Banksia dentata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Banksia dentata
runjung berkayu silinder-lonjong pucat terlihat di antara dedaunan kontras dengan langit
Banksia dentata, folikel muda.
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Plantae
(tanpa takson): Angiospermae
(tanpa takson): Eudikotil
Ordo: Proteales
Famili: Proteaceae
Genus: Banksia
Spesies: B. dentata
Nama binomial
Banksia dentata
L.f.[1]
Banksiadentatarge.png
Persebaran di Australia utara, Pulau Papua selatan dan Kepulauan Aru (Trangan)
Sinonim[1]

Sirmuellera dentata (L.f.) Kuntze
Isostylis dentata (L.f.) Britten

cat air didominasi warna hijau, atau dedaunan dan bulir berbuah dari spesimen tumbuhan
Lukisan cat air Banksia dentata oleh Sydney Parkinson

Banksia dentata, umumnya dikenal sebagai banksia tropis, adalah spesies pohon dalam genus Banksia. Banksia dentata hidup di seluruh Australia utara, Pulau Papua selatan, dan Kepulauan Aru. Tumbuh sebagai pohon berbonggol dengan tinggi mencapai 7 m, Banksia dentata memiliki daun hijau besar dengan panjang mencapai 22 cm dan pinggiran bergigi. Bunga majemuk (bulir bunga) berwarna kuning dan berbentuk silindris, dengan tinggi mencapai 13 cm, muncul pada bulan-bulan dingin, menarik berbagai jenis penghisap madu, burung madu, wupih sirsik, dan berbagai serangga. Bunga jatuh dari bulir yang menua, yang membengkak dan berkembang menjadi folikel berisi hingga dua biji hidup.

Banksia dentata adalah salah satu dari empat spesies Banksia yang dikumpulkan oleh Sir Joseph Banks pada tahun 1770, dan salah satu dari empat spesies yang diterbitkan pada tahun 1782 sebagai bagian dari deskripsi asli Carolus Linnaeus yang Muda dari Banksia. Di dalam genus, Banksia dentata diklasifikasikan dalam seri Salicinae, sekelompok spesies dari negara-negara bagian timur Australia. Penelitian genetik menunjukkan bahwa spesies ini merupakan anggota basal (cabang awal) di dalam kelompok tersebut. Banksia dentata ditemukan di padang rumput tropis yang dikenal sebagai sabana, beriringan dengan pandan dan Melaleuca. Banksia dentata meregenerasi dari kebakaran hutan dengan bertumbuh ulang dari dasar berkayu, yang dikenal sebagai lignotuber.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Banksia tropis secara umum merupakan pohon kecil yang tumbuh dengan tinggi sekitar 4 m (13 ft) atau terkadang 7 m (23 ft),[2] dengan batang kekar kasar, tajuk menyebar,[3] dan cabang bengkok.[4] Kulit kayu abu-abu gelap tidak bersisik, tetapi tekstur dan penampilannya berkotakan.[3][4] Awalnya ditutupi rambut kemerahan yang kemudian terlepas, ranting menjadi halus dan berwarna abu-abu seiring waktu. Daun hijau besar tersebar di sepanjang batang, dan lebih banyak berada di ujung ranting. Panjangnya 9–22 cm (3,5–8,7 in) dan lebarnya 2–9 cm (0,79–3,54 in), berbentuk bulat telur dengan ujung bertusuk. Pinggiran bergigi melapisi secara takteratur dengan panjang gigi 0,1–1,3 cm (0,039–0,512 in), dipisahkan oleh sinus berbentuk u. Daun mengombak dengan permukaan bawah berwarna putih, pelepah terangkat di bawah dan tertekan di atas. Bunga majemuk (bulir bunga) kuning silindris, muncul dari cabang yang berumur satu–tiga tahun.[3] Muncul antara November dan Mei, bulir ini memiliki tinggi 10 hingga 13 cm (3,9 hingga 5,1 in) dan lebar 5 hingga 10 cm (2,0 hingga 3,9 in). Bulir bunga yang baru terbuka baunya seperti jagung.[4] Semua bagian bunga berwarna kuning pucat; perhiasan bunga panjangnya 2,5–3,2 cm (0,98–1,26 in), termasuk tungkai yang panjangnya 0,5 cm (0,20 in). Setelah bunga mekar, putik memiliki panjang 3,1–4,6 cm (1,2–1,8 in). Bagian bunga segera menjatuhkan bulir tua yang berkembang menjadi buah majemuk berbentuk silinder tidak teratur. Folikel berbentuk oval memiliki panjang 1,5–2 cm (0,59–0,79 in), tinggi 0,4–0,8 cm (0,16–0,31 in), dan lebar 0,5–0,8 cm (0,20–0,31 in). Berwarna hijau pucat dan berbulu ketika muda, folikel menjadi halus dan berwarna pucat coklat seiring waktu. Folikel terbuka secara spontan saat matang.[3] Folikel masing-masing berisi dua biji, di antaranya terletak pemisah coklat gelap berkayu berbentuk mirip dengan biji. Dengan panjang 1,8–2,1 cm (0,7–0,8 in), biji berbentuk seperti telur terbalik, dan terdiri dari 'sayap' coklat gelap bermembran dengan lebar 1,1–1,4 cm (0,4–0,6 in) dan biji memiliki panjang 1,0–1,2 cm (0,4–0,5 in) serta lebar 0,5–0,8 cm (0,2–0,3 in). Permukaan biji bisa halus atau terlapisi rabung kecil.[3]

