Christophorus Franciscus Iman Kalis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Christophorus Franciscus Iman Kalis, SH atau yang lebih sering disebut dengan nama Iman Kalis adalah tokoh politik masyarakat Dayak Kalimantan Barat yang memperjuangkan arti penting pendidikan bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Lahir di Rantau Kalis, Kapuas Hulu, pada tanggal 28 Maret 1931. Anak dari Petrus Racan dan Lusia Karing. Petrus Racan memegang posisi sebagai kepala kampung pada rumah panjang (Tetanga Banuaka/ Sao Jolo) di Rantau Kalis. Sejak kecil, Iman Kalis memiliki keinginan untuk pergi merantau keluar dari kampungnya dengan satu tujuan, sekolah agar pintar dan diperhitungkan di masyarakat kelak, yang kemudian idiom ini dijadikannya motto dalam hidup berkeluarganya bersama Yulita Natidjah (isteri Iman Kalis).

Pada tahun 1941, Iman Kalis kecil dibawa oleh seorang dokter yang bernama Dokter Raden Mas Ahmad Diponegoro ( merupakan salah satu korban peristiwa Mandor Berdarah 1944 dan kemudian namanya diabadikan pada RS milik Pemkab Kapuas Hulu, Kalimantan Barat), untuk bersekolah di Putussibau (Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu). Iman Kalis merupakan salah satu dari anak-anak suku Dayak Kapuas Hulu yang dipilih untuk memenuhi program Politik Etis atau Politik Hutang Budi, yaitu program yang disampaikan oleh Ratu Wilhelmina pada tanggal 17 September 1901 di depan sidang Staten Generaal saat upacara pemahkotaannya, dimana pada pidatonya tersebut, Ratu Wilhelmina menyampaikan point yang ketiga Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan.

Dukungan yang kuat dari ayahnya pula, membuat Iman Kalis tidak menyia-nyiakan kesempatan pendidikan tersebut dengan sebaik - baiknya. Sambil ia bersekolah, Iman Kalis tinggal bersama dengan Dokter Raden Mas Ahmad Diponegoro. Iman Kalis menjadi anak yang dipercayai oleh sang dokter, termasuk dalam melaksanakan tugas - tugasnya sebagai salah satu pejuang kemerdekaan melawan kolonialisme penjajah di waktu itu. Hal ini pula yang membangun jiwa nasionalisme Iman Kalis terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Secara aktif, Iman Kalis juga menyuarakan aspirasi politiknya sejak jaman setelah kemerdekaan, terutama bagi kepentingan masyarakat yang termarginalisasi. Ia aktif sebagai pengurus Partai Dayak di tahun 1955

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kategori[sunting | sunting sumber]