Belawa, Wajo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Belawa
Kecamatan
Berkas:TOSAGENA.jpg
Negara  Indonesia
Provinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten Wajo
Pemerintahan
 • Camat H.Ahmad Jahran,Ap, Msi[butuh rujukan]
Luas - km²
Jumlah penduduk 31.923 jiwa
Desa/kelurahan Menge

Belawa adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.[1] [2]

Desa/ Kelurahan

Kecamatan ini terdiri dari beberapa desa, antara lain:

  • Desa Wele
  • Desa Sappae
  • Kelurahan Macero
  • Kelurahan Malakke
  • Desa Limporilau
  • Desa Ongko
  • Desa Leppangeng
  • Desa Lautang

Organisasi masyarakat

Ada beberapa organisasi masyarakat dan keagamaan di Belawa di antaranya:

  • Ikatan Kerukunan Masyarakat Belawa ( IKMB)
  • Ikatan Abituren Madrasah As'adiyah (IKAMA)
  • Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dll.
  • Berkas:Belawa.jpg
    Mesid Darusalam, Kecamatan Belawa
    Sanggar Komunitas Anak Wajo (SAKAW)

Di Kecamatan Belawa ada sebuah Masjid yg cukup terkenal di Wajo bahkan di Sulawei Selatan karena karomahnya. Masjid tersebut adalah "Masjid Besar Darussalam" yang didirikan oleh AGH KH M.Yunus Martan pada tahun 1947, kemudian pembangunannya dilanjutkan oleh H.M Sunusi, AGH KH Abd Malik dan seterusnya.

Lambang

Lambang Kecamatan Belawa diciptakan oleh H.M. Sunusi

Arti Lambang Kecamatan Belawa

  1. Tulisan TOSAGENA menandakan bahwa "Syeh" dari Belawa yang cukup di segani di jamannya. Dimakamkan di pekuburan para wali di tanah suci yang bernama Subaekah.
  2. 7 bintang menandakan 7 pemberani dari Belawa yang bergelar "Orowane Pitue".
  3. Pohon Bercabang 2 dan beranting 6 berarti pohon Belawa yang merupakan cikal bakal nama Belawa. Cabang 2 berarti dulunya Belawa terbagi 2 yaitu BELAWA ALAU dan BELAWA ORAI sedangkan 6 Ranting berarti dulunya Belawa mempunyai 6 Limpo (kampung).
  4. Gambar Masjid Darussalam menandakan orang Belawa 100% beragama Islam dan sangat Agamis
  5. Padi, jagung, kacang, ikan adalah penghasilan utama Belawa.
  6. Tulisan "Belawa Seuwa" berarti Belawa adalah "wanua masengereng" ("penuh kenangan") dan besar.[3]

Sejarah

Sejarah atau asal usul penamaan nama Belawa sampai saat ini masih banyak versi termasuk berasal dari pohon Belawa serta Aliran Ba Alawiyah yg pada akhirnya menjadi Belawa, Aliran ini dibawa oleh salah satu keturunan langsung Nabi Muhammad SAW serta kakek beberapa Wali di Jawa yg bernama Syeh Jamaluddin Al Akbar Al Husaini.

Bagaimanapun sejarah Belawa, penduduk Belawa sangat dikenal sebagai Perantau dan Agamis

Geografi

Batas wilayah:

  • Utara : Kabupaten Sidrap
  • Selatan : Kabupaten Soppeng dan Danau Tempe
  • Timur : Danau Tempe
  • Barat : Kabupaten Sidrap

Tokoh legenda

  • Wa' Becce - Lahir di limpomadjang] (Gelar : Calabai Belawa, Bolong Mangongona Kute, Menjadi Raja Kutai petama pada Abad ke IV Masehi dengan gelar Mulawarman)
  • Syekh Sagena - Lahir di Limpomadjang (Tokoh penyiar Islam tahun 1010 Masehi)
  • Worane Pitue (7 Bersaudara) - Lahir di Dusun Tancung Purai, Desa Limporilau, (Penakluk Kerajaan Sailong - Bone, pada tahun 1674)
  • I Maddaung Lolobua - Lahir di Bastem - Tokoh penganut animisme abad ke 19 yang menyebar paham animisme di Amparita Sidrap dan menjadi Tokoh Masyarakat adat Danau Tempe yang berpusat di Dusun Tancung Purai

Tokoh masyarakat

  • KH. Yunus Martan
  • KH. Abdul Malik
  • KH. Rafiq Yunus Martan

Putra daerah

  • Prof. Dr. Dahlan Patong, Guru besar kedokteran Universitas Hasanuddin
  • Letjen TNI Eteng Amin, Mantan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan
  • Jend Polisi Chaeruddin Ismail, Mantan Kapolri
  • Alie Rachman Djohan, Tokoh Pemuda
  • Yadi C. Anggara, Seniman, Pengusaha
  • Naeing Tadjang, Pengusaha
  • Zaenal Bintang, Fungsionaris Partai Golkar
  • Zain Usain, Pengusaha (PIPOSS)
  • H. Ambo Djetta, Guru besar International Balck Fanter - Indonesia
  • Daeng Mapparessa, Tokoh Masyarakat adat Danau tempe
  • Daeng Mattemmu, Tokoh Masyarakat adat Danau Tempe
  • Daeng Patompo, Tokoh Masyarakat Balawa yang menjadi peletak dasar batas wilayah Kabupaten Wajo dengan Kabupaten Sidrap
  • Padu Tang, Meditor pertemuan Danrem 142 TATAG, Kol. A. M. Yusuf dengan Tokoh DI/TII, Kahar Muzakkar sehingga berlangsung komferensi bone Pute dan menjadi akhir pemberontakan DI/ TII di Sulawesi Selatan

Referensi

  1. ^ Sepenggal Kisah Sejarah Belawa
  2. ^ Arti Belawa
  3. ^ Sumber: IKMB www.ikmb.or.id