Kotiledon berwarna hijau terang dan berbentuk bulat telur, memiliki panjang 1,6–1,9 cm (0,63–0,75 in) dan lebar 0,8–1,1 cm (0,31–0,43 in). Di dasar masing-masing kotiledon terdapat dua cuping runcing dengan panjang sekitar 1,5 mm. Kotiledon muncul dari hipokotil halus dengan tinggi 3–4 mm dan diameter 1–1,5 mm. Daun semaian berikutnya pada awalnya saling berlawanan, tumbuh 3–4 mm di atas kotiledon. Masing-masing daun kurang lebih berbentuk linear, memiliki panjang 2,5–2,7 cm (0,98–1,06 in) dan lebar 0,4–0,5 cm (0,16–0,20 in) dengan dua atau tiga gerigi pada kuartal atas hingga sepertiga dari panjang tepian daun. Permukaan bawah daun ditutupi dengan rambut putih. Daun berturutan menjadi lebih berbentuk bulat telur yang memiliki panjang 3–7 cm (1,2–2,8 in) dan lebar 0,8–1,2 cm (0,31–0,47 in) dengan tepian bergigi dan ujung bertusuk. Batang semaian berbulu.[3]

Taksonomi[sunting | sunting sumber]

Spesimen Banksia dentata dikumpulkan dari sekitar Sungai Endeavour antara 17 Juni dan 3 Agustus 1770 oleh Joseph Banks dan Daniel Solander, naturalis di Endeavour selama pelayaran pertama Letnan (kemudian Kapten) James Cook ke Samudra Pasifik. Namun, deskripsi spesies tidak dipublikasikan sampai April 1782, ketika Carolus Linnaeus yang Muda menggambarkan empat spesies Banksia pertama dalam Supplementum Plantarum-nya.[5] Linnaeus membedakan mereka dengan bentuk daun mereka, dan menamai mereka sesuai dengan bentuk daun. Jadi tepi daun dentate (bergigi) spesies ini membuat Linnaeus memberi nama spesifik dentata, kata sifat Bahasa Latin untuk "bergigi".[6] Banksia dentata adalah takson monotipik, dan tidak ada subspesies yang diakui. Meskipun tidak dipelajari secara dekat, laporan menyarankan itu tidak berbeda secara signifikan di daerah persebarannya.[3]

Robert Brown mencatat 31 spesies Banksia dalam bukunya tahun 1810 Prodromus Florae Novae Hollandiae et Insulae Van Diemen, dan dalam pengaturan taksonominya, menempatkan takson ini dalam upagenus Banksia verae, "True Banksias", karena bunga majemuknya adalah bunga paku khas Banksia.[7] Pada saat Carl Meissner menerbitkan pengaturan tahun 1856-nya tentang genus ini, ada 58 spesies Banksia yang sudah dijelaskan. Meissner membagi Banksia verae Brown, yang telah dinamai ulang Eubanksia oleh Stephan Endlicher pada tahun 1847,[3] menjadi empat seri berdasarkan sifat daun. Dia ditempatkan B. dentata dalam seri Quercinae (banksia seperti-ek).[8]

