Kalimantan Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bumi Antasari)
Lompat ke: navigasi, cari
Kalimantan Selatan
کاليمانتان سلاتن‎
Bendera Lambang
Bendera Lambang
Kalimantan Selatan.jpg
Dari kiri ke kanan: Taman Cahaya Bumi Selamat Martapura, Pasar Terapung Banjarmasin, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Rumah Banjar, Jembatan Barito dan Bamboo Rafting Loksado
Semboyan: Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing
(Bahasa Banjar: Tetap bersemangat dan kuat seperti baja dari awal sampai akhir)
Locator kalsel final.png
Hari jadi 14 Agustus 1950
Ibu kota Banjarmasin
Area
 - Total luas 37530,52 km2
Populasi
 - Total 3626616
Pemerintahan
 - Gubernur Sahbirin Noor
 - Wakil Gubernur Rudy Resnawan
 - Ketua DPRD Noormiliyani
 - Sekretaris Daerah Arsyadi
 - Kabupaten 11
 - Kota 2
 - Kecamatan 152
 - Kelurahan 2.007
APBD
 - DAU Rp. 1.063.511.441.000.-
Demografi
 - Suku bangsa Banjar (74,34%)
Jawa (14,51%)
Bugis (2,81%)
Dayak (2,23%)
Madura (1,47%)
Mandar (1,10%)
Sunda (0,68%)
Tionghoa (0,36%)
Batak (0,34%)
Bali (0,33%)
Lain-lain (1,82%) [1]
 - Agama Islam (96,67%)
Kristen (1,32%)
Katolik (0,44%)
Hindu (0,44%)
Buddha (0,32%)
Lain-lain (0,80%)[2]
 - Bahasa Bahasa Banjar (bjn), Bahasa Indonesia (id)
Lagu daerah Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai
Situs web www.kalselprov.go.id

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibu kotanya adalah Banjarmasin. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki luas 37.530,52 km²[3] dengan populasi hampir 3,7 juta jiwa.

Provinsi ini mempunyai 11 kabupaten dan 2 kota. DPRD Kalimantan Selatan dengan surat keputusan No. 2 Tahun 1989 tanggal 31 Mei 1989 menetapkan 14 Agustus 1950 sebagai Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan. Tanggal 14 Agustus 1950 melalui Peraturan Pemerintah RIS No. 21 Tahun 1950, merupakan tanggal dibentuknya provinsi Kalimantan, setelah pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS), dengan gubernur Dokter Moerjani. Penduduk Kalimantan Selatan berjumlah 3.626.616 jiwa (2010).[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kawasan Kalimantan Selatan pada masa lalu merupakan bagian dari 3 kerajaan besar yang pernah secara berturut-turut memiliki wilayah di daerah ini, yakni Kerajaan Negara Dipa, diteruskan oleh Kerajaan Negara Daha dan diteruskan oleh Kesultanan Banjar. Setelah Indonesia merdeka, Kalimantan dijadikan provinsi tersendiri dengan Gubernur Ir. Pangeran Muhammad Noor.

ALRI Divisi IV (A)[sunting | sunting sumber]

Sejarah pemerintahan di Kalimantan Selatan juga diwarnai dengan terbentuknya organisasi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Divisi IV di Mojokerto, Jawa Timur yang mempersatukan kekuatan dan pejuang asal Kalimantan yang berada di Jawa. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Linggarjati menyebabkan Kalimantan terpisah dari Republik Indonesia. Dalam keadaan ini pemimpin ALRI IV mengambil langkah untuk kedaulatan Kalimantan sebagai bagian wilayah Indonesia, melalui suatu proklamasi yang ditandatangani oleh Gubernur ALRI Hasan Basry di Kandangan 17 Mei 1949 yang isinya menyatakan bahwa rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan memaklumkan berdirinya pemerintahan Gubernur tentara ALRI yang melingkupi seluruh wilayah Kalimantan Selatan (dan tengah). Wilayah itu dinyatakan sebagai bagian dari wilayah RI sesuai Proklamasi kemerdekaaan 17 Agustus 1945. Upaya yang dilakukan dianggap sebagai upaya tandingan atas dibentuknya Dewan Banjar oleh Belanda.

