Kabupaten Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bogor kabupaten)
Kabupaten Bogor
Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Sundaᮊᮘᮥᮕᮒᮨᮔ᮪ ᮘᮧᮌᮧᮁ
Baris ke-1: Gunung Munara Rumpin, Stadion Pakansari, baris ke-2: Jalan di Leuwiliang zaman Hindia Belanda, Kebun teh Puncak Bogor, baris ke-3: Curug Lontar di Sungai Cianten, Persawahan Cileungsi, baris ke-4: Sirkuit Sentul, Taman Safari Indonesia
Bendera Kabupaten Bogor
Lambang resmi Kabupaten Bogor
Motto: 

(Sunda) Bersikap baik, kukuh pendirian, dan siap siaga untuk mewujudkan Bogor sebagai pusat kebangkitan perjuangan pembangunan demi kesejahteraan bangsa
Peta
Peta
Kabupaten Bogor di Jawa
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor
Peta
Kabupaten Bogor di Indonesia
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor (Indonesia)
Koordinat: 6°19′S 106°10′E / 6.32°S 106.17°E / -6.32; 106.17
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal berdiri8 Agustus 1950[1]
Dasar hukumUU Nomor 14 Tahun 1950[1]
Hari jadi3 Juni 1482 (1482-06-03)
Ibu kotaCibinong
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 40
  • Kelurahan: 16
  • Desa: 410
Pemerintahan
 • BupatiIwan Setiawan (Plt.)
 • Sekretaris DaerahBurhanudin
 • Ketua DPRDRudy Susmanto
Luas
 • Total2.986,20 km2 (1,152,98 sq mi)
Populasi
 • Total5.427.068
 • Kepadatan1.817/km2 (4,710/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 97,19%
Kristen 2,28%
- Protestan 1,72%
- Katolik 0,56%
Buddha 0,32%
Konghucu 0,16%
Hindu 0,05%[3]
 • BahasaIndonesia (resmi)
Sunda, Betawi
 • IPMKenaikan 70,60 (2021)
tinggi[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon021 (Jonggol, Cariu, Cileungsi, Cibinong, Citeureup, Gunung Putri, Sukamakmur dan Tanjungsari)
0251 (sebagian besar wilayah kabupaten)
Pelat kendaraanF xxxx F**/G*/H*/I*/J*/K* /L*/M*/N*/O*/P*/R*
Kode Kemendagri32.01 Edit the value on Wikidata
DAURp 2.083.540.132.000 (2019)[5]
Semboyan daerahTegar Beriman
(Tertib, segar, bersih, indah, mandiri, aman, dan nyaman)
Flora resmiKemang[6]
Fauna resmiSurili[7]
Situs webwww.bogorkab.go.id
Pemandangan Desa di Daerah Bogor Pada Tahun 1880-an, Dengan Latar Belakang Gunung Salak.

Kabupaten Bogor (bahasa Sunda: ᮊᮘᮥᮕᮒᮨᮔ᮪ ᮘᮧᮌᮧᮁ) adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Pusat pemerintahan Kabupaten Bogor terletak di Kecamatan Cibinong. Kabupaten Bogor berbatasan dengan Kabupaten Lebak di barat, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi di utara; Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta di timur; Kabupaten Cianjur di tenggara, Kabupaten Sukabumi. Kota Bogor merupakan enklave dari kabupaten ini.

Kabupaten Bogor terdiri atas 40 kecamatan, yang dibagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan Kabupaten Bogor terletak di Kecamatan Cibinong, yang berada di sebelah utara Kota Bogor.[8]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perjalanan sejarah Kabupaten Bogor memiliki keterkaitan yang erat dengan zaman kerajaan yang pernah memerintah di wilayah tersebut. Pada 4 abad sebelumnya, Sri Baduga Maharaja dikenal sebagai raja yang mengawali zaman Kerajaan Pajajaran, raja tersebut terkenal dengan ajaran dari leluhur yang dijunjung tinggi yang mengejar kesejahteraan. Sejak saat itu secara berturut-turut tercatat dalam sejarah adanya kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah tersebut, yaitu:

  • Kerajaan Tarumanegara, diperintah oleh 12 orang raja. Berkuasa sejak tahun 358 sampai dengan tahun 669.
  • Kerajaan Galuh, diperintah oleh 14 raja. Berkuasa sejak 516 hingga tahun 852.
  • Kerajaan Sunda, diperintah oleh 28 raja. Bertahta sejak tahun 669 sampai dengan tahun 1333.
  • Kerajaan Kawali, diperintah oleh 6 orang raja. Berkuasa sejak tahun 1333 hingga 1482.
  • Kerajaan Pajajaran, berkuasa sejak tahun 1482 hingga tahun 1579. Pelantikan raja yang terkenal sebagai Sri Baduga Maharaja, menjadi satu perhatian khusus. Pada waktu itu terkenal dengan Upacara Kuwedabhakti, dilangsungkan tanggal 3 Juni 1482. Tanggal itulah kiranya yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

Pada tahun 1745, cikal bakal masyarakat Bogor semula berasal dari 9 kelompok pemukiman dengan 3 gabungan kelompok besar antara lain Buitenzorg (wilayah tengah), Jonggol (wilayah timur dan utara) dan Jasinga (wilayah barat) yang digabungkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron van Inhof menjadi inti kesatuan masyarakat Kabupaten Bogor.[9]

Pada waktu itu, Bupati Demang Wartawangsa berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat yang berbasis pertanian dengan menggali terusan dari Sungai Ciliwung ke Cimahpar dan dari Nanggewer sampai ke Kalimulya.[10]

Terdapat berbagai pendapat tentang lahirnya nama Bogor itu sendiri. Salah satu pendapat menyatakan bahwa nama Bogor berasal dari bahasa Arab yaitu Baqar yang berarti sapi dengan alasan terdapat bukti berupa patung sapi di Kebun Raya Bogor. Pendapat lainnya menyebutkan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bokor yang berarti tunggul pohon enau. Pendapat di atas memiliki dasar dan alasan tersendiri diyakini kebenarannya oleh setiap ahlinya.

