Control Panel Hosting

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Control panel hosting adalah sebuah software atau alat yang disediakan oleh penyedia layanan web hosting yang bertujuan untuk mempermudah dalam mengelola, mengatur, mengoperasikan, dan menjalankan segala kebutuhan website. Dengan menggunakan control panel hosting ini user akan lebih mudah dalam berbagai pengaturan sistem admin website yang bisa dilakukan dengan mudah tinggal klik pada icon interface yang ada dan instal. Jika dilakukan secara manual tanpa panel ini akan sangat susah karena harus mengetahui teknis tingkat lanjut dan juga mengetahui struktur kode dalam pengelolaan website.

Fungsi Control Panel Hosting[sunting | sunting sumber]

Fungsi utama dari control panel hosting ini adalah membantu user web hosting untuk mengatur, menjalankan dan mengelola berbagai fasilitas yang ada pada layanan web hosting untuk keperluan websitenya. Tentunya akan ada banyak fungsi utama dari control panel ini sebagai berikut:

  1. Manajemen Domain, Pengaturan, registrasi, dan transfer nama domain
  2. Pengecekan Statistic Pengunjung Website
  3. Melakukan Instalasi Aplikasi
  4. Pengelolaan email address
  5. Melakukan Backup Data
  6. Monitor performa server
  7. Manajemen Database
  8. Manajemen File
  9. Melakukan FTP

Contoh Control Panel Hosting Populer[sunting | sunting sumber]

1. cPanel[sunting | sunting sumber]

Saat ini yang control panel yang paling populer adalah cPanel dengan pengguna yang besar. Control panel yang berbasis Unix/Linux ini hanya tersedia pada sistem operasi Linux. Dari segi tampilan atau antarmuka yang ada akan memudahkan melakukan konfigurasi atau setting dengan mudah dan cepat juga sangat cocok untuk pemula karena dari menu yang tersedia akan langsung mudah untuk dipahami fungsinya. Karena kemudahannya inilah tak heran jika banyak orang menobatkan sebagai control panel paling populer saat ini.

Ada banyak fitur dan menu yang bisa Anda gunakan untuk melakukan pengaturan nama domain, transfer, dan registrasi, fitur keamanan mulai dari pemblokir IP sampai proteksi leech, melakukan monitor performa server, file manager dan FTP users creation, manajemen email, backup dan lain sebagainya.

Fitur-fitur dari cPanel[sunting | sunting sumber]

  • File Manager
  • Bandwidth
  • Disk Space Usage
  • Backups
  • FTP Accounts
  • TP Session Control
  • MySQL Databases
  • Remote MySQL

2. Plesk[sunting | sunting sumber]

Nah control panel yang satu ini mirip dengan cPanel yang mudah digunakan juga bahkan untuk instalasi WordPres hampir sama dengan cPanel tinggal klik dan instal. Dari segi interface juga sederhana dan mudah digunakan bahkan tool yang tersedia untuk pemula pun tidak akan kebingungan untuk menggunakannya. Yang paling unik dari control panel Plesk ini adalah adanya level atau tingkatan pengguna yaitu level 1-4 di mana setiap tingkat memiliki menunya sendiri seperti Administrator, Domain Owner, Client/Reseller dan Mail User.

Fitur-fitur dari Plesk[sunting | sunting sumber]

  • Membuat akun FTP
  • Mengelola dan membuat akun email
  • Mengelola database MySQL dan PsotgreSQL
  • Menambahkan domain dan subdomain
  • Restore dan Backup data
  • Mengelola DNS dan lain sebagainya

3. DirectAdmin[sunting | sunting sumber]

DirectAdmin yaitu software control panel yang dirilis tanggal 1 Maret 2003 di Kanada. Hingga saat ini control panel yang satu ini tidak kalah populernya dengan hosting panel yang lain, meskipun masih belum bisa menyaingi kepopuleran hosting panel sebelumnya. Sama halnya dengan cPanel yang berjalan di sistem operasi Linux. Dari segi interface tampilan hampir sama dengan cPanel dan Plesk namun dari menu yang tersedia tidak selengkap cPanel. Disisi lain DirectAdmin memiliki dukungan web server yang cukup banyak dari Apache, Nginx, Nginx Reverse Proxy, OpenLitespeed dan Litespeed.

