Lompat ke isi

Bojongmengger, Cijeungjing, Ciamis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bojongmengger
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenCiamis
KecamatanCijeungjing
Kode pos
46271
Kode Kemendagri32.07.03.2003 Edit nilai pada Wikidata
Luas709,22 km²
Jumlah penduduk6.346 jiwa
Kepadatan1.034 jiwa/km²
Situs webdesabojongmengger.blogspot.co.id
Peta
PetaKoordinat: 7°21′2.38″S 108°26′20.44″E / 7.3506611°S 108.4390111°E / -7.3506611; 108.4390111

Bojongmengger adalah sebuah desa di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.[1][2][3]

Sejarah Desa

[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Desa Bojongmengger yang saat ini termasuk ke dalam Wilayah Kabupaten Ciamis. Berdirinya Desa Bojongmengger mengambil dari titimangsa berpindahnya pusat Pemerintah Desa Cimengger Dusun Cimengger sekarang ke Wilayah Bojong Dusun Bojong sekarang sekitar Tahun 1913 oleh R.H. Imam Poera. Kedua wilayah tadi masih merupakan wilayah kekuasaan Kabupaten Galuh yang berubah menjadi Kabupaten Ciamis pada tanggal 12 Juni 1642 M.

Pada awalnya ke Wilayah Bojong sekarang datang seorang utusan Syekh Syarif Hidayatullah yang terkenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon untuk menyebarkan Agama Islam di Wilayah Kabupaten Galuh pada waktu itu yang bernama Kiai Hamami. Bersama-sama pengikutnya Kiai Hamami membuka hutan jati di sekitar Bojong untuk mendirikan tempat menyebarkan ajaran Islam yang sekarang menjadi Masjid Jamie Baturahiem. Menurut cerita orang tua wilayah hutan jati tersebut tidak ada yang berani membuka karena di anggap sangatlah angker. Kiai Hamami mempunyai pertimbangan jika dibangun pusat penyebaran agama Islam di tempat itu mempunyai keuntungan antara lain dekat dengan sumber mata air yang sangat melimpah yaitu Ranca Bunar, dekat dengan sungai Cimengger, dekat dengan jalan umum yang banyak dilalui oleh pejalan kaki dan merupakan alar jalan ke kota Kabupaten.

Sebagai seorang pemimpin, ia menyelenggarakan urusan pemerintahan tidak bertempat di sekitar Bojong, tapi ia mendirikan balai pertemuan di Cimengger yang sekarang menjadi Dusun Cimengger. Maka lengkaplah wilayah Bojong menjadi wilayah yang difungsikan sebagai pusat penyelenggaraan pemerintahan yang beribu kota di Cimengger. Sejak saat itu tidak diketahui secara pasti para Kuwu yang menjabat di Desa Cimengger. Namun, sampai pada tahun 1913 Desa Cimengger waktu itu dipimpin oleh seorang Kuwu yang bernama Kuwu Satria.

Pada masa pemerintahan Kuwu R.H. Imam Poera sebagai pengganti Kuwu Satria memindahkan pusat pemerintahan/kantor desa ke wilayah Bojong dengan pertimbangan Wilayah Bojong dianggap lebih strategis dibandingkan dengan di Wilayah Cimengger. Maka sejak saat itu Desa Cimengger berubah menjadi Desa Bojongmengger. Bojong diambil dari kata Bojong Galuh sedangkan Cimengger diambil dari desa lama yang berdekatan dengan Kali Cimengger. Bersamaan dengan pemindahan pemerintahan kantor Desa Cimengger ke Bojong dibangun pula beberapa pendukung antara lain pasar sebagai pusat perekonomian warga masyarakat Desa Bojongmengger yang sekarang menjadi Pasar Desa Bojongmenger.

Pada Masa Revolusi, kantor desa dan fasilitas lainnya pernah dibumihanguskan oleh Tentara Nasional Indonesia karena takut digunakan oleh Penjajah Belanda yang saat itu bermarkas di Warung Jati. Setelah selesai Masa Revolusi kantor desa dan bangunan-bangunan lainnya di bangun kembali pada masa pemerintahan Kuwu Eman Soelaeman sampai dengan tahun 1963.

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Letak Geografis

[sunting | sunting sumber]
  • Ketinggian dari permukaan laut: 124 mdpl
  • Suhu maksimal/minimum: 32o c / 26o c
  • Jarak dari Desa
    • Jarak ke ibu kota Kecamatan: 3 km
    • Jarak ke ibu kota Kabupaten: 10 km
    • Jarak ke ibu kota Provinsi: 150 km
    • Jarak ke ibu kota Negara: 300 km
  • Curah hujan: 3000 mm/Tahun
  • Letak Desa: Perbukitan: 5 ha/m2 2.2.

