Barongan Singo Karya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Barongan Singo Karyo (Singa Karya-red) adalah Kesenian Barongan di Demak di Desa Tambirejo Kecamatan Gajah, terdapat kelompok kesenian barongan yang hingga kini masih eksis berkarya.

Acara[sunting | sunting sumber]

Kelompok kesenian barongan ‘Singo Karyo’ yang dipimpin oleh Bapak Sukoyo (55) dan di bantu oleh Bapak Supriyanto (45) sebagai sutradara pentas, tetap laris di tanggap dalam acara-acara tertentu, seperti sunatan, nikahan, ataupun agustusan.

Ketenaran[sunting | sunting sumber]

Memang Singo Karyo[1] telah terkenal sampai beberapa kabupaten disekitar Demak, seperti Kudus, Pati, Purwodadi, dan Jepara. Para pemain barongan terdiri dari 20 orang, 10 orang sebagai pemain barongan termasuk jaran eblek (jaran kepang-red), dan 10 orang lainnya sebagai penabuh iringan gamelan.

Pementasan[sunting | sunting sumber]

Dalam pementasan barongan acap kali pemain kesurupan, karena memang sebelum pentas barongan diberi jampi-jampi dan sajen. Pemain yang memainkan barongan seolah tak sadarkan diri dan suka ngobrak (memberontak-red), anak-anak kecil yang suka menontonpun lari ketakutan. Setiap kali pentas biasanya Singo Karyo[2] memasang tarif 2,5 juta. Itu sudah termasuk biaya transport. Memang jika dibayangkan tidak seberapa upah yang mereka terima dari hasil berkesenian ini. Mungkin jika dihitung bersih, uang yang mereka terima sekali main tidak lebih dari 75 ribu per orang. Upah dari pekerjaan inipun tidak bisa digunakan untuk pekerjaan utama. Kalau musim tanggapan, seperti pada bulan besar atau agustusan, Singo Karyo bisa main ngedhur (main tanpa henti-red). Namun jika sudah lewat bulan-bulan itu, paling hanya satu atau dua yang nanggap, merekapun kembali pada pekerjaan utama yaitu bertani. Kekhawatiranpun muncul dari pak Busono (Penasehat), mengingat tidak adanya generasi muda yang meneruskan mbarong. Dia sangat khawatir suatu saat nanti Singo Karyo akan hilang ditelan zaman, tergerus oleh modernisasi,hiburan yang semakin beragam. Diapun hanya bisa pasrah dan terus berkarya.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]