Chamois pirenia
| Chamois pirenia | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Artiodactyla |
| Famili: | Bovidae |
| Subfamili: | Caprinae |
| Tribus: | Caprini |
| Genus: | Rupicapra |
| Spesies: | R. pyrenaica |
| Nama binomial | |
| Rupicapra pyrenaica (Bonaparte, 1845) | |
| Peta sebaran spesies | |
Chamois pirenia[2] (Rupicapra pyrenaica) adalah sebuah spesies dalam subfamili Caprinae yang hidup di Pegunungan Pirenia dan Cantabria di Spanyol, Prancis dan Andorra, serta di Pegunungan Apennini di Italia tengah. Spesies ini menjadi salah satu dari dua spesies dalam genus Rupricapra, dengan yang satunya lagi adalah chamois, Rupicapra rupicapra.
Nama
[sunting | sunting sumber]- Bahasa Aragon: sarrio, chizardo
- Bahasa Asturia: robecu/robezu
- Bahasa Baska: pirinioetako sarrioa
- Bahasa Katala: isard
- Bahasa Prancis: izard/isard
- Bahasa Galisia: rebezo
- Bahasa Italia: camoscio dei Pirenei, camoscio appenninico
- Bahasa Oksitan: isard, sarri
- Bahasa Spanyol: rebeco, gamuza
Subspesies
[sunting | sunting sumber]| Gambar | Subspesies | Sebaran |
|---|---|---|
| R. p. pyrenaica (Chamois pirenia) | Andorra, Prancis, dan Spanyol | |
| R. p. parva (Chamois cantabria) | Spanyol | |
| R. p. ornata (Chamois abruzzo) | Italia Tengah dan Selatan |
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Tingginya dapat mencapai 80 cm, bulu musim panasnya cokelat; di musim dingin, bulunya hitam atau cokelat, dengan bercak yang lebih gelap di sekitar matanya. Jantan dan betina memiliki tanduk yang melengkuk ke belakang sepanjang hingga 20 cm. Mereka memakan rerumputan, lumut kerak dan kuncup pohon. Cekatan, hewan ini dapat ditemukan pada ketinggian hingga 3000 m.
Konservasi
[sunting | sunting sumber]Seperti spesies chamois lainnya, spesies ini nyaris punah karena diburu, terkhususnya pada 1940-an untuk produksi kulit chamois. Populasinya semenjak saat ini telah memulih, dan pada 2022 diperkirakan berjumlah sekitar 50,000 individu dewasa.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Herrero, J.; Lovari, S.; Nores, C.; Toigo, C. (2022). "Rupicapra pyrenaica" e.T19771A217715455. doi:10.2305/IUCN.UK.2022-1.RLTS.T19771A217715455.en. ;
- ↑ Suraga, Ina (2021-12-28). "6 Fakta Chamois, Kambing Unik dari Pegunungan Eropa". IDN Times. Diakses tanggal 2025-11-08.
- ↑ Pérez-Barbería, F. J., García-González, R. (2004). "Rebeco – Rupicapra pyrenaica." Enciclopedia Virtual de los Vertebrados Españoles. Carrascal, L. M., Salvador, A. (Eds.). Museo Nacional de Ciencias Naturales. Madrid, Spain.
- Haack, M. 2002. Rupicapra pyrenaica. Animal Diversity Web. Accessed February 20, 2006.
- Pérez, T., Albornoz, J. & Domínguez, A. (2002). Phylogeography of chamois (Rupicapra spp.) inferred from microsatellites. Mol Phylogenet Evol. 25, 524–534.