Pembentukan Provinsi Kalsel[sunting | sunting sumber]

Menyusul kembalinya Indonesia ke bentuk negara kesatuan kehidupan pemerintahan di daerah juga mengalamai penataaan. Di wilayah Kalimantan, penataan antara lain berupa pemecahan daerah Kalimantan menjadi 3 provinsi masing-masing Kalimantan Barat, Timur dan Selatan yang dituangkan dalam UU No.25 Tahun 1956. Berdasarkan UU No.21 Tahun 1957, sebagian besar daerah sebelah barat dan utara wilayah Kalimantan Selatan dijadikan Provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan UU No.27 Tahun 1959 memisahkan bagian utara dari daerah Kabupaten Kotabaru dan memasukkan wilayah itu ke dalam kekuasaan Provinsi Kalimantan Timur. Sejak saat itu Provinsi Kalimantan Selatan tidak lagi mengalami perubahan wilayah, dan tetap seperti adanya. Adapun UU No.25 Tahun 1956 yang merupakan dasar pembentukan Provinsi Kalimantan Selatan kemudian diperbaharui dengan UU No.10 Tahun 1957 dan UU No.27 Tahun 1959.

Kondisi dan sumber daya alam[sunting | sunting sumber]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.

Keanekaragaman hayati[sunting | sunting sumber]

Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.

Sumber Daya Alam[sunting | sunting sumber]

Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll[5]

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kalimantan Selatan merupakan etnis Banjar (74,34%) yang terdiri atas 3 kelompok, yaitu Banjar Kuala, Banjar Pahuluan dan Banjar Batang Banyu. Etnis terbesar kedua yaitu etnis Jawa (14,51%) yang memiliki kantong-kantong permukiman di kawasan transmigrasi dan Kota Banjarbaru. Di urutan ketiga yaitu etnis Bugis (2,81%) yang mendiami pesisir Tanah Bumbu dan Kotabaru. Berikutnya yaitu etnis Dayak (2,23%) di urutan keempat yang menempati kawasan Pegunungan Meratus dan aliran Sungai Barito menuju Kalimantan Tengah.

Di urutan lima hingga sepuluh berturut-turut yaitu etnis Madura (1,47%), Mandar (1,10%), Sunda (0,68%), Tionghoa (0,36%), Batak (0,34%), Bali (0,33%) dan suku-suku lainnya (1,83%).

Komposisi Suku bangsa di Kalimantan Selatan (Sensus 2010 dan Sensus 2000)[6]
Nomor Suku Bangsa Jumlah (2010) [1] Persentase (2010) Jumlah (2000) [6] Persentase (2000)
1 Banjar 2.686.627 74,34% 2.271.586 76,34%
2 Jawa 524.276 14,51% 391.030 13,14%
3 Bugis 101.727 2,81% 73.037 2,45%
4 Dayak 80.708 2,23% Tidak ada data[7] Tidak ada data
5 Madura 53.002 1,47% 36.334 1,22%
6 Mandar 39.841 1,10% 29.322 0,99%
7 Sunda 24.592 0,68% 18.519 0,62%
8 Tionghoa 13.000 0,36% Tidak ada data Tidak ada data
9 Batak 12.408 0,34% Tidak ada data Tidak ada data
10 Bali 11.966 0,33% Tidak ada data Tidak ada data
Suku-suku lainnya 65.845 1,82% 99.165 3,34%
Total 3.613.992 100,00% 2.975.440 100,00%

