Centre de recherche et de restauration des musées de France

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Logo C2RMF.

Centre de recherche et de restauration des musées de France (C2RMF, Pusat Penelitian dan Restorasi Museum di Perancis) adalah pusat penelitian nasional di Perancis yang bertanggungjawab atas dokumentasi, konservasi dan restorasi terhadap barang yang dipajang dalam koleksi di lebih dari 1.200 museum di seluruh erancis. C2RMF juga melakukan pembelajaran ilmiah dan perekaman data untuk koleksi tersebut, dan aktif secara nasional maupun internasional dalam lapangan konservasi dan analisis warisan budaya. C2RMF terlibat dalam pembangunan teknologi dan prosedur ilmiah yang dilakukan di perlindungan karya seni dan artefak, keduanya dimiliki dan atas kerjasama dengan museum dan institusi penelitian lain di seluruh dunia.[1]

Pusat ini didirikan tahun 1998 oleh sebuah arrêté (keputusan administratif) yang dicetuskan Catherine Trautmann, Menteri Budaya dan Komunikasi, yang diterbitkan dalam Journal Officiel tanggal 30 Desember.[2] Dibentuk dengan penggabungan fungsi dan fasilitas dua badan penelitian lainnya, Laboratoire de recherche des musées de France (LRMF, Laboratorium Penelitian Museum di Perancis) dan Service de restauration des musées de France (SRMF, Layanan Restorasi Museum di Perancis) dan dilakukan di 4 departemen. Hari ini pusat tersebtu berafiliasi dengan CNRS dengan label UMR-171.

Tahun 2005 Mme. Christiane Naffah ditunjuk sebagai direktur pusat oleh Menteri Budaya dan Komunikasi Perancis Renaud Donnedieu de Vabres, menggantikan Jean-Pierre Mohen. Naffah telah menjadi kurator di museum nasional Perancis sejak 1977, dan sebelum penunjukannya ia telah menduduki jabatan di Louvre, Musée du Quai Branly dan menjadi direktur Musée de l’institut du monde arabe.[3]

Sejak awal 1930-an, lebih dari 174.000 lukisan dan 34.000 benda dipelajari atau dilindungi oleh C2RMF, dan organisasi sebelumnya yaitu LRMF dan SRMF.[4]

Aktivitas utama C2RMF dilakukan pada pembelajaran karya seni pada tingkat nasional dan regional. Melakukan investigasi sebelum pengambil alihan apapun. Dilengkapi dengan fasilitas ujicoba kelas dunia yang semakin diperbarui, C2RMF memfokuskan penelitiannya pada beberapa sektor utama: karakteristik material fisik dan kimia, usia material, manajemen basis data, analisis gambar, digitisasi dan pemodelan 3D. C2RMF adalah salah satu pusat paling canggih di dunia dalam penggunaan teknik ilmiah terhadap karya seni. Mereka memiliki pengetahuan yang tidak kacau dan pengalaman dalam pengambilan data 3D dari berbagai jenis artefak. Penelitian terakhir telah melibatkan penggambaran lukisan multispektrum[5], ontologi dan web semantik dan pemodelan 3d benda dan lukisan[6]. Lebih jauh, pusat ini telah mencapai hasil yang signifikan dengan sistem manajemen basis data Open Source yang menyediakan akses multibahasa (17 bahasa) hingga kata-kata khusus untuk sektor museum budaya dan antarmuka semantik untuk mencari hasilnya.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pillay et al. (2007)
  2. ^ "Arrêté du 16 décembre 1998 érigeant divers services de la direction des musées de France en services à compétence nationale" (online facsimile). Journal Officiel de la République Française. Paris: Government of France (302): p.19955. 1998-12-30. NOR: MCCB9800657A. Diakses tanggal 2008-04-22.  Periksa nilai tanggal di: |date= (bantuan) (Perancis)
  3. ^ Ministère de la Culture et de la Communication (2005-07-27). Christiane Naffah est nommée directrice du Centre de recherche et de restauration des musées de France. Siaran pers. Diakses pada 2008-04-22. (Perancis)
  4. ^ Lahanier (2004, p.158)
  5. ^ Colantoni et al. (2007)
  6. ^ Pitzalis et al. (2007)

Sumber[sunting | sunting sumber]