Pada tahun 1870, George Bentham menerbitkan revisi menyeluruh dari Banksia dalam bukunya Flora australiensis. Dalam pengaturan Bentham, jumlah spesies Banksia yang diakui berkurang dari 60 menjadi 46. Bentham mendefinisikan empat seksi berdasarkan karakter daun, tangkai putik dan presenter serbuk sari. Banksia dentata ditempatkan di seksi Eubanksia bersama B. marginata dan B. integrifolia yang didefinisikan secara luas.[9]

Sebuah gangguan besar untuk nomenklatur Banksia terjadi pada tahun 1891, ketika Otto Kuntze menantang Banksia L.f. dengan alasan bahwa Johann Reinhold Forster dan anaknya Georg sudah menulis nama Banksia untuk mendeskripsikan genus tumbuhan yang berbeda, dan karenanya Banksia J.R.Forst & G. Forst didahulukan dan Banksia L.f. (yaitu seperti yang digunakan oleh Linnaeus) menjadi tidak valid. Kuntze memindahkan seluruh taksa Banksia ke nama baru Sirmuellera; dengan demikian B. dentata menjadi Sirmuellera dentata (L.f.) Kuntze.[10] Tantangan Kuntze ini gagal, seperti tantangan serupa yang dilakukan oleh James Britten pada tahun 1905. Britten mengusulkan nama generik Isostylis, mempublikasikan ulang B. dentata sebagai Isostylis dentata (L.f.) Britten.[11] Pada tahun 1940 Banksia L.f. secara resmi dilestarikan terhadap tantangan masa depan.[3]

Umumnya dikenal sebagai banksia tropis,[12] B. dentata dikenal secara lokal sebagai banksia rawa, dan guibuk oleh masyarakat pribumi di Taman Nasional Kakadu.[13] Nama lokalnya dalam bahasa Nunggubuyu dari Arnhem Land bagian timur adalah rilirdili..[14] Nama lain dari daerah yang sama termasuk Enindurrkwa dalam bahasa Enindhilyagwa dari Groote Eylandt, dan gulpu dalam bahasa Rirratjingu dari Yirrkala.[15] Frederick Manson Bailey melaporkan pada tahun 1913 bahwa masyarakat pribumi dari Cape Bedford menyebutnya sebagai kabir.[16]

Penempatan dalam Banksia[sunting | sunting sumber]

Susunan taksonomi saat ini dari genus Banksia berdasarkan monografi ahli botani Alex George tahun 1999 untuk seri buku Flora of Australia.[12] Dalam pengaturan ini, B. dentata ditempatkan di Banksia subgenus Banksia, karena bunga majemuknya berbentuk paku bunga karakteristik Banksia, seksi Banksia karena tangkai putik lurus, dan seri Salicinae karena bunga majemuknya silindris. Ada perdebatan tentang spesies mana yang paling berkerabat dekat dengan B. dentata. Alf Salkin telah mencatat bahwa B. dentata menunjukkan karakteristik yang primitif dalam genus. Tidak seperti banksia selatan, B. dentata memiliki daun muda yang kecil dan daun dewasa bergigi yang luas.[17] Awalnya Alex George menyimpulkan bahwa B. dentata berafinitas dengan Banksia integrifolia karena bunga majemuk mereka yang mirip.[3] Dalam analisis kladistik morfologi yang diterbitkan pada tahun 1994, Kevin Thiele menempatkannya dalam upaseri yang baru dideskripsikan Acclives bersama dengan B. plagiocarpa, B. robur dan B. oblongifolia dalam seri Salicinae. Keempat spesies ini memiliki folikel yang menunjuk sedikit ke atas menuju puncak paku bunga. B. dentata dianggap berkaitan erat dengan B. robur karena daun berombak besarnya.[18] Salkin juga mencatat bahwa daun semaian B. dentata, B. robur dan B. oblongifolia semua sama dan kira-kira linear, menunjukkan hubungan dekat.[19] Namun, pengelompokan Salicinae ini tidak didukung oleh George; dia mengabaikan hubungan dekat dengan B. robur, yang dirasanya terlalu khas.[12] Penempatan B. dentata dalam Banksia menurut Flora of Australia adalah sebagai berikut:

Genus Banksia
Upagenus Isostylis
Upagenus Banksia
Seksi Oncostylis
Seksi Coccinea
Seksi Banksia
Seri Grandes
Seri Banksia
Seri Crocinae
Seri Prostratae
Seri Cyrtostylis
Seri Tetragonae
Seri Bauerinae
Seri Quercinae
Seri Salicinae
B. dentata – B. aquilonia – B. integrifolia – B. plagiocarpa – B. oblongifolia – B. robur – B. conferta – B. paludosa – B. marginata – B. caneiB. saxicola

Sejak tahun 1998, ahli botani Amerika Austin Mast dan ko-penulis telah menerbitkan hasil analisis kladistik data sekuens DNA yang masih berlanjut untuk subtribus Banksiinae, yang saat itu terdiri atas genera Banksia dan Dryandra. Analisis mereka menyarankan filogeni yang sangat berbeda dari pengaturan taksonomi George. Banksia dentata menjadi cabang awal dalam Salicinae.[20][21][22] Pada tahun 2007, Mast dan Thiele mengatur ulang genus Banksia dengan menggabungkan Dryandra ke dalamnya, dan menerbitkan B. subg. Spathulatae untuk taksa yang memiliki kotiledon berbentuk sendok; dengan demikian B. subg. Banksia didefinisikan kembali sebagai meliputi taksa yang tidak memiliki kotiledon berbentuk sendok. Mereka meramalkan menerbitkan pengaturan penuh ketika pengambilan sampel DNA dari Dryandra lengkap; sementara itu, jika perubahan tata nama Mast dan Thiele diambil sebagai pengaturan interim, B. dentata ditempatkan di B. subg. Spathulatae.[23]

Distribusi dan habitat[sunting | sunting sumber]

Di Australia utara, Banksia dentata telah tercatat di barat sejauh King Leopold Ranges di Kimberley barat melalui Wilayah Utara dan meluas ke selatan ke Katherine Gorge dan ke Queensland, di mana ia ditemukan di Semenanjung Cape York hingga selatan sejauh Cooktown. Lepas pantai, B. dentata ada di Groote Eylandt dan Kepulauan Wessel,[2][3] serta Pulau Melville dan Bathurst.[24] B. dentata juga ditemukan di Kepulauan Aru, di mana ia ditemukan di sekitar Trangan, dan Pulau Papua, di mana itu berkisar di selatan dari Merauke sampai Port Moresby, dan sekitar Bulolo dan Gunung Mau.[25] Ini adalah satu-satunya spesies Banksia yang tidak endemik di Australia. Karena kebanyakan jangkauannya di daerah terpencil dan kurang disurvei, adalah mungkin bahwa B. dentata dapat ditemukan di daerah yang lebih luas dari yang telah dicatat.[2] Sampel serbuk sari menunjukkan B. dentata telah ada di Kepulauan Selat Torres selama 8000 tahun terakhir, meskipun bukan komponen menonjol dari flora pulau.[26]

Banksia dentata umumnya tumbuh di tanah berpasir di hutan sabana atau semak,[2] di rawa air tawar,[4] sungai, dataran banjir atau daerah basah musiman lainnya. B. dentata juga telah ditemukan di singkapan berbatu, dari kuarsit atau batu pasir,[3] hingga ketinggian sekitar 500 m (1600 ft) di Australia,[2] dan sampai 1200 m (3900 ft) di Papua.[25] Di Papua B. dentata terbatas di daerah-daerah yang memiliki musim kemarau yang jelas.[25]

