Daftar frasa pikat politik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Berikut adalah daftar frasa pikat politik, yaitu pernyataan-pernyataan terkenal yang pernah dilontarkan berbagai tokoh politik. Ini tidak sama dengan slogan politik.

Amerika Serikat[sunting | sunting sumber]

Britania Raya[sunting | sunting sumber]

Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • "Gitu aja kok repot?"—Semboyan yang dipopulerkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid.
  • "Bersama kita bisa."—Slogan Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilu presiden 2004.
  • "Lanjutkan!"—Slogan kampanye pencalonan diri Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilu presiden 2009.
  • "Lebih Cepat Lebih Baik"—Slogan kampanye Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pemilu presiden 2009, menyindir kelambanan Yudhoyono.
  • "Serahkan pada ahlinya."—Slogan kampanye Fauzi Bowo pada pemilu Gubernur DKI Jakarta 2007.
  • "Semua bisa diatur."—Slogan populer Wakil Presiden Adam Malik.
  • "Merdeka! Merdeka! Merdeka!"—Megawati Sukarnoputri, mengutip kata-kata ayahnya, Soekarno.
  • "Ganyang Malaysia!"—Slogan anti neo-kolonial Soekarno yang populer dan masih menjadi kebijakan terkenal di kalangan rakyat Indonesia untuk menganeksasi negara boneka Britania, Malaysia, terutama pada masa-masa konflik Malaysia-Indonesia.
  • "Marhaeni" dan "Marhaenisme"—Ideologi Soekarno yang menentang penindasan manusia atas manusia.
  • "I henceforth proclaim Trikora."—Soekarno saat berpidato di PBB dan menjadi slogan yang umum dilontarkan ketika membicarakan masalah-masalah kebangsaan.

Kekaisaran Romawi[sunting | sunting sumber]

  • Veni, vidi, vici / "Aku datang, aku lihat, aku menang"—Ditulis oleh Julius Caesar pada tahun 47 SM sebagai komentar terhadap perang singkat yang dialaminya melawan Pharnaces II dari Pontus di kota Zela.

Republik Rakyat Tiongkok[sunting | sunting sumber]

  • "我这里准备了一百口棺材,九十九口留给贪官,一口留给自己!" / "Aku telah menyiapkan 100 peti mati. 99 untuk pejabat yang korup dan 1 untuk diriku sendiri."—Zhu Rongji, Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok 1998–2003.[17]
  • "不管白猫黑猫,逮住老鼠就是好猫。" / "Tidak penting apakah dia kucing putih atau hitam; selama dia masih bisa menangkap tikus, dia kucing yang hebat."—Deng Xiaoping berbicara tentang liberalisasi ekonomi.[18]

Vatikan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]