Fitur-fitur dari DirectAdmin[sunting | sunting sumber]

  • Mengelola dan juga membuat  alamat email
  • Mengelola dan juga membuat akun FTP
  • Melihat statistik website
  • Mengelola domain dan subdomain dalam hosting
  • Mengunggah dan mengelola file manager
  • Mengelola Database MySQL
  • Backup dan restore file situs dan data akun
  • Mengelola DNS dan lain sebagainya

4. Webmin[sunting | sunting sumber]

Jika control panel sebelumnya populer karena kemudahan untuk penggunanya maka Webmin mengharuskan untuk memiliki skill lebih pada umumnya. Webmin ini memungkinkan Anda untuk melakukan konfigurasi account pengguna, DNS, file sharing, setup Apache dan lain sebagainya.

Mirip dengan Plesk yang memiliki tingkatan akses pengguna, pada Webmin ada tiga tingkat yaitu Usermin, Cloudmin, dan Virtualmin yang semua memiliki peran masing-masing.

Fitur-fitur dari Webmin[sunting | sunting sumber]

  • Apache Webserver
  • BIND DNS Server
  • MySQL Database Server
  • Procmail Mail Filter
  • ProFTPD Server
  • Read User Mail
  • SSH Server

5. ISPmanager[sunting | sunting sumber]

ISPmanager adalah control panel hosting yang memiliki tampilan sederhana dengan berbasis OS Linux. Control panel yang satu ini sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan hosting di bagian Eropa timur. Dari segi desain memang terlihat sederhana namun jika dilihat dari kegunaanya sangat mudah digunakan. Yang ditawarkan dari control panel ini memiliki dua versi yaitu versi Lite dan Business. Jika versi Lite ini Anda akan mendapatkan fitur dasar yang memang mirip dengan fitur-fitur control panel yang lainnya. Sedangkan untuk versi Business sangat cocok untuk multiple shared hosting ataupun reseller hosting karena bisa digunakan untuk mengelola dari beberapa server (cluster), selain itu bisa dengan mudah mengelola akun user klien.

Fitur-fitur dari ISPmanager versi Lite[sunting | sunting sumber]

  • Mengelola theme website
  • Mengelola domain dan subdomain
  • Mengelola dan membuat akun email
  • Membuat database dan akun database
  • Mengelola dan juga membuat akun FTP
  • Mengelola file manager
  • Statistik penggunaan sumber daya

Fitur-fitur dari ISPmanager versi Business[sunting | sunting sumber]

  • Integrasi CloudLinux. Cloudflare,  ImunifyAV, dan Free SSL
  • Mengelola server (node) web
  • Mengelola Alokasi user
  • Menetapkan peran akun server web, server database, server email
  • Memberikan dan memberikan batasan pengguna / template pengguna
  • Lisensi dapat dijual kembali.

Dari keseluruhan control panel yang ada memang semua kebanyakan menggunakan Linux. Jika Anda pengguna yang menginginkan OS berbasis Windows maka untuk saat ini sangat terbatas bahkan sedikit yang tersedia. Alasannya adalah Linux terkenal akan performa, keamanan, dan kegunaannya, oleh karena itu penyedia layanan hosting pun lebih memilih menggunakan OS yang berbasis Linux untuk hosting mereka.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. https://www.niagahoster.co.id/blog/control-panel-hosting/
  2. https://bikin.website/blog/control-panel-hosting/
  3. https://idwebhost.com/blog/apa-itu-control-panel-hosting-contoh-fungsi-dan-fiturnya/
  4. https://hugaf.com/blog/control-panel-hosting/
  1. ^ "Apa itu Control Panel Hosting? Contoh, Fungsi dan Fiturnya". IDwebhost. 2021-08-21. Diakses tanggal 2022-01-29.