Banksia dentata sering ditemukan dengan spesies Melaleuca dan pandan.[25] Di Cape York, B. dentata adalah komponen dominan dalam semak rendah yang disebut "gurun basah" karena kemiripannya dengan semak kering tetapi hidup di iklim muson. Di tanah miskin fosfor, Banksia dentata ditemukan dengan Melaleuca saligna dan Thryptomene oligandra.[27] Di Pulau Melville B. dentata adalah komponen dominan dari hutan rendah Banksia, membentuk bagian dari kanopi setinggi 3–6 m (9,8–19,7 ft) dengan Melaleuca viridiflora; bagian bawah hutan terdiri dari teki-tekian seperti Fimbristylis, Sorghum intrans, Eriachne, Germainia grandiflora dan Restionaceae Dapsilanthus spathaceus, seperti juga suckering shrub Lophostemon lactifluus dan Syzygium eucalyptoides. Komunitas ini tumbuh di daerah basah, dengan topsoil abu-abu dengan kelembaban dan konten kerikil tinggi namum sedikit pasir.[24]

Ekologi[sunting | sunting sumber]

Banksia dentata merespons terhadap kebakaran hutan dengan kembali tumbuh dari lignotuber berkayunya meskipun, tidak seperti anggota lain dari Salicinae, B. dentata tidak memiliki kuncup dorman di bagian dasar. Spesies ini dideskripsikan oleh ahli botani amatir dan penggemar Banksia, Alf Salkin, sebagai spesies yang menyerupai "Pastinaca sativa terbalik".[28] Komunitas tumbuhan di mana B. dentata ditemukan mengalami kebakaran hutan periodik dan B. dentata dapat menjadi lebih dominan jika kebakaran sering terjadi.[25]

Salkin mencatat bahwa posisi tropis dari habitatnya dapat berarti bahwa B. dentata merupakan spesies kunci dalam transisi dari hutan hujan ke habitat terbuka pada nenek moyang dari genus tersebut. Satu adaptasi untuk iklim yang lebih cerah dan kering adalah lapisan antara yang tebal di bawah epidermis dalam arsitektur daun. Lapisan ini, hipodermis, berisi vakuola besar yang terisi oleh senyawa fenolik dan tampaknya berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar matahari yang mencapai mesofil.[29]

Banyak serangga pemakan nektar tertarik dengan bulir bunga spesies ini, yang pada gilirannya menarik penghisap madu, burung bergenus Zosterops, dan burung madu, banyak di antaranya yang mengonsumsi baik nektar maupun serangga.[25] Wupih sirsik (Petaurus breviceps) mencari makan di antara bulir bunga dan merupakan penyerbuk yang mungkin.[6] Suatu spesies kelelawar, Syconycteris australis, memakan nektar spesies ini.[30] B. dentata tercatat sebagai tanaman inang untuk spesies benalu Amyema benthamii, Decaisnina angustata, dan D. signata.[31]

Budi daya[sunting | sunting sumber]

dua bibit dalam pot dengan batang besar
Bibit yang berasal dari Queensland Utara

Kulit pohon yang keriput, daun hijau yang besar, dan bulir bunga kuning adalah sifat hortikultura yang menarik.[32] B. dentata rentan terhadap musim dingin pada budi daya di Melbourne dan pulih selama bulan-bulan panas dalam musim panas.[33] B. dentata tidak mampu tumbuh di daerah beriklim dingin, seperti di Canberra.[6] Pembungaan terjadi sekitar 5 sampai 8 tahun dari biji. Tanaman ini dapat dipangkas berat dan tumbuh baik pada tanah berpasir yang sedikit asam dengan pH 5,5–6,5. Spesies ini bisa rentan terhadap penggerek.[34] Bibit tidak memerlukan perawatan apa pun dan memerlukan 32 sampai 40 hari untuk berkecambah.[35] Banksia dentata diperkenalkan ke Inggris pada tahun 1822.[36]

