Bunguran Barat, Natuna

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bunguran Barat
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiKepulauan Riau
KabupatenNatuna
Pemerintahan
 • CamatBukhary, S.STP., MAP.
Sejak 27 Januari 2018
Kepadatan44 jiwa/km² (2017)[1]
Desa/kelurahan4 / 1

Bunguran Barat adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Sedanau. Kecamatan ini memiliki lahan sagu terbesar di Kabupaten Natuna dengan produksi tahun 2017 sebesar 1 ton. Selain itu, Bunguran Barat juga menjadi sentra perikanan di Kabupaten Natuna dengan berkontribusi 32,93% dari seluruh produksi perikanan laut.[2]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Bunguran Utara
Selatan Kecamatan Pulau Tiga
Barat Kabupaten Kepulauan Anambas
Timur Kecamatan Bunguran Tengah

Wilayah Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Bunguran Barat terbagi atas 1 kelurahan, 4 desa, 4 lingkungan, 6 dusun, 18 RW, dan 53 RT. Desa Binjai merupakan desa terluas, sedangkan Desa Selaut merupakan desa terkecil. Berikut adalah statustik wilayah pemerintahan Kecamatan Bunguran Barat:[1]

Desa/Kelurahan Luas
(km²)
Jumlah
Lingkungan
Jumlah
Dusun
Jumlah
RW
Jumlah
RT
Kelurahan Sedanau 20,58 4 - 10 35
Desa Mekar Jaya 43,99 - 2 2 5
Desa Binjai 66,80 - 2 2 5
Desa Pian Tengah 32,75 - 1 2 4
Desa Selaut 18,52 - 1 2 4
Total 182,64 4 6 18 53

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2017, Bunguran Barat memiliki jumlah penduduk sebesar 8.018 jiwa yang terdiri dari 4.116 laki-laki dan 3.902 perempuan. Kepadatan penduduknya berada diangka 44 jiwa/km². Sebanyak 74,38% penduduknya bertempat tinggal di Kelurahan Sedanau dengan kepadatan 290 jiwa/km². Berikut ini adalah statistik kependudukan Kecamatan Bunguran Barat:[1]

Desa/Kelurahan Luas
(km²)
Jumlah
Penduduk
Jumlah
KK
Kepadatan
Penduduk
Kelurahan Sedanau 20,58 5.964 1.683 290
Desa Mekar Jaya 43,99 514 127 12
Desa Binjai 66,80 695 181 11
Desa Pian Tengah 32,75 497 16 134
Desa Selaut 18,52 348 19 98
Total 182,64 8.018 2.223 44

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Bunguran Barat memiliki 3 PAUD, 7 TK, 10 SD/Sederajat, 6 SMP/Sederajat, dan 3 SMA/Sederajat. Berikut adalah statistik kependidikan di Bunguran Barat:[1]

Jenjang Pendidikan Jumlah
Institusi
Jumlah
Guru
Jumlah
Murid/Siswa
Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta
PAUD - 3 - 72 - 10
TK 2 5 70 170 15 22
SD 10 - 1.021 - 112 -
SMP 2 1 464 35 40 7
MTs 1 2 272 73 21 20
SMA 2 - 278 - 48 -
MA 1 - 82 - 12 -

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Bunguran Barat memiliki 1 puskesmas, 4 puskesmas pembantu, 10 posyandu, dan 2 poskesdes. Jumlah tenaga medis yang ada adalah 2 dokter, 11 bidan, 24 perawat, dan 15 dukun bayi. Pada tahun 2017, sebanyak 531 pasangan usia subur menggunakan alat kontrasepsi yang didominasi oleh suntikan sebanyak 416 pasangan.[1]

Agama[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar penduduk Bunguran Barat beragama Islam. Terdapat 11 masjid, 7 mushola, 3 gereja, dan 1 vihara di Bunguran Barat. Berikut statistik keagamaan di Bunguran Barat:[1]

Agama Jumlah
Penganut
Islam 7.585
Katolik 52
Kristen 101
Hindu 33
Budha 224
Konghucu 23

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Di Bunguran Barat terdapat 5 lembaga keuangan yang terdiri dari 2 bank, 1 asuransi, dan 2 KUD. Selain itu, terdapat pula 7 penginapan, 21 rumah makan, 59 warung, dan 6 bengkel yang sebagian besar berada di ibu kota kecamatan. Pada tahun 2017, terdapat 79 industri rumah tangga dimana 70 buah bergerak dibidang pembuatan makanan/minuman dan 9 buah bergerak dibidang pembuatan kerajinan.[1]

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Bunguran Barat tidak memiliki lahan sawah. Pada tahun 2017, tercatat lahan pertanian yang ada hanya lahan jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, dan sayur-mayur. Selain itu, lahan di Bunguran Barat digunakan untuk perkebunan seluas 3.258 Ha. Berikut adalah statistik pertanian di Bunguran Barat:[2]

Nama Komoditas Luas Lahan
(hektare)
Produksi
(ton)
Komoditas Umbi-umbian
Jagung 1,00 3,00
Ubi Kayu 11,00 10,00
Ubi Jalar 1,50 -
Kacang Tanah 1,00 -
Komoditas Sayur-Mayur
Kangkung 0,60 23,00
Cabe Rawit 0,65 17,00
Ketimun 0,70 20,00
Kacang Panjang 0,40 13,00
Bayam 0,90 48,00
Semangka 0,10 -
Terong 0,30 7,50
Komoditas Perkebunan
Karet 110,00 207,00
Kelapa 925,00 800,00
Cengkeh 870,00 200,00
Sagu 145,00 1,00

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Populasi sapi ditahun 2017 sebanyak 439 ekor, sedangkan kambing 144 ekor, ayam kampung 4.275 ekor, ayam pedaging 6.000 ekor, dan itik 145 ekor. Produksi peternakan Bunguran Barat terdiri dari 1.998 kg daging sapi dan 210 kg telur.[2]

Perikanan[sunting | sunting sumber]

Bunguran Barat merupakan sentra perikanan di Kabupaten Natuna. Ia menyumbangkan 28.367 ton dari sektor perikanan laut, 116 ton dari sektor budidaya laut, dan 24 ton dari sektor budidaya rumput laut.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h BPS Kabupaten Natuna, September 2018, Kecamatan Bunguran Barat Dalam Angka 2018, dikunjungi pada 22 Februari 2019.
  2. ^ a b c d BPS Kabupaten Natuna, Agustus 2018, Kabupaten Natuna Dalam Angka 2018, dikunjungi pada 21 Februari 2019.