Benar-Benar Muslim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Benar-Benar Muslim
Genre Drama
Religi
Format Sinetron
Pembuat Amanah Surga Productions
Pemeran David Chalik
Fiona Fachru Nisa
Lolita Agustine
Taufik Lala
Tubagus Indra
Aiman Ricky
Bedu
Negara  Indonesia
Bahasa Indonesia
Jumlah musim 1
Produksi
Produser eksekutif Mubarok
Jamiatun Nahar
Produser Syaiful Drajat
Nasrul Warid
Rumah produksi Amanah Surga Production
Siaran
Stasiun televisi SCTV
12 Agustus 2013 (2013-08-12)

Benar Benar Muslim adalah sinetron Indonesia tahun 2013 yang ditayangkan di SCTV setiap hari pukul 19.00WIB.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

USTAZ Basri adalah seorang Wali Allah yang bersembunyi di tengah keramaian. Melalui petuah yang nyeleneh, Ustaz Basri kerapkali membuat orang-orang membuka mata sekaligus berpikir dan menyadari kesalahan mereka. Cara penyampaiannya unik dan tidak masuk akal bahkan kontroversi.

Kedua santri Ustaz Basri yaitu Mamad dan Karyo yang merupakan mantan preman, kini menjadi pemuda taat dan patuh pada agama. Namun begitu tingkah mereka tetap saja konyol karena kadang salah menanggapi apa yang disampaikan oleh Ustaz Basri, yang disebut niat baik menjadi salah.

Lain lagi dengan keluarga Tebe, yang hidup sangat sederhana. Terlebih rumah yang mereka tempati adalah rumah warisan dari orangtua Burhan, kakak ipar Dul yang pengangguran. Rumah tersebut menjadi senjata Burhan untuk menggertak Dul. Meskipun demikian, kehidupan mereka sangatlah harmonis.

Enting, ibu Tebe, adalah sosok penyabar serta pandai bersyukur. Hinaan dan fitnah kadang menimpa keluarga mereka apalagi masyarakat sekitar masih mencurigai Dul yang dulu adalah mantan penjahat kampung. Untung ada Tebe yang selalu menjadi obat hati dan ketenangan buat Dul dan Enting.

Benar-Benar Muslim merupakan program seri komedi religi yang menuturkan kehidupan sehari-hari dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh manusia pilihan. Cerita ini mengutip banyak kisah penduduk dunia, terutama yang beragama Islam tapi tak pernah menjalankan syariat Islam, bahkan yang sering terjadi adalah sebuah pelanggaran dan pengingkaran dalam kehidupan sehari-hari.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]