Bentuk luar biasa Ritus Roma

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
"Ite missa est" dinyanyikan oleh seorang diakon saat Misa Kaum Beriman.

"Sebuah bentuk luar biasa Ritus Romawi" merupakan frase yang digunakan dalam motu proprio Paus Benediktus XVI tahun 2007, Summorum Pontificum untuk mendeskripsikan Liturgi Misa Romawi tahun 1962, yang secara luas dikenal dengan Misa Tridentina. Frase tersebut membedakan liturgi misa yang dikeluarkan oleh Santo Yohanes XXIII tahun 1962 dari liturgi misa yang direvisi oleh Paus Paulus VI pada 1969 (bentuk biasa) "yang secara jelas dan selanjutnya disebut sebagai bentuk normal - Forma Ordinaria dari Liturgi Ekaristi".[1]

Penggunaan Frase[sunting | sunting sumber]

Pada artikel pertama motu proprio, Paus Benediktus mendesain bentuk liturgi tahun 1962 sebagai "suatu bentuk luar biasa dari Liturgi Gereja" dan sebagai "suatu ekspresi luar biasa dari lex orandi yang sama Gereja",[2] dan dalam surat pendampingnya kepada para uskup, beliau mengatakan bahwa Misa 1962 "sekarang akan dijadikan Forma Extraordinaria dari perayaan liturgi".[1]

Bunyi Artikel 1 dari motu proprio (dalam bahasa Inggris) adalah:

Art 1. The Roman Missal promulgated by Pope Paul VI is the ordinary expression of the lex orandi (rule of prayer) of the Catholic Church of the Latin rite. The Roman Missal promulgated by Saint Pius V and revised by Saint John XXIII is nonetheless to be considered an extraordinary expression of the same lex orandi of the Church and duly honoured for its venerable and ancient usage. These two expressions of the Church's lex orandi will in no way lead to a division in the Church's lex credendi (rule of faith); for they are two usages of the one Roman rite.

It is therefore permitted to celebrate the Sacrifice of the Mass following the typical edition of the Roman Missal, which was promulgated by Blessed John XXIII in 1962 and never abrogated, as an extraordinary form of the Church's Liturgy. The conditions for the use of this Missal laid down by the previous documents Quattuor Abhinc Annos and Ecclesia Dei are now replaced as follows:[2]

Terjemahan tidak resmi dalam bahasa Indonesia dari Bunyi Artikel 1 motu proprio:[3]

Art. 1 Misa Roma yang dipromulgasikan oleh Paulus VI adalah ekspresi biasa dari Lex orandi (hukum doa) dari Gereja Katolik Ritus Latin. Bagaimanapun, Misa Roma yang dipromulgasikan oleh St. Pius V dan di-issue-kan kembali oleh Yohanes XXIII Yang Berbahagia akan dianggap sebagai ekspresi luar biasa dari lex orandi yang sama [tersebut], dan harus diberi penghormatan yang selayaknya bagi kegunaannya yang terhormat (venerable) dan purba. Dua ekspresi dari lex orandi Gereja ini tidak akan, dalam cara apapun, mengarah pada sebuah perpecahan dalam lex credendi (Hukum kepercayaan/syahadat) Gereja. Mereka [Misa Paulus VI dan Misa St. Pius V], pada faktanya adalah dua penggunaan (usages) dari satu ritus Roma.

Karena itu, adalah diijinkan untuk merayakan Korban Misa dengan mengikuti edisi tipikal dari Misa Roma yang dipromulgasikan oleh Yohanes XXIII Yang Berbahagia pada 1962 dan tidak pernah dibatalkan (abrogated), sebagai suatu bentuk luar biasa dari Liturgi Gereja. Kondisi-kondisi [atau syarat-syarat] untuk penggunaan Misa ini seperti yang ditetapkan di dokumen sebelumnya Quattuor abhinc annis dan Ecclesia Dei, diganti sebagai berikut:

Konteks ekspresi dalam surat pendamping adalah sebagai berikut:

The last version of the Missale Romanum prior to the Council, which was published with the authority of Pope John XXIII in 1962 and used during the Council, will now be able to be used as a Forma extraordinaria of the liturgical celebration. It is not appropriate to speak of these two versions of the Roman Missal as if they were "two Rites". Rather, it is a matter of a twofold use of one and the same rite.
As for the use of the 1962 Missal as a Forma extraordinaria of the liturgy of the Mass, I would like to draw attention to the fact that this Missal was never juridically abrogated and, consequently, in principle, was always permitted. At the time of the introduction of the new Missal, it did not seem necessary to issue specific norms for the possible use of the earlier Missal.[1]

Terjemahan tidak resmi dalam bahasa Indonesia:

Sekarang, Versi terakhir dari Missale Romanum sebelum Konsili [Vatikan II] akan bisa digunakan sebagai sebuah Forma extraordinaria dari perayaan liturgis. Tidaklah patut untuk berbicara mengenai dua versi dari Misa Roma ini seakan-akan mereka adalah "dua ritus". Namun, ini adalah masalah dua lapis penggunaan (use) dari ritus yang satu dan sama.

Dan mengenai penggunaan Misa 1962 sebagai Forma extraordinaria dari Liturgi Misa, saya ingin menarik perhatian kepada fakta bahwa Misa ini tidak pernah dibatalkan secara yuridis dan, konsekuensinya, selalu diijinkan. Pada saat pengenalan Misa yang baru [seperti Misa Paulus VI 1970], tidak dirasa perlu untuk mengeluarkan norma-norma [seperti aturan-aturan] spesifik bagi kemungkinan penggunaan Misa yang lebih awal [seperti Misa 1962].[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Media[sunting | sunting sumber]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]