Buluh Awar Simalem

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

"Buluh Awar Simalem” adalah sebuah rangkaian syair dan lagu yang ditulis oleh (karya:) Bastanta Permana Sembiring(BPS), yang untuk pertama kalinya dipublikasikan dalam bentuk partitur(notasi angka) pada Juni 2013.

Lagu ini menceritakan tentang Desa Buluh Awar yang diyakini menjadi lokasi awal dimana Injil untuk pertama kalinya diberitakan kepada masyarakat Karo, terkhususnya yang berdomisili di Karo Gugung(Karo Gunung/Dataran Tinggi Karo). Lagu ini juga bercerita tentang pejuangan para Perberita Si Meriah (pekabar Injil/penginjil) dalam memberitakan Injil kepada masyarakat Karo.

Lagu Buluh Awar Simalem ini kental dengan nuansa musik tradisional Karo dan lirik/syairnya juga ditulis dalam bahasa Karo.

Awalnya, lagu ini merupakan pesanan dari ketua Sinode GIKI Pdt. Edi Suranta Ginting yang rindu akan semangat pietisme kembali berkobar di hati setiap umat Kristen Karo untuk kembali memiliki keterbebanan memberitakan injil kepada sukunya(masyarakat Karo). Sebab, dia melihat walaupun secara persentase dari keseluruhan populasi masyarakat Karo kini 75% sudah menganut Kristen, tetapi nilai-nilai kekeristenan tidak bertumbuh dan masih banyak orang Karo yang hidup dalam akar pahit dan kungkungan kegelapan, sehingga dia ingin mencoba mendongkraknya dengan mengadakan kegiatan Napak Tilas(25/6/2013) di lokasi awal penginjilan kepada masyaraka Karo, yakni di Desa Buluh Awar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Indonesia. Diharapkan, lagu Buluh Awar Simalem ini akan dinyanyikan bersama dalam acara Napak Tilas tersebut dan mampu membakar semangat dan hati para umat Kristen dari suku Karo untuk kembali memberitakan injil. Namun sayang, lagu ini tidak sempat dinyanyikan pada acara tersebut dan baru untuk pertama kalinya diperdengarkan(dinyanyikan) pada acara liturgi perayaan natal bersama di Gereja Injili Karo Indonesia(GIKI) – Jemaat Medan pada 13 Desember 2013 langsung oleh Bastanta Permana Sembiring yang kala itu bertindak sebagai worship leader(WL) pada acara tersebut.

Syair(lirik) dari lagu “Buluh Awar Simalem”[sunting | sunting sumber]

Tuhu kitik kel kam jiné
Arah kerina kuta i doni énda
Tuhu-tuhu seh kel ménda lengetna
O, Buluh Awar kuta simalem

Émaka ola aru aténdu
Sabab kam kap si pilih Dibata
Salu nuan palas pedah kata-Na
Man k’rina rakyat Karo Sirulo
Man k’rina rakyat Karo Sirulo

Pasarna licin, erembang – erbatu-batu
Mbentasi kerangen rimba raya
Bagé me ndubé serana me kap perdalin
Si mbaba Berita Simeriah

O, Buluh Awar jé-m’ jadi pemena
I tetapken Yésus Tuhan mbarken b’rita-Na
Labo erkitéken kam ndubé si mbelinna
Tapi, p’ratén Dibata la kap terolangi
Kai si ‘nggo jadiken-Na ém kap simehuli

Mejuah-juah o, Buluh Awar kuta simalem
Mejuah-juah. Mejuah-juah Karo Sirulo
Mejuah-juah Merga Silima
Mejuah-juah kita kerina

Lagu dan syair lainnya karya Bastanta Permana Sembiring[sunting | sunting sumber]

  • Taneh Karo Lanaibo Banci Terlupaken (versi rohani: Mari Surak Muji Tuhan)
  • B’reken Pasu-pasu-Ndu
  • Mari Surak ras Puji
  • Babalah Persembahen Simerimna
  • Perbahan Dosa
  • Dengkehkenlah Kepentaren Erlebuh
  • Énda Kami o Bapa Suruhlah Kami
  • O Bapa Si Melias
  • Tatap Ku Kayu Silang-Na
  • Alemi Min Dosaku
  • Dengkehkenlah Kepentaren Erlebuh Pemeteh Erdilo
  • Pujin Man Tuhan
  • Dll.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]