Banksia dentata digunakan sebagai sumber nektar di industri lebah madu.[34] Suku Aborigin di Wilayah Utara akan menyalakan runjung biji tua dan menggunakannya sebagai obor yang mampu bertahan selama dua jam.[37] Nektarnya dikonsumsi oleh masyarakat adat.[4] Bulir bunga panas berasap digunakan untuk membakar luka kusta dan orang-orang yang menderita diare akan jongkok di atas runjung berasap dengan harapan akan meringankan gejala.[4] Bulir berkayu tipis yang tidak membentuk folikel digunakan sebagai ornamen hidung oleh wanita Aborigin dan bulir bunga digunakan sebagai sisir.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Banksia dentata". Australian Plant Name Index (APNI), IBIS database. Canberra, Australian Capital Territory: Centre for Plant Biodiversity Research, Australian Government. Diakses tanggal 2 Desember 2012. 
  2. ^ a b c d e Taylor, Anne; Hopper, Stephen (1988). The Banksia Atlas (Australian Flora and Fauna Series Number 8). Canberra, Australian Capital Territory: Australian Government Publishing Service. hlm. 88–89. ISBN 0-644-07124-9. 
  3. ^ a b c d e f g h i j k l George, Alex S. (1981). "The Genus Banksia L.f. (Proteaceae)". Nuytsia. 3 (3): 239–473 [242, 275–77]. ISSN 0085-4417. 
  4. ^ a b c d e f Brock, John (2001) [1988]. Native plants of northern Australia. Frenchs Forest, New South Wales: New Holland Press. hlm. 95. ISBN 1-876334-67-3. 
  5. ^ Linnaeus, Carolus, yang Muda (1782). Supplementum Plantarum. Brunsvigae (Braunschweig, Germany): Orphanotrophei. 
  6. ^ a b c d Wrigley, John; Fagg, Murray (1991). Banksias, Waratahs and Grevilleas. Sydney: Angus & Robertson. hlm. 94. ISBN 0-207-17277-3. 
  7. ^ Brown, Robert (1810). Prodromus Florae Novae Hollandiae et Insulae Van Diemen. London, United Kingdom: Taylor. 
  8. ^ Meissner, Carl (1856). "Proteaceae". Dalam de Candolle, A. P. Prodromus Systematis Naturalis Regni Vegetabilis, Pars Decima Quarta. Paris, Prancis: Sumptibus Victoris Masson. 
  9. ^ Bentham, George (1870). "Banksia". Flora Australiensis: Volume 5: Myoporineae to Proteaceae. London, United Kingdom: L. Reeve & Co. hlm. 541–62. 
  10. ^ Kuntze, Otto (1891). Revisio Generum Plantarum: Pars II. Leipzig, Germany: Arthur Felix. hlm. 582. 
  11. ^ Britten, James (1905). Banks, Joseph; Solander, Daniel C., ed. Illustrations of Australian plants collected in 1770 during Captain Cook's voyage round the world. 3. London, United Kingdom: Printed by order of the Trustees of the British Museum. hlm. 84. 
  12. ^ a b c George, Alex (1999). "Banksia". Dalam Wilson, Annette. Flora of Australia: Volume 17B: Proteaceae 3: Hakea to Dryandra. Collingwood, Victoria: CSIRO Publishing / Australian Biological Resources Study. hlm. 175–251. ISBN 0-643-06454-0. 
  13. ^ "Savannah woodlands – the lowlands". Parks Australia: Kakadu National Park. Jabiru, Northern Territory: Commonwealth of Australia. 21 November 2012. Diakses tanggal 2 Desember 2012. 
  14. ^ Harvey, Mark David; Reid, Nicholas (1997). Nominal Classification in Aboriginal Australia. Amsterdam, The Netherlands: John Benjamins Publishing. hlm. 58. ISBN 90-272-3040-4. 
  15. ^ Specht, Raymond (2006). "Aboriginal Plant Names in Northeastern Arnhem Land: Groote Eylandt – Enindilyakwa Language; Yirrkala – Rirratjingu Language". Australian Aboriginal Studies (1): 63–67. ISSN 0729-4352. 
  16. ^ Bailey, Frederick Manson (1913). Comprehensive Catalogue of Queensland Plants. Brisbane, Queensland: A. J. Cumming, government printer. hlm. 455. 
  17. ^ Salkin (1979), p. 161.
