Burgerkill

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
BURGERKILL
Burgerkill beserta Jasad kembali ke Tanah Air tercinta setelah 16 hari menjalani rangkaian show di Wacken Open Air (GER) dan Bloodstock Festival (UK) dalam misi "Bandung Blasting 2015".
Burgerkill beserta Jasad kembali ke Tanah Air tercinta setelah 16 hari menjalani rangkaian show di Wacken Open Air (GER) dan Bloodstock Festival (UK) dalam misi "Bandung Blasting 2015".
Informasi latar belakang
AsalBandung, Indonesia
GenreMetalcore, thrash metal, death metal, groove metal, progressive metal
Tahun aktif1995–sekarang
Label
  • Sony Music (2003-2004)
  • Revolt Records
  • BKHC Records
Artis terkaitInfamy, Jasad, Beside, Forgotten
Situs webSitus web resmi
Anggota
  • Agung Ridho
  • Ramdan Agustiana
  • Putra Pra Ramadhan
Mantan anggota

Burgerkill adalah band metalcore yang berasal dari kota Bandung, Jawa Barat, digagas sejak tahun 1995 oleh Aries Tanto (biasa disapa Ebenz) bersama teman-teman sekolahnya. Nama band ini diambil dari sebuah nama restaurant makanan siap saji asal Amerika, yaitu Burger King, yang kemudian oleh mereka diparodikan menjadi "Burgerkill". Dari lebih dua dekade perjalanan musiknya, Burgerkill dinobatkan sebagai Metal as F*ck dalam ajang penghargaan Metal Hammer Golden Gods Awards 2013 di Inggris[1] kemudian terpilih sebagai salah satu dari 50 band metal terbaik dunia versi majalah Metal Hammer tahun 2020[2][3] dan menjadi satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam daftar tersebut.[4]

Burgerkill berhasil menembus pentas mancanegara dengan tampil dalam ajang festival musik metal terbesar di dunia Wacken Open Air di Jerman tahun 2015,[5][6] kemudian lanjut tampil dalam gelaran festival metal Bloodstock Open Air di Inggris.[7][8] Sukses merambah Eropa, Australia hingga Amerika Serikat dan menorehkan sejarah baru dalam skena musik metal di tanah air dengan menggabungkan musik metal yang agresif dengan harmonisasi orkestra dalam gelaran pertunjukan yang diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, pada April 2018 yang bertajuk "DCDC x Hellshow Killchestra".[9] Menyusul peluncuran album mini (EP) dengan tema yang sama pada April 2020, bertajuk Killchestra.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Burgerkill dibentuk pada 11 Mei 1995, berawal saat Ebenz, scenester dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah tersebut Ebenz bertemu dengan Ivan (biasa disapa Scumbag), Kimung, dan Kudung sebagai line-up pertamanya.[10][11] Pada masa-masa awal sebelum menciptakan lagu sendiri, Burgerkill sering membawakan tembang dari Gorilla Biscuits, Black Flag hingga Wide Awake. Pergantian formasi perdana diawali dengan mundurnya Kudung sebagai drumer karena kesibukannya sebagai anggota band Forgotten, kemudian posisinya digantikan oleh Toto (Anal Vomit).[12] Di masa ini Burgerkill mulai aktif menulis karya lagu sendiri dan sering mendapat tawaran untuk tampil dalam acara-acara musik bawah tanah di GOR Saparua, Bandung.[13]

Dengan formasi Ebenz (gitar), Kimung (bass), Ivan (vokal) dan Toto (drum), Burgerkill berhasil merilis singel pertamanya melalui label independen 40.1.24 yang dibentuk oleh salah satu tokoh underground pada masa itu Richard Muttler (Pas Band) dengan merilis album kompilasi band-band yang ada dalam komunitas musik di Bandung pada awal 1997.[14] Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell juga turut serta dalam album kompilasi yang berjudul Masaindahbangetsekalipisan tersebut.[15] Pada akhir tahun 1997, Burgerkill kembali ambil bagian dalam kompilasi Breathless dengan menyertakan dua lagu ""Offered Sucks" dan "Myself" didalamnya, bersama band-band Hardcore lain di antaranya Deadly Ground dan Step Forward. Setahun kemudian, perjalanan band berlanjut dengan merilis singel "Blank Proudness" pada 1998, yang dimuat ke dalam album kompilasi dari band-band Grindcore komunitas musik bawah tanah Ujungberung[16] berjudul Independent Rebel.[13] Album kompilasi ini memuat lagu-lagu yang dimainkan oleh band seperti Jasad, Beside, Forgotten dan band lainnya. Kemudian pada awal 1999, Burgerkill mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independen Malaysia, Anak Liar Records yang berakhir dengan kontrak rilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Prancis).[17] Burgerkill mempersembahkan empat lagu dalam album ini, "Heal The Pain", "Hancur", "Rendah" dan lagu yang pernah rilis dalam album kompilasi Independent Rebel tahun sebelumnya "Blank Proudness".[18] Anak Liar Records juga merilis ulang Breathless untuk diedarkan di Malaysia pada 1999 (reissue).[19]

2000 – 2002: Dua Sisi[sunting | sunting sumber]

Banyak hal terjadi yang menyebabkan perilisan album debut Burgerkill menjadi tertunda, di antaranya termasuk pengunduran diri Kimung terkait aktivitasnya diluar band ditengah proses penggarapan album, walaupun ia telah menyelesaikan tugasnya dalam mengisi trek bass untuk album debut ini, hingga akhirnya Burgerkill dipertemukan dengan Dadan (kelak manager band) pemilik label independen Riotic Records[20] yang bersedia untuk merilis debut album Burgerkill tanpa kontrak yang rumit tahun 2000. Album ini bertajuk Dua Sisi yang hanya dirilis sebanyak dua ribu kopi,[11] lalu album ini diperbanyak hingga lima ratus kopi dan habis terjual dalam waktu singkat.[21] Penamaan album Dua Sisi dicetuskan oleh Ivan yang merujuk kepada dua kutub besar yang ada pada Burgerkill, yakni kutub baik dan kutub buruk.[22]

