga ketika berada di tempat pembiakan utara.[35]
Dara-laut arktik terkadang menyambar permukaan air untuk menangkap mangsa yang berada dekat permukaan. Mereka juga kerap mengejar serangga di udara selama musim berbiak.[35] Diduga pula bahwa meskipun berukuran kecil, dara-laut arktik sesekali melakukan kleptoparasitisme dengan menukik ke arah burung lain untuk mengejutkan mereka agar melepaskan tangkapannya.[35] Beberapa spesies yang menjadi target antara lain sesama jenisnya (konspesifik), dara-laut lain (seperti dara-laut biasa), serta beberapa spesies alka dan titihan.[27]
Saat bersarang, dara-laut arktik rentan terhadap predasi oleh kucing dan hewan lainnya.[13] Selain menjadi kompetitor dalam perebutan lokasi sarang, camar hering amerika yang berukuran lebih besar sering mencuri telur dan anak yang baru menetas. Penyamaran warna telur serta lokasi bersarang yang terisolasi membantu mencegah hal ini.[37] Para ilmuwan telah bereksperimen dengan memasang bilah-bilah bambu di sekitar sarang dara-laut. Meskipun ditemukan lebih sedikit upaya predasi di area yang dipasangi bambu dibandingkan dengan area kontrol, pemasangan bambu tersebut tidak mengurangi probabilitas keberhasilan predasi dalam setiap percobaannya.[41] Saat sedang mencari makan, burung skua, camar, dan spesies dara-laut lainnya sering kali mengganggu dan merampas makanan mereka.[42]
- Individu dewasa saat terbang
- Membawa seekor belut
- Melayang dengan makanan di atas sarang
- Mempertahankan keturunannya
- Anakan burung saat terbang
Status konservasi
[sunting | sunting sumber]Total populasi dara-laut arktik diperkirakan mencapai lebih dari dua juta individu, dengan lebih dari separuh populasi tersebut terkonsentrasi di Eropa. Mengingat sebaran pembiakannya yang sangat luas, meskipun populasinya dianggap sedang mengalami penurunan, spesies ini dievaluasi sebagai spesies berisiko rendah oleh IUCN.[1] Dara-laut arktik termasuk dalam daftar spesies yang dilindungi di bawah Perjanjian Konservasi Burung Air Migran Afrika-Eurasia (AEWA).[43]
Populasi di New England sempat merosot pada akhir abad ke-19 akibat perburuan untuk perdagangan busana topi (millinery).[27] Eksploitasi serupa masih terus berlangsung di Greenland bagian barat, di mana jumlah populasi spesies ini telah berkurang drastis sejak tahun 1950.[44] Di Islandia, sejak tahun 2018, status dara-laut arktik telah dinaikkan secara regional menjadi Rentan, dipicu oleh anjloknya stok ikan pasir (Ammodytes spp.).[45]
Di bagian selatan rentang habitatnya, jumlah dara-laut arktik terus mengalami penyusutan, yang sebagian besar diakibatkan oleh kelangkaan sumber makanan.[26] Walaupun demikian, sebagian besar wilayah jangkauan burung ini berada di lokasi yang sangat terpencil, sehingga tidak menunjukkan tren penurunan yang nyata pada spesies ini secara keseluruhan.[35] Pola penyebaran dara-laut arktik dipengaruhi oleh perubahan kondisi iklim,[46] dan kemampuannya untuk mencari makan di wilayah musim dingin Antarktika sangat bergantung pada tutupan es laut. Namun, berbeda dengan spesies pembiak menetap, burung ini mampu berpindah ke wilayah lain jika diperlukan, sehingga dapat dijadikan sebagai variabel kontrol untuk menyelidiki dampak perubahan iklim terhadap spesies-spesies yang berbiak di sana.[47]
Dalam budaya
[sunting | sunting sumber]Dara-laut arktik telah menghiasi berbagai perangko dari sejumlah negara dan wilayah dependen. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Åland, Alderney, dan Kepulauan Faroe. Adapun negara-negara yang menerbitkannya mencakup Kanada, Finlandia, Islandia, dan Kuba.[48]
Dara-laut arktik muncul secara ikonik dalam sebuah sketsa di acara televisi komedi improvisasi Whose Line Is It Anyway? yang melibatkan Colin Mochrie dan Ryan Stiles.[49]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 BirdLife International (2018). "Sterna paradisaea". 2018 e.T22694629A132065195. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22694629A132065195.en. ;
- ↑ "Arctic Tern — BirdLife Species Factsheet". birdlife.org. BirdLife International. Diakses tanggal 17 Agustus 2006.
- ↑ "Daftar spesies burung di Indonesia". Burung Indonesia. Diakses tanggal 10 Maret 2026.
- 1 2 3 Svensson, Lars; Mullarney, Killian; Zetterstroem, Dan (2023-03-16). Collins Bird Guide. William Collins. hlm. 208. ISBN 978-0-00-854746-2.
