Bendungan urugan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bendungan Tarbela di Pakistan. Ini adalah yang terbesar bumi-diisi dam di dunia.

Bendungan urugan adalah sebuah bendungan buatan besar. Bendungan semacam ini biasanya dibuat oleh penempatan dan pemadatan gundukan semiplastik rumit dari berbagai komposisi tanah, pasir, tanah liat, atau batu. Bendungan ini memiliki penutup alami tahan air semitembus untuk permukaan dan padatan serta inti ketahanan. Hal tersebut membuat bendungan seperti ini tahan terhadap erosi permukaan atau rembesan.[1] Bendungan seperti ini terdiri dari partikel materi independen yang sudah di fragmentasi. Gesekan dan interaksi dari partikel-partikel mengikat partikel-partikel bersama-sama menjadi massa stabil daripada dengan menggunakan penyemenan zat.[2]

Jenis[sunting | sunting sumber]

Bendungan urugan tersedia dalam dua jenis: bendungan urugan tanah (juga disebut sebuah bendungan tanah atau bendungan medan) yang terbuat dari tanah yang dipadatkan dan bendungan urugan batu. Penampang bendungan urugan menampilkan bentuk seperti pinggir sungai atau bukit. Sebagian besar bendungan urugan memiliki bagian tengah atau inti yang terdiri dari bahan kedap air untuk menghentikan perembesan air melalui bendungan. Inti dapat terbuat dari tanah liat, beton, atau beton aspal. Bendungan jenis ini adalah pilihan yang baik untuk tempat dengan lembah yang luas. Bendungan ini dapat dibangun pada batuan keras atau tanah yang lembut. Untuk bendungan urugan batu, pengisian batu diledakkan dengan menggunakan bahan peledak untuk memecahkan batu. Selain itu, buah pecahan batu dihancurkan menjadi pecahan yang lebih kecil untuk mendapatkan berbagai ukuran tepat untuk digunakan dalam bendungan urugan.[3]

Keamanan[sunting | sunting sumber]

Bangunan bendungan dan pengisian waduk di belakanya menempatkan berat baru di alas dan sisi lembah. Tekanan air meningkat secara linier dengan kedalaman. Air juga mendorong muka hulu bendungan, bangunan nonkisi yang di bawah tekanan berperan secara semiplastik, dan menyebabkan kebutuhan yang lebih besar untuk penyesuaian (fleksibilitas) di dekat pangkal bendungan daripada tingkatan air yang lebih dangkal. Dengan demikian, tingkat tekanan bendungan harus dihitung terlebih dahulu sebelum bangunan untuk memastikan bahwa tingkatannya tidak melalmpaui ambang batas.[4]

Peluapan dari bendungan urugan di luar kemampuan saluran pelimpah akan menyebabkan akhir yang gagal. Erosi material bendungan oleh limpasan peluapan akan menghilangkan massa dari bahan yang beratnya menahan menggantikan bendungan dan melawan kekuatan hidraulik yang beperan memindahkan bendungan. Bahkan aliran peluapan kecil berkelanjutan dapat menghapus pembebanan sebesar ribuan ton dari massa bendungan dalam beberapa jam. Penghapusan massa ini menidakseimbangan gaya yang menstabilkan bendungan terhadap waduk selagi massa air masih dikurung di belakang. Bendungan menekan terhadap peringanan massa urugan sehingga membuat erosi lebih ringan menurut permukaannya. Sembari massa bendungan mengikis, gaya yang diberikan oleh waduk mulai memindahkan seluruh bangunan. Tanggul yang hampir tidak memilikikekuatan elastis akan mulai terpecahkan menjadi pecahan-pecahan yang terpisah yang memungkinkan air waduk yang terkurung untuk mengalir di antara mereka dan dapat mengikis dan menghapus bahkan lebih banyak material saat lewat. Dalam tahap akhir kegagalan, pecah-pecahan yang tersisa dari tanggul akan memberikan hampir tidak ada penahanan terhadap aliran air dan terus retak menjadi lebih kecil dan bagian yang lebih kecil dari tanah atau batu sampai ini akan hancur menjadi sup lumpur tebal yang terdiri dari tanah, batu, dan air.

Oleh karena itu, persyaratan keselamatan untuk saluran pelimpah tinggi dan mempersyaratkan agar saluran pelimpah mampu menampung tingkatan banjir tertinggi. Hal ini umum untuk spesifikasi yang akan ditulis sedemikian rupa sehingga dapat berisikan lima ratus tahun banjir.[5] Baru-baru ini sejumlah sistem perlindungan peluapan bendungan urugan telah dikembangkan.[6] Teknik Ini meliputi sistem perlindugan peluapan beton, boks kayu, lembaran, tumpukan, riprap dan bronjong, tanah yang diperkuat, bendungan kerugian energi minimum, saluran pelimpah langkah peluapan urugan, dan sistem perlindungan blok beton pracetak.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Dam Basics". PBS. Diakses tanggal 2007-02-03. 
  2. ^ "Introduction to rock filled dams". Diakses tanggal 2007-02-05. 
  3. ^ "About Dams". Diakses tanggal 2007-02-03. 
  4. ^ "Pressures Associated with Dams and Reservoirs". Diakses tanggal 2007-02-05. 
  5. ^ "Dams – Appurtenant Features". Diakses tanggal 2007-02-05. 
  6. ^ H. Chanson (2009). Embankment Overtopping Protections System and Earth Dam Spillways. in "Dams: Impact, Stability and Design", Nova Science Publishers, Hauppauge NY, USA, Ed. W.P. Hayes and M.C. Barnes, Chapter 4, pp. 101-132. ISBN 978-1-60692-618-5. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]