Namun berdasarkan catatan sejarah, pada tanggal 7 April 1752 telah muncul kata Bogor dalam sebuah dokumen dan tertulis Hoofd van de Negorij Bogor, yang berarti Kepala Kampung Bogor. Pada dokumen tersebut diketahui juga bahwa kepala kampung itu terletak di dalam lokasi Kebun Raya itu sendiri yang mulai dibangun pada tahun 1817.

Pada tahun 1908 Kabupaten Bogor memiliki 5 kawedanan yang dipimpin oleh seorang demang, yaitu (Buitenzorg, Jonggol, Cibinong, Parung dan Leuwiliang).[11] Kemudian untuk memudahkan tugas distrik dibentuklah sejumlah onderdistrik yang dikepalai oleh asisten demang. Pemberitaan dari koran Het Vaderland dan Nieuws van den Daag voor Nederlandsch-Indië,[yang mana?] pada November 1930, menyebutkan bahwa Rumpin dan Ciomas, pada mulanya adalah tanah partikelir.[12] Pemerintah Belanda kemudian membeli tanah di Ciomas, Rumpin, dan Citayam supaya dapat mengurus administrasi dan birokrasi pemerintahan daerah di tiga tanah yang status kepemilikannya sudah berganti tersebut.[12]

Pasca Proklamasi, tepatnya pada era Republik Indonesia Serikat atau RIS, Kabupaten Bogor masuk dalam wilayah Negara Pasundan, kemudian keluar SK Wali Negeri Pasundan Nomor 12[13] yang menyatakan bahwa Kabupaten Bogor, kembali dibentuk 7 Kawedanan yaitu:

Kawedanan Jasinga (biru), Kawedanan Parung (oranye), Kawedanan Leuwiliang (merah), Kawedanan Cibinong (kuning), Kawedanan Buitenzorg (hijau toska), Kawedanan Jonggol (hijau).

Pada tahun 1950-an seiring dengan kebijakan restrukturisasi otonomi daerah, khususnya berkaitan dengan organisasi dan kewilayahan membuat Kabupaten Bogor kehilangan banyak wilayahnya. Di antara beberapa Kawedanan di Kabupaten Bogor, yang paling kehilangan banyak wilayahnya adalah Kawedanan Jonggol, seperti Kecamatan Cibarusah, Kecamatan Serang Baru, Kecamatan Setu dan Desa Kranggan (Sekarang Kecamatan Jatisampurna) dilimpahkan kepada Kabupaten Bekasi; Desa Batulawang dilimpahkan kepada Kabupaten Cianjur; dan Kecamatan Pangkalan serta Kecamatan Tegalwaru dilimpahkan kepada Kabupaten Karawang.[14]

Pada tahun 1975, Pemerintah Pusat menginstruksikan bahwa Kabupaten Bogor harus memiliki Pusat Pemerintahan di wilayah Kabupaten sendiri. Atas dasar tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mengadakan penelitian di beberapa wilayah Kabupaten Bogor untuk dijadikan calon ibukota sekaligus berperan sebagai pusat pemerintahan. Alternatif lokasi yang akan dipilih diantaranya adalah wilayah Kecamatan Ciawi, Kecamatan Leuwiliang, Kecamatan Parung, Kecamatan Semplak dan Kecamatan Cibinong.

Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa yang diajukan ke Pemerintah Pusat untuk mendapat persetujuan sebagai calon ibukota adalah Desa Rancamaya (saat ini menjadi bagian Kota Bogor). Akan tetapi Pemerintah Pusat menilai bahwa Rancamaya masih relatif dekat letaknya dengan Pusat Pemerintahan Kota Bogor dan dikhawatirkan akan masuk ke dalam rencana perluasan dan pengembangan wilayah Kota Bogor.

Setelah mempertimbangkan rencana pembentukan Kota Administratif Depok dan Kabupaten Jonggol yang sudah menjadi bahasan Menteri Dalam Negeri Amir Machmud bersama Gubernur Jawa Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mengambil salah satu alternatif wilayah, yaitu Kemang. Saat itu, Kemang menjadi bagian Kecamatan Semplak yang akan menjadi titik paling tengah bagi kecamatan-kecamatan di Kabupaten Bogor apabila Kota Administratif Depok terbentuk dan Kabupaten Jonggol dimekarkan dari Kabupaten Bogor.

Wilayah Kabupaten Bogor yang luas ditambah cepatnya pertumbuhan penduduk akibat lokasi geografis Kabupaten Bogor sebagai wilayah penyangga DKI Jakarta, muncul beberapa wacana terkait pemekaran berbasis pengembangan wilayah. Pada tahun 1978, Menteri Dalam Negeri Amir Machmud mengusulkan pembentukan Kota Administratif Depok yang mencakup Kecamatan Depok serta kecamatan lainnya yang berbatasan dengan DKI Jakarta khususnya yang terdampak pembangunan Perumnas di wilayah tersebut. Rencananya Kota Administratif Depok akan dijadikan kawasan pemukiman yang tertata bagi para pekerja di DKI Jakarta.