- ↑ "Arctic Tern". All About Birds. Cornell Lab of Ornithology.
- 1 2 "Arctic Tern". BTO. Diakses tanggal 2025-09-24.
- ↑ "Sterna". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. (Subscription or participating institution membership required.)
- ↑ Jobling, James A. (2010). The Helm Dictionary of Scientific Bird Names. London: Christopher Helm. hlm. 291. ISBN 978-1-4081-2501-4.
- ↑ SND: Pictarnie Diarsipkan 30 Mei 2013 di Wayback Machine.
- ↑ SND: tarrock Diarsipkan 30 Mei 2013 di Wayback Machine.
- ↑ Hume, Rob (1993). The Common Tern. Hamlyn. hlm. 12–13. ISBN 978-0-540-01266-4.
- ↑ Cocker, Mark; Mabey, Richard (2005). Birds Britannica. London: Chatto & Windus. hlm. 246–247. ISBN 0-7011-6907-9.
- 1 2 3 "Arctic tern". Royal Society for the Protection of Birds. Diakses tanggal 17 Agustus 2006.
- 1 2 3 Cramp, S., ed. (1985). Birds of the Western Palearctic. Oxford University Press. hlm. 87–100. ISBN 0-19-857507-6.
- ↑ Heavisides, A.; Hodgson, M.S.; Kerr, I. (1983). Birds in Northumbria 1982. Tyneside Bird Club.
- ↑ "Birds of Nova Scotia: Arctic Tern". Nova Scotia Museum of Natural History. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Agustus 2006. Diakses tanggal 22 Agustus 2006.
- ↑ Egevang, Carsten; Stenhouse, Iain J.; Phillips, Richard A.; Petersen, Aevar; Fox, James W.; Silk, Janet R. D. (2010). "Tracking of Arctic terns Sterna paradisaea reveals longest animal migration". Proceedings of the National Academy of Sciences. 107 (5): 2078–2081. Bibcode:2010PNAS..107.2078E. doi:10.1073/pnas.0909493107. PMC 2836663. PMID 20080662.
- ↑ Doyle, Alister (11 Januari 2010). "Arctic terns' flying feat". Reuters. Oslo. Diakses tanggal 20 Januari 2010.
- ↑ Inman, Mason (12 Januari 2010). "World's Longest Migration Found--2X Longer Than Thought". National Geographic Society. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Januari 2010. Diakses tanggal 19 Agustus 2016.
- ↑ Fijn, R.C.; Hiemstra, D.; Phillips, R.A.; van der Winden, J. (2013). "Arctic Terns Sterna paradisaea from the Netherlands migrate record distances across three oceans to Wilkes Land, East Antarctica". Ardea. 101: 3–12. doi:10.5253/078.101.0102. S2CID 84699518.
- ↑ "Dutch Arctic Terns migrating to Antarctica via Australia". BirdGuides.com. BirdGuides. 30 Mei 2013.
- ↑ BBC News (7 Juni 2016). "Arctic tern in record-breaking migration from Farne Islands". BBC. Diakses tanggal 2025-09-24.
- ↑ "Arctic Terns". Newcastle University. 2019-03-25. Diakses tanggal 2025-09-24.
- ↑ Redfern, Chris; Bevan, Richard M. (2020). "Use of sea ice by arctic terns Sterna paradisaea in Antarctica and impacts of climate change". Journal of Avian Biology. 51 (2) jav.02318. doi:10.1111/jav.02318. Diakses tanggal 24 September 2025.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Del Hoyo, Josep; Elliott, Andrew; Sargatal, Jordi, ed. (1996). Handbook of the Birds of the World. Vol. 3. Barcelona: Lynx Edicions. hlm. 653. ISBN 84-87334-20-2.
- 1 2 Howell, Steve N.G.; Jaramillo, Alvaro (2006). Alderfer, Jonathan (ed.). National Geographic Complete Birds of North America. National Geographic Society. hlm. 272–273. ISBN 0-7922-4175-4.
- 1 2 3 4 5 Hatch, J.J. (2002). Poole, A.; Gill, F. (ed.). Arctic Tern (Sterna paradisaea). Philadelphia, PA.: The Birds of North America. hlm. 707.
- ↑ Olson, Klaus Malling; Larsson, Hans (1995). Terns of Europe and North America. Princeton University Press. ISBN 0-7136-4056-1.
- ↑ Bridge, E.S.; Jones, A.W.; Baker, A.J. (2005). "A phylogenetic framework for the terns (Sternini) inferred from mtDNA sequences: implications for taxonomy and plumage evolution" (PDF). Molecular Phylogenetics and Evolution. 35 (2): 459–469. Bibcode:2005MolPE..35..459B. doi:10.1016/j.ympev.2004.12.010. PMID 15804415. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 Juli 2006. Diakses tanggal 7 September 2006.
