Bentuk gelombang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bentuk gelombang sinus, persegi, segitiga, dan gigi gergaji
Gelombang sinus, persegi, dan gelombang gigi gergaji pada frekuensi 440 Hz
Bentuk gelombang komposit seperti tetesan air
Bentuk gelombang yang dihasilkan oleh penyintesis

Dalam elektronika, akustika, dan sebagainya, bentuk gelombang dari sebuah sinyal berbentuk grafik sebagai fungsi terhadap waktu.[1][2]

Dalam Elektonika, istilah bentuk gelombang biasanya diterapkan pada tegangan, arus, atau medan elektromagnetik yang berubah secara berkala. Dalam akustik, bentuk gelombang biasanya diterapkan pada suara periodik yang stabil, variasi tekanan di udara atau media lain. Dalam kasus ini, bentuk gelombang merupakan suatu atribut yang tidak tergantung pada frekuensi, amplitudo, atau pergeseran fasa sinyal. Istilah bentuk gelombang juga dapat digunakan untuk sinyal non-periodik, seperti kicauan dan pulsa.

Bentuk gelombang dari sinyal listrik dapat divisualisasikan melalui osiloskop atau perangkat lain yang dapat menangkap dan memplot nilainya pada berbagai waktu, dengan skala yang sesuai dalam sumbu nilai dan waktu. Elektrokardiograf adalah perangkat medis yang digunakan untuk merekam bentuk gelombang sinyal listrik yang terkait dengan detak jantung; hal ini menyatakan bahwa bentuk gelombang memiliki nilai diagnostik yang penting. Generator bentuk gelombang, merupakan alat yang dapat menghasilkan tegangan atau arus periodik dengan salah satu dari beberapa bentuk gelombang, alat ini biasanya digunakan di laboratorium dan bengkel elektronik.

Bentuk gelombang suara periodik yang stabil dapat mempengaruhi timbre-nya. Penyintesis dan keyboard modern dapat menghasilkan suara dengan banyak bentuk gelombang yang lebih rumit.[1]

Contoh[sunting | sunting sumber]

Contoh sederhana dari bentuk gelombang periodik adalah sebagai berikut, di mana adalah waktu, adalah panjang gelombang, adalah amplitudo dan adalah fase:

  • Gelombang Sinus. Amplitudo bentuk gelombang mengikuti fungsi trigonometri sinus terhadap waktu.
  • Gelombang persegi. Bentuk gelombang ini biasanya digunakan untuk merepresentasikan informasi digital. Gelombang persegi periode konstan mengandung harmonik ganjil yang secara berkala berkurang pada −6 dB/oktaf.
  • Gelombang segitiga. Terdiri atas harmonik ganjil yang berkurang secara berkala pada −12 dB/oktaf.
  • Gelombang gigi gergaji. Bentuk gelombang ini mirip dengan gigi gergaji. Sering ditemukan pada pemindaian visual berbasis waktu dan digunakan dalam sintesis subtraktif. Gelombang gigi gergaji dengan periode konstan mengandung harmonik ganjil dan genap yang secara berkala berkurang tiap −6 dB/oktaf.

Deret Fourier menggambarkan dekomposisi bentuk gelombang periodik, setiap bentuk gelombang periodik dapat dibentuk oleh satu set atau lebih (hingga tak berhingga) komponen fundamental dan harmonik. Energi berhingga dari bentuk gelombang non-periodik dapat dianalisis ke dalam gelombang sinusoidal oleh Transformasi Fourier.

Bentuk gelombang periodik lainnya sering disebut bentuk gelombang komposit dan sering digambarkan sebagai kombinasi atau superposisi dari sejumlah gelombang sinusoidal atau fungsi dasar lainnya yang ditambahkan secara bersama-sama.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Waveform Definition". techterms.com. Diakses tanggal 2015-12-09. 
  2. ^ David Crecraft dan David Gorham (2003). Electronics (edisi ke-2). hlm. 62. ISBN 978-0-7487-7036-6. 

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]