Benny Tabalujan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Benny Tabalujan
Berkas:Benny tabalujan.jpeg
Lahir2 Juni 1961 (umur 61)
Jakarta, Indonesia
Tempat tinggalAustralia dan Jakarta Barat
KebangsaanIndonesia
Nama lainBenny Simon Tabalujan
Gugatan kejahatanPemalsuan sertifikat tanah[1]
Hukuman kriminalDPO
Suami/istriPauline Leouw
AnakTimothy J. TabaIujan, Joy X. Tabalujan, Faith X.Tabalujan, dan Matthew Z. Tabalujan
Orang tuaCarlo Tabalujan dan Stien Hilda Kemboean (Ang Hoei Tien)
KerabatHans G. Tabalujan, James D. Tabalujan, Heyley L. Tabalujan, dan Peter L. Tabalujan

Benny Tabalujan atau nama lengkapnya Benny Simon Tabalujan (lahir 2 Juni 1961) adalah pengusaha, dosen, pendeta, pengacara, ahli hukum bisnis, sekaligus tersangka kriminal pemalsu sertifikat tanah. Ia menjadi terkenal akibat diberitakan memalsukan kepemilikan beberapa tanah di Jakarta dan diumumkan sebagai buron oleh Kepolisian Republik Indonesia.[2][3][4]

Ia juga tercatat sebagai Senior Fellow (Melbourne Law Masters) dari Melbourne Business School, University of Melbourne.[3]

Kasus hukum[sunting | sunting sumber]

Kanit V Subdit 2 Harta Benda (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kompol Ipik Gandamanah menyebutkan, Benny ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan sertifikat tanah yang seharusnya menjadi milik Edy Kartono sebesar 5,2 hektar di Kawasan Cilincing, Cakung. Penyidik juga mencium kasus penipuan lain. Dalam aksinya, ia menggunakan sejumlah nama perusahaan, seperti PT Salve Veritate, PT Pactum Serva, PT Sapere Aude, dan PT Sigma Dharma Utama. Hingga kini, ia menolak dipanggil oleh polisi untuk memberikan keterangan. Ia dicurigai melakukan modus serupa atas tanah-tanah di Cakung Barat, Ujung Menteng, Cakung Timur hingga sejumlah kawasan di Jakarta. Modus operandi yang dilakukan sama. Yang berbeda cuma bendera nama perusahaan yang melakukan aksi manipulasinya.[3][4]

Benny dibantu rekannya Achmad Djufri dan Mardani sebagai eksekutor, termasuk oknum petugas juru ukur di kantor BPN Jakarta Timur, Paryoto.[5]

Perbuatannya juga memakan korban Haji Abdul Halim pemilik tanah 7,7 hektar yang diserobot melalui kedok PT Salve Veritate.[6]

Atas kasus ini, polisi menetapkannya sebagai DPO dan red notice sedang diterbitkan bersama interpol[4] Polisi menyatakan ia tak pernah datang memenuhi panggilan.[7]

Pihak pengacara Benny Talujan menyatakan bahwa ia tak bisa memenuhi panggilan karena alasan melindungi diri dari pandemi dan kebijakan lockdown di Australia dan merasa klaim Benny Tabalujan atas tanah yang dimaksud sudah disahkan pengadilan.[8] Haris Azhar juga berkomentar bahwa kasusnya adalah rekayasa. Ia juga menuduh kasus ini diangkat dengan menggunakan buzzer.[9]

Kedok perusahaan[sunting | sunting sumber]

Beberapa perusahaan yang diduga digunakan oleh Benny Tabalujan untuk memalsukan sertifikat tanah adala PT Salve Veritate, PT Pactum Serva, PT Sapere Aude, dan PT Sigma Dharma Utama.[3][10][11]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Ia memiliki istri bernama Pauline Leow dan memiliki empat orang anak. Kini ia tinggal di Melbourne atau Jakarta Barat.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]