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa yang digunakan dalam keseharian oleh suku Banjar sebagai bahasa ibu dan sebagai lingua franca bagi masyarakat Kalimantan Selatan umumnya adalah Bahasa Banjar yang memiliki dua dialek besar, yakni dialek Banjar Kuala[8] dan dialek Banjar Hulu[9]. Sedangkan suku Dayak asal Kalimantan Selatan yang memiliki wilayah kedemangan adat di Kalimantan Selatan, terutama di aliran sungai Barito menuturkan bahasa ibu antara lain bahasa Dayak Bakumpai[10] dan bahasa Dayak Barangas[11][12]. Suku Dayak yang mendiami kawasan Pegunungan Meratus menuturkan bahasa Dayak Meratus (Bahasa Bukit)[13], bahasa Dayak Maanyan Warukin[14], bahasa Dayak Dusun Halong[15][16], bahasa Dayak Samihin (Dusun Tumang)[17], bahasa Dayak Dusun Deyah[18], bahasa Dayak Lawangan[19] dan bahasa Dayak Abal.[20] Sedangkan bahasa Dayak Ngaju, bahasa yang berasal dari Kalimantan Tengah digunakan sebagai bahasa liturgi di lingkungan sinode Gereja Kalimantan Evangelis (d/h Geredja Dajak Evangelis) yang berkantor pusat di Kota Banjarmasin.[21]

Agama[sunting | sunting sumber]

Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Tertua di Kalimantan Selatan yang memiliki bentuk arsitektur tradisional Banjar.

Islam adalah agama mayoritas yang dianut sekitar 97% masyarakat Kalimantan Selatan. Selain itu ada juga penganut agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu serta Kaharingan yang dianut masyarakat di kawasan Pegunungan Meratus. Berikut adalah data penduduk menurut agama yang dianut dan tempat ibadah (data 2009):

Penduduk menurut agama yang dianut[2]
Nomor Agama Jumlah Konsentrasi
1 Islam 3.505.846 96,67%
2 Kristen 47.974 1,32%
3 Hindu 16.064 0,44%
4 Katolik 16.045 0,44%
5 Buddha 11.675 0,32%
6 Khonghucu 236 0,01%
6 Lainnya 28.776 0,79%
Total 3.626.616 100,00%
Tempat ibadah (2009)[22]
Nomor Agama Tempat Ibadah Jumlah
1 Islam Masjid 2.368
Musala/Langgar 7.038
Jumlah 9.406
2 Kristen Gereja 86
Semi/Darurat 66
Jumlah 152
3 Katolik Gereja 11
Kapel/Darurat 48
Jumlah 59
4 Hindu Pura/Kuil 62
Sanggah/Balai 1.328
Jumlah 1.390
4 Buddha Vihara/Cetya 21
Klenteng 3
Jumlah 24

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Sejak tanggal 14 Agustus 2011, aktivitas pemerintahan Kalimantan Selatan berpindah dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru

Daftar Kabupaten dan Kota[sunting | sunting sumber]

Bangunan baru Kantor Gubernur Kalimantan Selatan dengan motif Rumah Banjar Bubungan Tinggi yang berada di kawasan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Bangunan lama Kantor Gubernur Kalimantan Selatan dengan motif Rumah Bubungan Tinggi. Pada jalan raya di depannya terletak tugu batu 0 km Banjarmasin.

Provinsi Kalimantan Selatan dipimpin oleh seorang gubernur yang dipilih dalam pemilihan secara langsung bersama dengan wakilnya untuk masa jabatan 5 tahun. Gubernur selain sebagai pemerintah daerah juga berperan sebagai perwakilan atau perpanjangan tangan pemerintah pusat di wilayah provinsi yang kewenangannya diatur dalam Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2010.

Sementara hubungan pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota bukan subordinat, masing-masing pemerintahan daerah tersebut mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.