Luas Wilayah

[sunting | sunting sumber]
PenggunaanLuas/ Ha
Pemukiman21
Persawahan84
Perkebunan147,8
Kuburan0,21
Pekarangan333,6
Taman-
Perkantoran0,75
Prasarana Umum lain147
Sawah Irigasi Teknis20,25
Sawah Setengah Teknis21,75
Sawah Tadah Hujan42
Kolam Empang16
Tanah Bengkok9,36
Kebun Desa0,14
Sawah Desa9,22
Lapang Olahraga0,56
Perkantoran Pemerintah0,75
Jalan0,615
Jumlah Total709,22
Jumlah KeluargaLuas/ Ha
Memiliki Tanah Pertanian89
Tidak memiliki tanah pertanian54
Memiliki kurang dari 10 ha43
Jumlah Total keluarga petani166
Memiliki tanaman buah-buahan89
Tidak memiliki tanaman buah-buahan54
Memiliki kurang dari 10 ha43
Jumlah Total keluarga petani166

Keberadaan Lingkungan

[sunting | sunting sumber]
Peresmian jembatan di Bojongmengger tahun 1

Bencana alam dalam 3 tahun terakhir yang menyebabkan kerugian

Jenis BencanaJumlah KejadianKorbanKerugian Materi
Gempa1 (satu kali)tidak adaada
Upaya dilaksanakan---
Permohonan bantuan Pemda kab & Provinsi serta gotong royong---

Kondisi Sosial

[sunting | sunting sumber]

Kependudukan Dilihat dari kacamata sosial masyarakat Desa Bojongmengger

UraianJumlahKeter
Total Penduduk6.004Sensus tahun?
Kepala Keluarga1.894Sensus tahun?
Laki-laki usia 0-15727Sensus tahun?
Laki-laki usia 16-551731sensus tahun
Di atas usia 55543sensus tahun
Perempuan usia 0-15667sensus tahun
Perempuan usia 16-551771sensus tahun
Perempuan usia di atas 55565sensus tahun
KK Prasejahtra120 KKsensus tahun
KK Sejahtra90 KKsensus tahun
KK Sejahtera sedang559 KKsensus tahun
KK Miskin224 KKsensus tahun
Tidak/belum tamat SD1340 orangsensus tahun
Tamat SD/ sederajat2626 orangsensus tahun
Tamat SLTP981 orangsensus tahun
Tamat SLA/ Sederajat843 orangsensus tahun
Tamat Diploma/ Sarjana214 orangsensus tahun

Ketenagakerjaan

[sunting | sunting sumber]
Jenis PekerjaanJumlahKeterangan
Buruh tani2207 orangsensus
Petani penggarap815 orangsensus
Peternak17 orangsensus
PNS160 orangsensus
Pensiun963 orangsensus
Perangkat desa14 orangsensus
Perajin84 orangsensus
Lain-lain371 orangsensus

Analisis Produktivitas dan Rencana Strategis

[sunting | sunting sumber]

Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibanding dengan usia anak-anak dan lansia. Perbandingan usia anak-anak, produktif, dan lansia adalah sebagai berikut: 23,2 %, 58,3%, 18,5 %. Dari 6.004 jumlah penduduk yang berada pada kategori usia produktif jumlah perempuan di atas lebih banyak dari jumlah laki-laki. Kategori kesejahteraan KK sedang terhitung mayoritas yaitu 56 % dari total KK, KK pra sejahtera 12 %, KK sejahtera 0,9 %, dan KK Miskin 22 %.

Dengan mayoritas kategori kesejahteraan KK sedang Desa Bojongmengger memiliki prospek dan harapan dalam usaha peningkatan kualitas kesejahteraan keluarga dan tidak tergolong desa yang tertinggal. Tingkat Kesadaran tentang pentingnya pendidikan terutama pendidikan 9 tahun baru terjadi beberapa tahun ini setelah terbit program Wajar Dikdas 9 Tahun sehingga keadaan jumlah lulusan SD dan SLTP mendominasi peringkat Pertama.

Mata Pencaharian Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani dan buruh tani. Hal ini disebabkan karena sudah turun temurun sejak dulu bahwa masyarakat adalah petani dan juga minimnya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat tidak punya keahlian lain dan akhirnya tidak punya pilihan lain selain menjadi buruh tani dan buruh pabrik. Agama Seluruh warga masyarakat Desa Bojongmengger adalah Muslim ( Islam ).

Keadaan Ekonomi Berdasarkan data yang ada, sebagai acuan dalam mengambil kebijakan ekonomi, masyarakat Desa Bojongmengger terbagi menjadi beberapa kelompok mata pencaharian antara lain sebagaian besar penduduk Desa Bojongmengger menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian baik itu dari lahan basah maupun dari lahan kering.

