Lompat ke isi

Calas (makanan)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sepiring calas di restoran New Orleans

Calas (/kəˈlɑː/) adalah sejenis dumpling yang terutama terbuat dari nasi matang, ragi, gula, telur, dan tepung; adonan yang dihasilkan kemudian digoreng. Hidangan ini secara tradisional disajikan sebagai sarapan, biasanya bersama kopi atau café au lait,[1] dan disebutkan dalam banyak buku masak hidangan Kreol. Calas juga dikenal sebagai fritter nasi Kreol atau donat nasi.

Asal-usul calas umumnya dikaitkan dengan budak yang berasal dari wilayah penghasil padi di Afrika.[2][3] Sebuah resep Prancis dari tahun 1653, beignets de riz, juga menunjukkan kemungkinan asal-usul Prancis. Nama "calas" diyakini berasal dari kata Nupe kara, yang berarti "kue goreng".[4]

Penjual makanan jalanan Kreol, umumnya perempuan, menjajakan calas hangat di French Quarter, New Orleans, sambil berseru, "Bel calas tout chauds!" (dalam bahasa Kreol: "Calas cantik, masih panas"). Penjual ini, yang dikenal sebagai "perempuan calas", menjual kue mereka pada pagi hari dari keranjang atau mangkuk yang dibawa di atas kepala.[1][5]

Pada dekade pertama abad ke-20, para penulis mencatat bahwa calas mulai jarang dijual sebagai makanan jalanan.[5][6] Meski tidak banyak dijual, calas tetap dibuat di rumah menggunakan nasi sisa, dan menjadi hidangan sarapan khas di New Orleans awal abad ke-20.[4][7]

Setelah Perang Dunia II, sementara beignet tetap populer, calas menjadi semakin jarang ditemui. Dari hidangan sarapan, calas kemudian bertransformasi menjadi makanan khusus untuk perayaan Mardi Gras dan Komuni Pertama di kalangan keluarga Kreol Louisiana.[4][8] Beberapa restoran menerima pesanan khusus untuk calas. Berkat upaya pelestari kuliner, minat terhadap calas kembali muncul, dan hidangan ini mulai muncul di menu beberapa restoran.[7][9]

Penyajian

[sunting | sunting sumber]

Dalam resep calas awal, nasi direbus lalu didinginkan, kemudian ragi ditambahkan untuk membuat adonan awal yang dibiarkan mengembang semalaman. Kemudian adonan ditambahkan telur, gula, dan sedikit tepung sebagai perekat. Tepung beras lebih disukai, tetapi menurut Eustis sulit didapat. Sejumput garam bisa ditambahkan, dan parutan pala merupakan tambahan khas. Adonan dijatuhkan satu sendok demi satu sendok ke dalam lemak babi yang mendidih dan digoreng hingga kecokelatan.[1][5]

Resep modern menyesuaikan dengan ketersediaan bahan, praktik memasak, dan selera. Ragi kadang digantikan dengan bubuk pengembang, minyak sayur digunakan sebagai pengganti lemak babi, dan variasi gurih juga telah dikembangkan.[4][7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 Eustis, Célestine (1903). Cooking in Old Creole Days (dalam bahasa Prancis). New York: R.H. Russell. hlm. 108.
  2. Godoy, Maria (February 12, 2013). "Meet the Calas, a New Orleans Tradition that Helped Free Slaves". The Salt. Diakses tanggal 2014-03-03.
  3. Beriss, David (August 2012). "Red Beans and Rebuilding". Dalam Wilk, Richard; Barbosa, Livia (ed.). Rice and Beans: A Unique Dish in a Hundred Places. Berg. hlm. 248. ISBN 978-1-84788-904-1.
  4. 1 2 3 4 Kayal, Michele (February 7, 2013). "Calas and beignets both in New Orleans to party". American Food Roots. Diakses tanggal 2014-03-03.
  5. 1 2 3 The Picayune (April 2012) [1901]. The Picayune's Creole Cook Book. Courier Dover Publications. hlm. 184. ISBN 978-0-486-15240-0.
  6. "The Famous Creole 'Calas'" (PDF). New York Times. November 3, 1907. Diakses tanggal 2012-04-06.
  7. 1 2 3 Nobles, Cynthia LeJeune (2012). The Delta Queen Cookbook: The History and Recipes of the Legendary Steamboat. Louisiana State University Press. hlm. 79–80. ISBN 978-0-8071-4537-1.
  8. Elie, Lolis Eric (July 23, 2013). Treme: The Cookbook: In The Kitchen with the Stars of the Award-Winning HBO Series. Chronicle Books. hlm. 163. ISBN 978-1-4521-2447-6.
  9. Kayal, Michele (February 12, 2013). "Sweet Rice fritters making a slow comeback in New Orleans". Los Angeles Daily News. AP. Diakses tanggal 2017-03-05.