Bibit Samad Rianto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Irjen Pol (Purn.) Dr.
Bibit Samad Rianto
MM, PhD.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
Masa jabatan
4 Desember 2009 – 16 Desember 2011
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua KPK TH Panggabean
M. Busyro Muqoddas
Didahului oleh Waluyo
Digantikan oleh Zulkarnain
Bambang Widjojanto
Busyro Muqoddas
Adnan Pandu Praja
Masa jabatan
18 Desember 2007 – 21 September 2009
Ketua KPK Antasari Azhar
TH Panggabean
Didahului oleh Erry Riyana Hardjapamekas
TH Panggabean
Amien Sunaryadi
Sjahruddin Rasul
Digantikan oleh Waluyo
Informasi pribadi
Lahir 3 November 1945 (umur 71)
Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Partai politik Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (2004)
Suami/istri Sugiharti
Anak Yudi Prianto
AKP Bayu Suseno
Endah Sintalaras
Rini Wulandari
Alma mater Akabri (1970)
Pekerjaan Wakil Ketua KPK Non Aktif
Agama Islam
Dinas militer
Pengabdian  Indonesia
Dinas/cabang Lambang Polri.png Kepolisian Negara Republik Indonesia
Masa dinas 1970 - 2000
Pangkat IRJENPOL.png Inspektur Jenderal Polisi
Unit Reserse

Irjen Pol. (Purn.) Dr. Bibit Samad Rianto, MM, Ph.D. lahir pada 3 November 1945 di KediriJawa Timur. Perjalanan hidup mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto ini cukup berliku. Berawal dari keluarga yang kurang mampu, Bibit akhirnya menjadi seorang jenderal di kepolisian hingga menjadi pimpinan KPK.

Kisah Hidup[sunting | sunting sumber]

Kondisi ekonomi, orang tua Bibit hanya mampu membiayainya sampai SMP saja. Sehingga untuk melanjutkan pendidikan SMA, Bibit mencari uang sendiri dengan menjadi kuli tenun. Sehabis menyelesaikan pendidikan SMA di tanah kelahirannya, Bibit kemudian memilih untuk bergabung di Akabri (Akpol) dan lulus pada 1970. Alasan utama Bibit memilih Kepolisian agar bisa menjadi perwira dan penghasilan seorang perwira pada saat itu lumayan cukup. Selain alasan ekonomi tersebut, Bibit bercita-cita menjadi penegak hukum yang baik sesuai dengan fungsinya untuk masyarakat.

Setelah lulus dari Akpol, Bibit langsung mengabdikan dirinya selama 30 tahun di kepolisian. Berbagai posisi teritorial pernah diembannya, di antaranya Kapolres Jakarta Utara, Kapolres Jakarta Pusat, Wakapolda Jawa Timur, dan Kapolda Kalimantan Timur. Bibit pensiun dari kepolisian pada 15 Juli 2000 dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal. Atas jasa dan pengabdiannya selama bertugas, ia mendapatkan berbagai bintang jasa dan penghargaan. Di antaranya: Satya Lencana Kesetiaan, Satya Lencana Dwidya Sista, Bintang Bhayangkara Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Bhayangkara Pratama.

Bibit merupakan pelaku ‘monogami’ yang hanya memperistrikan Sugiharti, seorang perawat asal Jawa Tengah. Pernikahan Bibit dan Sugiharti membuah 4 buah hati yakni Yudi Prianto, Bayu Suseno, Endah Sintalaras, dan Rini Wulandari. Semua anaknya kini sudah berkeluarga. Satu di antaranya meniti karier yang sama dengan bapaknya yakni menjadi polisi.

Enam tahun menjelang pensiun di kepolisian, Bibit mempersiapkan dirinya alih profesi jadi guru. Keinginan menjadi guru merupakan buah dari pesan almarhumah ibunya agar Bibit menjadi guru. Bibit menamatkan studi hingga S3 dan mendapat gelar Doktor. Pesan ibunya tercapai, Bibit pernah mengajar di Universitas Bina Nusantara selama 4 tahun, jadi rektor Universitas Bhayangkara 3 tahun. Ia juga pernah mengajar di UNJ (Universitas Negeri Jakarta) dan bekas kampusnya di PTIK.

Pada tahun 2004, dia sempat menjadi calon legislatif Partai Nasional Banteng Kemerdekaan untuk Pemilihan Umum Legislatif 2004 mewakili daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Timur, tetapi tidak lolos menjadi anggota legislatif.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • 1959: Sekolah Rakyat
  • 1962: Sekolah Menengah Pertama
  • 1965: Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kediri
  • 1965: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (tidak lulus)
  • 1970: Akabri (Kepolisian/sebelum pemecahan sistem pendidikan TNI&Polri)
  • 1977: Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (Program Studi S1)
  • 1995: Magister Manajemen (Program Studi S2)
  • 2002: Doktoral Universitas Negeri Jakarta (Program Studi S3)

Karier[sunting | sunting sumber]

  • Kapolres Jakarta Utara
  • Kapolres Jakarta Pusat
  • 1996: Wakil Asisten Perencanaan Kepala Polri
  • 1997: Wakapolda Jawa Timur
  • 1997-2000: Kapolda Kalimantan Timur
  • 2005: Rektor Universitas Bhayangkara Jaya
  • Desember 2007-2011: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
  • 2015 : Ketua Tim Transisi Tata Kelola Sepak bola Nasional Kemenpora RI

Pensiun dari dinas Kepolisian pada tanggal 15 Juli 2000, dengan pangkat Inspektur Jenderal.

Tanda Bintang Kehormatan[sunting | sunting sumber]

  • Satya Lencana Kesetiaan,
  • Satya Lencana Dwidya Sista,
  • Bintang Bhayangkara Nararya,
  • 1999, Bintang Yudha Dharma Nararya,
  • 1999, Bintang Bhayangkara Pratama.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. Koran Tempo, 9 Agustus 2009
  2. Anti Korupsi.Org
  3. Rangkuman Pengetahuan Shvoong
  4. Nusantara News
  5. Nusantara News
  6. [1]