Bukan Salah Bunda Mengandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bukan Salah Bunda Mengandung
Poster Bukan Salah Bunda Mengandung- 2006.jpeg
GenreDrama
PembuatMD Entertainment
Pemeran
Penggubah lagu temaChossy Pratama
Lagu pembukaBukan Salah Bunda Mengandung
Netta KD
Lagu penutupBukan Salah Bunda Mengandung
Netta KD
KomposerIwang Modulus
Negara asal Indonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jmlh. episode11 (daftar episode)
Produksi
ProduserDhamoo Punjabi
Manoj Punjabi
Lokasi produksiBendera Indonesia Jakarta
EditorYessy Yustriani
KameraJoel F. Chairiaz
Durasi60 Menit (19:00 – 20:00 WIB)
Rumah produksiMD Entertainment
DistributorRCTI
Media Nusantara Citra
MNC Pictures
MeTube
RCTI+
MD Entertainment
Rilis
Jaringan asliRCTI
Format gambar(SDTV)
(480i
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Penampilan perdanaSelasa, 13 Juni 2006
Tanggal tayang asliSelasa, 13 Juni –
Selasa, 22 Agustus 2006
Kronologi
Didahului olehBawang Merah Bawang Putih
Dilanjutkan olehBenci Jadi Cinta
Pranala luar
Situs web produksi

Bukan Salah Bunda Mengandung adalah sebuah sinetron yang ditayangkan oleh RCTI. Sinetron ini ditayangkan pada tahun 2006.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Satria (Darius Sinathrya) baru pulang menuntut ilmu dari Belanda. Namun, sikapnya yang tidak lagi membumi membuat Hasanah (Ira Wibowo), ibunya, risau. Hasanah lalu untuk menyadarkan Satria dengan menjodohkannya dengan Anisa (Verlita Evelyn), seorang guru SMP yang terkenal alim. Satria yang sedang patah hati akibat ditolak gadis Belanda bernama Laura Van Dooren, menyetujuinya. Laura rupanya sengaja menolak Satria demi baktinya pada Robert (William Alvin), sang ayah dan Steve (Pierre Gruno), adiknya. Selama pernikahan, Satria sukar melenyapkan bayangan Laura. Satria lalu nekad menyusul Laura yang kini tinggal di Jakarta. Api asmara di antara keduanya pun berkobar kembali.

Satria kemudian nekad menceraikan Anisa melalui selembar surat yang datang tepat ketika Anisa sedang berjuang melahirkan buah hati mereka. Dan, 10 tahun berikutnya, Anisa-Satria bertemu lagi, tetapi dalam kondisi tragis. Satria jadi pengemis yang mengiba sedekah di depan rumah Anisa, di hadapan putranya yang tak menyadari bahwa ia adalah ayah kandungnya.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]