Daeng Kanduruan Ardiwinata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Daeng Kanduruan Ardiwinata
PekerjaanSastrawan, Sastrawan Sunda, Budayawan,
KebangsaanIndonesia
KewarganegaraanIndonesia
Aliran sastraNovel
TemaSastra Indonesia, Sastra Sunda
PenghargaanOrder of Orange-Nassau
Anak
  • Daeng Muhammad Ardiwinata
  • Daeng Abdul Manan Ardiwinata
  • Daeng Enin Ardiwinata

Daeng Kanduruan Ardiwinata adalah seorang Nasionalis, Agamis, dan Sastrawan Sunda. Ia merupakan seorang guru bahasa, ahli bahasa, pendiri dan Ketua Paguyuban Pasundan, serta Redaktur Balai Pustaka.[1] Walaupun ayahnya keturunan Bugis, tetapi hal itu tidak membatasi kecintaannya pada sastra Sunda. Ia pengarang roman pertama dalam bahasa Sunda.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Daeng Kanduruan lahir di Bandung pada tahun 1866 dan meninggal di Tasikmalaya pada tahun 1947. Ayahnya yang bernama Baso Daeng Passau alias Daeng Sulaeman merupakan suku Bugis.

Organisasi, Pekerjaan, dan Paguyuban Pasundan[sunting | sunting sumber]

Sebagai Hoofdredacteur bij de Commissie van de Volkslectuur (Editor in Chief).

Pagoejoeban Pasoendan[sunting | sunting sumber]

Paguyuban Pasundan didirikan atas inisiatif para siswa STOVIA asal sunda yang bertujuan menyejahterakan masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di Jawa Barat. Pada awal berdirinya, Paguyuban Pasundan dipimpin oleh Mas Dayat tak lama kemudian menyerahkan pimpinan kepada Daeng Kanduruan Ardiwinata, sebagai Ketua, dan R. Iskandar Brata sebagai Sekretaris I.[2] Dipilihnya Daeng Kandoeroean sebagai ketua menunjukkan organisasi yang didirikan pada tahun 1913 ini tidak ekslusif milik orang Sunda, karena Daeng sendiri memiliki darah Bugis.[3]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • "Ridder In De Orde Van Orange Nassau" oleh Pemerintah Kerajaan Belanda atas prestasi di bidang sastra.

Karya[sunting | sunting sumber]

  1. Tatakrama oerang Soenda, 1910.[4]
  2. Baruang ka nu ngarora, 1966.[5]
  3. Tata bahasa Sunda.[6]
  4. Dongeng-dongeng Soenda, 1910.[7]
  5. Tri wangsa, 1921.[8]
  6. Soendaasch spel- en leesboekje, 1926.[9]
  7. Serat sabda rahajoe, 1911.[10]
  8. Sakola noe lolong di Bandoeng djeung kasakit njĕri mata anoe matak lolong.[11]
  9. Pemimpin bagi orang jang hendak memilih pentjaharian.[12]
  10. Dari hal pertanaman teboe dan fabriek goela: terkoetip dari karangganja toean Mr. A. Neijtzell de Wilde, leeraar disekolah hakim, 1912.[13]
  11. Pemerintahan Nederland dengan Hindia: terkoetip dari boekoe-boekoe wet dan lainnja, 1913.[14]

Kultur populer[sunting | sunting sumber]

  • Buku berjudul Daeng Kanduruan Ardiwinata, sastrawan Sunda ditulis oleh Tini Kartini dan diterbitkan pada tahun 1979 oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.[15]

Referensi[sunting | sunting sumber]