Pada tahun yang sama, dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan taman papan luncur (skate park) di Bandung, Burgerkill turut serta dalam kolaborasi album kompilasi bertajuk Ticket To Ride yang terinspirasi dari tembang "Ticket to Ride" The Beatles, bersama dengan tujuh belas band lain, termasuk di antaranya Puppen, Rosemary, Step Forward, Koil dan band-band lainnya, Burgerkill mempersembahkan singel "Everlasting Hope Never Ending Pain" dalam kompilasi yang dirilis melalui label Spills Records pada 27 Agustus 2000.[23]

Mereka menjadi nomine Band Independen Terbaik ala majalah NewsMusik pada tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk pakaian olahraga asal Jerman Puma yang selama 1 tahun mendukung setiap kali Burgerkill melakukan pementasan. Dan sejak Oktober 2002 sebuah produk pakaian jadi asal Australia: INSIGHT juga mendukung dalam setiap penampilan mereka.[butuh rujukan]

Dengan mundurnya Kimung, tiga personel yang ada yakni Ivan, Ebenz dan Toto memutuskan untuk menambah anggota band dengan formasi dua gitar sekaligus mencari pengganti Kimung, kemudian bergabunglah Ugum (disapa dengan Ugunk) (Disorder Lies) dan Abdul Kandris[24] (disapa dengan Andris atau Abah) (Forgotten), sehingga Burgerkill pada masa ini digawangi oleh Ivan (vokal), Ebenz (gitar), Toto (drum), Ugum (gitar) dan Andris (bass).[11] Formasi ini kemudian fokus untuk menggarap album berikutnya.

2003 – 2005: Berkarat[sunting | sunting sumber]

Pertengahan Juni 2003, Burgerkill menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negeri ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Pada masa itu, penandatanganan kontrak ini bukanlah keputusan populer bagi sebuah band yang tumbuh dari komunitas musik bawah tanah yang sarat akan independensinya, banyak pro dan kontra atas kontrak tersebut, terutama dari kalangan komunitas.[25] Kemudian setelahnya pada akhir tahun 2003, Burgerkill berhasil merilis album kedua mereka dengan judul Berkarat. Tajuk album ini juga dicetuskan oleh Ivan yang merepresentasikan kondisi internal band yang diam ditempat dalam dua tahun terakhir, sekaligus menggambarkan stagnansi kehidupan yang dirasakan oleh Ivan sendiri.[26]

Pada periode ini, gitaris Ugum mengundurkan diri dari band, karena adanya perbedaan musikalitas dengan konsep bermusik Burgerkill, lalu posisinya digantikan oleh Agung Ridho (disapa dengan Agung Hellfrog) (Jeruji) yang memang sudah berada dalam lingkaran komunitas 'Homeless Crew Burgerkill' sejak tahun 2000an.[27] Bersama jajaran baru inilah Burgerkill semakin produktif dalam menggarap materi untuk album selanjutnya.[28] Perjalanan bermusik Burgerkill berbeda sepenuhnya sebagai band label, yang penuh dengan jadwal promo yang padat dan tur skala nasional hingga berhasil menorehkan prestasi dalam ajang bergengsi belantika musik nasional Anugerah Musik Indonesia pada 2004, dalam kategori Best Metal Production melalui album Berkarat.[29][30]

Pada awal tahun 2005, kembali terjadi perubahan formasi dengan mundurnya Toto karena kesibukan aktivitas diluar band, sehingga Burgerkill memutuskan untuk merombak formasinya dengan memindahkan Andris dari posisi bass ke posisi drum dan tetap melanjutkan proses penggarapan album ketiga, meskipun porsi rekam trek bass dan drum dilakukan sekaligus oleh Andris, karena mengejar tenggat waktu yang telah ditetapkan pihak label.[13] Sedangkan posisi bass dipegang oleh Ramdan (Infamy) yang juga berada dalam lingkungan komunitas bawah tanah.[31] Sekitar dua tahun menjalani kontrak dengan label besar, setelah sebelumnya pihak label merilis ulang (repack) album Dua Sisi awal 2005,[32] Burgerkill dan pihak label sepakat untuk mengakhiri kontrak kerjasama pada November 2005, karena tidak adanya kesepatakan yang dapat dicapai oleh kedua belah pihak untuk tetap melanjutkan kontrak tersebut.[33]

2006 – 2010: Beyond Coma and Despair[sunting | sunting sumber]

Ivan Firmansyah (19 April 1978 – 27 Juli 2006) alias Ivan Scumbag merupakan vokalis utama dari Burgerkill dimulai era karya rintisan hingga album Beyond coma and despair.

Akhirnya Burgerkill memutuskan untuk merilis album ketiganya melalui label yang mereka dirikan sendiri Revolt! Records. Namun, beberapa minggu sebelum jadwal peluncuran album, Ivan menghembuskan nafas terakhirnya pada 27 Juli 2006, karena sakit yang telah lama dideritanya. Masih dalam suasana berduka, Burgerkill meluncurkan album ketiganya bertajuk Beyond Coma and Despair tanggal 20 Agustus 2006 yang dilanjutkan dengan serangkaian tur Jawa dan Bali, sesuai dengan agenda yang telah direncanakan sebelumnya.[34] Untuk menggantikan posisi vokal selama tur, Yadi (Motordead) didapuk menjadi vokalis sementara menggantikan peran mendiang Ivan. Kemudian, melalui proses audisi akhirnya Yupi Yupiki (dikenal dengan Vicky Mono)[35] (Heaven Fall) terpilih untuk menjadi vokalis tetap Burgerkill, hingga formasi yang digawangi oleh Ebenz (gitar), Agung (gitar), Andris (drum), Ramdan (bass) dan Vicky (vokal) merupakan salah satu formasi terbaik Burgerkill dalam perjalanan karier bermusiknya.[13]