Berbagai terobosan dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat telah dilaksanakan oleh pemerintah desa melalui berbagai kebijakan yang mengacu pada Rencana Kerja Tahunan Desa dengan tetap memperhatikan skala prioritas antara lain:

  1. Memberikan kesempatan dan kemudahan berusaha bagi Pegawai Negeri yang ingin berwirausaha. Memberikan kesempatan bagi dan kemudahan pensiunan baik sipil maupun TNI untuk berwirausaha. Memberikan subsidi bagi para pedagang yang ada di pasar desa berupa sewa lahan.
  2. Menambah modal usaha bagi pedagang skala kecil melalui Usaha Simpan Pinjam yang tersebar di 7 Dusun.
  3. Memberikan kemudahan bagi buruh dan pegawai sawasta yang membutuhkan bantuan informasi. Memberikan berbagai penyuluhan di bidang pertanian.
  4. Memberikan bantuan sarana pertanian.
  5. Memberikan bantuan bibit pupuk organik dalam upaya pengalihan penggunaan pupuk an organik ke pupuk organik khususnya pertanian tanaman pangan.

Lembaga Pemerintahan & Organisasi Sosial Keagamaan

[sunting | sunting sumber]
LembagaUraianKeterangan
LPMadastatus
MUIadastatus
Karang tarunaadastatus
Poktanadastatus
Dusun/ Kampung7status
RW18status
RT51status
Kantor Desa1Belum Lengkap
Masjid/ DKM18Sebagian perlu direhab 9
Mushola32Perlu perbaikan 10
Gedung TK2status
Gedung PAUD1status
Gedung MD14status
Gedung SD5status Negeri/Swasta
Gedung SLTP1status
Gedung SLTA1status

Fasilitas Umum

[sunting | sunting sumber]
  • Pasar Desa 1 (Perlu dibangun 11)
  • Pustu 12
  • Panti PKK (Perlu bangunan khusus 13)
  • Poskamling 51 (14)
  • Jembatan 4 (15)
  • Gedung TKA/TPA 4 (16)
  • Balai Dusun 4

Pelayanan Publik

[sunting | sunting sumber]
  • Pelayanan catatan sipil Pelayanan kependudukan: KTP, KK, NIK (Surat pengantar saja) serta pelayanan yang berhubungan dengan catatan sipil (akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan dan akta lainnya).
  • Perijinan masih sangat minim terutama dalam hal Izin Mendirikan Bangunan (IMB), adapun jenis perijinan yang ada dan sering dibuat oleh masyarakat adalah (Izin peruntukan penggunaan tanah (IPPT), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Gangguan (HO),
  • Izin Usaha Perdagangan)

Daftar Kuwu Desa

[sunting | sunting sumber]
  1. Satria (sampai 1913)
  2. R.H. Imam Poera (1913 – 1930)
  3. Eman Soelaeman (1930 – 1963)
  4. Oon Wirya (1964 – 1965) (Caretaker)
  5. Letda Soebardi (1965 – 1966) (Caretaker)
  6. Kanja (1967 – 1974)
  7. Ukas Sukasah (1975 – 1978) (Caretaker)
  8. Kuwu A. Sule Subardjo (1978 – 1988)
  9. Ach Supendi (1989 – 1997)
  10. T. Johari (1998 – 2001)
  11. Eman Sulaeman (2001 – 2006)
  12. Eman Sulaeman (2007 - 2013)
  13. Ajat Sudrajat (2013-2019)

Daftar Dusun dan Kepala Dusun

[sunting | sunting sumber]

Desa ini terdiri dari 7 (tujuh) Dusun yaitu:

  1. Bojong (Usup Supriyadi)
  2. Karanglayung (Yoyo Suryana)
  3. Cisihung (Pujamin)
  4. Sukasenang (Ria Priana)
  5. Cimengger (Kosman)
  6. Sodong (Wanto Herdianto)
  7. Cikawung (Ujang Kurnia)

Dusun Bojong merupakan dusun yang paling dekat dengan balai desa, letaknya strategis dan dekat dengan jalan raya Ciamis - Banjar dan Bojong - Kertabumi. di sini terdapat beberapa bangunan kantor berupa puskesmas, koramil, polsek, pasar,

Perangkat pemerintahan

[sunting | sunting sumber]
  • Sekretaris Desa = Heri Haryanto
  • Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum = Rohman Zenal Mustopa
  • Kepala Urusan Keuangan = Tini Ratnaningrum
  • Kepala Urusan Perencanaan = Vanny Hesti Pratiwi
  • KASI Pemerintahan = Burhanudin
  • KASI Kesejahteraan = Ega Ramdan
  • KASI Pelayanan = Atep Ridwan S
  • P3N/Amil = Ojat Suryaman

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 26 Februari 2023.
  2. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 26 Februari 2023.
  3. http://kknm.unpad.ac.id/bojongmengger/2014/02/11/wisata-tersembunyi-di-desa-bojongmengger/%5B%5D