Batam Kota, Batam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Batam Kota
Negara Indonesia
ProvinsiKepulauan Riau
KotaBatam
Pemerintahan
 • CamatM. Fairus R. Batubara, S.STP, M.Si
Populasi
 • Total164,708 jiwa (2.017)[1] jiwa
Kode Kemendagri21.71.10 Edit the value on Wikidata
Luas46.808 Ha/468,08 km2
Desa/kelurahan6

Kecamatan Batam Kota terbentuk berdasar[a] Pemekaran dari Nongsa, Batam.

Berjalan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Batam Kota mulai efektif beroperasi secara operasional di tanggal 3 Juni 2006 seiring dengan dilantiknya Camat Batam Kota, SekCam dan 6 (enam) Lurah yang ada Kecamatan Batam Kota. Kemudian 1 (satu) Kelurahan yang sebelumnya berada dalam wilayah kerja Kecamatan Batu Ampar yaitu wilayah Kelurahan Bukit Jodoh bergabung dengan kecamatan Batam Kota dengan mengubah namanya menjadi Kelurahan Sungai Panas.

Daftar Wilayah Desa[sunting | sunting sumber]

Batam Kota adalah sebuah kecamatan di Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia. Oleh masyarakat Batam Kecamatan Batam Kota lebih dikenal dengan istilah Batam Center. Di Kecamatan inilah terletak pusat pemerintahan Kota Batam, Alun-alun dan Masjid Raya Batam. Mega Wisata Ocarina juga terletak di Kecamatan ini. Lokasinya yang strategis di tengah-tengah Pulau Batam membuat Kecamatan Batam Kota berkembang pesat menjadi kawasan industri dan pemukiman yang ramai. Kecamatan Batam Kota memiliki 7 kelurahan:

  • Kelurahan Sungai Panas (terdiri dari 17 RW dan 66 RT)
  • Kelurahan Baloi Permai (13 RW dan 65 RT)
  • Kelurahan Taman Baloi (22 RW) dan 59 RT
  • Kelurahan Sukajadi (5 RW dan 19 RT)
  • Kelurahan Belian (54 RW dan 194 RT)
  • Kelurahan Teluk Tering (15 RW dan 56 RT)

Tempat-tempat populer[sunting | sunting sumber]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Islam adalah agama mayoritas di Kecamatan Batam kota, dengan jumlah penganut sebanyak 65.90% dari 164.708 jiwa penduduk (2017). Diikuti oleh penganut Kristen Protestan (17.21%), Budha (12.32%), Katolik 4.19%, Hindu 0.17%, Konghucu 0.15% dan lainnya 0.06%.[2] Masjid Raya Batam yang terletak di tengah kota, berdekatan dengan alun-alun, kantor wali kota dan kantor DPRD menjadi simbol masyarakat Batam yang agamais. Agama Kristen Protestan dan Katolik banyak dianut oleh masyarakat Batam, terutama yang berasal dari Suku Batak, Ambon, Minahasa, Flores dan Tionghoa. Agama Buddha kebanyakan dianut oleh warga Tionghoa.

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Peraturan Daerah Kota Batam nomor: 2 tahun 2005, tentang Pemekaran sepenuhnya Kecamatan luar-dalam Daerah Kota Batam, Di mana Kecamatan Batam Kota merupakan salah satu dan bagian kecamatan yang dimekarkan dari Kecamatan Induk yaitu Kecamatan Nongsa.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kecamatan Batam Kota Dalam Angka 2017". Badan Pusat Statistik Batam. Diakses tanggal January 14, 2018. 
  2. ^ "Kecamatan Batam Kota Dalam Angka 2017". Badan Pusat Statistik Batam. Diakses tanggal January 14, 2018. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]