Beyond Coma and Despair berisi dua belas tembang termasuk satu tembang daur ulang Puppen dari album debutnya Mk II yang berjudul "Atur Aku". Album ini mendapat sambutan yang positif, terutama dari komunitas bawah tanah atas kembalinya band menjadi independen sekaligus menjadi album terakhir mendiang Ivan bersama Burgerkill.[36] Album ini sukses menghantarkan Burgerkill ke tingkat yang lebih tinggi dalam pencapaian kariernya dengan terpilihnya album ini ke dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik menurut versi majalah Rolling Stone Indonesia edisi Desember 2007.[37][38]

Tak lama setelah tur di Bandung, Semarang dan Bali,[39] Burgerkill bertolak ke Australia awal 2009, dalam rangka promosi album Beyond Coma and Despair yang juga diterbitkan oleh label Xenophobic Records (Australia).[40] Gelaran tur ini diberi tajuk Invasion of Noise dengan tampil di kota-kota besar di Australia dan diundang pihak label untuk juga tampil dalam salah satu festival musik terbesar di Negeri Kangguru, Soundwaves Festival 2009, kemudian tampil di Malaysia dan Singapura tiga bulan berikutnya.[41] Setelah sukses dengan Invasion of Noise, Burgerkill kembali menyambangi Australia awal 2010 untuk menggelar tur Invasion of Noise II dengan tampil di enam kota-kota besar di Australia dalam gelaran festival musik Big Day Out, bulan Januari 2010[42] dan menjadi band Indonesia pertama yang tampil dalam festival musik bergengsi tersebut.[43] Kemudian pada Maret 2010, Burgerkill bersama Nemesis menggelar tur bertajuk Allegiance to Metal yang difasilitasi oleh pihak Xenophobic Records tampil di Solo, Bandung, Malang dan Bali dengan bintang tamu utamanya band metal asal Australia Psycroptic.[44][butuh sumber yang lebih baik]

2011 – 2014: Venomous[sunting | sunting sumber]

Lima tahun setelah Beyond Coma and Despair, Burgerkill merilis album keempatnya bertajuk Venomous pada 14 Juni 2011. Acara peluncuran album ini digelar di Bulungan Outdoor, Jakarta, berupa konser pertunjukan langsung yang diselenggarakan pada 16 Juli 2011 bertajuk Venomous Live in Concert, dimeriahkan oleh band Papar Gangster, Nemesis dan Dead Vertical,[45] menyusul gelaran konser dengan tajuk yang sama bulan berikutnya di Stadion Siliwangi, Bandung, pada 24 September 2011 yang berkolaborasi dengan Fadly (Padi) dalam membawakan tembang "Tiga Titik Hitam" dan Arian13 (Seringai) membawakan "Atur Aku".[46] Album ini diluncurkan sekaligus merayakan hari jadi Burgerkill yang ke-16, yang diumumkan melalui acara prapeluncuran yang diadakan pada Mei 2011.[47]

Materi dalam album ini merupakan konsep baru yang sama sekali berbeda dengan album-album terdahulu, baik musikalitas dan aransemen, terutama mengenai tema dan penulisan lagu. Pada Venomous, tema yang dipaparkan mengenai sikap terhadap kritik sosial, ketamakan manusia dan tentang korupsi, sekaligus menandakan era dan semangat baru[48] bagi eksistensi Burgerkill dalam melanjutkan cita-cita mendiang Ivan.[49] Proses penggarapan album ini dirampungkan cukup lama, karena adanya penyesuaian-penyesuaian dengan hadirnya Ramdan dan Vicky sehingga menegaskan warna baru bagi musikalitas Burgerkill yang ingin album ini dibuat secara matang dan tidak terburu-buru.[50]

Proses kreatif penggarapan album ini memerlukan waktu hampir satu tahun yang mulai dikerjakan sejak 2010, kemudian proses rekam hingga selesainya album ini, rampung dalam tiga bulan. Album ini selain dirilis di tanah air, juga di Malaysia dan Australia melalui label Revolt Records dan Xenophobic Records (Australia).[51] Pada akhir tahun 2011, Venomous dinobatkan sebagai Album Indonesia Terbaik 2011 menurut majalah Rolling Stone Indonesia[52] dan sebagai nomine dalam ajang penghargaan bergengsi insan musik nasional Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards dalam kategori Album Rock Terbaik tahun 2012.[53] Selain itu, tembang "House of Greed", berhasil memenangkan penghargaan Indonesia Cutting Edge Awards (ICEMA) dalam kategori Favourite Metal Song yang juga dinominasikan sebagai Best Metal Song dalam ajang penghargaan yang sama.[54]

Awal tahun 2013, Burgerkill meluncurkan film dokumenter bertajuk We Will Bleed yang menceritakan tentang perjalanan karier bermusik Burgerkill sejak awal. Film dengan durasi sembilan puluh menit ini juga menampilkan wawancara dengan mantan anggota dan personel yang memiliki andil bagi perkembangan karier Burgerkill, sekaligus didedikasikan sebagai wujud apresiasi bagi mendiang Ivan yang diyakini bahwa tanpa dirinya, Burgerkill tidak akan seperti sekarang ini.[55]

Pada pertengahan 2013, tembang "Under The Scars" dalam album ini, menjadi salah satu lagu dalam album kompilasi yang dirilis Metal Hammer bertajuk "Slave New World" yang didistribusikan melalui Majalah Metal Hammer Edisi 244, Juni 2013. Album kompilasi yang dikurasi oleh Max Cavalera ini[56] berisi lima belas lagu, dua belas di antaranya dari band-band Indonesia dengan tambahan lagu dari band Amogh Symphony (India), From The Vastland (Iran) dan Lody Kong (Amerika).[57] Masih dalam periode yang sama, Burgerkill berhasil meraih penghargaan Golden Gods Awards yang juga diselenggarakan oleh Metal Hammer dalam kategori Metal As F*ck, mengalahkan nomine Sea Shepherd, Nergal, Jason Newsted dan Pussy Riot.[58]

2015 – 2018: Adamantine[sunting | sunting sumber]

