Burhanuddin Muhtadi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Burhanuddin Muhtadi
Lahir15 Desember 1977 (umur 43)
Bendera Indonesia Rembang, Jawa Tengah
KebangsaanIndonesia
AlmamaterIAIN Syarif Hidayatullah
Universitas Nasional Australia

Burhanuddin Muhtadi, M.A., Ph.D (lahir 15 Desember 1977) adalah seorang penulis, dosen, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia sejak 2013. Ia menjadi dosen di Prodi Ilmu Politik, FISIP UIN Syarif Hidayatullah dan Pascasarjana Universitas Paramadina, Jakarta.[1] Ia juga menjadi Direktur Public Affairs pada Lembaga Survei Indonesia (LSI). Selain sebagai pengajar dan peneliti, Burhanuddin Muhtadi juga dikenal publik sebagai analis atau pengamat politik yang kerap muncul di berbagai media. Dia sering dimintai sebagai narasumber berbagai media cetak dan televisi untuk berbicara masalah-masalah sosial-politik.

Pendidikan

  • SDN Kutoarjo I, Rembang (1990)
  • MTs Muallimin/at NU Rembang (1993)
  • MAN-PK (Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus), Surakarta (1996)
  • Bachelor of Islamic Theology and Philosophy, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (2002)
  • Master of Arts in Asian Studies di ANU (Australian National University) 2009
  • Ph.D di ANU (Australian National University), bidang ilmu politik, 2018

Ia mendapatkan gelar doktor dalam bidang ilmu politik dari Universitas Nasional Australia (ANU) di Canberra pada tahun 2018. Ia mengangkat disertasi yang berjudul "Buying Votes in Indonesia: Partisans, Personal Networks, and Winning Margins". Disertasi tersebut kemudian diterbitkan oleh Palgrave McMillan pada Mei 2019 dalam buku berjudul "Vote Buying in Indonesia: The Mechanics of Electoral Bribery". Sementara itu, versi berbahasa Indonesia, "Kuasa Uang: Politik Uang dalam Pemilu Pasca-Orde Baru", yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia.

Penghargaan

  • 2019 - Indonesian Platinum and Best Corporate Award, Penghargaan diberikan untuk kategori ‘The Most Trusted Survey Institution Company of The Year’ (Lembaga Survei Paling Terpercaya Tahun 2019).
  • 2018 - Young Southeast Asia Fellow Award, Penghargaan diberikan oleh Konsorsium Universitas di Amerika Utara (SEAREG) untuk menyoroti penelitian baru terbaik oleh ilmuwan sosial muda yang bekerja di bidang politik Asia Tenggara.
  • 2016 - The 11th Singapore Graduate Forum on Southeast Asian Studies, Penghargaan diberikan oleh Asian Research Institute of National University of Singapore untuk mengikuti program Beasiswa Penelitian Asia.
  • 2016 - Indonesia-Singapore Young Leaders Award, Penghargaan diberikan oleh S Rajaratnam Endowment (SRE), S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), dan RSIS’ Indonesia Programme untuk para pemimpin muda yang baru muncul dari Indonesia dan Singapura untuk melakukan lokakarya di Singapura.
  • 2013 - Australia Awards Scholarship for PhD Program, Penghargaan diberikan oleh the Australian Agency for International Development (AusAID) untuk mengambil program doktoral di Australian National University.
  • 2010 - Charta Politika Award untuk Analis Politik Terbaik.
  • 2009 - Anugerah Media dan Komunikator Terbaik Pilpres 2009, kategori pengamat dari Strategy Public Relations.[2]
  • 2008 - Australian Development Scholarship (ADS), Penghargaan diberikan oleh The Australian Agency for International Development (AusAID) untuk mengambil Program Master (Pasca-Sarjana) di Australian National University.
  • 2008 - The Asia Foundation Young Leaders Fellowship Grant, Penghargaan diberikan oleh The Asia Foundation kepada Intelektual Muda untuk mendukung Program Pasca-Sarjana.