Dalam sidang Pleno DPRD Kabupaten Bogor tahun 1980, Desa Kemang batal ditetapkan menjadi calon ibukota Kabupaten Bogor karena ketersediaan lahan milik pemerintah kabupaten masih sangat sedikit, infrastruktur yang minim, hingga wacana pembentukan Kabupaten Jonggol yang dianggap masih mentah. Akhirnya ditetapkan bahwa calon ibukota Kabupaten Bogor terletak di Desa Tengah (Sekarang Kelurahan Tengah), Kecamatan Cibinong.

Penetapan calon ibukota ini diusulkan kembali ke pemerintah Pusat dan mendapat persetujuan serta dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, yang menegaskan bahwa ibukota Pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor berkedudukan di Desa Tengah, Kecamatan Cibinong. Sejak saat itu, dimulailah rencana persiapan pembangunan Pusat Pemerintahan ibukota Kabupaten Bogor dan pada tanggal 5 Oktober 1985 dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Bupati Kabupaten Bogor saat itu.

Pada dekade 1980 bukan hanya bergulir usulan pembentukan Kota Administratif Depok. Gubernur Jawa Barat, Aang Kunaefi juga mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri, Amir Machmud pembentukan wilayah di bekas Kawedanan Jonggol yang sebagian telah dilimpahkan ke kabupaten lain untuk dipersatukan sebagai Daerah Tingkat II Kabupaten. Wilayah eks Kawedanan Jonggol dan sekitarnya dianggap layak menjadi kabupaten, karena wilayahnya cukup luas, memiliki kekayaan alam yang melimpah, serta berpotensi sebagai kawasan pemukiman baru, industri, dan pariwisata.[15]

Wilayah yang diusulkan sebagai bagian dari pembentukan Daerah Tingkat II Kabupaten Jonggol dahulunya merupakan bekas wilayah dari Kawedanan Jonggol antara lain, daerah Kecamatan Jonggol, Kecamatan Gunung Putri, Kecamatan Cileungsi dan Kawasan Cibubur (yaitu Desa Harjamukti dan Desa Leuwinanggung), juga wilayah bekas Kawedanan Jonggol yang telah dilimpahkan kepada daerah lain, seperti Kabupaten Bekasi yaitu Kecamatan Cibarusah serta Desa Kranggan (Sekarang Kecamatan Jatisampurna); dan dari Kabupaten Karawang yaitu Kecamatan Pangkalan serta Kecamatan Tegalwaru.

Pada tahun 1981 akhirnya Kecamatan Depok ditingkatkan statusnya dari Kecamatan menjadi kota administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1981 yang mencakup Kecamatan Beji dan Kecamatan Pancoran Mas serta pemekaran dari Kecamatan Gunung Putri yaitu Kecamatan Cimanggis. Kota Administratif Depok dipimpin oleh Wali kota Administrasi. Sementara itu, gagasan pembentukan Kabupaten Jonggol tidak terlaksana.[16]

Pada tahun 1994, Presiden Soeharto tertarik menjadikan salah satu wilayah Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Jonggol (kala itu termasuk Sukamakmur, Cariu, Tanjungsari dan Karang Tengah)[17] sebagai lokasi ibukota negara baru pengganti DKI Jakarta, karena Jonggol terletak hanya 40 km di sebelah tenggara Jakarta.

Pasca reformasi seiring dengan kebijakan penghapusan daerah otonom Kota Administratif di seluruh Indonesia. Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 meningkatkan status Depok menjadi Kotamadya, dengan demikian Depok resmi berpisah dengan Kabupaten Bogor dan menjalankan otonominya sendiri. Sementara, rencana dan persiapan pemindahan ibukota negara ke Jonggol tenggelam seiring dengan lengsernya Presiden Soeharto tahun 1998.[17]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Bupati dan Wakil[sunting | sunting sumber]

Bupati Bogor adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Bogor. Bupati Bogor bertanggungjawab kepada gubernur provinsi Jawa Barat. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Bogor ialah Ade Yasin, dengan wakil bupati Iwan Setiawan. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Bogor 2018. Ade Yasin merupakan bupati Bogor ke-13 sejak kabupaten ini dibentuk, dan menjadi bupati perempuan kedua di Kabupaten Bogor setelah Nurhayanti, bupati sebelumnya. Ade Yasin dan Iwan Setiawan dilantik oleh gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada 30 Desember 2018 di Gedung Sate Kota Bandung.[18]

No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
Iwan Setiawan Bupati.jpg Iwan Setiawan (Plt.) 27 April 2022 petahana Iwan Setiawan Bupati.jpg

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024 hasil Pemilu 2019 terdiri dari 55 anggota dalam 9 partai politik.[19] Sedangkan pada periode 2014-2019, DPRD Kabupaten Bogor terdiri dari 50 anggota dalam 10 partai politik.[20]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3 Penurunan 2
  Gerindra 6 Kenaikan 14
  PDI-P 7 Penurunan 6
  Golkar 9 Penurunan 6
  NasDem 3 Penurunan 0
  PKS 5 Kenaikan 9
  PPP 7 Penurunan 6
  PAN 3 Kenaikan 5
  Hanura 3 Penurunan 1
  Demokrat 4 Kenaikan 6
Jumlah Anggota 50 Kenaikan 55
Jumlah Partai 10 Penurunan 9