No. Kabupaten/Kota Pusat pemerintahan Bupati/Wali Kota Kecamatan Kelurahan/desa Logo
Lambang Provinsi Kalimantan Selatan.gif
Lokasi
1 Kabupaten Balangan Paringin Ansharuddin 8 3/149
Lambang Kabupaten Balangan.png
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Balangan.svg
2 Kabupaten Banjar Martapura Khalilurrahman 19 13/277
Lambangkabbanjar.jpg
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Banjar.svg
3 Kabupaten Barito Kuala Marabahan Hasanuddin Murad 17 6/194
Lambang Kabupaten Barito Kuala.png
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Barito Kuala.svg
4 Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kandangan Achmad Fikry 11 4/144
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Selatan.png
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.svg
5 Kabupaten Hulu Sungai Tengah Barabai Abdul Latif 11 8/161
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Tengah.png
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.svg
6 Kabupaten Hulu Sungai Utara Amuntai Abdul Wahid 10 5/214
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Utara.png
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara.svg
7 Kabupaten Kotabaru Kotabaru Sayed Jafar Alaydrus 20 20/195
Lambang Kabupaten Kotabaru.png
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Kotabaru.svg
8 Kabupaten Tabalong Tanjung Anang Syakhfiani 12 9/122
Lambang Kabupaten Tabalong.jpeg
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Tabalong.svg
9 Kabupaten Tanah Bumbu Batulicin Mardani H. Maming 10 6/129
Lambang Kabupaten Tanah Bumbu2.gif
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Tanah Bumbu.svg
10 Kabupaten Tanah Laut Pelaihari Bambang Alamsyah 11 5/130
Lambang Kabupaten Tanah Laut.jpg
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Tanah Laut.svg
11 Kabupaten Tapin Rantau Arifin Arpan 12 8/125
Lambang Kabupaten Tapin.png
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Tapin.svg
12 Kota Banjarbaru - Nadjmi Adhani 5 20/-
Lambang Kota Banjarbaru.png
Lokasi Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru.svg
13 Kota Banjarmasin - Ibnu Sina 5 52/-
Lambang Kota Banjarmasin.gif
Lokasi Kalimantan Selatan Kota Banjarmasin.svg

Daftar gubernur[sunting | sunting sumber]

Mulai dari 1945-1957 gubernur mengepalai provinsi Kalimantan. Selanjutnya tahun 1957 provinsi Kalimantan diwarisi oleh Provinsi Kalimantan Selatan yang tetap beribukota di Banjarmasin.

No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan Wakil Gubernur
1
Lambang Provinsi Kalimantan Selatan.gif
Syarkawi
1957
1959
 
Tidak ada
2
Lambang Provinsi Kalimantan Selatan.gif
Maksid
1959
1963
 
Lambang Provinsi Kalimantan Selatan.gif
Abu Jahid Bastomi
1963
1963
Penjabat Gubernur
3
Lambang Provinsi Kalimantan Selatan.gif
Aberani Sulaiman
1963
1968
 
4
Lambang Provinsi Kalimantan Selatan.gif
Jamani
1968
1970
[23]
5
Lambang Provinsi Kalimantan Selatan.gif
Subarjo Sosroroyo
1970
1980
 
6
Lambang Provinsi Kalimantan Selatan.gif
Mistar Cokrokusumo
1980
1984
 
7
Muhammad Said.jpg Muhammad Said
1984
1995
 
Gusti Hasan Aman
(1992-1995)
8
Gusti Hasan Aman.jpg Gusti Hasan Aman
1995
2000
Bachtiar Murad
9
SjachrielDarham.jpg Sjachriel Darham
2000
Maret 2005
Husin Kasah
Tursandi Alwi.jpg Tursandi Alwi
Maret 2005
9 Agustus 2005
Penjabat Gubernur
Lowong
10
H Rudy Ariffin Gubernur Kalimantan Selatan.JPG Rudy Ariffin
9 Agustus 2005
9 Agustus 2010
Periode pertama
Rosehan Noor Bahri
9 Agustus 2010
9 Agustus 2015
Periode kedua
Rudy Resnawan
Tarmizi abdul karim.JPG Tarmizi Abdul Karim
9 Agustus 2015
12 Februari 2016
Penjabat Gubernur
Lowong
11
Sahbirin Noor.jpg Sahbirin Noor
12 Februari 2016
Petahana
Rudy Resnawan

Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Pemilu Legislatif 2009, Kalimantan Selatan mengirimkan 11 wakil ke DPR RI dari dua daerah pemilihan dan empat wakil ke DPD. Sedangkan untuk DPRD Kalimantan Selatan tersusun dari perwakilan sepuluh partai, dengan perincian sebagai berikut:

DPR RI 2009[sunting | sunting sumber]

Anggota DPR RI tahun 2009 wakil Kalimantan Selatan adalah:

Nama Partai Daerah pemilihan Komisi Keterangan
Aboe Bakar PKS Kalimantan Selatan I 3
Ismet Ahmad PAN Kalimantan Selatan I 11
Husni Nurin PKB Kalimantan Selatan I 11 anggota pengganti antar waktu menggantikan Bambang Heri Purnama yang mengundurkan diri
Ahmadi Noor Supit Partai Golkar Kalimantan Selatan I 11
Syaifullah Tamliha PPP Kalimantan Selatan I 4
Imam Tjahya Abdullah Partai Demokrat Kalimantan Selatan I 2 anggota pengganti antar waktu menggantikan Taufiq Effendi yang mengundurkan diri
Nabiel Al Musawa PKS Kalimantan Selatan II 4
Gusti Iskandar Sukma Alamsyah Partai Golkar Kalimantan Selatan II 4
Aditya Mufti Ariffin PPP Kalimantan Selatan II 3
Bahrudin Syarkawie PDIP Kalimantan Selatan II 4
Asfihani Partai Demokrat Kalimantan Selatan II 7
  1. Kalimantan Selatan 1: Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong
  2. Kalimantan Selatan 2: Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru

Dewan Perwakilan Daerah[sunting | sunting sumber]

Anggota Dewan Perwakilan Daerah 2009-2014 yang berasal dari Kalimantan Selatan adalah:

Daerah Pemilihan DPRD (2009)[sunting | sunting sumber]

Daerah Pemilihan DPRD Kalimantan Selatan adalah:

Nomor Daerah Jumlah kursi
Kalimantan Selatan 1 Banjarmasin 10 kursi
Kalimantan Selatan 2 Banjar, Banjarbaru 10 kursi
Kalimantan Selatan 3 Barito Kuala 5 kursi
Kalimantan Selatan 4 Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah 10 kursi
Kalimantan Selatan 5 Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong 8 kursi
Kalimantan Selatan 6 Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru 12 kursi

Daerah Pemilihan DPRD (2014)[sunting | sunting sumber]

Gedung DPRD Kalimantan Selatan yang mengadopsi motif Rumah Banjar Bubungan Tinggi.

Daerah Pemilihan DPRD Kalimantan Selatan adalah:

Nomor Daerah Jumlah kursi
Kalimantan Selatan 1 Kota Banjarmasin 8 kursi
Kalimantan Selatan 2 Banjar 9 kursi
Kalimantan Selatan 3 Barito Kuala 4 kursi
Kalimantan Selatan 4 Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah 9 kursi
Kalimantan Selatan 5 Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong 9 kursi
Kalimantan Selatan 6 Tanah Bumbu, Kotabaru 8 kursi
Kalimantan Selatan 7 Tanah Laut, Kota Banjarbaru 8 kursi

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Rektorat Universitas Lambung Mangkurat yang mengadopsi model Rumah Banjar Gajah Manyusu

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi Negeri (PTN)[sunting | sunting sumber]