  • Boutaine, Jean Louis (2006). "The modern museum". Dalam David Bradley and Dudley Creagh (eds.). Physical Techniques in the Study of Art, Archaeology and Cultural Heritage, vol. 1. Amsterdam: Elsevier. hlmn. pp.1–40. ISBN 0-444-52131-3. OCLC 76714223. 
  • Brandt-Grau, Astrid (2002). "Research in the field of conservation of cultural heritage at the French Ministry of Culture and Communication" (PDF workshop presentation). Dalam Miloš Drdácký (dir. and coord.). Proceedings of ARIADNE 10 – New materials and technologies for conservation and safeguarding of cultural heritage. Advanced Research Initiation Assisting and Developing Networks in Europe (ARIADNE), Workshop 10 (Prague: April 22–28, 2002). published online as:. Prague: Advanced Research Centre for Cultural Heritage Interdisciplinary Projects [ARCCHIP], Institute of Theoretical and Applied Mechanics, Academy of Sciences of the Czech Republic. Diakses tanggal 2008-04-24. 
  • Calligaro, T. (2003). "Application of photo-detection to art and archaeology at the C2RMF". Nuclear Instruments & Methods in Physics Research. Section A, Spectrometers, Detectors and Associated Equipment. Amsterdam: North Holland Physics Publications, Elsevier. 77 (1–4): pp.66–70. doi:10.1016/S0168-9002(03)00793-9. ISSN 0168-9002. OCLC 10511074.  Parameter |month= yang tidak diketahui diabaikan (bantuan); Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  • Castaing, Jacques (2006). "Analysis of Art Works and Nuclear Physics at the Laboratory of Centre de recherche et de restauration des musées de France" (PDF online edition). Nuclear Physics News. Philadelphia, PA: Taylor & Francis Group, on behalf of the Nuclear Physics European Collaboration Committee (NuPECC). 16 (4): pp.4–10. ISSN 1931-7336. OCLC 204266563.  Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  • Colantoni, Philippe (2007). D. Arnold, F. Niccolucci and A. Chalmers (eds.), ed. GPU Spectral Viewer: Analysing Paintings from a Colorimetric Perspective. VAST07: The 8th International Symposium on Virtual Reality, Archaeology and Intelligent Cultural Heritage: Proceedings. Brighton, UK: Eurographics Association.  Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  • Eu-ARTECH (2004). "AGLAE". Transnational Access: General Information. Access, Research and Technology for the conservation of the European Cultural Heritage (Eu-ARTECH). Diakses tanggal 2008-04-27. 
  • Lahanier, Christian (2004). "Information technologies applied to scientific examination of museum collections". Dalam Marco Martini, Mario Milazzo, and Mario Piacentini (eds.). Physics Methods in Archaeometry: Proceedings of the International School of Physics “Enrico Fermi”, Varenna on Lake Como, Villa Monastero, 17–27 June 2003. Amsterdam: IOS Press, © Società italiana di fisica. hlmn. pp.155–178. ISBN 1-58603-424-3. OCLC 56320182. 
  • Lövestam, N.E.G. (1993). "The AGLAE scanning nuclear microprobe setup". Nuclear Instruments & Methods in Physics Research. Section B, Beam Interactions with Materials and Atoms. Amsterdam: North Holland Physics Publications, Elsevier. 77 (1–4): pp.66–70. doi:10.1016/0168-583X(93)95526-B. ISSN 0168-583X. OCLC 10511347.  Parameter |month= yang tidak diketahui diabaikan (bantuan); Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  • Maurus, Véronique (2006). La vie secrète du Louvre. Jean-Christophe Ballot (photo illus.). Brussels: Renaissance Du Livre, in association with Le Monde. ISBN 2-87415-615-9. OCLC 69733461.  (Perancis)
  • Menu, Michel (1990). "The dedicated accelerator-based IBA facility AGLAE at the Louvre". Nuclear Instruments & Methods in Physics Research. Section B, Beam Interactions with Materials and Atoms. Amsterdam: North Holland Physics Publications, Elsevier. 45 (1–4): pp.610–614. doi:10.1016/0168-583X(90)90910-M. ISSN 0168-583X. OCLC 10511347.  Parameter |month= yang tidak diketahui diabaikan (bantuan); Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  • Naffah, Christiane (2007). Science applied to museum collections (PDF of conference presentation). The Protection of Cultural Heritage from Air Pollution: The need for effective local policy, maintenance and conservation strategies. 2nd joint workshop (Paris-Louvre: 15–16 March 2007). Stockholm: EU Project CULT-STRAT and ICP Materials Task Force of the Convention on Long-Range Transboundary Air Pollution. EU contract no. SSPI-CT-2004-501609. Diakses tanggal 2008-04-23. 
  • Pillay, Ruven (2007). J. Trant and D. Bearman (eds.), ed. Archive Visualization and Exploitation at the C2RMF. International Cultural Heritage Informatics Meeting (ICHIM07): Proceedings. Toronto: Archives & Museum Informatics. OCLC 153578634. Diakses tanggal 2008-04-22.  Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  • Pitzalis, Denis (2007). José Braz, Pere-Pau Vàzquez and Joao Madeiras Pereira (eds.), ed. 3D techniques to create interactive virtual museums: The state of the art in the epoch noe. GRAPP 2007, Proceedings of the Second International Conference on Computer Graphics Theory and Applications. Barcelona: INSTICC - Institute for Systems and Technologies of Information, Control and Communication.  Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  • SCHEMA (2002). "Centre for Research and Restoration of the Museums of France". Project Consortium: Partners. Informatics and Telematics Institute (ITI). Diakses tanggal 2008-04-23. 


Templat:Ref indent-end

Pranala luar[sunting | sunting sumber]