Suku Batin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Batin)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Batin
باتين
Daerah dengan populasi signifikan
Provinsi Jambi
Kabupaten Merangin
Kabupaten Bungo
Kabupaten Sarolangun
Kabupaten Tebo
Bahasa
Bahasa Melayu Jambi, Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia
Agama
Islam
Suku bangsa terkait
Jambi, Minang, Melayu, dan Kerinci

Suku Batin (bahasa Melayu: Batin atau Bathin; Jawi: باتين) adalah suku Melayu di provinsi Jambi di bagian pedalaman pulau Sumatra, Indonesia. Ada sekitar 72.000 (2005) orang Batin yang tinggal di pedalaman Sumatra tengah bagian selatan. Mereka menuturkan bahasa Melayu dengan dialek Jambi. Suku Batin kebanyakan beragama Muslim, tetapi menganut sistem matrilineal. Orang Batin suka hidup berpindah-pindah dan berjiwa gotong royong.

Asal usul[sunting | sunting sumber]

Orang batin berasal dari orang yg mendiami daerah pegunungan yg terletak disebelah baratnya, seperti orang kerinci yang mendiami dataran rendah disebelah timurnya. Berasal dari sebelah barat pegunungan Bukit Barisan. Mereka menggunakan tutur bahasa Melayu dengan dialek Jambi, dan ada sedikit campuran dialek bahasa Minang. Kebudayaan orang Batin merupakan kebudayaan berunsur Melayu dan beberapa mengalami perpaduan dengan budaya Minangkabau

Wilayah pemukiman[sunting | sunting sumber]

Suku Batin mendiami sekitar Pegunungan Bukit Barisan, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Tebo di Provinsi Jambi. Wilayahnya meliputi: Jangkat, Muara Siau, Bangko, Tabir, Pauh, Muara Bungo, Rantau Pandan, Tebo Ulu, dan Tebo Ilir.

Masyarakat Batin mulai menempati tempat-tempat tersebut diperkirakan sekitar abad pertama Masehi.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Dalam berbahasa suku Batin termasuk bagian dari Bahasa Melayu Jambi, tetapi dialek bahasa Batin juga sebagian dipengaruhi oleh Bahasa Minangkabau.

Sistem kekerabatan[sunting | sunting sumber]

Sistem kekerabatan orang Batin adalah Matrilineal (garis keturunan ditarik dari pihak ibu). Dalam kehidupan sehari-hari, orang Batin lebih dekat dengan kerabat pihak ibu daripada kerabat pihak ayah. Tetapi laki-laki tetap berperan sebagai kepala keluarga dalam rumah tangganya. Di samping sistem pendidikan umum yang dijalankan di sekolah-sekolah, juga terdapat pendidikan dari madrasah-madrasah.

Sistem pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Untuk sistem pemerintahan, suku Batin berawal dari sebuah dusun yang dihuni oleh sejumlah keluarga luas yang disebut piak. Setiap piak dikepalai oleh seorang ninik mamak. Pemimpin dusun yang bergelar rio diangkat berdasarkan hasil musyawarah dari seluruh ninik mamak. Dalam menjalankan kepemimpinannya, rio didampingi oleh para ninik mamak. Dengan demikian, segala keputusan rio haruslah diambil dengan persetujuan para ninik mamak dari piak yang ada di dusun tersebut.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Nuh, M. Imran (2000) Budaya masyarakat suku bangsa Batin di Kabupaten Bungo Tebo, Propinsi Jambi Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Daerah, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta;