Lompat ke isi

Daftar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Petahana
Haedar Nashir

sejak 6 Agustus 2015
Masa jabatan
  • 1 tahun (1912–1941)
  • 3 tahun (1950–1978)
  • 5 tahun (sejak 1985)
DibentukNovember 18, 1912; 113 tahun lalu (1912-11-18)
Pejabat pertamaAhmad Dahlan
Situs webSitus web resmi

Berikut ini adalah daftar orang yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.[1]

No. Potret Ketua Umum Usia saat terpilih Menjabat Waktu menjabat Musyawarah Pemilihan Ref.
1 Ahmad Dahlan
(1868–1923)
44 tahun, 109 hari 18 November 1912

23 Februari 1923
10 tahun, 97 hari Algemene Vergadering I
(Yogyakarta, 1912)
Algemene Vergadering II
(Yogyakarta)
Algemene Vergadering III
(Yogyakarta)
Algemene Vergadering IV
(Yogyakarta)
Algemene Vergadering V
(Yogyakarta)
Algemene Vergadering VI
(Yogyakarta)
Algemene Vergadering VII
(Yogyakarta)
Algemene Vergadering VIII
(Yogyakarta)
Algemene Vergadering IX
(Yogyakarta)
Algemene Vergadering X
(Yogyakarta)
Jaarvergadering XI
(Yogyakarta, 1922)
2 Ibrahim
(1874–1932)
48 tahun, 292 hari 23 Februari 1923

1924
10–11 tahun Perkumpulan Tahunan XII
(Yogyakarta, 1923)
1924

1925
Kongres XIII
(Yogyakarta, 1924)
1925

1926
Kongres XIV
(Yogyakarta, 1925)
1926

1927
Kongres XV
(Surabaya, 1926)
1927

1928
Kongres XVI
(Pekalongan, 1927)
1928

1929
Kongres XVII
(Yogyakarta, 1928)
1929

1930
Kongres XVIII
(Padang, 1929)
1930

Mei 1931
Kongres XIX
(Surakarta, 1930)
Mei 1931

1932
Kongres XX
(Yogyakarta, 1931)
1932

1933
Kongres XXI
(Makassar, 1932)
1933

1934
Kongres XXII
(Semarang, 1933)
3 Hisjam
(1883–1945)
1934

1935
2–3 tahun Kongres XXIII
(Yogyakarta, 1934)
1935

1936
Kongres XXIV
(Banjarmasin, 1935)
1936

1937
Kongres XXV
(Batavia, 1936)
4 Mansur
(1896–1946)
1937

1938
4–5 tahun Kongres XXVI[a]
(Yogyakarta, 1937)
1938

1939
Kongres XXVII
(Malang, 1938)
1939

1940
Kongres XXVIII
(Medan, 1939)
1940

Desember 1941
Kongres XXIX
(Yogyakarta, 1940)
Desember 1941

1942
Kongres XXX
(Purwokerto, 1941)
5 Bagus Hadikusumo
(1890–1954)
1942

1944
8–9 tahun Fait Accompli
(Yogyakarta, 1942)
1944

1946
Kongres Darurat
(Yogyakarta, 1944)
1946

1950
Kongres Darurat
(Yogyakarta, 1946)
1950

4 November 1953
Muktamar XXXI
(Yogyakarta, 1950)
6 Ahmad Rasyid Sutan Mansur
(1895–1985)
57 tahun, 324 hari 4 November 1953

1956
5 tahun, 141 hari Muktamar XXXII[b]
(Purwokerto, 1953)
1956

25 Maret 1959
Muktamar XXXIII
(Yogyakarta, 1956)
7 Muhammad Yunus Anis
(1903–1979)
55 tahun, 326 hari 25 Maret 1959

November 1962
2–3 tahun Muktamar XXXII
(Palembang, 1959)
8 Ahmad Badawi
(1902–1969)
November 1962

25 Juli 1965
5–6 tahun Muktamar XXXV
(Jakarta, 1962)
63 tahun, 170 hari 25 Juli 1965

26 September 1968
Muktamar XXXVI
(Bandung, 1965)
[4]
9 Fakih Usman
(1904–1968)
64 tahun, 208 hari 26 September 1968

3 Oktober 1968
7 hari Muktamar XXXVII
(Palembang, 1968)
[5][6]
10 Abdur Rozaq Fachruddin
(1915–1995)
53 tahun, 232 hari 3 Oktober 1968

1969
22 tahun, 77 hari Fait Accompli
(Palembang, 1968)
1969

1971
Sidang Tanwir
(Ponorogo, 1969)
1971

Januari 1975
Muktamar XXXVIII
(Ujung Pandang, 1971)
Januari 1975

30 Juni 1978
Muktamar XXXIX
(Padang, 1974)
[7]
63 tahun, 136 hari 30 Juni 1978

11 Desember 1985
Muktamar XL
(Surabaya, 1978)
[8]
70 tahun, 300 hari 11 Desember 1985

19 Desember 1990
Muktamar XLI
(Surakarta, 1985)
11 Ahmad Azhar Basyir
(1928–1994)
62 tahun, 28 hari 19 Desember 1990

28 Juni 1994
3 tahun, 191 hari Muktamar XLII
(Yogyakarta, 1990)
997 suara [9][10]
12 Muhammad Amien Rais
(lahir 1944)
50 tahun, 63 hari 28 Juni 1994

10 Juli 1995
1 tahun, 12 hari Fait Accompli
(Yogyakarta, 1994)
51 tahun, 75 hari 10 Juli 1995

1998
Muktamar XLIII
(Banda Aceh, 1933)
1.245 / 1.381(90%)
[2][11]
[12][13]
Ahmad Syafi'i Ma'arif
(Pelaksana Tugas)
(1935–2022)
63 tahun, 83 hari 22 Agustus 1998

Juli 2000
6 tahun, 319 hari Sidang Tanwir dan Rapat Pleno
(Banda Aceh, 1953)
[14]
13 Ahmad Syafi'i Ma'arif
(1935–2022)
Juli 2000

7 Juli 2005
Muktamar XLIV
(Jakarta, 2000)
14 Muhammad Sirajuddin Syamsuddin
(lahir 1958)
46 tahun, 310 hari 7 Juli 2005

7 Juli 2010
10 tahun, 30 hari Muktamar XLV
(Malang, 2005)
[15]
51 tahun, 310 hari 7 Juli 2010

6 Agustus 2015
Muktamar XLVI
(Yogyakarta, 2010)
1.915 / 2.223(86%)
[16][17]
15 Haedar Nashir
(lahir 1958)
57 tahun, 162 hari 6 Agustus 2015

20 November 2022
10 tahun, 249 hari Muktamar XLVII
(Makassar, 2015)
1.947 / 2.568(76%)
[18]
64 tahun, 268 hari 20 November 2022

sekarang
Muktamar XLVIII[c]
(Surakarta, 2022)
2.203 / 2.719(81%)
[20]

Pengganti sementara

[sunting | sunting sumber]
Potret Pejabat Awal Akhir Masa jabatan Ketua definitif
Mohammad Rasjidi
(Pemangku Jabatan)
(1915–2001)
2 Oktober 1968 3 Oktober 1968 1 hari Fakih Usman
1968
Abdur Rozaq Fachruddin
(Pemangku Jabatan)
(1915–1995)
2 Oktober 1968 3 Oktober 1968 1 hari

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Permusyarawatan dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dari Masa ke Masa". Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Diakses tanggal 9 Februari 2019.[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 3 M., Achmad Zaenal (1995-01-09). "Muhammadiyah Dalam Tradisi Kepemimpinan". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. hlm. 4. Diakses tanggal 2025-06-06.
  3. Abdurrahman, Muhammad Nur (2015-08-04). "Di Muktamar Muhammadiyah 1953, Tidak Ada Calon yang Mau Jadi Ketua". Detik.com. Diakses tanggal 2025-06-06.
  4. Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-36 di Bandung. Yogyakarta: Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 1966. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. Muktamar Muhammadiyah ke-37 di Yogyakarta. Yogyakarta: Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. "Muktamar Ke-37 Yogyakarta, Muktamar Pertama Aisyiyah sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah". Suara Aisyiyah. 12 Agustus 2022. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
  7. Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-39 di Padang. Yogyakarta: Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 1974. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. "Muhammadiyah, Tumben Meriah". Tempo.co. 8 Juli 1978. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
  9. "Muktamar,persatuan, dan pertarungan". Tempo.co. 22 Desember 1990. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
  10. "Azhar Basyir Ketua Muhammadiyah". Bali Post. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1990-12-20. hlm. 1. Diakses tanggal 2025-06-06.
  11. "H. M. Amien Rais Raih Suara Terbanyak". Analisa. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1995-07-10. hlm. 1. Diakses tanggal 2025-06-07.
  12. "Suksesnya Muktamar Ke-43 Muhammadiyah". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1995-07-12. hlm. 4. Diakses tanggal 2025-06-06.
  13. "Amien Rais Memimpin Muhammadiyah Di Jaman Penuh Kegalauan Nilai-nilai". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1995-07-13. hlm. 12. Diakses tanggal 2025-06-06.
  14. 1 Abad Muhammadiyah: Gagasan Pembaruan Sosial Keagamaan. Penerbit Buku Kompas. 2010. hlm. 315. Diakses tanggal 2023-07-03. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. "Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2010". detikcom. Malang. 7 Juli 2005. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
  16. Niam, Mukafi (6 Juli 2010). "Din Syamsuddin Berpeluang Pimpin Kembali Muhammadiyah". Nahdlatul Ulama Online. Jakarta. Diakses tanggal 7 Juni 2025.
  17. "Din Syamsuddin Kembali Jadi Ketua Umum PP Muhammadiyah 2010-2015". detikcom. Yogyakarta. 7 Juli 2010. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
  18. Mukti, Hafizd (6 Agustus 2015). "Haedar Nasir Terpilih Pimpin Muhammadiyah Periode 2015-2020". CNN Indonesia. Jakarta. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
  19. Nantika Jelita, Insi (19 Juli 2020). "Dampak Korona, Muktamar Muhammadiyah Diundur 2022". Media Indonesia. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
  20. Zamani, Labib (20 November 2022). Angga Rusiana, Dita (ed.). "Haedar Nashir Kembali Terpilih Jadi Ketua PP Muhammadiyah". Kompas.com. Sukoharjo. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
Catatan
  1. Pascapemungutan suara, alhasil Muhammad Yunus Anis dinyatakan unggul di atas para kandidat yang ada. Namun, Yunus memutuskan menyerahkan posisi ketua umum kepada pemenang kedua pada pemungutan suara tersebut, yakni Mas Mansur.[2]
  2. Dari 9 nama kandidat yang dinominasikan oleh muktamarin masing-masing menyatakan tidak bersedia untuk menjabat sebagai ketua umum. Pada akhirnya, beberapa fungsionaris Muhammadiyah pusat diutus untuk menemui Konsul Muhammadiyah Minangkabau, Ahmad Rasyid Sutan Mansur di kediamannya, Sungai Batang, Agam, Sumatra Barat, dengan maksud memberi mandat kepadanya.[2][3]
  3. Muktamar XLVIII sebelumnya dijadwalkan pada 2020. Namun, muktamar tidak efektif untuk dilaksanakan mengingat adanya Pandemi Covid-19 yang membuatnya diundur dalam dua tahun.[19]