- ↑ Kaufman, Kenn (1990). "chapter 18". Peterson Field Guides: Advanced Birding. Houghton Mifflin. hlm. 135. ISBN 0-395-53517-4.
- ↑ Hawksley, Oscar (1957). "Ecology of a breeding population of Arctic Terns" (PDF). Bird Banding. 28 (2): 57–92. doi:10.2307/4510623. JSTOR 4510623.
- ↑ Perrins (2003), hlmn. 267
- 1 2 3 Perrins (2003), hlmn. 268
- ↑ "Arctic Bird Attack - Nat Geo WILD". Diarsipkan dari asli tanggal 27 November 2016. Diakses tanggal 2016-11-26.
- 1 2 3 4 5 Kaufman, Kenn (1996). Lives of North American birds. Houghton Mifflin. hlm. 260. ISBN 0-395-77017-3.
- ↑ Klaassen, M.; Bech, C.; Masman, D.; Slagsvold, G. (1989). "Growth and energetics of Arctic tern chicks (Sterna paradisaea)" (PDF). Auk. 106: 240–248. Diakses tanggal 1 September 2006.
- 1 2 Perrins (2003), hlmn. 269
- ↑ National Audubon Society. "Arctic Tern (Sterna paradisaea)". Diarsipkan dari asli tanggal 15 Juni 2006. Diakses tanggal 1 September 2006.
- ↑ Schreiber, Elizabeth A.; Burger, Joanne, ed. (2001). Biology of Marine Birds. Boca Raton: CRC Press. ISBN 0-8493-9882-7.
- ↑ Cullen, J.M. (1957). "Plumage, age and mortality in the Arctic Tern". Bird Study. 4 (4): 197–207. Bibcode:1957BirdS...4..197C. doi:10.1080/00063655709475891.
- ↑ Boothby, Claire; Redfern, Chris; Schroeder, Julia (2019). "An evaluation of canes as a management technique to reduce predation by gulls of ground-nesting seabirds". Ibis (dalam bahasa Inggris). 161 (2): 453–458. doi:10.1111/ibi.12702. hdl:10044/1/66825. ISSN 1474-919X. S2CID 92479448.
- ↑ Perrins (2003), hlmn. 271
- ↑ AEWA. "African Eurasian Waterbird Agreement Annex II: Species list". Diarsipkan dari asli tanggal 1 Januari 2006. Diakses tanggal 17 Agustus 2006.
- ↑ Hansen, K. (2001). "Threats to Wildlife in Greenland" (PDF). Seabird Group Newsletter. 89: 1–2.
- ↑ Skarphéðinsson, Kristinn Haukur (Oktober 2018). "Kría (Sterna paradisaea)" [Arctic Tern] (dalam bahasa Islandia). Icelandic Institute of Natural History. Diarsipkan dari asli tanggal 22 April 2019. Diakses tanggal 22 April 2019.
- ↑ Møller, A. P.; Flensted-Jensen, E.; Mardal, W. (2006). "Dispersal and climate change: a case study of the Arctic tern Sterna paradisaea". Global Change Biology (dalam bahasa Inggris). 12 (10): 2005–2013. Bibcode:2006GCBio..12.2005M. doi:10.1111/j.1365-2486.2006.01216.x. ISSN 1365-2486. S2CID 73693946.
- ↑ Redfern, Chris P. F.; Bevan, Richard M. (2020). "Use of sea ice by Arctic terns Sterna paradisaea in Antarctica and impacts of climate change". Journal of Avian Biology (dalam bahasa Inggris). 51 (2) jav.02318. doi:10.1111/jav.02318. S2CID 209604345.
- ↑ Gibbons, Chris. "Arctic Tern stamps". Diarsipkan dari versi asli pada 28 September 2006. Diakses tanggal 24 Agustus 2006.
- ↑ Lasater, Hope (15 Juli 2021). "29 "Whose Line Is It Anyway?" Moments That Are Funnier Than They Have Any Right To Be". BuzzFeed. Diakses tanggal 28 Mei 2024.
Bibliografi
[sunting | sunting sumber]- Perrins, Christopher, ed. (2003). Firefly Encyclopedia of Birds. Buffalo, N.Y.: Firefly Books. ISBN 978-1-55297-777-4. OCLC 51922852.
Bacaan lanjutan
[sunting | sunting sumber]- Harrison, Peter (2003). Seabirds of the World: A Photographic Guide. Princeton, N.J.: Princeton University Press. ISBN 978-0-691-01551-4. OCLC 487925419.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Arctic tern – Species text in The Atlas of Southern African Birds
- Video, foto, dan suara dara-laut arktik di Internet Bird Collection
- Gambar-gambar dara-laut arktik di ARKive
- Galeri foto Dara-laut arktik di VIREO (Drexel University)
- Rekaman suara dara-laut arktik di Xeno-canto.