Burgerkill menorehkan lagi prestasinya dengan tampil dalam ajang festival metal terbesar dunia Wacken Open Air (W:O:A) di Schleswig-Holstein, Jerman, tanggal 31 Juli 2015, sebagai penampil pamungkas di panggung Headbangers Stage.[59] Kemudian dilanjutkan minggu berikutnya dalam gelaran festival metal Bloodstock Open Air di Derbyshire, Britania Raya, tampil pada hari yang sama dengan band Jasad di panggung Sophie Lancaster Stage tanggal 8 Agustus 2015.[60] Melalui misi Bandung Blasting dan sebagai band Indonesia pertama yang mampu menembus festival musik metal paling bergengsi tersebut, Burgerkill ingin mengukuhkan eksistensinya sebagai band yang diakui secara internasional.[61][62] Dokumentasi mengenai aktivitas band selama berada di Eropa, dirilis pada 2017, dalam bentuk video dokumenter bertajuk Blasting Europe – Tour Documentary & Live At Wacken 2015..[63]

Pada pertengahan tahun 2016, formasi band yang dianggap paling solid ini akhirnya pecah, dengan mundurnya Andris sebagai drumer setelah enam belas tahun bersama, yang terlibat sejak penggarapan album debut Dua Sisi dan mewarnai perjalanan serta menjadi bagian dari kesuksesan Burgerkill.[64] Mundurnya Andris di tengah proses penggarapan album baru ini, mendapatkan reaksi yang beragam dari para Begundal (sebutan untuk para fans Burgerkill) dan Burgerkill meyakini bahwa Andris akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan karier band.[65] Kemudian pada September 2016 melalui audisi tertutup, akhirnya Burgerkill menggaet Putra Pra Ramadhan (biasa disapa Puput atau Putceh) (Killing Me Inside) untuk menempati lini belakang melanjutkan posisi yang ditinggal Andris, karena ia baru saja mengundurkan diri setelah lima tahun bersama Killing Me Inside pada Juni 2016,[66] setelah sebelumnya ia juga hengkang dari Sunrise.[67] Sehingga pada penghujung tahun 2016, formasi Burgerkill digawangi oleh Ebenz (gitar), Agung (gitar), Ramdan (bass), Vicky (vokal) dan Putra (drum).

Setelah empat tahun digarap sejak 2014, album kelima Burgerkill yang bertajuk Adamantine diluncurkan pada 20 April 2018. Judul album ini dicetuskan oleh Dom Lawson, jurnalis musik yang juga seorang musisi asal Inggris, ia menulis untuk media Metal Hammer[68] dan The Guardian[69] yang memiliki hubungan dekat dengan Burgerkill sejak kunjungan peliputannya[41] dalam gelaran festival musik Bandung Berisik pada Mei 2012.[70][71] Dom juga turut menyumbangkan penulisan lagu dan suaranya sebagai vokalis tamu pada tembang "United Front". Dalam album ini, juga terdapat satu tembang daur ulang Iwan Fals berjudul "Air Mata Api", terinspirasi dari kolaborasi bersama dengan Iwan Fals pada pergelaran konser bertajuk Rebel Meet Rebel di Cimahi, pada 21 Desember 2013.[72] Berbeda dengan album sebelumnya, penulisan lirik dalam Adamantine sangat bijaksana dan lebih bertanggung jawab agar tidak menjadi preseden buruk bagi pemirsanya karena adanya fans Burgerkill dari kalangan anak-anak, salah satu di antaranya memilih untuk tidak bicara tentang kegelapan dan makian[73] sehingga lirik tembang pada album ini lebih bermakna dan memiliki pesan moral.[74]

Adamantine terpilih ke dalam daftar 50 album metal terbaik 2018 versi Metal Hammer,[75] sementara dalam ajang bergengsi belantika musik nasional Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2018, album ini dinominasikan untuk kategori Grafis Design Album Terbaik, juga lagu "Superficial" sebagai nomine untuk kategori Karya Produksi Metal/Hardcore terbaik dalam ajang yang sama.[76] Menjelang akhir tahun 2018, Burgerkill bersama Deadsquad melakukan tur Eropa bertajuk "Super Invasion 2018". Tur yang dimulai pada 15 Oktober 2018 ini, merambah enam negara yakni Prancis, Belgia, Jerman, Ceko, Polandia dan kunjungan terakhir satu panggung bersama Deadsquad di Belanda, sebelum kembali ke tanah air pada 25 Oktober 2018.[77]

2019 – sekarang[sunting | sunting sumber]

Penghujung tahun 2019, Burgerkill mewujudkan mimpinya merambah Amerika Serikat, tur ini bertajuk "Adamantine American Tour 2019" yang berlangsung secara maraton dari 16 – 31 Oktober 2019. Burgerkill berkolaborasi dengan band Suaka yang akan menjadi band pembuka bagi setiap penampilan Burgerkill di kota-kota besar bagian timur Amerika, di antaranya Philadelphia, Chicago, New York, Madison, Milwaukee, Minneapolis, termasuk ibu kota Amerika, Washington, D.C..[78] Tur Amerika ini dalam rangka promosi album Adamantine dan memperluas jaringan baru serta menjajaki kemungkinan tentang apresiasi penikmat musik metal terhadap musik yang dimainkan Burgerkill[79] sekaligus promosi album Suaka yang baru dirilis bertajuk Suakatrocity.[80]

Burgerkill kembali menorehkan prestasi dan sejarah baru dalam musikalitasnya dengan meluncurkan album mini (EP) bertajuk Killchestra pada 20 April 2020. Konsep musik dalam album ini merupakan gubahan musik ekstrem yang agresif pada album-album Burgerkill sebelumnya dengan balutan musik orkestra tanpa menghilangkan esensi dan atmosfer dari lagu-lagu yang digubah tersebut.[81] Album yang dirilis di tengah masa pandemi ini, sekaligus menjadi pembuktian bahwa musik metal bukan hanya musik berisik tak berarti.[82] Burgerkill berkolaborasi dengan Czech Symphony Orchestra, sekaligus merekam materi lagu di Cesky Rozhlas Studio, Praha.[83]

