Lompat ke isi

Borama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Borama adalah kota terbesar di wilayah barat laut Awdal di Somaliland.[1] Sebagai pusat kegiatan komersial provinsi tersebut, kota ini terletak dekat perbatasan dengan Ethiopia.

Menurut perkiraan tahun 2023, kota ini memiliki populasi sekitar 300.000 jiwa,[2] sedangkan wilayah distrik yang lebih luas memiliki populasi 398.609 jiwa berdasarkan perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2014.[3][4][5][6] Hal ini menjadikannya salah satu kota terbesar di Somaliland. Borama juga dikenal sebagai contoh utama dalam pengorganisasian masyarakat, karena menjadi wilayah pertama di Somaliland yang menerapkan program swadaya setelah berakhirnya perang saudara.[7]

Seperti halnya beberapa kota terdekat seperti Amud, di wilayah Borama telah ditemukan banyak peninggalan arkeologis yang menunjukkan masa lalu yang penuh peristiwa. Temuan tersebut mencakup sisa-sisa kuno berupa makam, rumah, dan masjid, serta pecahan barang-barang keramik dari Timur, khususnya porselen Tiongkok. Artefak dan struktur tersebut berasal dari berbagai periode sejarah, mulai dari abad ke-12 hingga abad ke-18. Namun, sebagian besar berasal dari abad ke-15 dan ke-16, masa yang dikenal sebagai periode kegiatan perdagangan besar di wilayah tersebut dan berkaitan dengan Kesultanan Adal pada masa pertengahan.[8]

Penggalian pada akhir 1800-an dan awal 1900-an di lebih dari empat belas situs di sekitar Borama menemukan berbagai benda, termasuk koin yang diidentifikasi berasal dari Kait Bey, Sultan Mamluk Burji ke-18 dari Mesir. Sebagian besar temuan ini dikirim ke British Museum untuk pelestarian tak lama setelah ditemukan.[9]

Pada paruh pertama abad ke-20, Borama menjadi bagian dari protektorat Somaliland Britania. Kota modern Borama didirikan pada tahun 1921 oleh Ughaz 'Elmi Warfa,[10] pemimpin Gadabuursi,[11] atas arahan pihak Britania yang meletakkan dasar-dasar pembangunannya. Kemudian pada tahun 1925, Borama ditetapkan sebagai distrik.[12]

Pada tahun 1933, Sheikh Abdurahman Sheikh Nuur, seorang pengajar Al-Qur’an dan putra qadi (hakim) Borama, menciptakan sistem ortografi baru untuk menuliskan bahasa Somali, yang termasuk dalam rumpun Afro-Asia Cushitic. Sistem penulisan fonetik yang cukup akurat ini, dikenal sebagai aksara Borama, digunakan terutama oleh Nuur, lingkaran murid-murid serta rekan-rekannya di kota tersebut, dan oleh sejumlah pedagang yang menguasai perdagangan di Zeila dan Borama. Para murid Sheikh Nuur juga dilatih dalam penggunaan aksara ini.[13][14] Aksara tersebut juga dikenal secara umum sebagai aksara Gadabuursi.[15]

Pada masa pascakemerdekaan, Borama dikelola sebagai bagian dari wilayah administratif resmi Awdal di Somalia. Selama Perang Ogaden pada akhir 1970-an, Borama menjadi salah satu dari beberapa kota di utara yang dibom dari udara oleh pasukan Ethiopia yang bersekutu dengan Gerakan Nasional Somalia.[16]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Somalia City & Town Population" (PDF). FAO. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 11 February 2015. Diakses tanggal 20 October 2015.
  2. "SDF funded Borama Water Supply Expansion Project Commissioned".
  3. "Regions, districts, and their populations: Somalia 2005 (draft)" (PDF). United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs. United Nations Development Programme. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28 July 2017. Diakses tanggal 31 December 2020.
  4. "Boorama (District, Somalia) - Population Statistics, Charts, Map and Location".
  5. Solar Eclipses 2024–2027: Where and When to Experience Totality. Bradt Travel Guides. 13 Maret 2023. ISBN 978-1-80469-162-5.
  6. "Utilization pattern of antenatal care and determining factors among reproductive-age women in Borama, Somaliland".
  7. Borama Local Council, p.10.
  8. Bernard Samuel Myers, ed., Encyclopedia of World Art, Volume 13, (McGraw-Hill: 1959), p.xcii.
  9. Royal Geographical Society (Great Britain), The Geographical Journal, Volume 87, (Royal Geographical Society: 1936), p.301.
  10. Nur, Sheikh Abdurahman 1993 "Ilbaxnimadii Adal Iyo Sooyaalkii Soomaaliyeed: The Renaissance of Adal Somali history". 1993.
  11. Mukhtar, Mohamed Haji (2003-02-25). Historical Dictionary of Somalia (dalam bahasa Inggris). Scarecrow Press. hlm. 113. ISBN 9780810866041.
  12. Nur, Sheikh Abdurahman 1993 "Ilbaxnimadii Adal Iyo Sooyaalkii Soomaaliyeed: The Renaissance of Adal Somali history". 1993.
  13. David D. Laitin, Politics, Language, and Thought: The Somali Experience, (University Of Chicago Press: 1977), pp.86-87.
  14. Abdi Ismail Samatar (2001), Borama History and the Gadabuursi script, Bildhaan Studies Macalaster College, Vol. 1, pp. 115-116
  15. "Somali alphabets, pronunciation and language". Omniglot. Diakses tanggal 3 January 2015.
  16. Mohamoud, Abdulkadir. "The Night SNM Fighters came to Hargeisa". Warheernews. Diarsipkan dari asli tanggal 28 May 2012. Diakses tanggal 3 January 2015.