Berkedip (layar)

Dalam konteks layar, berkedip atau kedipan (bahasa Inggris: flicker) adalah perubahan kecerahan cepat di antara siklus yang ditampilkan di layar video. Hal ini berlaku pada interval penyegaran pada televisi sinar katoda (CRT) dan monitor komputer, serta layar komputer plasma dan televisi.
Artefak perangkat lunak
[sunting | sunting sumber]Perangkat lunak dapat menyebabkan efek kedipan dengan langsung menampilkan gambar perantara yang tidak diinginkan untuk waktu yang singkat. Misalnya, menggambar halaman teks dengan mengosongkan area tersebut menjadi putih terlebih dahulu di buffer bingkai, lalu menggambar 'di atasnya', memungkinkan area kosong tersebut muncul sebentar di layar. Biasanya ini jauh lebih cepat dan lebih mudah diprogram daripada langsung mengatur setiap piksel ke nilai akhirnya.
Bila tidak memungkinkan untuk mengatur setiap piksel hanya sekali, buffering ganda dapat digunakan. Ini menciptakan permukaan gambar di luar layar, menggambar ke sana (dengan kedipan sebanyak yang pengguna inginkan), lalu menyalin semuanya sekaligus ke layar. Hasilnya adalah piksel yang terlihat hanya berubah sekali. Meskipun teknik ini mengurangi kedipan perangkat lunak, teknik ini juga bisa sangat tidak efisien.[1]
Flicker sengaja digunakan oleh pengembang sistem kelas bawah untuk menciptakan ilusi lebih banyak objek atau warna/nuansa daripada yang sebenarnya mungkin pada sistem, atau sebagai cara cepat untuk menyimulasikan transparansi. Meskipun biasanya dianggap sebagai ciri sistem lama seperti konsol gim 16-bit, teknik kedipan seperti itu terus digunakan pada sistem baru, seperti pada dithering temporal yang digunakan untuk memalsukan warna asli pada sebagian besar monitor LCD.
Perangkat keras video di luar monitor juga dapat menyebabkan kedipan melalui berbagai artefak terkait waktu dan resolusi seperti screen tearing , z-fighting, dan aliasing.
Dampak kesehatan
[sunting | sunting sumber]Kedipa pada monitor CRT dapat menyebabkan gejala bagi mereka yang sensitif seperti ketegangan mata, sakit kepala[2] pada penderita migrain, dan kejang pada penderita epilepsi.[3]
Karena kedipan paling jelas terlihat di tepi penglihatan, tidak ada risiko yang jelas dalam penggunaan CRT, tetapi penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan syok retina, dimana kedipan terlihat ketika berpaling dari monitor. Selain itu, ini juga dapat menyebabkan semacam mabuk perjalanan dengan gejala meliputi pusing, kelelahan, sakit kepala, dan mual dalam kondisi ekstrem. [3] Gejala-gejala tersebut biasanya hilang dalam waktu kurang dari seminggu tanpa penggunaan CRT, dan biasanya hanya berlangsung beberapa jam kecuali paparan telah berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Tutorials | Catch22". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-14. Diakses tanggal 2007-01-25.
- ↑ Leosoft Ltd. "Eye Saver". www.eye-saver.net (dalam bahasa Inggris).
- 1 2 "Monitor Flicker". Image Science (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-11-03.