Dalam masa pandemi, semua aktivitas Burgerkill tertunda, di antaranya serangkaian tur dan tampil kembali di W:O:A dan konser-konser, sehingga konser hanya dapat dilakukan secara virtual, termasuk konser perayaan hari jadi ke-25 Burgerkill di penghujung tahun 2020 bertajuk 25th Anniversary Virtual Concert, yang dapat diakses secara daring bagi para begundal dan penikmat musik metal lainnya.[84] Masih di tengah masa pandemi pada akhir Agustus 2021, kembali terjadi perubahan formasi band dengan mundurnya vokalis Vicky setelah empat belas tahun bersama band, walaupun tidak ada pernyataan resmi yang menyatakan hal tersebut, tetapi media resmi Burgerkill menyatakan bahwa sudah tidak ada komponen yang selaras dan akan menyambut era baru.[85] Berawal saat pergelaran konser virtual Hellprint Reunited Moment episode 13 pada 5 Agustus 2021, Burgerkill menampilkan setlist Dua Sisi dengan mengundang mantan anggota Toto dan Kimung dalam wawancara, tetapi pada saat Burgerkill tampil membawakan lagu, posisi vokal diisi oleh Hardi Rosadi (disapa Hardy Yankyank) (Taring) dengan ditemani oleh Anggi (Revenge The Fate) dan Baruz (Godless Symptomps).[86] Hal ini terjawab saat sesi istirahat dalam gelaran acara konser kolaborasi virtual Dewa 19 dengan Burgerkill[87] dalam rangka perayaan hari jadi Dewa 19 ke-30, bahwa Burgerkill tak memiliki vokalis usai Vicky mengundurkan diri.[88]

Di tengah simpang siur mengenai vokalis pengganti Vicky dan rencana konser Burgerkill, sang pendiri, motor utama dan personel asli Burgerkill sejak awal dibentuk, Ebenz pergi untuk selama-lamanya. Kepergiannya secara mendadak di tengah proses pengambilan gambar untuk konser virtual pada 3 September 2021 meninggalkan duka yang mendalam bagi rekan-rekan musisi.[89] Harapannya untuk tampil bersama band idolanya God Bless tuntas sudah dua hari sebelumnya, yang digelar di ICE BSD di Tangerang, Banten, pada 1 September 2021 dalam gelaran konser 48 tahun God Bless.[90] Sebelumnya, Burgerkill berencana untuk menggelar konser daring bersama Adji (Down For Life) dan Daniel Mardhany (ex-Deadsquad, Kala).[91] Ebenz dimakamkan di halaman rumahnya pada 4 September 2021.[92]

Personel[sunting | sunting sumber]

Personel saat ini[sunting | sunting sumber]

  • Ramdan Agustiana — bassis (2007–sekarang)
  • Agung "Hellfrog" Ridho — gitaris (2003–sekarang)
  • Putra Pra Ramadhan — drumer (2016–sekarang)

Mantan personel[sunting | sunting sumber]

  • Ivan "Scumbag" Firmansyah — vokalis (1995–2006; meninggal 2006)
  • Kudung — drumer (1995–1996)
  • Kimung — bassis (1995–2000)
  • Ugum — gitaris (1998–2002)
  • Toto Supriatin — drumer (1996–2005)
  • Abah Andris — bassis (2000–2005), drumer (2005–2016)
  • Vicky Mono — vokalis (2007–2021)
  • Aries "Ebenz" Tanto — gitaris (1995–2021; meninggal 2021)

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Album studio[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul
2000 Dua Sisi
2003 Berkarat
2006 Beyond Coma and Despair
2011 Venomous
2018 Adamantine

Kompilasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Singel Kompilasi
1997 "Revolt!" Masaindahbangetsekalipisan
1997
  • "Offered Sucks"
  • "Myself"
Breathless[93]
1998 "Blank Proudness" Independen Rebel[94]
2000 "Everlasting Hopes Never Ending Pain" Ticket to Ride[95][23]
2013 "Under The Scars" Slave New World[96]

Repacked / EP[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul
1996 "Revolt!"[97]
1999 Threeway Split Release EP[98]
2005 Dua Sisi (Repacked)
2020 Killchestra EP

Album video[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul
2009 Hellvideography
2013 We Will Bleed[99]
2017 Blasting Europe –
Tour Documentary & Live At Wacken 2015
[100]

Nominasi dan penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Nomine Hasil Rujukan
2018 Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards Grafis Design Album Terbaik Adamantine Nominasi [76]
Karya Produksi Metal/Hardcore Terbaik "Superficial" Nominasi [76]
2017 Hammersonic Metal Award Best Metal Performance Burgerkill Nominasi [101]
2016 The Hammersonic Award Menang [102]
2015 Global Metal Apocalypse (GMA) Awards Best Live Act Nominasi [103]
News Event of the Year Nominasi [103]
2013 Metal Hammer Golden Gods Awards Metal As F*ck Menang [104][105]
2012 Indonesia Cutting Edge Awards (ICEMA) Best Metal Song "House of Greed" Nominasi [106]
Favourite Metal Song Menang [106]
Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards Album Rock Terbaik Venomous Nominasi [53]
2004 Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards Best Metal Production Berkarat Menang [29]

Begundal Hellclub[sunting | sunting sumber]

Eksistensi musik metal di tanah air sangat identik dengan ranah musik bawah tanah (underground) yang tidak ada dalam gemerlapnya panggung musik populer, keberadaan komunitas bawah tanah ini diawali pada era 1980-an hingga 1990-an di daerah Ujungberung, Bandung, yang sarat akan budaya dan seni tradisionalnya. Karena masyarakatnya memiliki eksplorasi budaya yang tinggi, seniman-seniman muda Ujungberung terbuka terhadap pengaruh segala kesenian, termasuk gaung kultur musik barat yang pada masa itu kencang dengan arus musik rock dan punk, hingga bermunculan kelompok-kelompok musik sesuai genre masing-masing yang segala sesuatunya dikelola secara mandiri (rekaman, produksi musik dan buletin[107] hingga penyelenggaraan festival).[108][109] Hingga kini, Ujungberung merupakan salah satu pusat pelestarian kebudayaan di Jawa Barat.[110]

