Cabai naga kuning
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan atau coba peralatan pencari pranala. Tag ini diberikan pada Oktober 2022. |
Cabai naga kuning | |
---|---|
![]() | |
Genus | Capsicum |
Spesies | Capsicum chinense |
Kultivar | Cabai naga kuning |
Tanah asal | Di seluruh dunia |
Tingkat kepedasan | ![]() |
Skala Scoville | 100,000–500,000 SHU |
Cabai naga kuning (disebut pula Cabai Naga Emas, cabai adjuma, cabai lemon habanero, Capsicum chinense) merupakan jenis cabai yang sangat pedas, bahkan kepedasannya melebihi kepedasan cabai rawit. Tingkat kepedasan cabai ini mencapai 100.000-500.000 skala Scoville. cabai ini sangat populer dalam masakan Belanda-Indonesia, Belanda-Suriname, dan Belanda-Meksiko.
Penanaman[sunting | sunting sumber]
Cabai naga kuning ini tumbuh di cuaca yang panas. Sama seperti cabai yang lain, cabai naga kuning tumbuh baik di area dengan mentari pagi dan di tanah dengan kadar pH sekitar 5–6 (sedikit asam). Cabai naga kuning harus diberi air hanya jika dalam keadaan kering. Tanah dan akar yang terlalu basah akan membuat cabai terasa pahit.
Cabai naga kuning ini adalah tanaman berbunga abadi. Maknanya adalah dengan penanganan yang benar dan kondisi pertumbuhan, akan menghasilkan bunga (dan juga buah) dalam waktu yang lama. Semak-semak cabai naga kuning adalah kandidat yang bagus untuk taman yang menggunakan kontainer. Meskipun dengan iklim sedang, cabai naga kuning ini bisa diperlakukan secara tahunan. Mati pada musim dingin, dan diganti pada musim semi berikutnya. Dalam negara dengan iklim tropis dan subtropis, cabai naga kuning, seperti cabai yang lain, akan memproduksi sepanjang tahun. Selama kondisinya baik, tanaman itu akan memproduksi buah terus menerus.
Efek pada kesehatan[sunting | sunting sumber]
Bentuk cabai ini keriput dan ukurannya gemuk kecil. Cabai sendiri mengandung:
- Vitamin A
- Vitamin C
- Kalium
- Magnesium
- Besi yang membantu mencegah penggumpalan darah, menghilangkan plak dari arteri, menyembuhkan luka, dan menangkal flu. Di dalam cabai terdapat zat Photochemical yang dapat mengurangi sel kanker dan tumor. Bahan aktif dalam Capsicum (kelompok tumbuhan cabai), merangsang otak dan kelenjar ludah melepas endorfin ke dalam tubuh. Endorfin adalah obat penghilang rasa sakit alami alam dan memberi rasa senang. Capsicum juga merupakan bahan utama untuk mengurangi arthritis dan kerusakan saraf diabetes. Dalam pengobatan tradisional, cabai setan digunakan untuk penyakit tangan dan kaki dingin, sakit otot punggung, reumatik, terkilir dan memar.
Varian[sunting | sunting sumber]
Beberapa petani telah berusaha secara selektif untuk mengembangkan tananaman ini. Rata-rata cabai naga kuning memiliki tingkatan 325.000 hingga 475.000 pada skala Scoville