Ciuman kudus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perpisahan Santo Petrus dan Paulus, menampilkan para rasul tersebut memberikan ciuman kudus satu sama lain sebelum kemartiran mereka. (Alonzo Rodriguez, abad ke-16, Museo Regionale di Messina).

Ciuman kudus adalah sebuah penyambutan Kristen tradisional kuno, yang terkadang disebut "ciuman damai", "ciuman persaudaraan" (di kalangan laki-laki), atau "cium persaudarian" (di kalangan perempuan). Penyambutan semacam itu mengisyaratkan harapan dan berkait yang damai kepada penerima, dan meskipun dilakukan secara spontan, tindakan tersebut memiliki unsur ritual dan formal tertentu yang lama timbul dalam liturgi. Beberapa aliran gereja memakai bentuk penyambutan lain (disamping cium harfiah) untuk melakukan tujuan serupa; ini meliputi jabat tangan, isyarat, dan pelukan, yang dapat disebut salam damai.

Sumber[sunting | sunting sumber]

  • Roma 16:16 — "Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus" (Yunani: ἀσπάσασθε ἀλλήλους ἐν φιλήματι ἁγίῳ).
  • 1 Korintus 16:20 — "Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus" (Yunani: ἀσπάσασθε ἀλλήλους ἐν φιλήματι ἁγίῳ).
  • 2 Korintus 13:12 — "Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus" (Yunani: ἀσπάσασθε ἀλλήλους ἐν ἁγίῳ φιλήματι).
  • 1 Tesalonika 5:26 — "Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara dengan cium yang kudus" (Yunani: ἀσπάσασθε τοὺς ἀδελφοὺς πάντας ἐν φιλήματι ἁγίῳ).
  • 1 Petrus 5:14 — "Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus" (Yunani: ἀσπάσασθε ἀλλήλους ἐν φιλήματι ἀγάπης).

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]