Keberadaan komunitas Ujungberung Rebels, tidak lepas dari peran Windy, Addy Gembel, Ivan Firmansyah (dikenal dengan Scumbag) dan Rahman Angga Kusumah (dikenal dengan Kimung) (Ivan dan Kimung adalah anggota Burgerkill bersama Ebenz) dalam mewujudkan manifestasi pemberontakan melalui musik dan gaya hidup ke dalam sebuah album kompilasi musik yang sedianya diberi tajuk yang sama sekaligus mengukuhkan idealismenya sebagai musisi bawah tanah. Namun, karena satu dan lain hal, album ini diberi judul Independen Rebels. Kompilasi ini berisi lima belas lagu yang dimainkan oleh band-band komunitas bawah tanah, termasuk di antaranya Burgerkill dan Jasad.[111] Komunitas independen inilah yang kelak melahirkan band-band papan atas di tanah air[109] dan berkembangnya istilah Begundal Hellclub bagi para penggemar dan orang-orang yang berada dibelakang layar Burgerkill[112] hingga menjadi salah satu fanbase terbesar di tanah air.[113]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Burgerkill Sabet Penghargaan Metal as F*ck Di Metal Hammer Golden Gods Awards 2013". hai. 17 Juni 2013. 
  2. ^ Merlin Alderslade; Eleanor Goodman; Alice Pattillo; Dannii Leivers; Stephen Hill; Briony Edwards; Fraser Lewry (Metal Hammer) (19 Maret 2020). "The 50 best metal bands of all time" (dalam bahasa Inggris). Loudersound. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Juli 2020. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  3. ^ @MetalHammer (July 24, 2020). "The 50 best metal bands of all time" (Tweet) – via Twitter. 
  4. ^ Kevin Andreas (23 Maret 2020). "Burgerkill Masuk Daftar 50 Band Metal Terbaik Dunia". ussfeed.com. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  5. ^ "Burgerkill - Confirmed Metal Festivals". allmetalfest (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 8 September 2021. 
  6. ^ Karel (2 Mei 2015). "Wacken Open Air Destinasi Burgerkill Berikutnya Di Eropa". djarumcoklat. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  7. ^ Winda Destiana Putri (4 Agustus 2015). "Burgerkill Guncang Wacken Open Air Festival Jerman". Republika. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  8. ^ Tejo (30 September 2015). "Musisi Bandung Rambah Eropa". Jabarprov.go.id. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  9. ^ Windy Eka Pramudya (10 April 2018). "Perpaduan Musik Metal dan Orkestra, Saksikan Burgerkill di Killchestra". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 8 September 2020. 
  10. ^ Kimung 2007, hlm. 42, 62.
  11. ^ a b c "Jalan Panjang Burgerkill Berkiprah di Musik Metal Indonesia". Superlive.id. 13 Oktober 2020. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  12. ^ Kimung 2007, hlm. 73.
  13. ^ a b c d Alvin Bahar (28 Januari 2018). "Ini Dia Kisah Panjang Burgerkill Dari Awal Berdiri Hingga Sekarang". Hai. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  14. ^ Idhar Resmadi (27 Mei 2019). Based on a True Story: Pure Saturday. Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 174. ISBN 6-0248-1148-9. OL 30979222M. 
  15. ^ Sakrie 2015, hlm. 153.
  16. ^ Kamil & AmaLee 2015, hlm. 162-163.
  17. ^ "Burgerkill", bicaramusik, 15 Februari 2019, diakses tanggal 7 September 2021 
  18. ^ Burgerkill di Discogs
  19. ^ Burgerkill di Discogs
  20. ^ "Berawal dari sebuah Studio Rekaman, menjadi salah satu Distro Senior di kota Bandung". djarumcoklat. 12 Februari 2015. Diakses tanggal 7 September 2021. 
  21. ^ Kimung 2007, hlm. 210.
  22. ^ Kimung 2007, hlm. 148.
  23. ^ a b Alvin Bahar (21 Juni 2021). "Mengenang Album 'Ticket to Ride': Kompilasi untuk Pembuatan Skatepark di Bandung". Hai. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  24. ^ Windy Eka Pramudya (31 Mei 2016). "Ini Alasan Abah Andris Keluar dari Burgerkill". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 9 September 2021. 
  25. ^ Kimung 2007, hlm. 236.
  26. ^ Kimung 2007, hlm. 240.
  27. ^ Kimung 2007, hlm. 206.
  28. ^ Kimung 2007, hlm. 220.
  29. ^ a b bbn/ema (2 Maret 2008). "Burgerkill: Tak ada Pentas, Diskusi pun Jadi". Detik.com. Diakses tanggal 3 September 2021. 
  30. ^ @burgerkill (September 9, 2011). "Akhirnya album "Berkarat" berhasil terpilih sebagai penerima AMI Awards 2004 untuk kategori Best Metal Production" (Tweet) – via Twitter. 
  31. ^ Kimung 2007, hlm. 51.
  32. ^ Berkarat di MusicBrainz
  33. ^ Robin Malau (16 April 2012). "Bagaimana Band Bisa Memutus Kontrak Dengan Major Label?". Robin Malau. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  34. ^ Kimung 2007, hlm. 30.
  35. ^ Karel (15 Juni 2015). "Single Baru, Paper Gangster Gaet Vicky Burgerkill". djarumcoklat. Diakses tanggal 9 September 2021. 
  36. ^ Hai Online (19 April 2017). "Hari Ini, Almarhum Ivan Scumbag, Ex Burgerkill, Berulang Tahun yang ke-39. RIP!". Hai. Diakses tanggal 9 September 2021. 
  37. ^ "Rolling Stone - 150 Album Indonesia Terbaik". 5 Desember 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 September 2011. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  38. ^ "Burgerkill News". Burgerkill Official. 10 Oktober 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Februari 2008. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  39. ^ Alwan Ridha Ramdani (5 Februari 2009). "Burgerkill Lelang Barang untuk Manggung di Australia". Tempo.co. Diakses tanggal 6 September 2021. 