Kota Banjarmasin dan Banjarbaru[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Tanah Laut[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi Swasta (PTS)[sunting | sunting sumber]

Kota Banjarmasin dan Banjarbaru[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Banjar[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Tanah Bumbu[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Tapin[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Kotabaru[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Hulu Sungai Tengah[sunting | sunting sumber]

Pesantren[sunting | sunting sumber]

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Tenaga kerja[sunting | sunting sumber]

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20 persen tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59 persen. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20 persen adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92 persen) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61 persen). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80 persen yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35 persen) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45 persen).[25]

Pertanian & Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Hasil utama pertanian adalah padi, di samping jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Sedangkan buah-buahan terdiri dari jeruk, pepaya, pisang, durian, rambutan, kasturi dan langsat.[26] Untuk perkebunan adalah kelapa sawit.

Industri[sunting | sunting sumber]

Industri di Kalimantan Selatan didominasi oleh industri manufaktur mikro dan kecil, disusul oleh industri manufaktur besar dan sedang.[27] Sampai pada tahun 2010, jumlah unit usaha berjumlah 60.432 unit, meningkat 10,92% dibandingkan pada tahun 2009.[28]

Jasa[sunting | sunting sumber]

Pertambangan[sunting | sunting sumber]

Pertambangan didominasi batu bara, di samping minyak bumi, emas, intan, kaloin, marmer, dan batu-batuan.[26]

Ekspor & Impor[sunting | sunting sumber]

Keuangan & Perbankan[sunting | sunting sumber]

Ditinjau kinerjanya pada tahun 2009, perbankan di Kalimantan Selatan mencatat pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebagai imbas krisis finansial global. Namun beberapa indikator masih mencatat pertumbuhan yang positif. Volume usaha perbankan (asset) Kalsel tumbuh 13,3% dari akhir tahun 2008 sehingga mencapai Rp21,24 triliun. Pertumbuhan asset ini terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit dan DPK.

Dana masyarakat yang dihimpun perbankan Kalsel pada akhir tahun 2009 mencapai Rp18,33 triliun atau tumbuh 13% (y-o-y). seluruh jenis rekening dalam bentuk giro, tabungan, maupun deposito menunjukkan pertumbuhan yang positif yakni masing-masing sebesar 10,51% (y-o-y), 17% (y-o-y), dan 5,86% (y-o-y).

Sementara itu dari sisi penyaluran kredit, pada akhir Desember 2009 jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp13,95 triliun atau tumbuh 16% (y-o-y). pertumbuhan kredit ini terutama ditopang oleh kredit konsumsi dan kredit investasi yang tumbuh cukup tinggi yakni sebesar 24,81% (y-o-y) dan 30,42% (y-o-y).

Dengan perkembangan tersebut, fungsi intermediasi perbankan yang dicerminkan oleh rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) pada tahun 2009 menunjukkan peningkatan yaitu dari 74% pada tahun 2008 menjadi 75,7%. Sementara itu, berkat kerja keras semua pihak yang berwenang, risiko kredit pada tahun 2009 terjaga pada level yang aman yakni dengan rasio NPL sebesar 2,14% lebih rendah dari rasio NPL pada akhir tahun 2008 yang mencapai 4,76%.[29]

Jumlah lembaga perbankan di Kalimantan Selatan terdiri dari 15 bank umum konvensional, 6 bank umum syariah, 24 bank perkreditan rakyat (BPR) serta 1 BPR Syariah, dengan jaringan sebanyak 196 kantor, dan dukungan 123 ATM.[26]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pasar Terapung di muara Sungai Kuin, Banjarmasin.

Sektor pariwisata merupakan peluang usaha yang potensial di Kalimantan Selatan karena banyak objek-objek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan, baik dari dalam negeri mau pun dari mancanegara.[30]

Kalimantan Selatan memiliki hampir semua jenis objek wisata alam seperti laut, pantai, danau, dan gunung. Selain itu pariwisata Kalimantan Selatan juga banyak menjual budayanya yang khas, seperti Festival Pasar Terapung, Festival Tanglong, dan lain-lain. Disamping wisata alam dan budaya, Kalimantan Selatan juga terkenal dengan wisata kulinernya.

