Bintang deret utama tipe-G

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Matahari, salah satu contoh deret utama tipe-G.
Properti Bintang deret utama tipe-G[1]
Tipe
Spektrum
Massa (M) Permukaan
gravitasi

(log g)
Temperatur
efektif

(K)
Warna
index

(B − V)
G0V 1.15 4.32 5,980 0.583
G1V 1.10 4.34 5,900 0.608
G2V 1.07 4.35 5,800 0.625
G3V 1.04 4.37 5,710 0.642
G4V [catatan 1] 1.00 4.38 5,690 0.657
G5V 0.98 4.40 5,620 0.672
G6V 0.93 4.42 5,570 0.690
G7V 0.90 4.44 5,500 0.713
G8V 0.87 4.46 5,450 0.740
G9V 0.84 4.48 5,370 0.776

Bintang deret utama tipe-G (tipe spektrum: GV), sering disebut Katai Kuning, atau bintang katai G, adalah bintang deret utama (luminositas kelas V) dari tipe spektrum G. bintang tersebut memiliki massa 0,84-1,15 matahari dan suhu permukaan berkisar 5.300 hingga 6.000 K.[2] Seperti bintang deret utama lainnya, bintang deret utama tipe G meleburkan unsur hidrogen menjadi helium di intinya melalui fusi nuklir.[3] Matahari, bintang yang mengikat gravitasi Bumi di Tata Surya, adalah contoh bintang deret utama tipe-G (tipe G2V). Setiap detik, Matahari menggabungkan sekitar 600 juta ton hidrogen menjadi helium dalam proses yang dikenal sebagai rantai proton-proton (4 hidrogen membentuk 1 helium), proses yang mengubah sekitar 4 juta ton materi menjadi energi.[4][5] Selain Matahari, contoh terkenal lainnya dari bintang deret utama tipe-G adalah Alpha Centauri A, Tau Ceti, dan 51 Pegasi.[6][7][8]

Istilah katai kuning sering merujuk pada bintang Tipe ini, tetapi hal itu keliru, karena bintang tipe-G sebenarnya memiliki warna yang beragam dari putih, untuk tipe yang lebih terang seperti Matahari, hingga yang hanya sedikit kuning untuk bintang-bintang deret utama tipe-G yang kurang masif dan bercahaya.[9] Matahari sebenarnya berwarna putih, dan puncak spektrum cahaya biru dan hijau, tetapi sering terlihat seperti wanna kuning, oranye atau merah melalui Bumi karena pengaruh hamburan atmosfer Rayleigh, terutama saat matahari terbit dan matahari terbenam.[10][11][12] Selain itu, meskipun istilah "katai" digunakan untuk membedakan bintang deret utama kuning dari bintang raksasa, nyatanya katai kuning Matahari lebih terang dari 90% total bintang di Bima Sakti (yang sebagian besar merupakan katai oranye redup, katai merah, dan katai putih, yang terakhir adalah sisa bintang).

Bintang deret utama tipe-G akan memadukan hidrogen selama kurang lebih 10 miliar tahun, sampai hidrogen habis di inti bintang. Ketika ini terjadi, bintang tersebut mengembang berkali-kali lipat dari ukuran sebelumnya dan menjadi raksasa merah, seperti Aldebaran (Alpha Tauri).[13] Akhirnya raksasa merah itu melepaskan lapisan luar gasnya menjadi nebula planet, sementara intinya mendingin dengan cepat dan berkontraksi menjadi katai putih yang padat.[3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Vardavas, Ilias M.; et al. (2011), "Chapter 5. Incoming Solar Radiation", Radiation and Climate: Atmospheric Energy Budget from Satellite Remote Sensing, International Series of Monographs on Physics, 138, OUP Oxford, hlm. 130, ISBN 0199697140 
  2. ^ Gray, Richard. The Encyclopedia of Astronomy and Astrophysics. IOP Publishing Ltd. ISBN 0-333-75088-8. 
  3. ^ a b Iben, Icko. Stellar Evolution Physics. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 529–636. ISBN 978-1-139-06122-3. 
  4. ^ The Bigger Bang. Cambridge University Press. 2002-05-02. hlm. 8–17. ISBN 978-0-521-01273-7. 
  5. ^ "NETWATCH: Botany's Wayback Machine". Science. 316 (5831): 1547d–1547d. 2007-06-15. doi:10.1126/science.316.5831.1547d. ISSN 0036-8075. 
  6. ^ "Articles Accessed in December 2006". Obstetrics & Gynecology. 109 (3): 577. 2007-03. doi:10.1097/00006250-200703000-00001. ISSN 0029-7844. 
  7. ^ "Articles Accessed in December 2006". Obstetrics & Gynecology. 109 (3): 577. 2007-03. doi:10.1097/00006250-200703000-00001. ISSN 0029-7844. 
  8. ^ Jaton, J. C.; Huser, H.; Braun, D. G.; Givol, D.; Pecht, I.; Schlessinger, J. (1975-12-02). "Conformational changes induced in a homogeneous anti-type III pneumococcal antibody by oligosaccharides of increasing size". Biochemistry. 14 (24): 5312–5315. doi:10.1021/bi00695a014. ISSN 0006-2960. PMID 51. 
  9. ^ "Articles Accessed in November 2006". Obstetrics & Gynecology. 109 (2, Part 1): 247. 2007-02. doi:10.1097/00006250-200702000-00001. ISSN 0029-7844. 
  10. ^ "What is the universe expanding into?". Physics Today. 2007. doi:10.1063/pt.5.020956. ISSN 1945-0699. 
  11. ^ Bodroghkozy, Aniko (2017-04-20). "Is This What You Mean by Color TV?". University of Illinois Press. doi:10.5406/illinois/9780252036682.003.0008. 
  12. ^ Ferreira, Pedro (2015-10). "General relativity at 100: Einstein's witness in the sky". New Scientist. 228 (3042): 31–33. doi:10.1016/s0262-4079(15)31371-3. ISSN 0262-4079. 
  13. ^ "Articles Accessed in June 2007". Obstetrics & Gynecology. 110 (3): 547. 2007-09. doi:10.1097/01.aog.0000263924.97887.3b. ISSN 0029-7844. 

Catatan[sunting | sunting sumber]


Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Star Templat:The Sun
Kesalahan pengutipan: Ditemukan tag <ref> untuk kelompok bernama "catatan", tapi tidak ditemukan tag <references group="catatan"/> yang berkaitan