  40. ^ "Burgerkill Promo Album dan Budaya Jabar ke Australia". lom. 2008-22-21. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  41. ^ a b Karina Supriaman (3 Juni 2017). "Indonesia International Metal Movement (Part 1)". djarumcoklat. Diakses tanggal 9 September 2021. 
  42. ^ yla (21 Desember 2009). "Pentas di Australia, Burgerkill Sibuk Cari Donatur". Detik.com. Diakses tanggal 2 September 2021. 
  43. ^ Erick Tobing (24 Desember 2009). "Burgerkill: Tampil di Big Day Out". Hai. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  44. ^ Kieran James (22 September 2015). "METAL HISTORY: My first interview with Jason Xenophobic (Xenophobic Records), 11/1/2011". Busuk Zines. Diakses tanggal 9 September 2021. 
  45. ^ "Venomous Live In Concert". Hai. 16 Juli 2011. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  46. ^ "Burgerkill Ukir Sejarah Terbesar Lewat Konser Venomous Alive". Hai. 25 September 2011. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  47. ^ "Pre-launching 'Venomous' Session Party–Burgerkill". Omuniuum. 10 Mei 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Mei 2011. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  48. ^ Heru Triyono (21 Juli 2017). "Eben Burgerkill, Bento yang menjadi Begundal". Lokadata. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  49. ^ Whisnu Bagus Prasetyo (24 Januari 2013). "Venomous, Album Pembuktian Eksistensi Burgerkill". BeritaSatu. Diakses tanggal 7 September 2021. 
  50. ^ Marnala Eros (1 Agustus 2011). Aldo Fenalosa, ed. "Venomous, The Heaviest Album From The Heaviest Band". Gigsplay. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  51. ^ Mahardhika Utama (8 Mei 2011). "This Is The New Burgerkill and This Is Venomous". Formagz. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Mei 2011. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  52. ^ "Album Indonesia Terbaik 2011". Rolling Stone Indonesia. 31 Desember 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Januari 2012. Diakses tanggal 6 September 2021. 
  53. ^ a b "Ini Dia Nominasi Penghargaan AMI Awards 2012". Detik.com. 15 Juni 2012. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  54. ^ Adhie Sathya (28 November 2012). "Daftar Pemenang ICEMA 2012". Hai. Diakses tanggal 1 September 2021. 
  55. ^ Eko Hendrawan Sofyan (24 Januari 2013). "Burgerkill Rilis Film Dokumenter "We Will Bleed". Kompas.com. Diakses tanggal 3 September 2021. 
  56. ^ "Metal Hammer 244 - Slave New World" (dalam bahasa Inggris). musik-sammler.de. Diakses tanggal 3 September 2021. 
  57. ^ Adhie Sathya (19 Maret 2013). "12 Band Cadas Lokal Masuk Kompilasi Metal Hammer". Hai. Diakses tanggal 3 September 2021. 
  58. ^ wookubus (17 Juni 2013). "Winners Announced For Metal Hammer's 2013 'Golden Gods Awards'" (dalam bahasa Inggris). theprp.com. Diakses tanggal 3 September 2021. 
  59. ^ "Wacken Open Air-Line Up". clashfinder.com. 6 Juli 2015. Diakses tanggal 1 September 2021. 
  60. ^ "Band Line Up 2015". bloodstock.co.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Agustus 2017. Diakses tanggal 2 September 2021. 
  61. ^ Agustinus Shindu Alpito (5 Mei 2015). Rosa Anggreati, ed. "Burgerkill akan Tampil di Festival Musik Cadas Wacken Open Air Jerman". Medcom.id. Diakses tanggal 6 September 2021. 
  62. ^ Zeynita Gibbons (4 Agustus 2015). Kunto Wibisono, ed. "Burgerkill gebrak Wacken Open Air Festival Jerman". Antaranews. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  63. ^ Addy Gembel (4 Desember 2017). "Review DVD: "Blasting Europe, Tour Documentary & Live at Wacken 2015" - Burgerkill". djarumcoklat. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  64. ^ Agustinus Shindu Alpito (31 Mei 2016). Nia Deviyana, ed. "Drummer Burgerkill Mengundurkan Diri". Medcom.id. Diakses tanggal 9 September 2019. 
  65. ^ Ati Kamil, ed. (31 Mei 2016). "Undur Diri dari Burgerkill, Abah Andris Bilang Tetap Cinta Band Itu". Kompas.com. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  66. ^ Alvin Bahar (7 September 2016). "Jarang Yang Tau! Ini Dia Band Putra Pra Ramadhan Sebelum Burgerkill, Killing Me Inside, dan Sunrise". Hai. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  67. ^ Fadli Adzani (21 Agustus 2019). "Putra Putceh Curhat Terkait Alasannya Cabut dari Killing Me Inside: Gue Cabut Dari Sunrise, Killms Masih Fals". Hai. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  68. ^ "Articles by Dom Lawson". loudersound.com. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  69. ^ "Profile". The Guardian. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  70. ^ avi/ern (15 Mei 2012). "60 Band Meriahkan Helatan Bandung Berisik". Detik.com. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  71. ^ Nuran Wibisono (2 Juli 2019). "Jangan Jadi Jurnalis Musik". Tirto. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  72. ^ "Rebel Meet Rebel". djarumcoklat. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  73. ^ Dicky Ardian (11 November 2018). "5 Fakta 'Adamantine', Album Burgerkill yang Merchandise-nya Dibeli Jokowi". Detik.com. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  74. ^ Anto Arief (26 Juli 2018). "9 Fakta Di Balik Album Album Baru Burgerkill, Adamantine". pophariini.com. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  75. ^ Luke Morton (22 Juni 2018). "The 50 best metal albums of 2018 (so far)". Metal Hammer (dalam bahasa Inggris). loudersound.com. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  76. ^ a b c Cecylia Rura (31 Agustus 2018). "Daftar Lengkap Nominasi AMI Awards 2018". Medcom.id. Diakses tanggal 1 September 2021. 