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Musik[sunting | sunting sumber]

Tarian tradisional[sunting | sunting sumber]


Secara garis besar seni tari dari Kalimantan Selatan adalah dari adat budaya etnis Banjar dan etnis Dayak. Tari Banjar berkembang sejak masa Kesultanan Banjar dan dipengaruhi oleh budaya Jawa dan Melayu, misalnya Tari Japin dan Tari Baksa Kembang.

Rumah Adat[sunting | sunting sumber]

Rumat adat Kalimantan Selatan adalah Rumah Banjar dengan ikon utamanya adalah Bubungan Tinggi.

Makanan dan Minuman[sunting | sunting sumber]

Setiap kawasan di Kalimantan Selatan, memiliki makanan sebagai ciri-ciri khas daerah, seperti daerah Hulu Sungai Selatan dengan dodol dan ketupat khas kandangan-nya, Barabai dengan apam dan kacang jaruk, Amuntai dengan kuliner dari daging itik, Martapura dengan kelepon buntut, dan Binuang dengan olahan pisang sale yang disebut rimpi, Soto Banjar, Sate Itik, Nasi Kuning, dan lain-lain.

Seni dan Budaya[sunting | sunting sumber]

Gedung Sultan Suriansyah tempat pementasan budaya Kal-Sel.

Seni Karawitan[sunting | sunting sumber]

Teater tradisional dan wayang[sunting | sunting sumber]


Tarian[sunting | sunting sumber]

Tarian suku Banjar[sunting | sunting sumber]

Tarian suku Dayak Bukit[sunting | sunting sumber]


  • Tari Tandik Balian
  • Tari Babangsai (tarian ritual, penari wanita)
  • Tari Kanjar (tarian ritual, penari pria)

Lagu[sunting | sunting sumber]

Lagu Daerah suku Banjar antara lain:

Rumah Adat[sunting | sunting sumber]

Pakaian Adat[sunting | sunting sumber]

Busana Pengantin Suku Banjar di Kalimantan Selatan.

Pakaian Pengantin Suku Banjar[sunting | sunting sumber]

  • Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut
  • Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari
  • Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan
  • Pangantin Babaju Kubaya Panjang

Pakaian Pemuda-pemudi[sunting | sunting sumber]

Gedung dan Bangunan[sunting | sunting sumber]

Gedung Polda

Tempat Ibadah[sunting | sunting sumber]

Islam[sunting | sunting sumber]
Kristen Protestan[sunting | sunting sumber]
  • Gereja Eppata GKE Banjarmasin
Kristen Katolik[sunting | sunting sumber]
Hindu[sunting | sunting sumber]
Budha[sunting | sunting sumber]
Konghucu[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Rumah Sakit Sari Mulya

Hotel[sunting | sunting sumber]

Rumah makan[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. Feuilletau de Bruyn, W.K.H.; Bijdrage tot de kennis van de Afdeeling Hoeloe Soengai, (Zuider a Ooster Afdeeling van Borneo), 19--.
  2. Broersma, R.;Handel en Bedrijf in Zuiz Oost Borneo, S'Gravenhage, G. Naeff, 1927.
  3. Eisenberger, J.; Kroniek de Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo, Bandjermasin, Drukkerij Lim Hwat Sing, 1936.
  4. H.Mahmud, ; Banjaran
  5. Bondan, A.H.K.; Suluh Sedjarah Kalimantan, Padjar, Banjarmasin, 1953.
  6. Ras, J.J.; Hikajat Bandjar, A study in Malay Histiography, N.V. de Ned. Boeken, Steen Drukkerij van het H.L. Smits S'Graven hage, 1968.
  7. Heekeren, C. van.; Helen, Hazen en Honden Zuid Borneo 1942, Den Haag, 1969.
  8. Riwut, Tjilik; Kalimantan Memanggil, Penerbit Endang, Djakarta.
  9. Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  10. M. P. Lambut, Kalimantan Selatan (Indonesia). Inspektorat, Mewujudkan good governance di Kalimantan Selatan: kumpulan pikiran urang Banua, PT LKiS Pelangi Aksara, 2007, ISBN 979-3381-26-4, 9789793381268

