Cagar Hutan Sinharaja
| Cagar Hutan Sinharaja | |
|---|---|
Pemandangan Cagar Hutan Sinharaja dengan kebun teh | |
![]() | |
| Lokasi | Sabaragamuwa dan Provinsi Selatan, Sri Lanka |
| Kota terdekat | Rakwana |
| Luas | 8.864 km2 (3.422 sq mi) |
| Didirikan | April, 1978 |
| Badan pengelola | Departemen Konservasi Hutan |
| Kriteria | Alam: ix, x |
| Referensi | 405 |
| Pengukuhan | 1988 (Sesi ke-12) |
Cagar Hutan Sinharaja merupakan Cagar biosfer di barat daya Sri Lanka yang melindungi hutan hujan primer lembap campuran dipterokarpa terakhir yang masih alami dan belum pernah ditebang.[1]
Kawasan cagar hutan
[sunting | sunting sumber]Cagar Hutan Sinharaja dibagun pada tahun 1978 dan menjadi Warisan Alam Dunia pada 1988, terletak di perbatasan Provinsi Sabaragamuwa dan Provinsi Selatan, Sri Lanka. Kawasan seluas sekitar 85,64 km² ini berada pada ketinggian 300-1.170 meter di atas permukaan laut. Cagar Hutan Sinharaja merupakan satu-satunya hutan hujan tropis asli yang masih tersisa di Sri Lanka. Vegetasinya mencakup hutan hujan dataran rendah tropis dan hutan evergreen berdaun lebar lembap. Lebih dari 60% jenis pohon di kawasan ini merupakan spesies endemik dan langka. Kawasan ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai satwa liar, terutama burung, dengan sekitar 95% spesies burung endemik Sri Lanka ditemukan di sini. Selain itu, lebih dari separuh mamalia dan kupu-kupu endemik negara ini, serta beragam serangga, reptil, dan amfibi langka, hidup di wilayah tersebut. Terdapat tiga belas hutan alami yang mengelilingi Cagar Hutan Sinharaja dan berfungsi sebagai zona pelindung tambahan, meskipun batas-batasnya masih memerlukan penetapan lebih jelas.[2]
Keaslian
[sunting | sunting sumber]Cagar Hutan Sinharaja membentuk wilayah konservasi yang cukup luas untuk menjaga spesies langka dan terancam punah secara in-situ, sekaligus mempertahankan proses evolusi biologis yang berkelanjutan, yang menjadi dasar pencatatannya sebagai situs warisan. Kawasan ini juga dikelilingi oleh 13 hutan alam lainnya yang berdekatan, memberikan perlindungan tambahan, meskipun batas-batas wilayah masih perlu diperjelas dan ditandai. Lembaga pengelola terus berupaya memperkuat status konservasi kawasan dengan mengatur pemanfaatan lahan di sekitarnya, dengan tujuan mengurangi dampak penggunaan lahan yang intensif terhadap nilai ekologis Hutan Sinharaja. Meskipun penebangan kayu ilegal, perburuan liar, dan penambangan permata tetap menjadi masalah, dukungan publik yang tinggi terhadap pelestarian alam serta keterlibatan banyak lembaga pemerintah dalam pengawasan dan persetujuan proyek, menciptakan penolakan yang kuat terhadap upaya eksploitasi sumber daya di kawasan ini.[3]
Perlindungan dan pengelolaan
[sunting | sunting sumber]Kawasan Hutan Sinharaja ditetapkan sebagai kawasan hutan belantara warisan nasional pada 21 Oktober 1988, dengan sebagian besar wilayahnya telah menjadi cagar hutan sejak 3 Mei 1875. Kawasan ini memiliki perlindungan hukum tertinggi berdasarkan Undang-Undang Kawasan Warisan dan Hutan Belantara Nasional Sri Lanka, sementara hutan di sekitarnya ditetapkan sebagai hutan konservasi atau hutan lindung. Kawasan ini juga diakui sebagai cagar biosfer pada April 1978 dan kemudian masuk dalam daftar Warisan Dunia. Pengelolaan kawasan berada di bawah Departemen Kehutanan melalui Petugas Kehutanan Divisi di bawah Kementerian Pertanahan dan Pengembangan Lahan. Komite Pengarah Nasional mengoordinasikan lembaga terkait untuk menjaga pengelolaan kawasan sesuai statusnya sebagai kawasan lindung nasional, cagar biosfer, dan situs Warisan Dunia. Rencana pengelolaan yang disusun pada tahun 1985-1986 dan 1992-1994 berfokus pada konservasi, penelitian ilmiah, pengelolaan zona penyangga, serta partisipasi masyarakat.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Sinharaja Forest Reserve, Sri Lanka | The Ashton Lab". silviculturelab.yale.edu. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ Wei, Xianhu (2021-02-12). The Geography and Remote Sensing Analysis of Sri Lanka (dalam bahasa Inggris). Springer Nature. ISBN 978-981-334-627-7.
- 1 2 Centre, UNESCO World Heritage. "Sinharaja Forest Reserve". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.
