Bilangan iodin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Bilangan iodin (atau "bilangan penyerapan iodin" atau "indeks iodin") dalam ilmu kimia adalah massa iodin dalam gram yang terserap pada 100 gram suatu zat kimia pada kondisi pengujian yang digunakan. Bilangan iodin sering digunakan untuk menentukan jumlah ketidakjenuhan dalam asam lemak. Ketidakjenuhan tersebut berada dalam bentuk ikatan rangkap, yang akan bereaksi dengan senyawa iodin. Semakin tinggi bilangan iodin, semakin banyak pula ikatan C=C yang ada pada lemak tersebut.[1] Pada tabel (di bawah) dapat terlihat bahwa minyak kelapa sangat jenuh, sehingga sangat baik digunakan dalam pembuatan sabun. Di sisi lain, minyak biji rami sangat tidak jenuh, yang membuatnya minyak kering, sangat cocok digunakan dalam pembuatan cat minyak.

Tabel bilangan iodin[sunting | sunting sumber]

Lemak Bilangan iodin[1]
Minyak tung 7002163000000000000163 – 173
Minyak biji anggur 7002124000000000000124 – 143
Minyak kelapa sawit 700144000000000000044 – 51
Minyak zaitun 700180000000000000080 – 88
Minyak kelapa 70007000000000000007 – 12
Minyak biji kelapa sawit 700116000000000000016 – 19
Mentega kakao 700135000000000000035 – 40
Munyak jojoba 700180000000000000080 ~80
Minyak biji poppy 7002133000000000000133 ~133
Minyak biji kapas 7002100000000000000100 – 117
Minyak jagung 7002109000000000000109 – 133
Minyak bibit gandum[2] 7002115000000000000115 – 134
Minyak bunga matahari 7002125000000000000125 – 144
Minyak biji rami 7002136000000000000136 – 178
Minyak kedelai 7002120000000000000120 – 136
Minyak kacang 700184000000000000084 – 106
Minyak dedak padi 700195000000000000095 – 108
Minyak kenari[3] 7002120000000000000120 – 140

Metodologi[sunting | sunting sumber]

Analisis bilangan iodin merupakan contoh iodometri. Suatu larutan iodin berwarna kuning/coklat. Ketika ini ditambahkan ke dalam larutan yang akan diuji, tetapi, setiap gugus kimia (biasanya dalam tes ini adalah ikatan rangkap C=C) yang bereaksi dengan Iodium secara efektif mengurangi kekuatan, atau besarnya warna (dengan mengambil Iodium dari larutan). Dengan demikian jumlah iodium yang diperlukan untuk membuat larutan tetap mempertahankan karakteristik warna kuning/coklat dapat secara efektif digunakan untuk menentukan jumlah gugus sensitif iodium yang terdapat dalam larutan.

Reaksi kimia yang terkait dengan metode analisis ini melibatkan pembentukan diiodo alkana (R dan R' melambangkan alkil atau gugus organik lainnya):

Alkana prekursor (RCH=CHR') tidak berwarna dan begitu pula produk organoiodin (RCHI-CHIR').

Dalam prosedur khusus, asam lemak diberi perlakuan dengan dengan larutan Hanuš atau Wijs berlebih, yang, berturut-berturut, merupaka larutan iodin monobromida (IBr) dan iodin monoklorida (ICl) dalam asam asetat glasial. Iodium monobromida (atau monoklorida) yang tak bereaksi kemudian dibiarkan bereaksi dengan kalium iodida, mengubahnya menjadi iodium, yang konsentrasinya dapat ditentukan dengan titrasi dengan natrium tiosulfat.[4][5]

Metode penentuan bilangan iodin[sunting | sunting sumber]

Iodin Huebl[sunting | sunting sumber]

Hüebl memperkenalkan bilangan iodin yang mentitrasi lemak dalam keberadaan merkuri klorida dengan iodium, tetapi dengan pereaksi yang sebenarnya (mungkin iodium klorida) yang dibentuk secara in situ dari merkuri klorida dan iodium.

Bilangan iodin Wijs[sunting | sunting sumber]

Adisi iodin klorida dan titrasi kembali dengan natrium dengan DIN 53241-1:1995-05.

Iodin oleh H. P. Kaufmann[sunting | sunting sumber]

(Brominasi ikatan rangkap dalam gelap, mereduksi bromin berlebih dengan iodid, titrasi kembali iodin dengan tiosulfat)

Lemak dicampurkan dengan bromin berlebih. Bromin ini mengadisi ikatan rangkap pada lemak tak jenuh. Reaksi ini harus dilakukan dalam gelap, karena pembentukan radikal bromin didorong oleh adanya cahaya. Hal ini akan menyebabkan reaksi samping yang tidak diinginkan, dan dengan demikian nilai hasil konsumsi bromin menjadi tidak tepat.

Kemudian bromin yang tidak digunakan direduksi menjadi bromida oleh iodida.

Sekarang, jumlah iodin yang terbentuk ditentukan melalui titrasi dengan larutan natrium tiosulfat.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Thomas, Alfred (2002). "Fats and Fatty Oils". Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Weinheim: Wiley-VCH. doi:10.1002/14356007.a10_173. 
  2. ^ http://online.personalcarecouncil.org/ctfa-static/online/lists/cir-pdfs/pr248.pdf
  3. ^ http://thesoapdish.com/oil-properties-chart.htm
  4. ^ Firestone D (Mei–Juni 1994). "Determination of the iodine value of oils and fats: summary of collaborative study". J AOAC Int. 77 (3): 674–6. PMID 8012219. 
  5. ^ Obtaining the Iodine Value of Various Oils via Bromination with Pyridinium Tribromide Michael Simurdiak, Olushola Olukoga, and Kirk Hedberg Journal of Chemical Education Article ASAP doi:10.1021/acs.jchemed.5b00283