  77. ^ Muhammad Andika Putra (18 Desember 2018). "Deadsquad dan Burgerkill Sukses 'Invasi' Jaringan Musik Eropa". CNN Indonesia. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  78. ^ Gandira Pratama (6 November 2019). Ian Umar, ed. "Band Heavy Metal Indonesia, Burger Kill, Tur Keliling Amerika". VOA Indonesia. Diakses tanggal 11 September 2021. 
  79. ^ Yogi Rachman (4 Oktober 2019). Alviansyah Pasaribu, ed. "Tur Burgerkill ke Amerika jadi momentum perluas jaringan". Antaranews. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  80. ^ Kory Grow (28 September 2019). "How Greta Thunberg Got a Death-Metal Makeover" (dalam bahasa Inggris). Rolling Stone. Diakses tanggal 11 September 2021. 
  81. ^ Karina Supriaman (13 April 2020). ""An Elegy" Versi Orkestra: Sebuah Gambaran tentang Burgerkill di Level yang Baru". djarumcoklat. Diakses tanggal 7 September 2021. 
  82. ^ Cecylia Rura (20 Agustus 2020). "Burgerkill Berikan Sensasi Baru Nikmati Musik Metal di Album Killchestra". Medcom.id. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  83. ^ Enny (20 Agustus 2020). "Burgerkill Merilis Mini Album "Killchestra" Dalam Format CD". Cadaazz.com. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  84. ^ Ananda Dimas Prasetya (31 Desember 2020). "Rayakan Hari Jadi ke-25, Burgerkill Gelar Konser Virtual". merahputih.com. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  85. ^ Ruly Riantrisnanto (28 Agustus 2021). "Band Metal Burgerkill Sebut Ada Komponen yang Sudah Tak Selaras, Sedang Cari Gantinya". Liputan6.com. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  86. ^ Mohammad Farras Fauzi (23 Agustus 2021). "Rayain Peringatan 20 Tahun Album 'Dua Sisi' Tanpa Vicky, Burgerkill Kini Fokus Siapkan Materi Baru". Hai. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  87. ^ Bayu Indra Permana (5 September 2021). Eko Sutriyanto, ed. "Gelar Konser Streaming, Dewa 19 Gandeng NTRL, Burgerkill, Endank Soekamti dan Virzha". Tribunnews. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  88. ^ Yazir Farouk (6 September 2021). "Ahmad Dhani Ketemu Eben Burgerkill, Bahas Nama Band dan Vokalis Baru". Suara.com. Diakses tanggal 11 September 2021. 
  89. ^ fjr/fjr (3 September 2021). "Eben Burgerkill Meninggal, Musisi Kirim Pesan Duka". CNN Indonesia. Diakses tanggal 11 September 2021. 
  90. ^ Istiqomatul Hayati (3 September 2021). "Unggahan Terakhir Eben Burgerkill: Bahagia di Konser Godbless dan Jadi Hostnya". Tempo.co. Diakses tanggal 11 September 2021. 
  91. ^ Dyah Paramita Saraswati (3 September 2021). "Kronologi Meninggalnya Eben Burgerkill". Detik.com. Diakses tanggal 11 September 2021. 
  92. ^ Cynthia Lova (4 September 2021). Tri Susanto Setiawan, ed. "Eben Burgerkill Meninggal, Dimakamkan di Halaman Rumah Hingga Duka Musisi". Kompas.com. Diakses tanggal 11 September 2021. 
  93. ^ (Inggris) Breathless di Discogs
  94. ^ (Inggris) Independen Rebel di Discogs
  95. ^ (Inggris) Ticket to Ride di Discogs
  96. ^ (Inggris) Max Cavalera Presents... Slave New World di Discogs
  97. ^ (Inggris) Revolt! di Discogs
  98. ^ (Inggris) Threeway Split Release EP di Discogs
  99. ^ Adhie Satya (14 Januari 2014). "Detil DVD Burgerkill "We Will Bleed"". Hai. Diakses tanggal 8 September 2021. 
  100. ^ (Inggris) Burgerkill di Discogs
  101. ^ Tri Susanto Setiawan (7 Mei 2017). Kistyarini, ed. "Daftar Pemenang Hammersonic Metal Awards 2016". Kompas.com. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  102. ^ Elang Riki Yanuar (16 April 2016). "Daftar Pemenang Hammersonic Metal Awards 2016". Medcom.id. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  103. ^ a b Pramedya Nataprawira (10 Desember 2015). "Burgerkill dan Jasad Raih Nominasi di Global Metal Apocalypse Awards 2015". Rolling Stone Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Oktober 2016. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  104. ^ Feby Ferdian (18 Juni 2013). "Daftar Lengkap Pemenang Metal Hammer Golden Gods Awards 2013". Liputan6.com. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  105. ^ "Burgerkill raih penghargaan Metal as F*ck". BBC. 18 Juni 2013. 
  106. ^ a b "Ini Dia Para Pemenang ICEMA 2012!". Detik.com. 29 November 2012. Diakses tanggal 5 September 2021. 
  107. ^ Kimung 2007, hlm. 108.
  108. ^ Rian Sidik (4 Juli 2011). "Panceg Dina Galur: Ujungberung Rebels (Part 1)". hai. Diakses tanggal 11 September 2021. 
  109. ^ a b "Underground, Ujungberung, dan Kisah Abadi tentang Do It Yourself". Pikiran Rakyat. 21 Maret 2019. Diakses tanggal 12 September 2021. 
  110. ^ ern/ern (24 Juni 2010). "Dari 24 Potensi Kesenian di Bandung, 20 Ada di Ujungberung". Detik.com. Diakses tanggal 11 September 2021. 
  111. ^ Rifki Afwakhoir (16 Agustus 2016). "Book Review: Ujungberung Rebels: Panceg Dina Galur". warningmagz. Diakses tanggal 11 September 2021. 
  112. ^ Fari Etona (14 Mei 2019). "Burgerkill Berkemah Dengan Teman-Teman Begundal". pophariini. Diakses tanggal 12 September 2021. 
  113. ^ Alvin Bahar, ed. (22 Januari 2021). "3 Band Metal asal Indonesia dengan Fanbase Besar dan Berpengaruh". Hai. Diakses tanggal 12 September 2021. 

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]