Blok M
Blok M | |
|---|---|
Little Tokyo, Blok M | |
| Country | Indonesia |
| Province | Jakarta |
| Administrative city | South Jakarta |
| District | Kebayoran Baru |


Blok M adalah kawasan bisnis dan perbelanjaan yang terletak di wilayah Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia. Tempat ini berbatasan dengan Jalan Iskandarsyah di sebelah timur, Jalan Bulungan di sebelah barat, Jalan Falatehan di sebelah utara, dan Jalan Melawai di sebelah selatan. Blok M dikenal sebagai pusat aktivitas komersial, kuliner, dan hiburan dengan harga yang terjangkau, sehingga menjadi pilihan utama para kaum muda-mudi untuk berkumpul. Blok M juga berperan sebagai pusat pertemuan transportasi utama yang menghubungkan berbagai bagian Jakarta.
Di tempat ini juga terdapat sebuah lokasi yang juga disebut Little Tokyo, yakni kawasan yang berisi bisnis restoran, panti pijat, bar, dan klub malam yang dijalankan oleh pengusaha ekspatriat Jepang.[1]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Blok M adalah bagian dari kawasan Kebayoran Baru, dengan bagian-bagian di dalamnya yang diberi nama Blok A sampai Blok S. Pada awalnya, Kebayoran Baru digagas pemerintah kolonial Belanda sebagai kota satelit Batavia sejak 1938. Namun, karena situasi perang dan politik pada masa itu, pembangunannya tertunda hingga 10 tahun kemudian.[2]
Pada tahun 1948, rencana proyek kota baru itu baru direalisasikan sesuai rancangan Mohammad Soesilo, murid arsitek Thomas Karsten, perancang Malang, Bandung dan Bogor. Untuk membangun proyek tersebut, Pemerintah Belanda menggandeng Centrale Stichting Wederopbouw (CSW / Yayasan Pusat untuk Rekonstruksi), sebuah kontraktor yang kala itu sudah memiliki beberapa proyek lain di Jakarta dan di luar Jakarta. Dalam proyek pembangunan Kebayoran Baru ini, CSW memiliki kantornya sendiri, yang kini dikenal sebagai Perempatan CSW. Baru pada tahun 1951, terjadi pergeseran kewenangan pembangunan Kebayoran Baru dari Belanda ke Indonesia, yaitu dari CSW ke instansi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Setelah pembangunan proyek ini sempat diwarnai dengan aksi penggusuran kampung, lahan pertanian, perkebunan dan peternakan, kota baru seluas tujuh kilometer persegi tersebut mulai beroperasi pada sekitar tahun 1953. Dengan konsep kota taman, Kebayoran Baru diperkirakan akan dihuni 100.000 jiwa dan tetap menjadi bagian dari Jakarta. Daerah ini dilengkapi dengan sekolah, pasar tradisional, hunian, taman, ruas jalan yang tertata, perkantoran, hingga terminal. Blok M, yang terletak tepat di tengah Kebayoran Baru tersebut, dirancang sebagai pusat berbagai kegiatan ekonomi dan pusat "hub" mobilitas orang.
Pada era 1970-an, Pasar Raya Blok M dibuka, menjadi pionir pusat perbelanjaan modern di Kebayoran Baru, yang kemudian diikuti dengan beroperasinya Aldiron Plaza. Kemudian, Blok M mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1980-an awal sampai 1990-an. Pada era itu, mal-mal baru bermunculan, seperti Blok M Plaza di seberang jalan dan Mal Blok M, mal bawah tanah yang menghubungkan terminal dan berbagai tempat lain. Kemudian, para pekerja dari Jepang turut menetap di kawasan Kebayoran Baru, hingga melahirkan daerah Little Tokyo di Blok M, suatu daerah dengan restoran, kafe, supermarket dan tempat hiburan khas Jepang. Pada masa jayanya, Blok M juga menjelma menjadi pusat budaya populer. Kehidupan Blok M terekam dalam film Blok M (Bakal Lokasi Mejeng). Kawasan ini juga melahirkan beberapa lagu seperti "Jalan-jalan Sore" dari Denny Malik, "JJS Lintas Melawai" oleh Hari Moekti, dan "Lintas Melawai" dari Karimata.
Blok M mulai meredup sebagai dampak krisis ekonomi menjelang akhir 1990-an dan maraknya pembangunan pusat belanja modern di berbagai lokasi lain pada seluruh Jakarta. Pada satu dekade pertama era 2000-an, Blok M hanya menyisakan hub angkutan umum berbasis bus dan angkot.
