Bus satelit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
ARSAT-3K is a geostationary communications satellite bus designed and manufactured by INVAP of Argentina for the local telecommunication company ARSAT S.A..
Spacebus is a satellite bus produced at the Cannes Mandelieu Space Center in France by Thales Alenia Space.
Boeing 601 (sometimes referred to as the BSS-601, and previously as the HS-601) is a communications satellite bus introduced in 1987 by Hughes Space and Communications Company.

Bus satelit atau bus antariksa adalah model umum di mana beberapa pesawat ruang angkasa produksi multipel sering berbasis. Bus adalah infrastruktur pesawat ruang angkasa, biasanya menyediakan lokasi untuk muatan (biasanya percobaan ruang angkasa atau instrumen).

Mereka biasanya digunakan untuk satelit geosynchronous, terutama satelit komunikasi, namun juga digunakan di pesawat ruang angkasa yang menempati orbit bawah, kadang-kadang termasuk orbit Bumi yang rendah.

Satelit yang diturunkan dari bus akan digunakan sebagai pengganti satelit satu kali atau khusus yang diproduksi, seperti Prospero X-3. Satelit yang diturunkan dari bus biasanya disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, misalnya dengan sensor khusus atau transponder, untuk mencapai misi tertentu.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Badan satelit, yang juga dikenal sebagai bus satelit, memegang semua peralatan ilmiah dan komponen penting lainnya dari satelit. Satelit menggabungkan berbagai bahan untuk membuat semua bagian komponennya. Karena satelit pada dasarnya adalah perangkat ilmiah atau komunikasi yang harus masuk ke luar angkasa, para insinyur harus merancang sebuah bus yang akan membawa peralatan itu aman ke luar angkasa.

Ada beberapa tujuan yang harus dicapai saat memilih bahan untuk bus satelit. Di antaranya adalah:

  • Lapisan Luar: melindungi satelit dari benturan dengan micrometeorites, atau partikel lain yang mengapung di angkasa
  • Anti radiasi: melindungi satelit dari radiasi matahari
  • Thermal Blanketing: menggunakan selimut termal untuk menjaga satelit pada suhu yang nyaman agar instrumen berfungsi
  • Konduksi: melakukan panas jauh dari alat vital satelit
  • Dukungan Struktural
  • Menghubungkan Bahan

Umumnya, semakin kecil satelitnya, semakin baik. Saat memilih bahan untuk bus, faktor berikut juga biasanya dipertimbangkan: biaya, berat, umur panjang (berapa lama bahan akan bertahan), dan apakah bahan tersebut telah terbukti berfungsi pada satelit lain sebelumnya.[1][2][3][4][5][6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "TU Delft: Spacecraft bus subsystems". Lr.tudelft.nl. Diakses tanggal 2014-04-23. 
  2. ^ "Spacecraft Systems". Braeunig.us. Diakses tanggal 2014-04-23. 
  3. ^ "The James Webb Space Telescope". Jwst.nasa.gov. Diakses tanggal 2014-04-23. 
  4. ^ "Antrix Corporation Ltd - Satellites > Spacecraft Systems & Sub Systems". Antrix.gov.in. 2009-09-24. Diakses tanggal 2014-04-23. 
  5. ^ Status of the JWST Sunshield and Spacecraft
  6. ^ Satellite Bus Subsystems, NEC, accessed 25 August 2012.