Pada Pemilu 2019, pemilihan DPRD Kabupaten Bogor dibagi kedalam 6 daerah pemilihan (dapil) sebagai berikut:[21]

Nama Dapil Wilayah Dapil Jumlah Kursi
BOGOR 1 Cibinong, Babakan Madang, Citeureup, Klapanunggal, Sukaraja 10
BOGOR 2 Jonggol, Cileungsi, Gunung Putri, Sukamakmur, Cariu,Tanjungsari 10
BOGOR 3 Ciawi, Caringin, Cigombong, Cijeruk, Cisarua, Megamendung, Tamansari 8
BOGOR 4 Ciampea, Cibungbulang, Ciomas, Dramaga, Pamijahan, Tenjolaya 9
BOGOR 5 Leuwiliang, Cigudeg, Jasinga, Leuwisadeng, Nanggung, Parung Panjang, Rumpin, Sukajaya, Tenjo 9
BOGOR 6 Parung, Bojong Gede, Ciseeng, Gunung Sindur, Kemang, Ranca Bungur, Tajurhalang 9
TOTAL 55

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan, 19 kelurahan, dan 416 desa. Pada tahun 2019, jumlah penduduk mencapai 5.965.410 jiwa dengan luas wilayah 2.663,85 km² dan sebaran penduduk 2.236 jiwa/km².[22]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bogor, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Ketinggian (Ibukota) Kelurahan Desa Status Daftar
Desa/Kelurahan
32.01.05 Babakan Madang 224 mdpl 9 Desa
32.01.13 Bojonggede 156 mdpl 1 8 Desa
Kelurahan
32.01.27 Caringin 455 mdpl 12 Desa
32.01.08 Cariu 179 mdpl 10 Desa
32.01.15 Ciampea 188 mdpl 13 Desa
32.01.24 Ciawi 518 mdpl 13 Desa
32.01.01 Cibinong 130 mdpl 13 - Kelurahan
32.01.16 Cibungbulang 350 mdpl 15 Desa
32.01.38 Cigombong 578 mdpl 9 Desa
32.01.22 Cigudeg 369 mdpl 15 Desa
32.01.28 Cijeruk 587 mdpl 9 Desa
32.01.07 Cileungsi 101 mdpl 12 Desa
32.01.29 Ciomas 222 mdpl 1 10 Desa
Kelurahan
32.01.25 Cisarua 789 mdpl 1 9 Desa
Kelurahan
32.01.33 Ciseeng 125 mdpl 10 Desa
32.01.03 Citeureup 136 mdpl 2 12 Desa
Kelurahan
32.01.30 Dramaga 192 mdpl 10 Desa
32.01.02 Gunung Putri 129 mdpl 10 Desa
32.01.11 Gunungsindur 76 mdpl 10 Desa
32.01.19 Jasinga 107 mdpl 16 Desa
32.01.06 Jonggol 230 mdpl 1 12 Desa
Kelurahan
32.01.12 Kemang 175 mdpl 1 8 Desa
Kelurahan
32.01.32 Klapanunggal 173 mdpl 9 Desa
32.01.14 Leuwiliang 238 mdpl 11 Desa
32.01.39 Leuwisadeng 229 mdpl 8 Desa
32.01.26 Megamendung 708 mdpl 12 Desa
32.01.21 Nanggung 334 mdpl 11 Desa
32.01.17 Pamijahan 581 mdpl 15 Desa
32.01.10 Parung 97 mdpl 9 Desa
32.01.20 Parung Panjang 51 mdpl 11 Desa
32.01.34 Ranca Bungur 155 mdpl 7 Desa
32.01.18 Rumpin 86 mdpl 14 Desa
32.01.35 Sukajaya 422 mdpl 11 Desa
32.01.09 Sukamakmur 610 mdpl 10 Desa
32.01.04 Sukaraja 176 mdpl 13 Desa
32.01.37 Tajur Halang 142 mdpl 7 Desa
32.01.31 Tamansari 532 mdpl 8 Desa
32.01.36 Tanjungsari 327 mdpl 10 Desa
32.01.23 Tenjo 95 mdpl 9 Desa
32.01.40 Tenjolaya 661 mdpl 7 Desa
TOTAL 19 416

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 40 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2002 saat ini wilayah Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan, 410 desa dan 16 kelurahan.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Parebut Seeng, tradisi bela diri Sunda di Kecamatan Caringin.
Seren Taun, perayaan tradisional Bogor di kaki Gunung Salak, selepas Tahun Baru Hijriah.

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor tahun 2021, jumlah penduduk kabupaten Bogor sebanyak 5.427.068 jiwa, dengan kepadatan 1.817 jiwa/km2.[2] Penduduk Kabupaten Bogor menjadi wilayah administrasi setingkat kabupaten dengan penduduk terbanyak di Jawa Barat dan bahkan di Indonesia. Penduduk asli Kabupaten Bogor dan Jawa Barat umumnya adalah orang Sunda. Suku lain yang cukup dominan adalah Jawa, dan sebagian lagi orang Betawi serta suku pendatang lainnya seperti Cirebon, Batak, Tionghoa, Minangkabau, Banten, dan lainnya.