Untuk mengembalikan peran Blok M sebagai kawasan ekonomi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan beberapa upaya revitalisasi kawasan ini: mulai dari revitalisasi Taman Martha Tiahahu dekat Blok M Plaza, renovasi Mal Blok M yang sudah lama terpuruk (lalu diubah namanya menjadi Blok M Hub), dan memperbaiki akses pejalan kaki dan transportasi umum, sembari membuka sejumlah rute pengumpan (feeder) Transjakarta dari daerah pinggiran Jakarta. Hasilnya, Blok M mulai kembali bergairah, di mana masyarakat dari dalam dan luar Jakarta kembali berbondong-bondong memadati kawasan ini. Banyak restoran dan pedagang kaki lima di sini yang berlomba-lomba menjajakan kuliner viral.[3][4] Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam sambutannya di pembukaan kembali Blok M Hub pada tahun 2025 mengharapkan Blok M menjadi kawasan "pusat perekonomian dan industri kreatif ASEAN yang tidak pernah tidur."[5][6][7]
Pusat perbelanjaan
[sunting | sunting sumber]Blok M Hub (dulu bernama Mal Blok M) merupakan pusat perbelanjaan utama di Blok M yang terletak di dalam gedung Terminal Blok M dan dibuka pada tahun 1993. Pada era 1990an hingga 2000an, Mal Blok M dikenal dengan hiruk pikuk pedagang produk fesyen dengan harga murah, dan para pengunjung dapat menawar harganya. Mal Blok M mengalami keterpurukan parah akibat pandemi COVID-19 dan persaingan dengan pasar daring (e-commerce): banyak kios yang tutup permanen dan suasananya menjadi amat sepi.[8] Namun akhirnya, Mal Blok M direnovasi pada tahun 2025, dan diresmikan kembali sebagai Blok M Hub pada 24 Mei di tahun yang sama. Kini Blok M Hub berfokus sebagai sentra kuliner dan UMKM.[9]
Blok M Plaza terletak di sebelah barat Blok M dan telah menjadi salah satu ikon perbelanjaan di ibu kota sejak pertama kali dibuka pada tahun 1991. Blok M Plaza diklaim merupakan pusat perbelanjaan mewah (luxury) kedua di Jakarta setelah Plaza Indonesia.

Blok M Square dibangun dan dikembangkan oleh Agung Podomoro Land pada tahun 2008 di atas lahan bekas Aldiron Plaza. Mal ini merupakan salah satu sentra dari produk fesyen dan pasar buku bekas; para pedagang buku bekas di sini aslinya berjualan di sekitar daerah Kwitang, Jakarta Pusat.
Pasaraya Blok M merupakan mal jenis department store milik Abdul Latief, seorang pengusaha dan mantan Menteri di kabinet era Soeharto. Dibuka pada tahun 1981, Pasaraya Blok M terdiri atas dua bangunan yang saling terhubung. Mal ini dulu berisikan area food court yang cukup luas, dan pernah diisi tenant terkenal seperti Matahari dan Transmart. Pasaraya Blok M juga menjadi kantor pusat dari Gojek. Namun, nama Pasaraya Blok M kian redup akibat pandemi COVID-19 dan persaingan yang semakin ketat. Hal ini ditandai dengan sepinya pengunjung dan kondisi mal yang hampir kosong dan nyaris tutup.[10][11]
M Bloc Space
[sunting | sunting sumber]

M Bloc Space adalah sebuah ruang kreatif dan hiburan yang menjadi magnet baru bagi kaum muda. Dibuka pada tahun 2019, M Bloc Space berdiri di atas lahan bekas kompleks Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Tempat ini menawarkan konsep unik dengan menyediakan tempat pentas seni dan musik, restoran, kedai kopi, bar, klinik kecantikan, museum, galeri seni, dan balai komunitas dalam satu lokasi. M Bloc Space juga memiliki sejenis pasar swalayan bernama M Bloc Market, menawarkan berbagai produk-produk UMKM.[12][13]
Transportasi umum
[sunting | sunting sumber]Transportasi umum di Blok M telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa dekade terakhir, menjadikan kawasan ini salah satu yang paling mudah diakses di Jakarta. Kombinasi dari berbagai moda transportasi seperti bus Transjakarta, MRT Jakarta, dan angkutan kota, membuat Blok M menjadi titik strategis yang mengakomodasi kebutuhan mobilitas jutaan warga setiap harinya.
