Brasil Belanda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Brazil Belanda / Belanda Baru
Nederlands-Brazilië atau Nieuw-Holland
Koloni Belanda
1630–1654
Bendera Lambang
Dutch Brazil 1630-1654
Ibu kota Mauritsstad (Recife)
Bahasa Belanda
Bahasa Penduduk Asli Brasil
Agama Gereja Reformasi Belanda
Bentuk pemerintahan Koloni
Gubernur
 -  1637–1643 Johan Maurits, Pangeran Nassau-Siegen
 -  1643–1654 Geoctroyeerde Westindische Compagnie
Sejarah
 -  Mulai Penjajahan 16 Februari 1630
 -  Kedatangan Mauris dari Nassau 23 Januari 1637
 -  Pertempuran Guararapes Pertama 19 April 1648
 -  Pertempuran Guararapes Kedua 19 Februari 1649
 -  Dikalahkan oleh Portugis 28 Januari 1654
Mata uang Braziliaanse Guldens (Gulden Brasil)
Pendahulu
Pengganti
Brasil Kolonial
Brasil Kolonial
Sekarang bagian dari  Brasil
Warning: Value specified for "continent" does not comply

Brasil Belanda, juga dikenal dengan nama Holandia Baru, adalah bagian utara Brasil yang pernah menjadi jajahan Republik Belanda dari tahun 1630 hingga 1654. Kota-kota utama di Nieuw Nederland adalah ibukotanya di Mauritsstad (kini Recife), Frederikstadt (João Pessoa), Nieuw Amsterdam (Natal), Saint Louis (São Luís), São Cristóvão, Fortaleza (Fort Schoonenborch), Sirinhaém, dan Olinda.

Republik Belanda pernah menaklukkan hampir setengah wilayah Brasil pada saat itu setelah tahun 1630. Perusahaan Hindia Barat Belanda mendirikan markas mereka di Recife. Gubernur Johan Maurits mengundang artis dan ilmuwan ke koloni ini untuk mempromosikan Brasil dan mendorong imigrasi. Namun, keadaan berbalik setelah Portugal memenangkan Pertempuran Guararapes Kedua pada tahun 1649. Pada 26 Januari 1654, Belanda menyerahkan koloni ini. Walaupun Belanda sempat meminta koloni ini kembali pada Mei 1654, pada 6 Agustus 1661 Brasil Belanda secara resmi diserahkan kepada Portugal berdasarkan Traktat Den Haag.

Periode Belanda merupakan periode yang penting dalam sejarah Brasil. Pemukim Portugal berupaya melawan Belanda dengan sumber daya mereka sendiri; perjuangan ini dianggap sebagai bibit kebangsaan Brasil. Periode ini juga mempercepat kemunduran industri gula Brasil karena konflik Belanda dengan Portugal mengganggu produksi gula, sementara gula Brasil masih harus bersaing dengan produsen Britania, Perancis, dan Belanda di Karibia.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]