Lompat ke isi

Chole bhature

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Chole bhature (pelafalan dalam bahasa Hindi: [t͡ʃʰoː.leː bʱə.ʈuː.ɾeː]; juga dikenal channa bhatura[1]) adalah hidangan khas India Utara yang terdiri dari kari kacang arab dan bhatura, roti pipih yang digoreng dari tepung maida. Hidangan ini populer sebagai sarapan dan makanan jalanan, serta sering disajikan bersama lassi, bawang, chutney, achaar, atau irisan lemon. Chole bhature erat kaitannya dengan masakan Punjabi, meskipun asal-usulnya masih diperdebatkan.

Kari kacang arab berasal dari masakan Kekaisaran Mughal dan kemungkinan menyebar melalui jalur perdagangan kerajaan tersebut.[2][3] Asal-usul chole bhature masih diperdebatkan. Menurut Justin Rowlatt dari BBC News, hidangan ini berasal dari masakan Punjabi, meskipun ada klaim dari wilayah lain seperti Uttar Pradesh, Rajasthan, dan Himachal Pradesh.[4] Penulis kuliner Kunal Vijaykar meyakini bahwa hidangan ini berasal dari Punjab sebelum pemisahan India-Pakistan dan didasarkan pada hidangan pindi chole, yang dinamai menurut kota Rawalpindi di Punjab, Pakistan.[1] Namun, menurut pakar kuliner Charis Galanakis, chole bhature justru berasal dari Uttar Pradesh bagian timur.[5] Chole bhature mulai populer di Delhi pada 1940-an, meskipun ada perbedaan pendapat tentang siapa yang memperkenalkannya.[2]

Penyajian

[sunting | sunting sumber]

Chole bhature merupakan kombinasi antara chole (kari kacang arab atau chana masala) dan bhatura, roti pipih yang digoreng dari tepung maida (tepung gandum halus).[4][5] Chole dibuat dengan merendam kacang arab putih sebelum dimasak dengan tekanan dalam kuah berbasis tomat, bawang, dan rempah-rempah hingga kental.[6] Chole berbeda dari chana masala biasa karena biasanya tidak menggunakan tomat.[7] Beberapa variasi chole antara lain pindi chole, yang berwarna gelap karena bahan seperti amla atau teh,[1] serta gaya pahadi, yang berwarna merah.[8] Bhature dibuat dari adonan yang difermentasi sebelum digulung dan digoreng,[6] sehingga mengembang cepat sebelum menjadi renyah dan berwarna cokelat keemasan. Hidangan ini disajikan dalam keadaan panas.[4]

Chole bhature terutama dikonsumsi sebagai sarapan[5] dan kadang disajikan bersama lassi.[9] Namun, hidangan ini juga dapat disantap kapan saja sepanjang hari.[4] Sebagai makanan jalanan, chole bhature sering disajikan dengan tambahan bawang, chutney, achaar, atau irisan lemon.[10][2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 Vijayakar, Kunal (16 November 2018). "I would pick a well-made Chole Bhature over filet mignon, says Kunal Vijayakar". Hindustan Times. Diakses tanggal 20 September 2025.
  2. 1 2 3 "Chole bhature!". The Statesman. 6 June 2022. Diakses tanggal 21 September 2025.
  3. Panwar, Himakshi (23 August 2023). "The Many Legends Behind The Origin Of Chole Bhature". Outlook Traveller. Diakses tanggal 21 September 2025.
  4. 1 2 3 4 Rowlatt, Justin (2 July 2016). "The Indian street food bringing theatre to your plate". BBC News. Diakses tanggal 20 September 2025.
  5. 1 2 3 Galanakis 2020, hlm. 214.
  6. 1 2 Ananthanarayan et al. 2019, hlm. 131, 157.
  7. Falkowitz, Max (April 4, 2018). "Naan, dosa and beyond: A beginner's guide to Indian breads". Mic. Diakses tanggal October 31, 2025.
  8. Patnaik, Amit; Singh, Chowder (3 May 2019). "Fried and tested". The Hindu. Diakses tanggal 20 September 2025.
  9. Tan, Alethea (August 21, 2019). "Beginner's Guide to Indian Breads: 9 Types to Start With". Michelin Guide. Diakses tanggal October 31, 2025.
  10. Galanakis 2020, hlm. 214; Ananthanarayan et al. 2019, hlm. 131.

Bibliografi

[sunting | sunting sumber]