Data Sensus Penduduk Indonesia 2000, berikut adalah besaran penduduk Kabupaten Bogor berdasarkan suku bangsa;[23]

No Suku Populasi (2000) %
1 Sunda 2.928.415 83,62%
2 Jawa 224.037 6,40%
3 Betawi 162.529 4,64%
4 Batak 22.053 0,63%
5 Minangkabau 17.445 0,50%
6 Tionghoa 9.123 0,26%
7 Banten 1.995 0,06%
8 Cirebon 1.939 0,05%
9 Suku lainnya 134.562 3,84%
Kabupaten Bogor 3.502.098 100%

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk di kabupaten Bogor menganut agama Islam. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021, penduduk kabupaten Bogor yang menganut agama Islam sebanyak 97,19%. Kemudian penduduk yang menganut agama Kekristenan sebanyak 2,28%, dengan rincian Protestan sebanyak 1,72% dan Katolik sebanyak 0,56%. Sebagian lagi menganut agama Buddha sebanyak 0,32%, kemudian Konghucu sebanyak 0,16% dan Hindu sebanyak 0,05%.[3]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Sunda merupakan bahasa mayoritas dan bahasa asli yang dituturkan penduduk di kabupaten Bogor bagian barat dan bagian selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak di provinsi Banten, dan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor sendiri. Bahasa Sunda yang dituturkan di bagian barat Kabupaten Bogor memiliki ciri khas tersendiri berbeda dengan bahasa Sunda yang dituturkan di Kabupaten Bogor umumnya mengenal undak usuk bahasa, sedangkan Bahasa Sunda dialek Jasinga yang merupakan bagian dari Bahasa Sunda Banten ini tidak terdapat undak usuk bahasa didalamnya. Bahasa Sunda dialek Jasinga dituturkan di wilayah Jasinga Raya yang meliputi Kecamatan Jasinga, Tenjo, Sukajaya, Nanggung, dan Kecamatan Cigudeg.

Sedangkan Bahasa Betawi merupakan bahasa yang dituturkan oleh pendatang dari wilayah Jakarta dan dituturkan hampir di seluruh kecamatan yang terletak di bagian utara yang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan di provinsi Banten, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Bahasa Betawi yang dituturkan oleh masyarakat di Kabupaten Bogor ini dikenal dengan nama Bahasa Betawi Ora atau Bahasa Betawi Pinggiran yang dialeknya berbeda dengan bahasa Betawi yang dituturkan di Kota Jakarta. Bahasa Betawi yang dituturkan di Kabupaten Bogor ini banyak dipengaruhi oleh bahasa Sunda dan bahasa Jawa dalam kosakatanya seperti kata "ora" yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya "tidak" dan "ontong" yang berasal dari kosakata bahasa Sunda "tong" yang artinya "jangan". Wilayah penutur bahasa Betawi di Kabupaten Bogor meliputi wilayah Kecamatan Parung dan wilayah lainnya di utara Kabupaten Bogor yang penduduknya menuturkan bahasa Betawi dan bahasa Sunda yang bercampur.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Titik ekstrem Kabupaten Bogor
Barat 6°27′17.18″S 106°24′4.23″E / 6.4547722°S 106.4011750°E / -6.4547722; 106.4011750 Tegal Wangi, Jasinga, Bogor
Selatan 6°47′17.05″S 106°53′58.93″E / 6.7880694°S 106.8997028°E / -6.7880694; 106.8997028 Watesjaya, Cigombong, Bogor
Timur 6°36′7.5″S 107°13′34.5″E / 6.602083°S 107.226250°E / -6.602083; 107.226250 Buanajaya, Tanjungsari, Bogor
Utara 6°18′8.2″S 106°58′13.66″E / 6.302278°S 106.9704611°E / -6.302278; 106.9704611 Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor
Kawasan Gunung Salak di Kabupaten Bogor.

Topografi[sunting | sunting sumber]

15-200 mdpl (hijau), 201-400 mdpl (kuning muda), 401-600 mdpl (kuning), 601-800 mdpl (cokelat muda), 801-1.000 mdpl (cokelat sedang), >1.001 mdpl (cokelat tua).

Topografi Kabupaten Bogor bervariasi, dari dataran yang relatif rendah di bagian utara hingga dataran tinggi di bagian selatan, yang dikelompokkan berdasar ketinggiannya sebagai berikut : sekitar 29,28% berada pada ketinggian 15-150 meter di atas permukaan laut (dpl), 42,62% berada pada ketinggian 150-500 meter dpl, 19,53% berada pada ketinggian 500-1.000 meter dpl, 8,43% berada pada ketinggian 1.000-2.000 meter dpl dan 0,22% berada pada ketinggian 2.000–2.500 meter dpl.[24]

  1. Ketinggian 15-150 m dpl: Sebagian besar topografi rendah berada di bagian utara dan barat, seperti Cibinong, Bojonggede, Tajurhalang, Parung, Gunung Putri, Citeureup, Gunung Sindur, Tenjo, Parung Panjang, Jasinga dan Cileungsi.
  2. Ketinggian 150 – 500 m: Topografi sedang sebagian besar berada di bagian tengah dan timur, seperti Jonggol, Babakan Madang, Ciomas, Leuwiliang, Cigudeg, Ciampea, Sukaraja dan Dramaga.
  3. Ketinggian >500 m: Topografi tinggi sebagian besar berada di bagian selatan, seperti Cisarua, Megamendung, Caringin, Sukamakmur (Jonggol), Pamijahan, Tenjolaya, Cijeruk, Nanggung, Cigombong Sukajaya dan Tanjungsari.

