Coturnix japonica
| Coturnix japonica | |
|---|---|
| Status konservasi | |
| Hampir terancam | |
| IUCN | 22678949 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Galliformes |
| Famili | Phasianidae |
| Genus | Coturnix |
| Spesies | Coturnix japonica Temminck dan Schlegel, 1849 |
Puyuh jepang (Coturnix japonica) atau juga dikenal sebagai puyuh coturnix adalah spesies puyuh Dunia Lama yang ditemukan di Asia Timur. Pada awalnya, burung ini dianggap sebagai subspesies puyuh biasa, tapi kini dianggap sebagai spesies terpisah. Di tempat-tempat mereka ditemukan, spesies ini melimpah di sebagian besar wilayahnya. Burung puyuh jepang tersebar di Jepang, Korea, Tiongkok, serta Rusia dan India.[1][2]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Burung ini bisa tumbuh mencapai ukuran 14-16 cm dengan berat 100-160 gram.[1] EBird mendeskripsikan spesies puyuh ini sebagai "burung yang terlihat padat, berwarna samar, dan sangat pemalu ini hidup di area berumput, termasuk padang rumput alami dan beberapa lahan pertanian, di mana ia tetap tersembunyi dari pandangan di tanah kecuali jika diburu dari jarak dekat. Kedua jenis kelamin berwarna cokelat secara keseluruhan dengan wajah pucat, alis putih panjang, serta bintik-bintik dan garis-garis halus di punggung dan dada. Burung jantan yang sedang berkembang biak memiliki wajah dan tenggorokan berwarna cokelat kemerahan. Bersuara terutama selama musim kawin; burung jantan mengeluarkan kicauan tiga nada yang kering dan meledak-ledak dari tempat persembunyian."[3]
Habitat
[sunting | sunting sumber]Burung puyuh ini terlihat di padang rumput, pinggir sungai, atau di persawahan.[4]
Perkembangbiakan
[sunting | sunting sumber]Seperti puyuh lainnya, mereka bertelur satu butir per hari dengan 7-14 butir per sarang. Rata-rata ukuran telur adalah 29,8 x 21,5 mm dan berat 7,6 gram. Waktu inkubasinya adalah sekitar 19-20 hari. Di Jepang, ukuran sarang adalah 5-8 butir telur, sedangkan di Rusia, ukuran sarang adalah 5-9 butir telur. Anak burung dianggap dewasa dan dapat kawin setelah berusia empat minggu.
Musim kawin bervariasi tergantung lokasi. Di Rusia, musim kawin dimulai pada akhir April dan berlanjut hingga awal Agustus. Di Jepang, mereka mulai bersarang pada akhir Mei dan biasanya berakhir sekitar Agustus. Pada kejadian langka, telur dapat ditemukan di sarang pada bulan September.[4]
Ancaman
[sunting | sunting sumber]Puyuh jepang mengalami penurunan populasi yang cepat, melebihi 30%, sebagian besar disebabkan oleh perburuan yang meluas di Jepang. Penurunan ini telah melambat secara signifikan sejak spesies ini dilindungi dari perburuan, tetapi penurunan sebesar 10-29% diduga disebabkan oleh dampak perburuan yang berkelanjutan, degradasi habitat, dan perubahan iklim. Sehingga, spesies ini terdaftar sebagai spesies mendekati terancam di IUCN.[5]
Daftar rujukan
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Japanese Quail (Coturnix japonica) Dimensions & Drawings | Dimensions.com". www.dimensions.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.
- ↑ "Quail Genetics | Pips 'N Chicks". Pips 'N Chicks (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.
- ↑ "Japanese Quail - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-04. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- 1 2 "Coturnix japonica (Japanese quail) | INFORMATION | Animal Diversity Web". animaldiversity.org. Diakses tanggal 2025-11-04.
- ↑ "Japanese Quail Coturnix Japonica Species Factsheet". BirdLife DataZone (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.