  18. ^ Thiele, Kevin; Ladiges, Pauline Y. (1996). "A Cladistic Analysis of Banksia (Proteaceae)". Australian Systematic Botany. 9 (5): 661–733 [705–08]. doi:10.1071/SB9960661. 
  19. ^ Salkin (1979), p. 163.
  20. ^ Mast, Austin R. (1998). "Molecular Systematics of Subtribe Banksiinae (Banksia and Dryandra; Proteaceae) Based on cpDNA and nrDNA Sequence Data: Implications for Taxonomy and Biogeography". Australian Systematic Botany. 11 (3–4): 321–42. doi:10.1071/SB97026. 
  21. ^ Mast, Austin R.; Givnish, Thomas J. (2002). "Historical Biogeography and the Origin of Stomatal Distributions in Banksia and Dryandra (Proteaceae) Based on their cpDNA Phylogeny". American Journal of Botany. 89 (8): 1311–23. doi:10.3732/ajb.89.8.1311. ISSN 0002-9122. PMID 21665734. 
  22. ^ Mast, Austin; Jones, Eric H.; Havery, Shawn P. (2005). "An Assessment of Old and New DNA Sequence Evidence for the Paraphyly of Banksia with Respect to Dryandra (Proteaceae)". Australian Systematic Botany. 18 (1): 75–88. doi:10.1071/SB04015. 
  23. ^ Mast, Austin R.; Thiele, Kevin (2007). "The Transfer of Dryandra R.Br. to Banksia L.f. (Proteaceae)". Australian Systematic Botany. 20 (1): 63–71. doi:10.1071/SB06016. 
  24. ^ a b Wilson, B.A.; Fensham, R.J. (1994). "A comparison of classification systems for the conservation of sparsely wooded plains on Melville Island, Northern Australia". Australian Geographer. 25 (1): 18–31. doi:10.1080/00049189408703095. 
  25. ^ a b c d e f Sleumer, Hermann (1956). van Steenis, C.G.G.J., ed. Flora Malesiana. Series I, Seed plants. 5. Jakarta, Indonesia: Noordhoff-Kolff. hlm. 205–06. 
  26. ^ Rowe, Cassandra (2007). "A palynological investigation of Holocene vegetation change in Torres Strait, seasonal tropics of northern Australia". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 251 (1): 83–103. doi:10.1016/j.palaeo.2007.02.019. 
  27. ^ Rhind, Peter Martin (2010). "Plant Formations in the Queenslandian BioProvince" (PDF). Diakses tanggal 2 Desember 2012. 
  28. ^ Salkin (1979), p. 154.
  29. ^ Salkin (1979), p. 162.
  30. ^ Muchlinski, Magdalena N.; Perry, Jonathan M. G. (2011). "Anatomical Correlates to Nectar Feeding among the Strepsirrhines of Madagascar: Implications for Interpreting the Fossil Record". Anatomy Research International. 2011: 1. doi:10.1155/2011/378431. 
  31. ^ Downey, Paul O. (1998). "An inventory of host species for each aerial mistletoe species (Loranthaceae and Viscaceae) in Australia" (PDF). Cunninghamia. 5 (3): 685–720. 
  32. ^ Radke, Peter (Agustus 2003). "Growing Banksias in tropical North Queensland". Yuruga – Australian Native Plant Specialists. Walkamin, Queensland: Yuruga Nursery Pty Ltd. Diakses tanggal 10 November 2012. 
  33. ^ Salkin (1979), pp. 159–60.
  34. ^ a b Collins, Kevin; Collins, Kathy; George, Alex S. (2008). Banksias. Melbourne, Victoria: Bloomings Books. hlm. 189–90. ISBN 1-876473-68-1. 
  35. ^ Sweedman, Luke; Merritt, David (2006). Australian seeds: a guide to their collection, identification and biology. CSIRO Publishing. hlm. 203. ISBN 0-643-09298-6. 
  36. ^ Miller, Philip (1835). The Gardeners Dictionary (edisi ke-Ninth). London, United Kingdom: G. Henderson. hlm. 588. 
  37. ^ Clarke, Phillip A. (2007). Aboriginal People and Their Plants. Kenthurst, New South Wales: Rosenberg Publishing. hlm. 62. ISBN 1-877058-51-3. 

Teks yang dikutip[sunting | sunting sumber]

  • Salkin, Abraham Isaac (Alf) (1979). "Variation in Banksia in Eastern Australia". M. Sc. Thesis. Clayton, Victoria: Monash University. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]