Publikasi Ilmiah

Buku
  • 2020 - Kuasa Uang : Politik Uang dalam Pemilu Pasca-Orde Baru (The Power of Money: Vote Buying in Post-Suharto Elections) (Jakarta, Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia).
  • 2019 - Vote Buying in Indonesia: The Mechanics of Vote Buying in Indonesia (Singapore: Palgrave Macmillan).
  • 2019 - Populisme, Politik Identitas dan Dinamika Elektoral (Populism, Identity Politics and Electoral Dynamics) (Malang: Intrans Publishing).
  • 2013 - Perang Bintang 2014: Konstelasi dan Prediksi Pemilu dan Pilpres ("Star Wars:" Constellation and Prediction of the 2014 Election and Presidential Elections) (Jakarta: Noura Books).
  • 2012 - Dilema PKS: Suara dan Syariah (The PKS Dilemma: Between Elections and Sharia) (Jakarta: Penerbit Gramedia).
  • 2005 - Defisit Pelayanan Publik: Survei Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik (The Deficit of Public Services: A Survey on Public Perception on Public Services) (Jakarta: INCIS-Partnership Kemitraan).
  • 2004 - Mencari Akar Kultural Civil Society di Indonesia (In Search of Cultural Roots of Civil Society in Indonesia) (Jakarta: INCIS-CSSP USAID).
  • 2003 - Civil Society dan Demokrasi: Survey tentang Partisipasi Sosial-Politik Warga Jakarta (Civil Society and Democracy: A Survey on Social-Political Participation of Jakartans) (Jakarta: INCIS-CSSP USAID).
  • 2003 - Syariat Islam: Pandangan Muslim Liberal (Shari’a: A Liberal Muslim Perspective) (Jakarta: JIL-The Asia Foundation).


Jurnal Artikel

  • 2020 - (with Eve Warburton) ‘Inequality and Democratic Support in Indonesia’ Pacific Affairs 93(1): 31-58.
  • 2020 - (with Diego Fossati, Edward Aspinall, and Eve Warburton) ‘Ideological representation in clientelistic democracies: the Indonesian case’ Electoral Studies, Volume 63, February.
  • 2019 - ‘Politik Uang dan New Normal dalam Pemilu Paska-Orde Baru’ (Vote Buying and New Normal in Post-Authoritarian Elections) Jurnal Antikorupsi INTEGRITAS, 5 (1), 55-74.
  • 2019 - (with Edward Aspinall, Diego Fossati, and Eve Warburton) ‘Elites, Masses and Democratic Decline in Indonesia’ Democratization.
  • 2018 - (with Marcus Mietzner) ‘Explaining the 2016 Islamist mobilisation in Indonesia: Religious intolerance, militant groups and the politics of accommodation’ Asian Studies Review 42 (3), 479-497.
  • 2018 - ‘Politik Identitas dan Mitos Pemilih Rasional’ (Identity Politics and the Myth of Rational Voters)’ Jurnal MAARIF Vol. 13, No. 2 Desember, pp. 68-86.
  • 2018 - (with Marcus Mietzner and Rizka Halida) ‘Entrepreneurs of grievance: Drivers and effects of Indonesia’s Islamist mobilization’ Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde/Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, Volume 174: Issue 2-3.
  • 2015 - ‘Jokowi’s First Year: A Weak President Caught between Reform and Oligarchic Politics’ Bulletin of Indonesian Economic Studies, Vol. 51, Issue 3. Dec., pp. 349-368.
  • 2013 - ‘Politik Uang dan Dinamika Elektoral di Indonesia: Sebuah Kajian Awal Interaksi antara Party ID dan Patron Klien (Vote Buying and Electoral Dynamics in Indonesia: A Preliminary Study of the Interaction between Party ID and Patron-Client)’ Jurnal Penelitian Politik Vol 10, No 1, pp. 41-57.
  • 2009 - ‘The Quest for Hizbut Tahrir Indonesia’ Asian Journal of Social Science 37(4), pp. 623-645.
  • 2009 - ‘Islamism and Women in Politics: Analysing Female Political Participation and Representation of Indonesia’s Prosperous Justice Party (PKS)’ Jurnal Substansia, vol. 1, No. 1.
  • 2007 - ‘The Conspiracy of Jews: The Quest for anti-Semitism in Media Dakwah’ Graduate Journal of Asia-Pacific Studies, 5(2), 53-76.
  • 2007 - ‘Yudhoyono and Kalla: Two Distinctive Styles of Policy-Making in the Case of Fuel Subsidy Reduction in Indonesia’ Asian Journal of Social Policy Vol.3, No. 2, 2007, pp. 1-10.


Bab Buku (Book Chapters)