Wilayah dengan ketinggian dan kemiringan rendah yang menyebabkan daerah tersebut banyak genangan, terutama pada saat musim hujan yaitu: Gunung Putri, Cibinong, Citeureup, Parung, Gunungsindur, Parung Panjang, Cileungsi, dan Rumpin.

Kabupaten Bogor memiliki beberapa rangkaian gunung atau pegunungan yang tinggi dan besar, antara lain di bagian barat ada Pegunungan Halimun Salak yang membentang dari Kabupaten Lebak, Banten hingga kaki timur Gunung Salak. Kemudian, dua pegunungan yang mengurung Kawasan Puncak di sebelah selatan, yaitu Pegunungan Gede Pangrango yang membentang di tiga wilayah Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi, disebelah utara Puncak, ada Pegunungan Jonggol yang membentang dari Sentul, Sukamakmur (Jonggol) hingga Cipanas, Cianjur. Selain itu terdapat beberapa pegunungan kecil yang biasanya tandus dan terdiri atas batuan kapur, antara lain Pegunungan Cigudeg-Rumpin, Pegunungan Kapur Leuwiliang, Pegunungan Kapur Cileungsi dan Pegunungan Sanggabuana, Jonggol yang berbatasan dengan Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta.[25]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Fasilitas Asrama di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sebagai Kabupaten dengan jumlah penduduk tertinggi dan memiliki wilayah yang luas, membuat Kabupaten Bogor memiliki kualitas pendidikan yang cukup senjang. Kualitas pendidikan yang terbilang baik hanya didapatkan dibeberapa kecamatan yang sudah maju, seperti Cibinong, Gunung Putri, Jonggol, Cileungsi, Bojonggede, Sukaraja dan Dramaga.

Sementara, di Kecamatan lainnya kualitas pendidikan bisa dibilang sangat terbatas, terutama beberapa Kecamatan yang terbilang tertinggal seperti, Sukajaya, Jasinga, Nanggung, Rumpin, Pamijahan dan Sukamakmur. Dalam wilayah Kabupaten Bogor berdiri salah satu Perguruan Tinggi Negeri favorit, yaitu Institut Pertanian Bogor yang memiliki kampus di Dramaga, Jonggol dan Baranangsiang (diluar Kabupaten Bogor). Selain itu, terdapat beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) setingkat yang terbilang favorit, seperti SMA Negeri 2 Cibinong, SMA Negeri 1 Cileungsi, SMA Negeri 2 Gunung Putri, SMA Negeri 1 Jonggol, SMA BPK Penabur Kota Wisata Ciangsana, SMA Regina Pacis Bogor, SMA Global Mandiri dan SMA Citra Berkat Jonggol.[26]

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Stadion Persikabo tampak dari depan.

Kabupaten Bogor memiliki sarana olahraga yang cukup baik.[27] Di Kabupaten Bogor juga terdapat beberapa Gelanggang Olahraga yang terletak di Cibinong ataupun kecamatan lainnya.[28] Selain GOR, Kabupaten Bogor juga mempunyai beberapa stadion contohnya Stadion Pakansari dan Stadion Persikabo merupakan stadion yang terletak di pusat pemerintahan Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Cibinong.[29][30]

Tim sepak bola yang mewakili Kabupaten Bogor di Liga 1 adalah Persikabo 1973 yang terbentuk setelah mergernya PS TIRA dan Persikabo Bogor.[31] Klub sepak bola wanita yang ada di Kabupaten Bogor adalah Persikabo Kartini yang merupakan tim wanita dari Persikabo 1973.[32] Persikabo 1973 memiliki beberapa kelompok pendukung contohnya yaitu Kabomania dan Ultras Persikabo Curva Sud.[33]

Kabupaten Bogor juga mempunyai wakil di Proliga yang merupakan kasta tertinggi dalam kompetisi bola voli di Indonesia yakni Bogor LavAni yang merupakan tim yang didirikan oleh mantan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 1 Desember 2019 dan memulai debutnya pada tahun 2022 serta berhasil meraih gelar juara di musim pertamanya. Tim ini bermarkas di GOR LavAni, Kecamatan Gunung Putri.[34]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bogor dilintasi Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi. Jalan tol ini adalah jalur wisata utama dari Jakarta menuju Bandung. Jalur ini melewati rute Jalan Tol Jagorawi-Puncak-Cianjur-Bandung. Jalur Ciawi-Puncak merupakan salah satu yang terpadat pada musim libur, karena kawasan tersebut merupakan tempat berlibur warga Jakarta dan sekitarnya.[35]

Apabila jalur wisata utama tersebut macet, yang biasanya terjadi pada hari-hari libur, maka dapat menggunakan rute alternatif melewati Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Cianjur-Bandung. Untuk angkutan kereta api, Kabupaten Bogor dilalui oleh Jalur KA Manggarai-Padalarang. Untuk angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), biasanya terdapat di Terminal Cileungsi.

