Bandar Udara Sultan Thaha

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandara Sultan Thaha)
Jump to navigation Jump to search
Bandar Udara Sultan Thaha
Sultan Thaha Airport
باندر اودارا سلطان تهاها
Jambiairport1.jpg
IATA: DJB · ICAO: WIJJ
WMO: 96195
Informasi
Jenis bandara Publik
Pemilik Pemerintah Indonesia
Pengelola PT Angkasa Pura II
Melayani Kota Jambi
Lokasi Jambi, Indonesia
Ketinggian MDPL 82 kaki (25 m)
Koordinat 01°38′17″S 103°38′40″E / 1.63806°S 103.64444°E / -1.63806; 103.64444Koordinat: 01°38′17″S 103°38′40″E / 1.63806°S 103.64444°E / -1.63806; 103.64444
Situs web www.sultanthaha-airport.co.id
Petas
Sumatera daerah di Indonesia
Sumatera daerah di Indonesia
DJB is located in Sumatra
DJB
DJB
DJB is located in Indonesia
DJB
DJB
Lokasi bandara di Sumatera
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
m ft
13/31 2.400 7.874 Aspal
Statistik (2011)
Penumpang 1,014.963

Bandar Udara Sultan Thaha (bahasa Inggris: Sultan Thaha Airport) (IATA: DJBICAO: WIJJ), adalah bandar udara internasional yang terletak di Kota Jambi, Provinsi Jambi, Indonesia. Bandara ini mulai bulan April 2007 dikelola oleh PT. Angkasa Pura II, yang sebelumnya dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jambi. Saat ini ada 8 maskapai penerbangan yang setiap harinya melakukan penerbangan sebanyak 23 kali, di antaranya Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Nam Air, Sriwijaya Air, Susi Air, dan Wings Air. Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Thaha Syaifuddin, seorang pahlawan Nasional Indonesia dari Jambi.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bandara ini dibangun pada masa penjajahan dengan nama Lapangan Terbang Paalmerah. Mulai tahun 2011 ini. Bandara Sultan Thaha akan ditingkatkan kemampuannya untuk melayani penumpang pesawat yang terus meningkat serta peningkatan panjang dan lebar landasan (Panjang dan lebar saat ini 2.220 meter dan 30 meter dan akan ditambah menjadi 2.600 meter dan 45 meter). Peningkatan landasan ini dilakukan untuk melayani pesawat-pesawat berbadan lebar, terutama dari Garuda Indonesia. Pihak Angkasa Pura juga akan menambahkan peralatan Instrument Landing System (ILS) yang dapat membantu pesawat mendarat dalam cuaca buruk. ILS adalah peralatan yang wajib dipasang di bandar udara berstandar internasional, sama seperti tujuan peningkatan bandar udara ini, yaitu menjadikan Sultan Thaha Syaifuddin sebagai bandara internasional pada tahun 2012[4].

Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Terminal baru Bandar Udara Sultan Thaha yang sedang dalam tahap pembangunan.

Terminal baru Bandara Sultan Thaha dibuka pada tanggal 27 Desember 2015. Terminal ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 21 Juli 2016. Landasan pacu akan dilebarkan menjadi 3000 meter x 45 meter yang akan bisa didarati pesawat berbadan lebar.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Bandara Sultan Thaha menyediakan berbagai fasilitas untuk pengunjung. Tersedia Wi-Fi dan kiosk untuk melihat status penerbangan. Terdapat beberapa toko yang menjual berbagai macam makanan dan cinderamata, seperti Pempek Selamat, Rotiboy, dan AlfaExpress.

Maskapai Penerbangan[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
Batik Air Jakarta–Halim Perdanakusuma, Jakarta–Soekarno–Hatta
Citilink Jakarta–Soekarno–Hatta
Garuda Indonesia Jakarta–Soekarno–Hatta, Palembang
Lion Air Batam, Jakarta–Soekarno–Hatta, Medan
Sriwijaya Air Batam, Jakarta–Soekarno–Hatta
Susi Air Dabo
Wings Air Bandar Lampung, Bengkulu, Lubuklinggau, Medan, Muara Bungo, Padang, Palembang, Pekanbaru

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Independent, Jambi. "Mulai 5 September, Wings Air Buka Rute Baru". JAMBIINDEPENDENT.COM. Diakses tanggal 2017-08-29.