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Aris Ananta, Evi Nurvidya Arifin, M. Sairi Hasbullah, Nur Budi Handayani, dan Agus Pramono (2015). Demography of Indonesia’s Ethnicity. Institute of Southeast Asian Studies dan BPS – Statistics Indonesia. 
  2. ^ a b "Sensus Penduduk 2010 - Penduduk Menurut Wilayah dan Agama Yang Dianut - Provinsi Kalimantan Selatan". Diakses tanggal 2012-04-08. 
  3. ^ kalsel.bps.go.id Luas Wilayah Kalimantan Selatan menurut BPS
  4. ^ "Sensus Penduduk 2010". Diakses tanggal 2012-04-08. 
  5. ^ Buku Pintar Edisi 38
  6. ^ a b "Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape" (PDF). Institute of Southeast Asian Studies. 2003. 
  7. ^ Dalam Sensus tahun 2000 disebut sebagai Dayak Bukit dan Dayak Bakumpai
  8. ^ http://multitree.org/codes/bjn-kua
  9. ^ http://multitree.org/codes/bjn-hul
  10. ^ http://multitree.org/codes/bkr
  11. ^ (Indonesia) Hapip, Abdul Djebar (1984). Struktur bahasa Barangas. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 
  12. ^ http://thekopasid.blogspot.com/2014/04/bahasa-daerah-dayak-direkam-karena.html
  13. ^ http://multitree.org/codes/bvu
  14. ^ http://multitree.org/codes/mhy
  15. ^ http://multitree.org/codes/mhy-dus
  16. ^ http://www.antaranews.com/berita/433037/balai-bahasa-dokumentasikan-bahasa-dayak-halong
  17. ^ http://multitree.org/codes/mhy-sam
  18. ^ http://multitree.org/codes/dun
  19. ^ http://multitree.org/codes/lbx
  20. ^ https://folksofdayak.wordpress.com/2014/03/09/dayak-abal-sub-suku-dayak-yang-sudah-punah/
  21. ^ http://gke-gerejakalimantanevangelis.blogspot.co.id/
  22. ^ "Jumlah Tempat Ibadah Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2009" (PDF). Diakses tanggal 2014-12-28. 
  23. ^ Silsilah Muhammad Yamani
  24. ^ [ http://www.stieindonesia-bjm.ac.id/ STIE Indonesia]
  25. ^ Keadaan Ketenagakerjaan Kalimantan Selatan Februari 2012. Badan Pusat Statistik Kalsel.
  26. ^ a b c Provinsi Kalimantan Selatan - Ekonomi. Bank Sentral Republik Indonesia. Diakses pada 21 November 2012
  27. ^ Usaha Manufaktur Kalsel Naik 4,66 Persen. Radar Banjarmasin, 21 September 2012. Diakses pada 5 Oktober 2012
  28. ^ Laju Pertumbuhan Industri Tahun 2009-2010. BPS Kalsel. Diakses pada 5 Oktober 2012
  29. ^ Perbankan. www.kalselprov.go.id. Diakses pada 5 Oktober 2012
  30. ^ Daerah Wisata Potensial Kalimantan Selatan. www.indonesia.go.id. Diakses pada 19 September 2013

Koordinat: 3°29′04″LS 114°50′02″BT / 3,48453156796°LS 114,833782951°BT / -3.48453156796; 114.833782951