Sarana transportasi lain di wilayah Kabupaten Bogor adalah Angkutan Kota (Angkot), Angkutan Pedesaan (Angkudes), Ojek Motor, Becak Kayuh dan Delman.[36]

Angkutan Kota[sunting | sunting sumber]

  • KSS: Serpong-Gunungsindur PP
  • A03: Bitung-Parungpanjang PP
  • A11: Ciputat-Prumpung PP
  • A16A: Prumpung-Serpong PP
  • C01: Baranangsiang-Ciawi PP
  • C02: Sukasari-Bubulak PP
  • C03: Baranangsiang-Bubulak PP
  • C05: Cijayanti-Bogor Trade Mall PP
  • C14: Laladon-Sukasari PP
  • C22: Bubulak-Cilebut PP
  • D03: Depok-Parung PP
  • D05: Depok-Bojonggede PP
  • D26: Citayam-Sawangan PP
  • D41: Cibinong-Gandaria PP
  • D68: Leuwinanggung-Cibinong PP
  • D71: Cibinong-Kampung Bulak PP
  • D72: Cibinong-Kampung Sawah PP
  • D106: Parung-Lebak Bulus PP
  • D111: Citayam-Sasakpanjang PP
  • D117: Inkopad-Bojonggede PP
  • D121: Cileungsi-Kampung Rambutan PP
  • D121A: Ciangsana-Kampung Rambutan PP
  • F02: Sukasari-Cicurug PP
  • F02A: Sukasari-Cisarua PP
  • F02B: Sukasari-Cibedug PP
  • F02C: Ciawi-Pasir Muncang PP
  • F03: BTM-Ciapus PP
  • F04A: BTM-Cihideung PP
  • F05: Laladon-Ciampea PP
  • F05A: Ciomas-Merdeka PP
  • F05B: Leuwiliang-Laladon PP
  • F05C: Jasinga-Laladon PP
  • F06: Parung-Merdeka PP
  • F06A: Merdeka-Bantarkambing PP
  • F07: Pasar Anyar-Bojonggede PP
  • F08: Citeureup-Pasar Anyar PP
  • F11: Leuwiliang-Ciampea PP
  • F12: Ciampea-Bojonggede PP
  • F13: Laladon-Situ Daun PP
  • F15: Laladon-Cibereum Petir PP
  • F16: Laladon-Ciherang PP
  • F17: Laladon-Kampus Dalam PP
  • F20: Cicangkal-Serpong PP
  • F23: Ciampea-Putat Nutug PP
  • F25: Parung-Rumpin PP
  • F26: Parung-Prumpung PP
  • F27: Parung-BSD PP
  • F28: Parung-Kuripan PP
  • F29: Parung-Ciputat PP
  • F31: Bojonggede-Ciluar PP
  • F32: Cibinong-Taman Pagelaran PP
  • F33: Cicadas-Cileungsi PP
  • F34: Bambu Kuning-Cibinong City Mall PP
  • F35: Cibinong-Bambu Kuning PP
  • F38: Cibinong-Wanaherang PP
  • F40: Cileungsi-Limusnunggal PP
  • F40A: Cileungsi-Pasir Angin PP
  • F42: Cileungsi-Situsari PP
  • F43: Citeureup-Sukamakmur PP
  • F44: Citeureup-Babakan Madang PP
  • F45: Cileungsi-Graha Prima PP
  • F46: Cicadas-Jonggol PP
  • F47: Cileungsi-Cipenjo PP
  • F49: Cileungsi-Bojong Kulur PP
  • F50: Laladon-Tenjolaya PP
  • F53: Laladon-Segog PP
  • F54: Leuwiliang-Parabakti PP
  • F55: Leuwiliang-Segog PP
  • F56: Leuwiliang-Nanggung PP
  • F57: Leuwiliang-Puraseda PP
  • F59: Leuwiliang-Gunung Bunder PP
  • F60: Cileungsi-Pasir Tanjung PP
  • F64: Cibinong-Jonggol PP
  • F66: Cibinong-Gunung Putri PP
  • F73: Citeureup-Lulut PP
  • F74: Citeureup-Nambo PP
  • F83: Parungpanjang-Griya PP
  • F90: Leuwiliang-Hambaro PP
  • F90A: Leuwiliang-Cisaranten PP
  • F92: Cileungsi-Bantar Gebang PP
  • F112: Prumpung-Jampang PP
  • K02B: Cileungsi-Pondok Gede PP
  • K56: Cileungsi-Cawang UKI PP
  • P01: Cileungsi-Cisalak PP
  • P03: Cileungsi-Ragamanunggal PP
  • T02: Cileungsi-Ciawi PP
  • T02A: Ciawi-Citeureup PP
  • T05: Cileungsi-Laladon PP

Keterangan:

  • Trayek Angkutan Kota bernomor A dan KSS, armadanya milik Kabupaten Tangerang.
  • Trayek Angkutan Kota bernomor C, armadanya milik Kota Bogor.
  • Trayek Angkutan Kota bernomor D, armadanya milik Kota Depok.
  • Trayek Angkutan Kota bernomor F dan P, armadanya milik Kabupaten Bogor
  • Trayek Angkutan Kota bernomor K, armadanya milik Kota Bekasi.
  • Trayek Angkutan Kota bernomor T, armadanya milik Kota Jakarta Timur

Transportasi Lain[sunting | sunting sumber]

Stasiun[sunting | sunting sumber]

Stasiun Bojonggede di Kabupaten Bogor.