  • 2020 - ‘Electoral Losers, Democratic Support and Authoritarian Nostalgia’ in Democracy in Indonesia: From Stagnation to Regression by Eve Warburton and Thomas Power (eds) (Singapore: ISEAS-Yusof Ishak Institute, forthcoming).
  • 2020 - ‘Populisme, Polarisasi, dan Normalitas Baru dalam Politik Elektoral Kita’ (Populism, Polarization, and New Normal in Our Electoral Politics) in Bergerak Bergerak Berdampak by Najwa Shihab et al (Jakarta, Narasi TV).
  • 2020 - (with Rizka Halida) ‘Muslim Identity and Deprivation: Socio-Psychological Sources of Support for Islamist Radical Groups in Indonesia’ in Islamic Conservatism in Indonesia: Islamic Groups and Identity Politics by Alexander R. Arifianto, Leornard Sebastian and Syafiq Hasyim (eds) (London: Routledge, forthcoming).
  • 2019 - (with Marcus Mietzner) ‘The Mobilization of Intolerance and its Trajectories: Indonesian Muslims’ Views of Religious Minorities and Ethnic Chinese,’ in Contentious Belonging: The Place of Minorities in Indonesia by Greg Fealy and Ronit Ricci (Singapore: ISEAS Yusof Ishak Institute) pp. 155-174.
  • 2019 - ‘Violent Extremism dalam Sudut Pandang Studi Agama’ (Violent Extremism from the Perspective of Religious Studies) in Asking Sensitive Questions: Panduan Pelaksanaan Survei dengan Tema Tindakan Ekstrem Berbasis Agama dan Non-Agama (Guidelines for Conducting Surveys on Extremism Based on Religion and Non-Religion) by Philips J. Vermonte and Arya Fernandes (eds) (Jakarta: CSIS), pp. 21-30.
  • 2018 - ‘Komoditas Demokrasi: Efek Sistem Pemilu terhadap Maraknya Jual Beli Suara’ (Democratic Commodities: The Effects of Electoral System on the Prevalence of Vote Buying Practices) in Pembiayaan Pemilu di Indonesia by Mada Sukmajati dan Aditya Perdana (eds) (Jakarta: Bawaslu), pp. 95-118.
  • 2015 - (with Adam Kamil) ‘Divided Government: Tantangan Pemerintahan Jokowi- (Divided Government: The Challenges for Jokowi Government) in Proyeksi Ekonomi Indonesia 2015: Tantangan Kabinet Kerja Memenuhi Ekspektasi by Enny Sri Hartati et al (Jakarta: INDEF).
  • 2012 - ‘Resep Machiavelli dan Defisit Kepemimpinan Transformatif’ (The Machiavelli Recipe and the Deficit of Transformative Leadership) in Memperbaiki Mutu Demokrasi di Indonesia: Sebuah Perdebatan by Samsu Rizal Panggabean and Ihsan Ali-Fauzi (Jakarta: Paramadina) pp. 141-150.
  • 2008 - ‘Ke Cak Nur, Saya Mengaji’ (To Cak Nur, I Recite) in All You Need is Love: Cak Nur di Mata Kaum Muda by Ihsan Ali-Fauzi and Ade Armando (Jakarta, Penerbit Paramadina).
  • 2007 - ‘The 1998 Student Uprising in Indonesia: A Social Movement Theory Approach’ in Enlightenment from Within by Faried Saenong and Eko Nugroho (eds), (Canberra: Minaret).
  • 2002 - ‘Tantangan  Pluralisme Keagamaan  dan  Sistem Pendidikan Agama’ (The Challenges of Religious Pluralism and the Religious Educational System) in Pendidikan  Memang Multikultural:  Beberapa Gagasan by Aryo Danusiri and Wasmi Alhaziri (eds) (Jakarta: Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET).

Karier

Organisasi & Pekerjaan:

  • Aliansi Lembaga-lembaga Formal Kemahasiswaan Se-Indonesia (2000-2002)
  • Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (2000-2001)
  • Ketua Departemen Penelitian dan Pembangunan Intelektual BEM UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1999-2000)
  • FORMACI (Forum Mahasiswa Ciputat) pada tahun 1998-1999
  • Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (1996-2002)
  • Majelis Pengembangan Tilawatil Qur'an, Surakarta (1994-1995)
  • Peneliti Senior LSI (Lembaga Survei Indonesia).
  • Peneliti di CENSIS (Center fot the Study of Islam and Society).
  • Dosen di UIN Syarif Hidayatullah.
  • Editor-in-Chief for Bulletin of “Islam and Good Governance,” Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta (2003 - 2004).
  • Anggota National Consortium of People’s Voter Education Network (JPPR) pada tahun 2004-2005.
  • Editor di Jaringan Islam Liberal, Jakarta (sejak tahun 2001).
  • Program Manager for Voter Education and Public Service Announcement UNDP and JIL(2004).
  • Program Manager for Voter Education at The Asia Foundation and JIL (2004).
  • Koordinator Penelitian, Moslem Perception on US Foreign Political Affair conducted by US Embassy, PPIM, JIL, LSI and Freedom Institute (2004).
  • Program Manager for Voters Education in General Election 2004 conducted by Japan International Cooperation Agency (JICA and JIL (2004).
  • Koordinator daerah and Peneliti di Indonesian Survey Institute (Lembaga Survei Indonesia/LSI) Jakarta (2003- 2006).
  • Peneliti di Indonesian Institute of Civil Society or INCIS Jakarta (2003 -2006).

Referensi