Salah satu elemen kunci dari sistem transportasi di kawasan ini adalah Terminal Blok M, yang telah lama berfungsi sebagai pusat bus kota. Terminal ini juga merupakan titik utama untuk berbagai rute Transjakarta ke berbagai kawasan di Jakarta, termasuk ke daerah pinggiran seperti Kota Bogor, Kota Tangerang Selatan (Alam Sutera), dan Kabupaten Tangerang (Pantai Indah Kapuk). Terminal ini merupakan titik akhir (terminus) dari Koridor 1 Transjakarta jurusan Blok M–Kota. Total ada 22 rute pengumpan Transjakarta, secara rinci ada 14 rute pengumpan dalam kota, 4 rute lintas perbatasan yang lebih dikenal sebagai 'Transjabodetabek,' 2 rute layanan bus premium Royaltrans, dan 2 rute Mikrotrans.[3] Selain Transjakarta, Terminal Blok M juga melayani rute bus Mayasari Bakti, Sinar Jaya, dan Perum DAMRI dari berbagai kawasan pinggiran Jakarta. DAMRI dan Transjakarta mengoperasikan rute dari terminal ini menuju Bandara Internasional Soekarno–Hatta.
Peningkatan signifikan dalam transportasi umum di Blok M datang dengan hadirnya MRT Jakarta. Stasiun MRT Blok M BCA, yang mulai beroperasi pada tahun 2019, melayani MRT Jalur Utara–Selatan (Lebak Bulus-Bundaran HI).
Taman Literasi Martha Christina Tiahahu
[sunting | sunting sumber]Taman Literasi Martha Christina Tiahahu adalah sebuah taman kota yang didedikasikan untuk mempromosikan budaya membaca dan literasi di kalangan masyarakat. Taman ini diresmikan pada tahun 2022 dan dinamai untuk menghormati Martha Christina Tiahahu, seorang pahlawan nasional dari Maluku.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Widito, Yoko (2021-04-17). "Little Tokyo, Keajaiban Kecil Jepang di Jakarta". Kabar Wisata. Diakses tanggal 2021-12-12.
- ↑ Neli Triana (15 Juni 2025) "Yuk, Ngeceng dan Mejeng Lagi di Blok M" Kompas. hal 4
- 1 2 Soehandoko, Jessica Gabriela (2025-06-25). "Rano Karno Klaim Hub Jakarta Bikin Blok M Ramai, Toko-Toko Mulai Buka Lagi". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-07-03.
- ↑ Salsabilah, Hanifah (26 Juni 2025). "Menjelajahi Blok M, Surga Kuliner Viral yang Bikin Pengunjung Rela Antre Panjang". kompas.com. Diakses tanggal 3 Juli 2025.
- ↑ Septiadi, Rian (2025-06-24). "Blok M Menolak Mati: Kisah Pasang Surut Ikon Jakarta Menuju Pusat Kreatif ASEAN". kompas.id. Diakses tanggal 2025-07-03.
- ↑ Nushratu, Hana (19 Juli 2025). "Lebih dari Sekadar 'Kalcer', Blok M Jadi Kawasan Sentra ASEAN". detiknews. Diakses tanggal 20 Juli 2025.
- ↑ Hanung, Gembong (26 Mei 2025). "Blok M to become Jakarta's economic hub that 'never sleeps'". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Juli 2025.
- ↑ Simangunsong, Wasti Samaria (8 Juli 2023). "Menyusuri Sunyinya Mal Blok M, Pusat Mode yang Kian Redup Terkikis Waktu". kompas.com. Diakses tanggal 3 Juli 2025.
- ↑ "Wajah Baru Mal yang Kini Menjadi Blok M Hub". tempo.co. 30 Mei 2025. Diakses tanggal 3 Juli 2025.
- ↑ "Cerita Pedagang di Pasaraya Blok M Bertahan di Tengah Sepinya Pengunjung". merdeka.com. 1 November 2023. Diakses tanggal 3 Juli 2025.
- ↑ Rahman, Faisal (24 Desember 2024). "Memprihatinkan! Penampakan Horor Mal di Jaksel, Gelap-Kosong Melompong". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 3 Juli 2025.
- ↑ "Expanded M Bloc Space to open in 2021". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 2020-08-07. Diakses tanggal 2025-07-03.
- ↑ "Award-winning Indonesian movies to be screened at M Bloc". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 6 September 2020. Diakses tanggal 3 Juli 2025.