Lompat ke isi

Bukti

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jejak kondensasi (contrail) pada sebuah pertunjukan dirgantara ini menjadi bukti yang menunjukkan lintasan terbang pesawat tersebut.

Bukti bagi suatu proposisi adalah segala sesuatu yang mendukung proposisi tersebut. Umumnya, bukti dipahami sebagai suatu petunjuk bahwa proposisi itu benar. Definisi dan peran bukti dapat berbeda-beda tergantung pada bidang kajiannya.

Dalam epistemologi, bukti adalah apa yang membenarkan suatu kepercayaan atau menjadikan seseorang rasional dalam memegang sikap doksastik tertentu. Sebagai contoh, pengalaman perseptual terhadap sebuah pohon dapat berfungsi sebagai bukti yang membenarkan keyakinan bahwa ada sebuah pohon di hadapan kita. Dalam konteks ini, bukti sering dipahami sebagai suatu keadaan mental yang bersifat pribadi. Dalam fenomenologi, bukti dibatasi pada pengetahuan intuitif, yang sering dikaitkan dengan asumsi kontroversial bahwa pengetahuan semacam itu memberikan akses yang tak terbantahkan terhadap kebenaran.

Dalam ilmu pengetahuan, bukti ilmiah merupakan informasi yang diperoleh melalui metode ilmiah untuk mengonfirmasi atau menolak hipotesis ilmiah, dan berperan sebagai penengah yang netral di antara berbagai teori yang saling bersaing. Misalnya, pengukuran atas orbit “anomali” Merkurius dianggap sebagai bukti yang memperkuat teori relativitas umum Einstein. Namun, persoalan mengenai ketidaktentuan dan teori-sarat menjadi dua tantangan yang dapat melemahkan peran bukti ilmiah. Filsuf ilmu umumnya memahami bukti bukan sebagai keadaan mental, melainkan sebagai informasi yang dapat diverifikasi—yakni objek atau peristiwa fisik yang dapat diamati dan diperoleh melalui penerapan metode ilmiah.

Dalam hukum, bukti adalah informasi yang digunakan untuk menegaskan atau menolak klaim yang relevan dalam suatu perkara, seperti kesaksian, bukti dokumenter, dan bukti fisik.[1]

Hubungan antara bukti dan pernyataan yang didukungnya dapat bervariasi dalam tingkat kekuatan, mulai dari korelasi yang lemah hingga bukti yang tak terbantahkan. Teori-teori tentang hubungan evidensial berupaya menelaah hakikat keterkaitan ini. Pendekatan probabilistik berpendapat bahwa sesuatu dapat dianggap sebagai bukti apabila keberadaannya meningkatkan probabilitas kebenaran pernyataan yang didukung. Menurut model hipotetiko-deduktif, bukti terdiri atas pengamatan yang merupakan konsekuensi dari suatu hipotesis. Sementara itu, pendekatan contoh positif menyatakan bahwa sebuah kalimat observasi dapat dianggap sebagai bukti bagi suatu pernyataan universal apabila kalimat tersebut menggambarkan contoh positif dari pernyataan tersebut.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. American College of Forensic Examiners Institute. (2016). The Certified Criminal Investigator Body of Knowledge. Boca Raton, Florida: CRC Press. hlm. 112–113. ISBN 978-1-4987-5206-0