Kabupaten Bogor memiliki 9 stasiun KRL, 3 stasiun KA Pangrango yang masih beroperasi, diantaranya:

Terminal[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Sirkuit Internasional Sentul di Kabupaten Bogor.
Pemandangan Pegunungan Jonggol dari trek Curug Mariuk.
Kawasan Wisata Puncak Dua Jonggol, perbatasan Cianjur.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 21 Juni 2022. 
  2. ^ a b c "Kabupaten Bogor Dalam Angka 2021" (pdf). bogorkab.bps.go.id. 26 Februari 2021. hlm. 6, 49. Diakses tanggal 11 Februari 2022. 
  3. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 13 Februari 2022. 
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 11 Februari 2022. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2019" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. Diakses tanggal 09 Februari 2022. 
  6. ^ "Manfaat Kesehatan Buah Kemang Flora Identitas Kabupaten Bogor". pingpoint.co.id. Diakses tanggal 09 Februari 2022. 
  7. ^ "Surili Primata Khas Jawa Barat". www.greeners.co. Diakses tanggal 09 Februari 2022. 
  8. ^ Profil Daerah Kabupaten Bogor Diarsipkan 2015-06-08 di Wayback Machine. regionalinvestment.bkpm.go.id
  9. ^ "Sejarah Kabupaten Bogor". bogorkab.go.id. Diakses tanggal 11 Maret 2022. 
  10. ^ Sejarah Kabupaten Bogor Diarsipkan 2014-06-18 di Wayback Machine. kemendagri.go.id
  11. ^ "Sejarah Karasidenan Kawedanan di Pulau Jawa". Diakses tanggal 2022-08-24. 
  12. ^ a b Arifianto, Bambang (27 Juli 2022). "Citayam, Tanah Partikelir dan Kebun Karet". Pikiran Rakyat. hlm. 10. 
  13. ^ "Kabupaten Bogor - Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat". jabarprov.go.id. Diakses tanggal 2020-08-17. 
  14. ^ "Sejak era soeharto sudah dibahas pengamat Kabupaten Bogor timur perlu segera direalisasikan". Diakses tanggal 2022-08-24. 
  15. ^ mediaindonesia.com. "DPR dan Kemendagri Didesak Realisasikan Kabupaten Bogor Timur". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2022-07-27. 
  16. ^ "Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1981". peraturan.go.id. Diakses tanggal 2020-10-12. 
  17. ^ a b "Tempointeraktif.Com - Pemindahan Ibu Kota ke Jonggol Lebih Realistis". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-08. Diakses tanggal 2019-08-11. 
  18. ^ "Gubernur Lantik Bupati-Wakil Bupati Bogor 2018-2023". www.diskominfo.bogorkab.go.id. 30 Desember 2018. Diakses tanggal 11 Februari 2022. 
  19. ^ Gerindra Kuasai Kursi DPRD Kabupaten Bogor Periode 2019-2024 .Kompas
  20. ^ DPRD Kabupaten Bogor Didominasi Wajah Baru.Kompas
  21. ^ "Keputusan KPU Nomor 275/PL.01.3-Kpt/06/KPU/IV/2018 tentang Penetapan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota di Wilayah Provinsi Jawa Barat dalam Pemilihan Umum Tahun 2019" (PDF). KPU RI. 04-04-2018. Diakses tanggal 11-01-2021. 
  22. ^ "Kabupaten Bogor Dalam Angka 2020". bogorkab.bps.go.id. 
  23. ^ "Karakteristik Penduduk Jawa Barat Hasil Sensus Penduduk 2000" (pdf). www.jabar.bps.go.id. 1 November 2001. hlm. 72. Diakses tanggal 10 Mei 2022. 
  24. ^ "Kondisi Geografis Kabupaten Bogor". disbudpar.bogorkab.go.id. 
  25. ^ "Gambaran Umum Kabupaten Bogor". bogorkab.go.id. 
  26. ^ "Pendidikan". bogorkab.go.id. 
  27. ^ "Perkembangan Olahraga di Kabupaten Bogor Sangat Cepat kata Anggota DPR RI Komisi X". www.tribunnews.com. Diakses tanggal 14 Februari 2022. 
  28. ^ "Ade Yasin: Gelanggang Olahraga Jonggol Silakan Dipakai Gratis". bogor-kita.com. Diakses tanggal 14 Februari 2022. 
  29. ^ "Stadion Pakansari Yang Masih Muda, Namun Berdaya Magis". m.antaranews.com. Diakses tanggal 14 Februari 2022. 
  30. ^ "Stadion Persikabo Direnovasi Menjadi Stadion Mini Cibinong". mahasiswaindonesia.id. Diakses tanggal 14 Februari 2022. 
  31. ^ "Kronologi Pergantian Nama Tira Persikabo Menjadi Persikabo 1973". m.bola.com. Diakses tanggal 14 Februari 2022. 
  32. ^ "Merger dengan Persijap, Segera Hadir Tira Kabo Kartini". bogor-kita.com. Diakses tanggal 14 Februari 2022. 
  33. ^ "Masyarakat dan Elemen Suporter Sepakbola Kabupaten Bogor Gagas Pembentukan Tim Persikabo Baru". bogor.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 14 Februari 2022. 
  34. ^ "Profil Tim Proliga Bogor LavAni Milik Presiden RI ke-6". www.sportstars.id. Diakses tanggal 14 Februari 2022. 
  35. ^ Jalur Puncak Macet Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine. tempo.co
  36. ^ "Rute Angkot Jabodetabek". web.trafi.com. Diakses tanggal 2021-10-30. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]